NovelToon NovelToon
PUTRI PALSU

PUTRI PALSU

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Chicklit / Tamat
Popularitas:62.6k
Nilai: 5
Nama Author: Alma Kadier Carally

Aku terpaksa meninggalkan kehidupan di kerajaan & tinggal bersama bibiku di sebuah desa terpencil, menanggalkan gelar & bahkan namaku. Kejutannya tidak berakhir sampai di sana, ternyata aku memiliki kekuatan sihir yang terpendam. Dan saat aku membiasakan diri dengan kehidupan baruku, aku melihat peristiwa mengejutkan yang membuatku bertanya-tanya, mungkinkah gadis yang datang dari Panti asuhan yang di kelola para penyihir & diakui sebagai putri yang asli juga putri palsu sepertiku. Jadi siapakah putri yang asli ?! Ayo baca biar g penasaran🙏🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alma Kadier Carally, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

Sama seperti Bibi vania, penduduk Treb sepertinya sudah bangun sejak beberapa jam yang lalu. Aku bisa mendengar dentingan logam yang berasal dari rumah pandai besi, & sebagian besar kebun diisi para perempuan yang membungkuk, mencabuti rumput atau merawat tanaman.

Beberapa orang anak berjalan di hadapan kami saat aku & Bibi Vania keluar dari kebun yang mengelilingi bagian depan & samping rumahnya. Tiga di antaranya berlari tanpa menatap kami sedikit pun, tapi ada anak gadis kecil berambut pirang & berwajah kotor, memperlambat langkah untuk melambaikan tangan pada Bibi Vania. Namun, saat melihatku, gadis itu tiba-tiba berhenti hingga salah seorang temannya menabraknya.

Gadis itu menatap kami, lalu tiba-tiba berputar & berlari ke jalan dengan dibuntuti teman-temannya. “ Mama!” anak gadis itu berteriak.

“ Mama! Ada seorang gadis di rumah Bibi Vania Muller!”

Bibi Vania mengerutkan dahi. “ Yah, itu sudah cukup,” ujarnya “ Siang nanti seluruh penghuni desa akan tahu kau ada di sini.” Dia mendesah berat.

“Apa itu sesuatu yang buruk?” Aku bertanya ragu. Bibi Vania menatapku dari atas hidung panjangnya. “ Itu jadi bahan pembicaraan,” kemudian melanjutkan berkata. “Aku tidak suka jadi pembicaraan. Sudah cukup saat ayahmu pergi.” Bibi Vania terdiam, lalu menggelengkan kepalanya sedikit, seakan-akan sedang memarahi dirinya sendiri.

Aku tidak bisa menahan diri. “Setelah ayahku apa?”

Aku merasakan gairah mendamba di dalam diri, sebuah gairah untuk mengetahui sesuatu, apa pun, mengenai pria yang menyerahkan aku. Namun, aku juga tidak ingin mengetahui apa pun mengenai pria itu, seakan-akan dengan menolak pengetahuan semacan itu aku bisa tetap menjadi diriku, diriku yang dulu, sedikit lama lagi.

“ Lupakan saja,” ujar Bibi Vania, suaranya terdengar ketus. Dia mengunci bibirnya & menyusuri jalan sangat cepat hingga aku harus bergegas untuk menyusulnya selama kami berjalan, aku bisa merasakan banyak tatapan mata tertuju padaku saat orang-orang berhenti untuk memperhatikan.

Berbagai bisikan menyusul saat kami melintas, membuat pipiku terasa panas, tapi Bibi Vania hanya mengangkat dagu & mengabaikan mereka. Setidaknya aku mengenali sikap itu.

Rumah Alvi lumayan jauh dari rumah Bibi Vania, aksesnya melewati beberapa lahan untuk sampai kesana. Bibi Vania tidak mengetuk pintu, melainkan berjalan penuh percaya diri mengitari rumah menuju sebuah kebun sayuran, ke tempat seorang perempuan yang sedang mencangkul tanah.

“ Pagi, Alvi,” seru Bibi Vania.

Perempuan itu menghentikan pekerjaannya & bertumpu di atas cangkul.

“ Pagi, Vania. Apa yang membawamu….?” Ucapannya terhenti saat melihatku, matanya terbelalak saat menatap gaunku.

“ Siapa dia?” tanyanya.

“ keponakanku.”

Alvi menjilat bibir. “ Andre bilang tadi malam ada sebuah kereta mewah, mencari rumahmu. Kupikir mungkin dia terlalu banyak minum alkohol. Tapi gadis ini ada di sini, & kita bahkan tidak pernah tahu kau mempunyai seorang ponakan.”

Bibi Vania menatapku dengan ekspresi yang lebih menakutkan dari biasanya saat berkata,

“ Ceritanya panjang, & gosip menyebar dengan cepat. Aku yakin kau akan segera mendengarnya. Tapi untuk sekarang, gadis ini datang… dari ibukota. Kami mencari tempat tidur tambahan, & beberapa barang lain. Dia tidak terbiasa dengan kehidupan pedesaan, & pakaiannya…..” Ucapannya terhenti, kemudian. “ Apa putrimu meninggalkan sesuatu saat menikah? Kurasa mereka satu ukuran.”

Tatapan Alvi tertuju padaku lagi, tapi kali ini dengan ekspresi menilai. “Sepertinya begitu. & keluarga suami Sarah, yah, mereka pemilik toko pakaian di kota. Mereka memberinya empat potong gaun sebagai hadiah pernikahan, jadi dia meninggalkan beberapa barang lamanya saat pergi. Aku berniat memotongnya untuk anak perempuan Nida, tapi kalau kamu membutuhkannya….”

1
Supriadi Adi
waalaikum salam
Dini
kk
Dini
semangat berkarya thor👍
Nabila
Keren
Pelangi
Keren👍
Ana
Keren
Ana
Author sulap jadi bidadari😀
Ana
Pasti gara2 kekuasaan nih.
Nanzkii
Keren thor🫶🏻
Nanzkii
Ciuman pertama Amelia diambil Jose😠
Nanzkii
Devan, Amelia rindu😁
Sity aminah aminah
sampai bingung mau komentar apa
Alma KC: Terima kasih sudah berkenan mampir 🙏🥰🌹
total 1 replies
Nabila
Luar biasa
Aulia
Keren banget
Adinda
Luar biasa😍👍🫶
Adinda
Kaburrr💪
Adinda
Menyelamatkan putri asli😍👍
Adinda
Luar biasa
Adinda
Perjalanan ditemani oleh Devan😍🫶
Adinda
Sukses belajarnya Amelia.💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!