NovelToon NovelToon
Sistem Kekayaan Pria Soleh

Sistem Kekayaan Pria Soleh

Status: tamat
Genre:Sistem / Anak Yatim Piatu / Teen School/College / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:156.7k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Arsen, seorang mafia berdarah dingin, tewas dengan tragis dan bersiap menghadapi hukuman neraka. Namun sebelum ajal menjemput, ia memohon satu kesempatan terakhir—untuk menemukan putra semata wayangnya yang telah hilang sebelas tahun silam.

Doanya terkabul, tapi dengan syarat: Arsen harus hidup kembali… dalam tubuh orang lain.

Ia terbangun sebagai Aziel—seorang remaja miskin, pencuri kecil yang kerap dirundung di sekolah. Takdir mempermainkan Arsen: tubuh barunya adalah anak kandung yang selama ini ia cari.

Dibekali sebuah Sistem, Arsen harus menjalani misi: menjadikan Aziel sebagai pria soleh dan kaya raya, agar dirinya terhindar dari neraka.

Namun menjadi anak sendiri tak semudah yang ia bayangkan. Masa lalu kelam Aziel, trauma, dan lingkungan yang keras menjadi ujian. Apalagi, jiwa mafia dalam diri Arsen terus memberontak setiap kali ia harus berlaku sabar, jujur, dan... bersujud.

Mampukah Arsen mengubah takdir anaknya—atau justru takdir itu akan menelan mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Misi Mengumandangkan Azan Subuh

Dengan gerakan bagai robot, Aziel langsung terduduk karena teriakan yang dibuat Joki. Ia mengucek mata menanggapi teman satu rumahnya itu dengan kalem.

"Ziel! Lihat!" ucap Joki menunjuk semua sisi di kamar yang ditempatinya.

Aziel hanya mengerjapkan mata beberapa kali tetapi ia masih mode senyap.

[ Misimu mengawali hari ini adalah, kumandangkan Azan Subuh di mesjid terdekat! Mesjid! Bukan mushola! ]

[ Jika kamu berhasil memanggil banyak Jemaah untuk salat subuh di mesjid tersebut, maka kamu akan mendapatkan reward dengan 3x lipat pengalian dana yang ada saat ini! ]

Aziel teringat pada Ustadz Syahrul yang sudah memberikannya baju koko dan sarung. 'Sepertinya, itu adalah mesjid yang paling dekat,' batinnya kembali.

"Ziel?" Kali ini suara Joki terdengar penuh penekanan, membuat lamunan Aziel buyar begitu saja. "Lu nyadar nggak sih, rumah kita ini berbeda loh?" tutur Joki satu per satu dengan penekanan nada.

Aziel memutar kepala melirik ke segala sisi di dalam kamar ini. "Bukan kah kita memang tinggal di sini?" tanya Aziel.

Joki tampak merengut kehabisan kesabaran. "Helooooww ... Lu sadar kagak sih?"

"Apa?" Aziel masih memasang wajah datarnya.

"Ini bukan rumah kita!" Joki setengah berteriak melemparkan ucapan tersebut pada teman satu rumahnya ini.

"Apa kamu yakin?" tanya Aziel kembali masih dengan tenangnya.

"Tentu saja gue yakin! Hampir sepuluh tahun kita tinggal di sini! Masa gue tiba-tiba lupa sama bentuk kandang kita?"

Aziel memilih turun dari ranjang empuk itu. Dalam kepalanya sudah terfokus akan misi yang harus ia lalsanakan. Aziel menuju kamar mandi untuk segera berwudhu.

Akan tetapi, rasa penasaran yang tinggi, membuat Joki terus mengikutinya. Setelah berdoa beberapa waktu, Aziel masuk lalu menutup pintu kamar mandi, membuat hidung Joki terbentur oleh pintu berbahan PVC itu.

"Anjiiirr! Sakit banget!" pekik Joki mengusap hidungnya.

Tak lama kemudian, Aziel muncul kembali dan kembali menengadahkan kedua telapak tangannya dan menangkupkan pada wajah. Aziel bergeser memberikan ruang pada Joki.

"Sekarang, kamu yang masuk dan berwudhu! Bukan berteriak-teriak tak jelas seperti itu!" Aziel mendorong Joki begitu saja masuk ke dalam kamar mandi. Hal ini membuat remaja itu hampir jatuh tersungkur di kamar mandi yang cukup bagus itu.

Joki dalam wudhunya terus berpikir apa yang sedang terjadi. Kepalanya terus aktif memikirkan alasan mereka tiba-tiba saja pindah dari gubuk reot ke rumah yang dianggapnya cukup mewah di wilayah kumuh ini.

"Buruan! Ngapain lama-lama di sana?" hardik Aziel.

Joki mendengkus kesal, segera menyelesaikan wudhunya yang didominasi oleh renungan. Setelah itu, ia segera keluar kamar mandi telah disambut sajadah oleh rekannya di luar.

"Ayo kita ke mesjid!"

"Hah? Bukannya salat di sini?" tanya Joki kembali.

"Alangkah baiknya kaum lelaki melaksanakan salat di mesjid jika tidak memiliki halangan." Aziel telah berganti dengan baju koko yang diberikan Ustadz Syahrul, memasang peci putih di kepalanya.

"Gue salat di sini aja deh! Sayang sekali rumah bagus kayak gini kagak kita salatin!" Joki menggelar sajadah yang diberikan Aziel barusan.

Aziel menarik kembali sajadah Joki dan meletakkannya pada pundak temannya itu. "Ayo buruan! Kita harus duluan mengumandangkan Azan Subuh sebelum garin di sana yang melakukannya!"

Langkah kaki Aziel terlihat cepat membuat Joki terburu-buru mengikutinya keluar dari rumah itu. Namun, saat berada di luar rumah, alangkah terperenjatnya mereka melihat penampakan rumah dari luar.

"Ini masih kandang yang sama?" celetuk Joki.

"Iya," jawab Aziel singkat.

Joki kembali masuk ke dalam rumah itu, suasananya sungguh sangat berbeda. Ia berlari kecil mendekati Aziel.

"Apa ada jin aladin yang membuat keajaiban ini?"

"Iya, sepertinya begitu." Aziel memutar badan berjalan mencoba mengingat arah mesjid tempat ia bertemu Ustadz Syahrul.

Akan tetapi, kepalanya telah dipenuhi dengan pertanyaan apa yang sedang mereka alami.

[ Biar kan orang di luar rumah kalian mengetahui bahwa kalian tinggal di tempat yang sama. Supaya tak ada kecurigaan dan kecemburuan sosial ketika rumah baru, tiba-tiba saja muncul. ]

Aziel hanya merespon keterangan yang diberikan oleh Sistem dengan anggukan puas. Tanpa mereka sadari, saat ini telah berada di depan mesjid yang ia pikir kan.

Lampu di mesjid tersebut telah menyala cukup benderang. Alunan merdu suara seseorang yang membaca Al Quran, terdengar syahdu sembari menunggu waktu subuh masuk.

"Shadaqallahul 'adzim ...."

Pria yang membuat Aziel terenyuh itu, tampak menyelesaikan kajiannya. Ia terlihat bergerak menuju bagian depan mesjid. Aziel tergopoh masuk ke dalam mesjid tersebut.

"Assalamualaikum ...."

"Waalaikumsalam warrahmatullahi wa barakatuh." Sang Imam Mesjid itu melirik ke arah Aziel dengan wajah tanda tanya. Ia telah siap untuk mengumandangkan Azan Subuh seperti biasanya.

"Pak Ustadz, boleh kah saya yang melakukannya?"

1
Muhammad Rahman
dandy teriak dg sombong karena terkenal dg kebangaan kekayaan orangtuanya
Safira Aurora
lnjut
IKKY RAHMADANI
kak ini novel kapan end nya
SoVay: iya, tnggu ya, soalnya lagi hilang ide. mungkin bisa bagi ide? hehehe 🙈
total 1 replies
IKKY RAHMADANI
aku gak suka sama dandy karna rese k banget
Aku Rajin Membaca
othornya lupa nih bikin bln ramadhan 🤣
SoVay
authornya lupa sedang bulan ramadhan. mau edit, tp lg susah signal 🤣🤣 nanti malam atau esok aja edit inj
IKKY RAHMADANI
sepertinya aziel punya calon istri nih😏
SoVay: tadi baru inget, suasananya dibikin bukan ramadhan 🤣 udah aku edit lg
total 2 replies
IKKY RAHMADANI
kecewa 1 bab
SoVay: sabar ya kak, ini baru update. moga bisa lebih dari 1 bab hari ini 😇
total 1 replies
IKKY RAHMADANI
kasihan juga ya anak sekecil itu di suruh mencuri
IKKY RAHMADANI
yahh sedikit banget update nya😔
SoVay: soalnya kalau udah hari kerja ini agak susah up bnyak2 kak, tnggu lbur lagi ya 🤣
total 1 replies
goresan curahan keluh kesah
lanjut ga ini novel👉👈😅
SoVay: mau segera ditamatkan. setelah 100 hari arsen jd soleh 😇
total 3 replies
IKKY RAHMADANI
kok bisa ya kak punya ide untuk buat novel gini🤔
SoVay: dulu sempat kehilangan ide gara2 level anjlok dr 7 ke 3. makanya ga lanjut. tp kayak ada hutang, makanya selagi ada waktu luang dilanjut
total 3 replies
goresan curahan keluh kesah
udah baca sampai tamat bacot sistem
SoVay: lanjutin baca ini ya kak
total 1 replies
IKKY RAHMADANI
sedih banget ceritanya sampai nangis aku
SoVay: brati apa yang aku harapkan sampai pd kakak 😇
total 1 replies
IKKY RAHMADANI
kak ini bapak nya aziel beneran mati ya
SoVay: kan sejak awal misinya hanya 100 hari d tubuh aziel
total 1 replies
IKKY RAHMADANI
menangis aku kak, sedih kali ceritanya😭
SoVay: yuk lanjutkan, udah ada eps baru
total 3 replies
IKKY RAHMADANI
menangis aku kak membacanya
Safira Aurora
makanannya bisa diteleport dari warung ayam aja ga si?
Safira Aurora
edisi penuh bawang
Moertini
kok berhenti Thor kan belum tamat penasaran niiiii bagaimana nasib Zein asli setelah daddy nya meninggalkan raganya semangat Thor ditunggu
SoVay: halo bunda, ceritanya udah disambung lagi. ayo dilanjutkan baca. biar ga penasaran
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!