NovelToon NovelToon
Ambil Bekasku, Mbak!

Ambil Bekasku, Mbak!

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Suami Tak Berguna / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ana Azzura

"Rasya! Berikan suamimu pada kakakmu, dan ambil bekas suami kakakmu!"

Seperti sebuah sambaran petir yang mampu menghancur leburkan tulang belulangnya. Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba sang papa menyuruh menukar suami atas permintaan kakaknya.
..

Tidak tahu mengapa orang tua Rasya selalu memperlakukannya begitu buruk, hanya mendapatkan barang bekas dari kakak kandungnya untuk bertahan hidup. Suatu ketika, Rania meminta papa nya untuk menukar suaminya dengan suami adiknya yang langsung diiyakan oleh papahnya.

Hancur sudah hidup Rasya, sebelum akhirnya dia menyadari satu kebenaran bahwa kakaknya sudah mengambil sang suami yang sudah menjadi barang bekasnya.

Sedangkan suami baru Arasya ternyata belum pernah menyentuh Rania, dan untuk pertama kali dia mendapatkan barang baru.

Bukan hanya itu, fakta lain tentang kehidupan suaminya juga terkuak seiring berjalannya waktu dan yang lebih mengejutkan ternyata Saka adalah seorang crazy rich!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Azzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perdebatan dan Kedatangan Mama Santi

Untuk memanfaatkan weekend kali ini, Rasya ingin memasak makanan kesukaan Saka. Untung saja saat membeli bahan-bahan di mall tempo lalu, Rasya bertanya tentang makanan kesukaan suaminya hingga dia bisa tahu dengan makanan kesukaan Saka yaitu udang asam manis. Dan kebetulan udang yang dia bawa dari mall banyak hingga masih tersisa sampai sekarang.

"Rasya, ini masih pagi tapi kamu sudah mulai masak?" Saka baru saja masuk ke dapur untuk mengambil botol minuman yang biasa dia bawa jogging, dia sedikit terkejut melihat istrinya sudah berperang dengan alat dapur padahal baru saja selesai melaksanakan sholat subuh.

"Ya, Saka. Sekali-kali aku ingin membuatkan makanan kesukaan mu. Mumpung libur kerja, jadi aku punya banyak waktu untuk membuat sarapan." Tatapan Rasya tak lepas dari bawang yang sedang diiris tipis-tipis, meski begitu, dia tetap menghadiahkan senyum untuk sang suami walau tanpa menatap kearahnya.

"Kenapa tidak beli saja? Jadi kamu bisa ikut lari pagi bersama ku," Sahut Saka seraya merangkul istrinya. Sudah menjadi kebiasaan Saka ketika melihat punggung istrinya itu selalu menjadikan sandaran, padahal Rasya sudah berulang kali memperingati.

"Tidak ada beli beli. Masak sendiri lebih hemat. Memangnya uang kamu masih berapa? Kenapa sepertinya uang mu yang katanya masih sedikit itu belum juga habis?" Rasya sedikit memicingkan mata. Mengingat kembali banyaknya barang-barang yang dibeli Saka selama beberapa hari ini, membuat Rasya tak yakin kalau uang Saka hanya sedikit.

"Eee ... Anu, itu..," Saka menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan ekspresi kebingungan membuat Rasya geleng-geleng kepala.

"Jangan bilang kamu meminjam uang dengan teman mu yang memiliki mall itu ya?" Tebak Rasya seraya mengacungkan pisau yang sedang di pegang untuk mengiris bawang, sontak tubuh Saka refleks mundur satu langkah dengan wajah meringis melihat ujung pisau yang tampak runcing.

"Turunkan pisau nya, Rasya. Kamu mengerikan sekali seperti psikopat."

"Jawab pertanyaan ku dulu. Kamu benar meminjam uang pada teman mu?"

"Iya, iya. Aku jawab. Tapi turunkan dulu pisau nya." Sahut Saka dengan satu tangan nya mencoba menghalangi ujung pisau.

"Sudah. Sekarang katakan yang sebenernya, dari mana kamu dapat uang itu." Rasya menatap lekat bola mata suaminya, membuat Saka yang dipandangi seperti itu merasa tak enak. Dia jadi was-was kalau ingin berbohong takut ketahuan.

"Sebenarnya...," Saka menundukkan pandangan seraya menghentikan perkataan nya membuat Rasya semakin penasaran.

"Sebenernya apa, Saka?" Rasya semakin mendesak suaminya karena semakin dibuat penasaran.

"Sebenarnya..,"

"Sebenarnya apa, tinggal jawab, Saka?" Rasya semakin gemas melihat Saka yang tak kunjung menjawabnya. Bukan hanya gemas, tapi juga diliputi rasa penasaran. Dia takut dengan firasat nya selama ini jika ternyata benar.

Tiba-tiba Saka mengambil pisau yang dipegang Rasya, dan meletakkan bawang yang juga masih dipegang di tangan kirinya. Saka memegang kedua tangan itu dan menatap lekat wajah istrinya.

"Tapi kamu harus janji tidak akan marah padaku? Apapun yang ku katakan tidak akan mengubah janji mu untuk selalu berada di samping ku?"

Seketika tubuh Rasya menegang, dia takut dengan firasat nya selama jika ternyata benar.

"Saka, jangan menakut-nakuti ku." Sahut Rasya karena mendadak suasananya menjadi tegang.

"Sebenarnya aku meminjam uang pada teman ku."

Fyuuhhh...

Rasya bernafas lega, dia kira Saka ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting hingga membuat jantung nya hampir saja berhenti berdetak karena saking tegangnya.

"Huh, Aku pikir kau ingin mengatakan apa, Saka. Membuat jantung ku hampir saja berhenti berdetak." Rasya bersungut-sungut.

"Kamu tidak marah aku meminjam uang pada orang lain?"

"Kenapa harus mata marah? Aku tahu kamu juga memiliki kebutuhan sendiri, tapi aku sarankan, lain kali jangan meminjam uang pada orang lain. Apalagi sekarang aku sudah memiliki gaji dan sepertinya cukup untuk memenuhi kebutuhan kita. Jadi kamu tidak boleh meminjam uang pada teman mu lagi. Besok kita lunasi hutang mu pada teman mu itu."

Saka tertegun mendengarnya, Rasya memang sangat baik hati dan sangat pengertian terhadap semua orang, terlebih pada keluarga nya. Dan ini lah mengapa alasan Saka mengiyakan begitu saja saat mertuanya menyuruh menikahi putri keduanya. Karena selama beberapa bulan tinggal bersama Rasya, sedikit banyak nya tahu dengan kepribadian Rasya yang sangat jauh berbeda dengan sifat keluarga nya yang lain. Membuat nya tanpa sadar sudah lebih dulu memiliki perasaan pada wanita yang masih berstatus sebagai istri orang, dan orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah adik iparnya sendiri.

"T-tidak perlu dilunasi, Rasya." Tentu saja Saka menolak Rasya melunasi hutang yang memang tak pernah ada.

"Kenapa? Kenapa tidak perlu dilunasi? Kasian teman mu pasti juga menunggu uang dari mu."

"Tidak, Rasya. Dia tidak akan menerima uang itu."

"Maksud nya?" Rasya semakin mengerutkan dahi, tak mengerti dengan perkataan Saka.

"M-maksudku, Aku berbohong tentang meminjam uang." Saka mengubah mimik mukanya seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Rasya, apa jika aku berkata jujur kau masih tetap menerima ku?" Tanya nya penuh harap.

"Iya, Saka. Aku tidak akan pernah meninggalkan mu, apapun yang terjadi sebenarnya." Sahut Rasya yakin, dalam hati dia sangat penasaran dengan apa yang akan dikatakan suaminya.

"Baiklah, kalau memang kamu benar-benar yakin, aku akan mengatakannya dengan jujur. Mungkin, setelah aku mengatakan yang sebenernya kamu akan malu memiliki suami seperti ku. " Saka menghela nafas, Rasya semakin penasaran dengan perkataan selanjutnya.

"Sebenarnya aku sudah bekerja menjadi tukang pengangkut barang di tempat teman ku yang seorang pemilik mall. Dan uang yang ku gunakan selama beberapa hari ini adalah upah dari hasil kerja ku." Saka masih meniti ekspresi wajah istrinya dengan lekat.

"Apa?" Rasya sedikit terkejut mendengarnya, namun dia juga senang karena akhirnya Saka tidak pengangguran lagi. "Jadi selama beberapa hari ini kamu sudah mulai bekerja menjadi tukang pengangkut barang?" Tanya Rasya dengan ekspresi bercampur aduk, merasa bahagia karena akhirnya Saka mendapat pekerjaan, tapi juga sedih karena pekerjaan yang didapatkan Saka adalah pekerjaan berat dan kasar. Dia kasihan pada suaminya yang pasti sangat lelah bekerja menjadi tukang angkut.

"Ya, apa kamu malu memiliki suami yang hanya bekerja sebagai tukang angkut?" Saka menatap lekat dua bola mata istrinya yang sedang menatap nya dengan tatapan tak terbaca.

"Mana mungkin aku malu, Saka. Aku hanya menyesal karena baru tahu kalau kamu sudah bekerja." Rasya sedikit memelankan suaranya. "Saka, menjadi pengangkut barang adalah pekerjaan yang berat. Tapi kamu setiap malam masih selalu menunggu ku di gang, apa kamu tidak lelah? Kenapa kamu tidak bilang sejak kemarin-kemarin? Harusnya kamu mengatakan nya agar aku bisa memijat mu setiap malam." Rasya merasa menyesal karena baru tahu suaminya bekerja. Dia memikirkan selama beberapa hari ini pasti Saka kelelahan karena mengangkut barang-barang berat, tapi setiap malam dia selalu setia menunggu dirinya di gang depan yang jaraknya masih sekitar satu kilo meter. Rasya benar-benar terharu dengan suaminya.

"Hei, aku ini laki-laki. Mana mungkin bekerja seperti itu membuat ku lelah." Sahut Saka seraya terkekeh mencoba menghibur istrinya. "sudah, kamu lanjutkan masaknya. Aku pergi olahraga, kalau terus mengobrol nanti kesiangan."

Cup.

Saka memang sudah terbiasa mencuri ciuman istrinya di pipi, namun saat ini wajah Rasya tidak memerah seperti biasa karena mungkin sudah saking terbiasanya atau mungkin juga karena pikirannya masih tertuju pada Saka yang menyembunyikan pekerjaan dari nya.

.

.

.

"Hah, akhirnya semua masakan ku selesai." Rasya sedikit meregangkan otot-ototnya.

Tok tok tok..,

Baru saja bisa bernafas lega, dia mendengar suara ketukan pintu dan langsung saja keluar untuk melihat siapa orang diluar.

"Siapa y-mama?" Rasya sangat terkejut karena ternyata mama nya yang mengetuk pintu. "Dari mana mama tahu rumah ku?"

Mendengar perkataan Rasya membuat mama Santi tidak tahan untuk tidak mencibir nya." Rumah? Ck! Gubuk reyot seperti ini saja disebut rumah? Oh ya ampun, Rasya ... ternyata kamu meninggalkan rumah hanya ingin pindah ke gubuk seperti ini? Kasian sekali kamu ya," Mama Santi benar-benar tak berubah, dengan anaknya sendiri masih mencacinya dengan tatapan rendah.

"Mendingan kamu ikut mama aja pulang ke rumah." Sahut mama Santi.

"Tidak, ma. Aku sudah nyaman tinggal disini, meskipun rumah ini seperti gubuk, tapi aku nyaman tinggal di sini."

"Ck! Udahlah, Rasya. Kamu turuti saja permintaan mama." Mama Santi masih ngeyel seperti biasa saat menyuruh Rasya melakukan ini dan itu.

"Memangnya kenapa aku harus pindah ke rumah lagi?" Rasya tak yakin dengan permintaan mama nya untuk pindah ke rumah jika tak ada maksud lain.

"Kamu bisa bantu-bantu mama membuat keripik. Kebetulan orderan mama sedang banyak, jadi kamu bisa bantu-bantu kalau di rumah."

Benar dugaan Rasya, mama nya ini memang tidak mungkin menawarkan sesuatu pada Rasya jika tak memiliki niat tertentu.

"Kenapa tidak meminta bantuan orang lain saja?" Rasya masih mencoba mengontrol emosinya agar tak marah pada manusia didepannya. Karena bagaimana pun, orang didepan nya ini adalah mama nya

"Kalau menyuruh orang lain yang bantu-bantu, ya nanti keluar uang banyak lah buat kasih gaji mereka. Mendingan nyuruh kamu aja, tinggal ngasih tempat tinggal sama makan aja beres!" Sahutnya dengan nada menjengkelkan membuat Rasya benar-benar ingin sekali menendang wajah orang didepan nya.

"Maaf, ma. Tapi aku sudah memiliki pekerjaan." Sahut Rasya sedikit menatap remeh mama nya. Dia juga tidak ingin terus-terusan di tatap rendah olehnya.

"Halah ... Pekerjaan apa? Palingan omong kosong."

"Aku memang sudah bekerja menjadi sekertaris CEO di perusahaan yang sama tempat mbak Rania dan mas Dimas kerja. Kalau mama tidak percaya bisa tanya ke mereka."

"Apa?!"

1
Rita Juwita
/Good/
Linda Liddia
Sayang bgt udh buat cerita tapi gak sampe tuntas..
Djoko Hariyanto
Kecewa
Djoko Hariyanto
Buruk
Irmawati
rasya bukan anak kandung
Amey Sumaidah
Luar biasa
citra marwah
Halu nya gak ketulungan...ya kali mau pura2 miskin nyampe bawa uang 3M buat mahar saka k Rania,trs itu masa ambil apa pun kaya org kesetanan😅😅🤭
Venny Merliana
ngakak baca novel ini🤣🤣🤣
Venny Merliana
huawkwkwk/Joyful/🤣😂😂😅🤣🤣konyol
Venny Merliana
perutku smpe sakit nahan tawa😀😅😂🤣🤣🤣🤣🤣
Venny Merliana
cerita nya gantung dibuat tamat kumaha atuh Thor
Ig : Author_fanie.liem
hai guys slg follow dan mampir yaa di the golden umbrella thx
Nie
saka nyamar jd andreas ya
Elok Pratiwi
tidak ada kah dg jalan cerita yg lain selain dg cerita yg sebenarnya laki2 nya kaya itu kaya tp dia menyembunyikannya dr istri nya dg menjadi laki2 yg miskin dan tinggal di gubuk reot ... apakah dikehidupan nyata ada yg seperti itu ... jadi tidak menarik cerita nya
Lala Trisulawati
kok ending nya ngambang..
.
Mella Dewiswita Diningrat
jln serita novel ini semakin lama semakin nggk ngerti dgn kata2 jorok nd semakin ngawur kata2nya...aneh
bunda
Luar biasa
meE😊😊
emg itu uang yg dr mas kawin d kmnain? klo g slh bca mas kwin y uang 1m bkn? ap d kuasai sma papa mama y??
meE😊😊
ap mngkn itu prushaan saka?
meE😊😊
udh mau sneng tau saka maih ori ehh trnyta bekasan bnyk orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!