NovelToon NovelToon
Cinta Ibu Pengasuh

Cinta Ibu Pengasuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Romansa-Teen angst / Fantasi
Popularitas:158.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Tampan

Andi dan Intan adalah dua kakak beradik yang terlahir dari keluarga sederhana. Andi umur 5 tahun dan Intan adiknya umur 3 tahun. Bapaknya meninggal karena serangan jantung, sedangkan mamaknya menikah lagi dengan seorang pria duda.

Mereka (Andi dan Intan) harus berjuang sendiri tanpa kedua orang tua, hingga menjadi pengemis dan pengamen untuk bertahan hidup. Akan tetapi, Andi dan Intan berpisah karena suatu kecelakaan di sebuah lampu merah.

Bagaimana kisah selanjutnya tentang kedua kakak beradik ini? Ikuti kisahnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tampan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16: Menjadi Pengemis Dan Pengamen

Setelah matahari terbenam, tidak lama kemudian lampu jalan kota pun menyala. Andi dan Intan tiba di perempatan jalan lampu merah. Di perempatan jalan lampu merah ada sebuah "Fly Over" dimana fungsinya untuk mengurangi kemacetan. Dan, di bawah fly over ada tanaman bunga dan trotoar dicat sedemikian rupa, juga lampu jalan lebih besar dari lampu jalan lainnya.

Andi dan Intan berhenti seolah ingin menikmati. Mereka melihat banyak kendaraan yang kadang serentak berhenti dan kadang serentak berjalan, juga banyak para penjual suara (pengamen) dengan gitarnya dan para pengharap uluran tangan orang (pengemis).

"Apa itu, Bang?" tanya Intan tiba-tiba sambil menunjuk lampu merah.

"Lampu," jawab Andi.

"Ambil, Bang!" suruh Intan.

"Marah nanti Polixx, Dik" jawab Andi menakut-nakuti.

Jika sudah dikatakan Polixx, Intan akan menurut atau takut. Karena mama mereka (Bu Rina) juga sering menakut-nakuti Intan dengan mengatakan Polixx.

"Lapar, Dik?" tanya Andi. Intan hanya geleng-geleng kepala.

Andi dan Intan tidak kemana-mana lagi, mereka bermain-main di bahu jalan dan di teras-teras rumah warga seputaran lampu merah.

Malam pun semakin larut dan jalanan sudah mulai sepi dari kendaraan, hanya beberapa saja yang melintas, juga toko dan rumah-rumah warga sudah mulai pada tutup.

Andi menoleh ke semua arah mencari tempat untuk tidur. Kemudian mereka benyeberang jalan menuju fly over. Tetapi sebelum menyeberang, Andi lebih dulu menoleh kiri dan kanan untuk memastikan ada tidaknya mobil atau motor yang melintas.

"Cepat, Dik!" pekik Andi sambil membentangkan sebelah tangannya. Mereka berlari agar jalan cepat terseberangi.

Tiba di bawah fly over, Andi dan Intan melihat seorang ibu dan anaknya tengah berbaring. Mereka melambatkan langkahnya dan berjalan berlahan-lahan menghampiri ibu dan anak tersebut, kemudian mereka berhenti.

***

Ibu itu adalah seorang pengharap uluran tangan orang-orang (pengemis) dan anaknya bernama Putri, umur 5-an tahun. Tetapi tidak hanya mereka (ibu itu dan anaknya) yang tinggal di bawah fly over, juga terdapat beberapa orang lainnya. Mungkin mereka tidak punya tempat tinggal.

***

"Sini, Dik!" panggil Putri (maksudnya kepada Intan) yang melihat Andi dan Intan berdiri sekitar 3 meter darinya sambil menaik-turunkan telapak tangannya.

Mendengar anaknya berbicara dengan seseorang, ibu itu jadi terbangun.

"Siapa?" tanya ibu itu kepada Putri sambil menoleh kiri dan kanan.

"Sini, Nak! Sini...." panggil ibu itu setelah melihat Andi dan Intan.

Andi dan Intan pun mendekat, lalu bergabung bersama ibu itu dan Putri. Intan langsung akrab dengan Putri.

"Siapa namamu, Dik?" tanya Putri kepada Intan.

"Intan," jawab Intan.

Ibu itu kemudian memberikan karton bekas untuk alas tidur Andi dan Intan. Mereka pun tidur bersama.

****

Pagi harinya, fly over yang disertai lampu merah itu sudah ramai dan terdengar hiruk-pikuk kendaraan. Orang-orang sudah mulai beraktivitas, seperti: mencari sewa, berangkat kerja, berangkat sekolah, dan lain sebagainya.

Andi, Intan, ibu itu, dan Putri sudah bangun. Ibu itu melipat karton-karton alas tidur mereka dan menyimpannya di suatu tempat, kemudian bergegas mau mengemis. Pengemis dan pengamen lainnya juga sudah mulai berdatangan.

Putri memberikan gelas plastik kecil yang kosong kepada Andi.

"Untuk apa ini?" tanya Andi.

"Untuk minta uang, Bang" jawab Putri dengan lugu. Andi yang tidak paham maksud Putri tetap menerimanya.

"Bang, lapar!" kata Intan tiba-tiba sambil menatap Andi.

"Kita enggak ada uang lagi, Dik" jawab Andi.

Mendengar Intan lapar, Putri langsung berlari menghampiri mamanya yang sudah beraktivitas.

"Ma, Intan lapar," adu Putri setelah tiba bersama mamanya. Ibu itu memberikan uang kepada Putri untuk mereka jajan.

Setelah itu, Putri berlari lagi menghampiri Andi dan Intan.

"Ayo, Dik, Bang" ajak Putri sambil memegang sebelah tangan Intan. Mereka pun pergi jajan sebagai pengganti sarapan sambil membawa gelas plastik kecil.

Putri yang sudah terbiasa tidak terlihat canggung saat menyeberang jalan, tetapi mereka tetap berhati-hati dan membentangkan sebelah tangan untuk menghalau kendaraan yang lalu-lalang.

Selesai jajan, mereka siap untuk mengharapkan uluran tangan orang-orang. Mereka tidak jauh dari ibu itu yang sudah lebih dulu mengemis sambil duduk dan mengulurkan tangannya.

Di saat kendaraan berhenti karena lampu merah, Putri langsung mengulurkan tangan setiap mobil atau motor dengan gelas plastik kecil yang digenggamnya.

Melihat Putri, Andi seperti paham yang dilakukannya. Dia kemudian mengikuti yang dilakukan Putri sambil memegang sebelah tangan Intan.

Tidak hanya mereka yang mengharapkan jasa lampu merah, juga terdapat pengemis lainnya, pengamen, penjual rokok ketengan, dan pengharap jasa lampu merah lainnya.

Andi mengulurkan tangan setiap mobil dan motor dengan gelas plastik kecil yang digenggamnya. Apakah ada yang memberi uluran tangan? Mungkin ada dan juga tidak.

"Tinnn..."

"Tinnn..."

"Tinnnnn..."

(Klakson mobil dan motor saling bersahutan)

Andi dan Intan tidak tahu bahwa waktu lampu merah sudah habis (sudah berganti ke lampu hijau). Mereka masih mengulurkan tangan.

Putri yang terpisah dari Andi dan Intan, kemudian berlari menghampiri mereka.

"Banggg... sini!" panggil Putri kepada Andi sambil mengangkat tangan sebelah dan menggerakkan telapak tangannya naik-turun. Andi dan Intan pun menepi ke bahu jalan di mana Putri berdiri.

Andi, Intan, dan Putri kemudian memanfaatkan lampu hijau mengulurkan tangan kepada setiap orang-orang yang berjalan kaki.

Setelah beberapa lampu merah berlalu dan di saat lampu hijau, Putri yang terpisah dari Andi dan Intan datang menghampiri.

"Berapa dapat Abang?" tanya Putri kepada Andi. Lalu, Andi mengeluarkan recehan yang ada di gelas plastik kecilnya.

Dengan uang yang didapat, Andi, Putri, dan Intan pergi jajan sebagai pengganti makan siang.

"Ayo jajan, Dik" ajak Putri kepada Intan.

Mereka pun menikmati jajanannya sembari menunggu lampu merah tiba.

Begitulah yang dilakukan hingga sore hari. Saat lampu merah, mereka mengulurkan tangan ke setiap mobil dan motor; saat lampu hijau, mereka mengulurkan tangan kepada setiap orang-orang yang berjalan kaki; kalau dapat uang, mereka pergi jajan juga dikumpul untuk beli nasi; dan saat malam tiba, mereka kembali ke fly over.

(Gambar Hanya Ilustrasi)

Itulah awal Andi dan Intan menjadi pengharap uluran tangan orang-orang, juga hanya itulah yang dapat mereka lakukan. Mereka harus berjuang untuk bertahan hidup dan untuk sebiji roti atau sesuap nasi.

BERSAMBUNG..

1
Yuyun Arianti
Bru mulai BCA sabar yh😍
Asih Putri
kapan kelanjutan nya
Suwito Suwit
mampir sebentar,,,ternyata belum mengudara,,,
Suwito Suwit
Bu Risma,,memang berkhaRisma kok
Suwito Suwit
si Andi kapan besarnya,,,,
Suwito Suwit
aduhh,,,,kasihan banget serius,,,
🎯™ Irma Suryani 🦊⃫⃟⃤ BM√
kok belum ada kelanjutanx
🎯™ Irma Suryani 🦊⃫⃟⃤ BM√
kapan kelanjutanx Thor kok udah lama ga up?ayo Thor lanjut dong
Elly Susanti
mudah mudahan Andi bertemu Intan adiknya...Mama biarkan aja jadi apa.
Elly Susanti
untung cerita di novel kalau kenyataan mau ku cekik itu Maamnya.Lihat aja ada balasannya
Elly Susanti
kalau.aku lebih mementingkan anak dari pada orang lain.dasar Bu Rina sama Rio nga punya hati.
Yayat Sayat
seorang ibu yang ga punya hati nurani.. 😯😯😯
🎯™ Irma Suryani 🦊⃫⃟⃤ BM√
Thor kapan lg up Thor Aq menunggu kelanjutanx
Eda Sally
semangat say😍
Ama Hengky Siringo-ringo
horasss bapa,,bereng Jo di FB i,,na Hona hack do FB ni bapa i??
Tampan: Mahua huroa uda?
total 1 replies
Suryani Nst
kk lnjt dong😔😔
Suryani Nst
lanjut kk
🎯™ Irma Suryani 🦊⃫⃟⃤ BM√
mana sambunganx Thor kok belum up ya
Noah.: follback
total 1 replies
anggita
daftar like ajs
anggita
like😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!