NovelToon NovelToon
Sebatas Pengganti

Sebatas Pengganti

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:196.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Yenita wati

Menjelang pernikahan, Cahaya harus menerima kenyataan bahwa sang calon suami ternyata sudah menikah dan hanya memanfaatkannya saja.

Saat mengadu pada Paman dan bibinya, ia malah akan dijodohkan dengan pria tua agar mendapatkan uang dari calon suaminya.

Merasa putus asa, ia pun nekat melakukan percobaan bunuh diri dari atas jembatan penyeberangan orang.

Namun, aksinya itu berhasil digagalkan oleh seorang pria kaya dan tampan bernama Davin Pramudya.

Karena merasa saling membutuhkan, mereka pun sepakat menikah.

Namun, apa yang terjadi jika salah satu diantara mereka terjebak cinta yang seharusnya tidak perlu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecewa

"Sekarang jelaskan pada Mama, apa semua yang dikatakan wanita di pesta tadi benar?" tanya Sevina menatap serius pada Davin. Kini mereka sedang berada di rumah Davin. Melakukan sidang kepada Davin yang Cahaya akhirnya diketahui menikah karena terpaksa.

"Benar, Ma," sahut Davin pelan.

"Mengapa kau melakukan semua ini, Nak?" Sevina menatap Davin dengan tatapan kecewa.

"Maaf, Ma, tapi itu kulakukan agar Mama tidak mendesak ku untuk segera menikah dengan gadis pilihan Mama." Davin menatap dengan tatapan bersalah. Dia menyesal karena telah membohongi semua orang tentang hubungannya dengan Cahaya.

"Astaga, kenapa kau tega sekali pada kami, Nak? Apa salah kami?" Sevina pun tak kuasa menitihkan air matanya. Hal yang paling dibenci Davin saat ini. Apalagi penyebab mamanya meneteskan air mata adalah karena dirinya. Andai saja dia bisa memutar waktu, pasti dia tidak akan melakukan hal ini. Harusnya dia menyadari bahwa setiap perbuatan pasti ada konsekuensinya.

Cahaya hanya tertunduk saja. Dia tidak berani menatap wajah kedua mertuanya.

"Cahaya, mengapa malam itu kau nekat melakukan bunuh diri?" tanya Sevina yang kini beralih menatap menantunya itu.

"Maaf, Ma, waktu itu aku akan dinikahkan oleh laki-laki tua demi uang," ucap Cahaya yang masih betah menundukkan kepalanya.

"Tatap wajah Mama ketika berbicara, Cahaya!"

Mendengar seruan itu, Cahaya pun langsung mendangakkan wajahnya. Menatap Ibu mertuanya dengan tatapan penuh rasa bersalah. Sedangkan Ayah mertuanya kini menatapnya dengan perasaan penuh kekecewaan.

"Lalu siapa wanita yang tadi membongkar semua ini?"

"Dia adalah Lia, istri dari mantan tunanganku yang membuatku hampir dinikahi laki-laki tua, Ma."

"Lalu, bolehkah Mama menanyakan sesuatu? Apakah kau tidak menyukai Davin sama sekali?"

Pertanyaan Sevina membuat Davin dan Cahaya saling bertatapan. Cahaya bingung harus mengatakan apa. Jika dia mengatakan bahwa dirinya mencintai Davin, pasti Ibu mertuanya akan meminta Davin untuk mempertahankan pernikahan ini. Padahal, Davin sendiri sama sekali tidak mencintai Cahaya karena hatinya masih terikat bersama cinta masa lalunya yang bahkan tidak pernah sekalipun bisa digapainya.

"Sekarang pikirkan saja pernikahan kalian. Mama berharap kalian bisa menyelesaikan masalah ini tanpa adanya perceraian."

Sevina dan David pun segera pergi dari rumah mereka. Kini, tinggallah Davin dan Cahaya yang masih duduk di sofa rumah itu.

"Mas, aku minta maaf. Harusnya aku..."

"Justru aku yang minta maaf karena melibatkanmu dalam hal ini. Aku yang mengajakmu menikah hingga kau juga ikut terseret dalam masalah keluargaku." Davin menatap Cahaya dengan serius.

"Lalu, apakah kau marah padaku?"

"Untuk apa marah? Semua sudah terlanjur terjadi, Cahaya. Meskipun aku marah, itu tidak akan merubah apapun."

"Lalu, bagaimana dengan pernikahan kita?" Cahaya menatap ragu.

"Entahlah, di saat seperti ini aku belum bisa memutuskannya. Aku terlalu sedih karena untuk pertama kalinya Mama menangis karena aku. Seandainya aku tidak.... Ah sudahlah, untuk apa menyalahkan diri sendiri."

Cahaya dapat melihat dari tatapan Davin bahwa pria itu sepertinya menyalahkan dirinya atas kejadian malam ini.

"Mas, aku..."

"Maaf, jangan ganggu aku dulu." Davin memotong ucapan Cahaya dan pergi meninggalkan wanita itu menuju ke kamarnya.

Cahaya merasa sangat sedih mendapatkan perlakuan seperti itu dari Davin. Dia pun segera pergi ke kamarnya untuk berkemas.

Tapi, dia baru ingat bahwa semua baju yang ada di rumah ini adalah pembelian dari Davin. Sedangkan baju miliknya sendiri tidak ada satupun.

Dia hanya membawa tas selempang dan menunggu waktu yang tepat untuk pergi dari rumah itu tanpa diketahui oleh Davin.

Setelah berupaya keras, akhirnya dia berhasil mencapai jalanan. Dia pun menyetop ojek online yang kebetulan mangkal tidak jauh dari tempatnya berjalan.

"Bang, ke terminal, ya," ujar Cahaya sambil menepuk pundak sang ojol.

"Iya, Neng." Ojol tersebut pun langsung membawa cahaya menuju ke terminal.

Dia pun langsung membeli tiket untuk sebuah bus yang akan mengantarnya ke sebuah desa. Desa itu adalah desa tempat kelahiran ayahnya. Di sana, dia akan memulai hidup baru.

Semoga saja dengan begini Davin tidak akan merasa direpotkan lagi olehnya.

1
Komsiyah Komsiyah
iya banyak yg gak nyambung
Memyr 67
𝖽𝖺𝗏𝗂𝗇 𝗄𝖺𝗇 𝗉𝗂𝗇𝗍𝖺𝗋. 𝗉𝖺𝗌𝗍𝗂 𝗂𝗇𝗀𝖺𝗍 𝗉𝖺𝗌 𝗂𝗃𝖺𝖻 𝗄𝖺𝖻𝗎𝗅, 𝗆𝖾𝗇𝗒𝖾𝖻𝗎𝗍 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗅𝖾𝗇𝗀𝗄𝖺𝗉 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝖻𝗂𝗇𝗍𝗂 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗅𝗆𝖺𝗋𝗁𝗎𝗆 𝖻𝖺𝗉𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺
Memyr 67
𝖽𝗂 𝖺𝗍𝖺𝗌𝗇𝗒𝖺 𝖽𝗂𝗍𝗎𝗅𝗂𝗌 𝗍𝖾𝗁. 𝖽𝗂 𝗌𝗂𝗇𝗂 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗄𝗈𝗉𝗂. 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋 𝖽𝖺𝗁 𝗇𝗀𝖺𝗇𝗍𝗎𝗄 𝗂𝗇𝗂
Memyr 67
𝗆𝗎𝗅𝖺𝗂 𝗂𝗇𝗂, 𝗇𝗀𝖺𝗃𝖺𝗄 𝗍𝖾𝖻𝖺𝗄𝖺𝗇
Memyr 67
𝗌𝖾𝗏𝗂𝗇𝖺 𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗏𝗂𝖺𝗇𝖺. 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝗄𝗅𝖺𝗄𝗎𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗒𝖺𝗄 𝗂𝖻𝗎 𝗂𝖻𝗎 𝗃𝗎𝗅𝗂𝖽 𝖽𝗂 𝗄𝖺𝗆𝗉𝗎𝗇𝗀? 𝗄𝖾𝗌𝖾𝗋𝗂𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗀𝖺𝗎𝗅 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗆𝖻𝖺𝗁 𝗆𝗈𝗇𝖺?
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya nya
sungguh mantap sekali
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
akhirnya tamat juga...
Yunerty Blessa
semoga Cahaya bisa menerima kakek nya.....
Yunerty Blessa
senangnya Cahaya masih memiliki kakek nya....berarti kakek nya bukan orang biasa² juga
Yunerty Blessa
akhirnya Davin dan Cahaya bisa buka puasa juga..... semoga Cahaya cepat hamil
Yunerty Blessa
senangnya Cahaya dapat gaji.....
Yunerty Blessa
sabar Reno masih ada Silvi yang suka sama kamu.....
Yunerty Blessa
apakah orang itu adalah orang tua Cahaya .....
Yunerty Blessa
akhirnya Cahaya luluh juga.... semoga memang ada cinta di hati Davin.....
Yunerty Blessa
tetap berdosa Reno.....biar lah Cahaya meraih kebahagiaan nya... masih ada Silvi yang mencintai mu
Yunerty Blessa
astaga rupanya kakek Cahaya.... kenapa dari awal tidak mengaku Cahaya sudah mau mati baru cari....
Yunerty Blessa
apakah orang tua itu adalah keluarga Cahaya....
Yunerty Blessa
kasian sekali dengan kehidupan Cahaya....
Yunerty Blessa
mantap Cahaya pergi jauh dari Davin....mula lah hidup baru mu... biarkan Davin menyesal atas kepergian mu.....
Yunerty Blessa
Davin lebih baik lepaskan Cahaya biar dia cari kebahagiaan nya sendiri... biarlah kau bersatu kembali dengan bayang² Safira 😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!