Nopita Anggraeni terlahir dari keluarga sederhana. Namun, berkat kerja kerasnya ia mampu membangun sebuah perusahaan untuk ayahnya hingga kini mereka hidup serba berkecukupan. Meski sekarang pita adalah anak orang yang berada namun tak menjadikannya bermalas-malasan menikmati harta orang tuanya. Namun, karna dihianati oleh hanif (pacarnya dulu) pita menjadi sedikit dingin terhadap laki-laki.
Seiring berjalannya waktu, pada saat ia ingin pulang ia menyermpet seorang kurir. Karna merasa bersalah pita akhirnya menolong kurir itu untuk mengantarkan paket.
Ariza Mahendra terlahir dari keluarga kaya raya di kota kelahiran. Namun, karna ia ingin hidup mandiri, ia memutuskan untuk bekerja sebagai kurir. Suatu ketika saat ia di ancam oleh ayahnya akan di kuliahkan di amerika. Tentu itu membuat ia merasa berat untuk meninggalkan indonesia, apalagi ariza sudah bertemu dengan gebetannya. Akhirnya Ariza memutuskan untuk mengurus perusahaan milik papahnya bersama adinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karmila puspita sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari yang melelahkan
3 hari kemudian
Pagi ini Pita akan pergi ke sebuah gedung training bisnis xx dan Perjalanan menuju sukses di masa muda yang ia jalani selama tahun lalu, training akan di mulai pukul sembilam jadi Pita masih memiliki dua jam untuk bersiap-siap untuk training.
Kali ini Pita memang di pilih sebagai tamu penting dalam acara training tahun ini, karna di usianya yang terbilang muda dan mempunyai bakat yang super jenius, membuat pita sukses di usia muda.
Jam sudah menunjukkan pukul 08:00 Pita berangkat dari hotel dengan menggunakan taksi online, jarak antara hotel dan gedung untuk acara training hannya seratus meter hanya membutuhkan waktu setengah jam.
"Hai, Apa kau sudah siap?" tanya pembimbing Pita yang baru turun dari taksi.
"Insyaallah kak, saya sudah siap," ucap Pita penuh semangat.
"Ya good, ingat kamu harus memberi motivasi- motivasi terhadap hadirin yang akan hadir nanti ya terutama kaum remaja!" ucap Lusi pembimbing Pita selama empat tahun ini yang sabar terhadap membimbing bawahan.
"Oke kak!" jawab Pita sambil menyatukan ibu jarinya dengan jari telunjuknya.
"Ayo masuk sebentar lagi acara akan di mulai!" aja Lusi, dan di iyakan oleh Pita.
Acara pun di mulai dengan sambutan hangat dari para pejuang di bisnis xx, Pita yang merasa namanya di panggil segera berdiri dan naik ke atas panggung.
"Bismillah" ucap Pita dalam hati.
"Hello, how are you?" sapa Pita kepada para hadirin yang hadir, termasuk Mila yang menunggu giliran. Mila mendapat giliran sekitar jam 2, karna jalur bisnis yang di jalani berbeda jadi ia mendapat giliran jam 2.
Pita memberi penjelasan dengan lancar tanpa merasa gugub sedikit pun, karna ia sudah terbiasa dengan hal ini sejak kelas 2 sma. Pita menceritakan tentang pengalaman selama merintis bisnis ini, para hadirin menjadi terharu dengan kegigihan pita.
Hingga tepat pukul 12.30am acara training bisnis xx selesai dan di lanjutkan dengan bisnis xc, bisnis yang di rintis oleh Mila.
Mila juga ikut memberi motivasi-motivasi para hadirin dan menceritakan perjalanan menuju sukses di xc.id, pesan-pesan singkat yang mila berika cukup membuat para pembisnis muda menjadi semangat dalam merintisnya.
"Huhft lelahnya!" ujar mila dengan meminum air putih yang sudah di siapkan di ruangan khusus untuk para pembisbis muda.
"Iya la, aku jug lelah ya walaupun cuma sedikit" ucap risal, teman bisnis mila yang sering memanggil dengan panggilan la.
"La kamu cuma dikit, aku banyak sekali gila ini acara, setahun sekali tapi melelahkan!" ujar mila.
"Banyakan lagi yang dari member xx!" ketus risal.
"Kenapa nyangkut gua?" tanya pita sok-sokan ketus.
"Ehhh enggak," ucap risal dengan nampak terkejut.
"Hahah mampus lo sal!" seru mila terkekeh.
"Bukannya nolongin malah njerumusin, dasar teman apaan lo ini!" ketus risal.
"Dah jangan berantem! negara orang ini," sela pita agar tak terjadi perperangan antara mereka.
"Iiitss bukan tadi lo marah ya?" tanya risal merasa bingung dengan sikap pita, yang awalnya ketus menjadi hangat.
"Hahhaha kena lo kan!" seru mila menertawai risal yang sudah mulai cemberut.
"Hahahhaha, ketawa terus ampek sukses!" ucap risal ketus.
"Lo jadi di sini sebulan mil?"tanya pita tiba-tiba.
"Nggak ah, di sini gak enak gua pulang lusa aja!" jawab mila.
"Ya udah bareng aja pulangnya," tawar pita.
"Boleh kita naik pesawat pribadi papahnya dian aja kan lusa juga mau pulang papahnya dian!" ujar mila.
"Lo aja kalau gitu, gua kan gak di aja masak mau mumpang!" ucap pita datar.
"Ya elah ta, kayak gak tau om fadli aja," kata mila enteng.
"Btw lo mau pulang ke rumah ortu lu apa rumah nenek lo?" tanya pita lagi penasaran dengan isi hati mila.
"Ya rumah ortu lah!" jawab mila ketus di tambah kesal dengan pertanyaan pita.
"Ya elah elo mah, gitu aja ngambek!" jandaan pita.
Mereka akhirnya tertawa dengan puas, merasakan keindahan dalam pertemanan. risal yang menyaksikan mereka bercanda dan tertawa juga ikut-ikutan tertawa karna lucu dengan sikap dan tingkah mereka.
Sore sudah berganti malam setelah makan malam mereka pulang ke hotel mereka masing-masing, besok adalah hari terakhir mereka berada di sini, kegiatan terakhir mereka adalah berjalan-jalan merilekskan otak mereka yang sempat terkuras.
"Sungguh melelahkan hari ini!" guman pita
Pita bangkit dan hendak ingin mengganti pakainya dengan pakaian tidur karna waktu sudah hampir menjadi tengah malam, saat hendak ingin masuk ke dalam kamar mandi tiba-tiba bel hotel berbunyi, dengan segerah ia menghampiri pintu, dan membukanya.
"Cari siapa?" tanya pita terhadap seseorang yang tidak ia kenal.
"Cari kak Pita?" jawab orang itu.
"Ada apa ya malam-malam mencari saya?" tanya pita lagi.
"Kakak di cari kak lusi di tunggu di restoran bawah," ucap orang itu dengan tampak ragu.
"Oh ya sebentar nanti saya kesana, kamu boleh pergi sekarang," ucap pita mempersilahkan orang itu untuk pergi.
Setelah itu pita mengambil ponselnya dan menelpon lusi, untuk memastikan bahwa ia memanggilnya. Setelah panggilan tersambung pita segerah pertanyaan apa yang ingin ia tanya, namun jawaban lusi tidak.
"Aku tidak memanggil mu," jawab lusi.
"Oh ya sudah kak, bay-bay selamat malam," ucap pita mengucapkan selamat malam pada lusi, lalu mematikan sambungan teleponnya setelah mendapat jawab dari lusi.
Pita pun kembali ke kamar mandi untuk berganti pakaian, setelah selesai ia kembali ke ranjang untuk memperistirahatkan tubuhnya, akibat lelah akhirnya ia tertidur pulas tanpa memperdulikan orang yang menunggunya di bawah.
*********
Apertemen Dian
Di tengah malam mila terbangun dari tidurnya, karna merasa haus ia keluar menuju dapur, sesampainya di dapur ia menuang air ke dalam gelasnya dan menegugnya.
Saat ia ingin kembali ke kamar, ia di kejutkan dengan dian yang beradada di depannya, mila pun memegangi dadanya karna merasa kaget.
"Astofirulloh dian! kamu ini ngaggetin aja," ucap mila yang masih memegangi dadanya.
"Maaf gak sengaja, abis kamu nakutin sih." ucap dian.
Saat ia sedang bermain ps di kamarnya tiba-tiba ada yang lewat di depan pintunya, ia pun menengok namun tidak ada siapa-siapa. Dian merah merinding dan mengira itu hal aneh, karna ia juga merasa haus akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke dapur untuk mengambil minum.
Di saat di dapur ia kaget, karna melihat mila yang memakai baju putih seperti daster dan rambutnya yang teruurai.
"Hahaha dasar pikirannya pendek," ucap mila terkekeh. "Abis aku lelah jadi aku tidak sempat memperhatikan baju yang aku kenakan," ucap mila yang masih terkekeh.
"Tidak apa-apa, ya hari ini memang hari yang melelahkan, jadi pikiranku sedikit terusik." Kata dian, dan mengambil gelas yang berada di meja dan menuangkan air lalu menegugnnya.
"Ya sudah aku mau kembali ke kamar dulu," pamit mila, dan di angguki oleh dian ia juga merasa lelah jadi ia juga ingin beristirahat.
Mila kembali ke kamar anna, sesampainya di kamar anna ia ingin segera kembali tidur. Namun, tiba-tiba ponselnya berdering, ia pun mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnyadi tengahnya malam ini.
"Nomor siapa ini," ucap mila. "Angkat tidak ya?" tanya Mila pada dirinya sendiri.
Mila akhirnya mengankat panggilan terlepon entah dari siapa ia tidak tau, namun ia tetap mengangkatnya dan saat panggilan tersambung......
*******
Rumah mahendra
"istt! sejak kapan kau perduli dengan mila?" tanya Ariza mencari tau tentang adiknya.
"Tidak siapa yang perduli!" jawab pandu dengan sedikit gugub.
"Jangan bohong! aku tau kau sedang berbohong!" ucap Ariza sedikit berteriak.
"Hahah tau aja kau za, sejak gue di cuekin sama mila," jawab pandu jujur, pandu selalu jujur terhadap Ariza ya walaupun itu dengan cara Ariza yang memaksakan.
Di tengah keributan tiba-tiba ponsel milik pandu berbunyi menandakan pesan yang masuk, pandu segera mameraih ponselnya dan membukanya pesan dari mata-matanya.
Pandu membuka pesen itu, seketika senyum indah menghiasi wajahnya. Ariza yang melihatnya merasa bingung dengan pandu, tiba-tiba senang dan tiba-tiba sedih.
"Kenapa lo senyum-senyum sendiri! kayak orang gila aja," ucap Ariza.
"Ya senyum la kan gua baru dapet ........
Besok di sambung lagi😁😥
#Kira-kira pandu dapat apa ya kok bisa senyum-senyum sendiri 😆
Jangan lupa like, dan comment 😁 kalau baik vote sekalian kak biar tambah semangat 😁😁😁 jangan lupa kritikan dan saran juga kak😉
ikuti juga keseharian aouthor kak : karmila_puspita02
next
salam dari KETABHAN ZULFA
mampir karya newe ku.
"Salah jodoh."
dady danzel mendukung dan g sabar kelanjutanya.
Mampir ya😅
Salam hangat dari The Gangster Boy🤗
Salam manis dari INSEPARABLE🌻
salam dari -ZEVANAYA-