NovelToon NovelToon
QUEENESYA

QUEENESYA

Status: tamat
Genre:Komedi / Detektif / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Bullying dan Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Angelica Maria Vianney

Percayalah, bahwa bahagia akan datang pada akhirnya. Kamu hanya perlu bersabar dan selalu bersyukur untuk setiap napas yang kamu hirup setiap harinya.


Ini kisah kehidupan seorang Queenesya, gadis yang tidak pernah di anggap ada oleh keluarga Petter dan tak hayal mendapat bullying dari Aurel, putri tunggal keluarga Petter.

Siapa yang akan menyangkan bahwa ia adalah putri tunggal dari pengusaha yang tidak bisa dianggap remeh dan merupakan cucu dari ke-empat keluarga besar yang sangat berpengaruh di dunia yang diculik oleh pesaing bisnis Vondrienty ketika baru seminggu ia lahir ke dunia.


karya ini hanya Fantasi Author saja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angelica Maria Vianney, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15 Sedikit Lelah

Setibanya mereka di mansion, Dion dengan cepatnya turun dari mobil meninggalkan kedua saudaranya yang masih enggan melepas pandangannya sedari tadi,seolah-olah mereka memiliki pertanyaan yang sama 'ada apa dengannya?'

Sudah sejak tadi Dion bertingkah aneh mulai pada saat ia menggebrak meja dengan tiba-tiba, berjalan pergi tanpa pamit, lalu parahnya mereka menemukan Dion sedang senyum-senyum sendiri di dalam mobil.

Setelah kesadaran mereka kembali, langsung saja mereka melangkahkan kaki mengikuti kemana arah Dion melangkah tadi. Namun, saat tiba di pintu utama belum kaki mereka menginjak lantai rumah seluru mata tertuju pada mereka.

"Kami pulang" ucap mereka dengan serentak

"Hn"

"Hm"

Dengan perasaan yang gunda serta tubuh yang mulai berkeringat karena tatapan keluarganya itu terutama tatapan dari oma dan opa mereka, entah bagaimana mereka akan memberi penjelasan atas pertanyaan yang akan di ajuhkan nantinya.

Sudah menjadi tradisis bagi mereka untuk bertanya pada anak cucu mereka jika dirasa ada yang menurut mereka aneh dan patut untuk di pertanyakan.

"Ada apa dengan Dion?" Ucap Opa Hans mewakili yang lain.

"Tidak Tau, dia memang sudah aneh sejak tadi"

"Gio,ada apa dengan kembaranmu itu?" Tanya kedua omanya itu, karena mereka tau jika Gio adalah tipe yang suka ceplas-ceplos

"Dia memang sudah aneh sejak di kantin sekolah tadi,menggebrak meja sampai makananku berserakan, langsung pergi tanpa mengatakan apapun. Lalu,kami menemukan Dion sedang senyum-senyum tidak jelas di dalam mobil" Ucap Gio dengan polosnya

'Apa dia mau merajuk mengenai makanannya juga' batin Ken tidak habis pikir dengan saudara sepupunya itu

Gion mulai berjalan tanpa menunggu perkataan apa yang akan dikeluarkan lagi oleh opanya itu, ia berencana untuk menuju ke ruang makan hendak untuk mengisi kekosongan perutnya yang sempat tertunda di sekolah tadi

"Ehm..mau kemana?"

"Mau ngisi gentong tetangga...apa lagi kalau bukan makan" ucapnya acuh tanpa peduli siapa yang berbicara tadi hingga satu jeweran mendarat di telinganya

"Arght...sakit bunda,jeweran bunda itu lebih sakit dari suntikan dan lebih pedas dari ribuan kilo cabe"

"Ohyah!! Gion Mahesa Vondrienty ternyata kau masih mengingat aku sebagai bundamu"

"Tentu saja aku ingat karena bunda adalah wanita tercantik setelah adikkum...jadi bunda lepas yah nanti kalau kupingnya gio putus gimana"

"Kalau putus tinggal panggil dokter glend aja terus rawat inap di RS... aku dengar Putrinya sangat ingin bertemu denganmu"

"Tidakkk" teriaknya sambil berlari menuju lantai atas hendak menjauhi sang bunda

Gion tidak akan pernah mau bertemu dengan gadis gila itu yang kelakuannya hampir sama persis seperti Rebecca si cewek agresif dengan dandanan ala nenek lampir.

Diperjalanan menuju kamarnya ia tifak sengaja berpapasan dengan Dion, yang berpenampilan begitu rapi. Ah, Tidak kurasa Gion salah akan hal itu karena diantara mereka berdua Dion adalah tipe orang suka kerapian berbeda dengan dirinya yang agak berantakan.

Matanya terus saja menatap kedepan bagaikan melihat diri sendiri di depan cermin, tidak ada satu halpun yang berbeda hanya sikap dan sifat mereka. Dengan Alis tebal, hidung yang mancung dan senyum bahkan tinggi merekapun tidak ada yang berbeda, benar-benar kembar identik.

"Hn,Apa?"

"Tidak"

Gion berlalu setelah mengatakan itu, entah mengapa dirinya enggan untuk berbicara banyak sekarang. Mungkin, lebih baik jika dirinya beristirahat sedikit.

'Tidak biasanya dia irit ngomong' pikir Dion, setelah selesai berpikir demikian ia kembali melangkah menuruni anak tangga tentu saja dengan ciri khasnya sendiri.

"Aku dengar ada seseorang yang sedang bertingkah aneh hari ini"

"Kau benar bahkan beberapa orang menemukan dia tersenyum tidak jelas di dalam mobil"

"Apa kita harus menelpon ahli psikolog untuk memeriksa mental orang itu"

"Ah,tidak kurasa sebaiknya kita menelpon pihak RSJ aku takut jika virusnya akan menyebar"

Dion terdiam mencerna setiap kalimat yang diutarakan oleh kedua Oma dan Opanya, menatap bunda serta auntinya secara bergantian yang sedang berpura-pura melakukan aktifitas lain.

"Hm" gumamnya

'ini pasti ulah mereka'' Pikirnya setelah beberapa saat, siapa lagi orang yang bertingkah seperti itu hari ini jika bukan dirinya

Hari ini ia memang sedikit berbeda dari biasanya, mungkin karena efek dari data gadis yang ditemui Kenned di dekat parkiran khusus tadi. Yang jelas dirinya begitu bahagia karena telah menemukan data gadis itu, selanjutnya ia akan mencoba mencari tau sendiri bagaimana kehidupan gadis itu selama ini terutama memastikan jika gadis itu benar-benar princess mereka yang hilang.

"Hmm..apa yang terjadi Dion ?"

"Tidak, mungkin karena aku terlalu kelelahan"

"Kalau begitu, kembali ke kamarmu dan tidur" ucap Oma Helen sambil menekan setiap kata yang ia ucapkan.

"Tapi, Aku ada Ur..."

"Kembali ke kamar atau tidak sama sekali" Belum selesai Dion berbicara ucapannya sudah dipotong oleh Omanya itu.

Kalau begini dirinya tidak akan bisa apa-apa lagi terlebih jika Omanya sudah mengatakan hal seperti itu, jika ia tidak menurut maka habislah ia sekarang.

Seperti beberapa kejadian yang telah lama berlalu dimana ia mendapati Omanya itu berbeda dari biasanya, Omanya yang lemah lembut berubah menjadi seperti monster yang kejam.

Jika cucunya tidak menuruti perintahnya maka habislah fasilitas mereka, Omanya pasti akan. Bersekongkol dengan orang tua mereka untuk melakukan penahanan fasilitas yang entah itu sampai kapan.

"Baiklah" ucap Dion sembari memutar arah dan berjalan kembali hendak menuju kamarnya

Mau bagaimana lagi, dirinya memang harus menuruti Omanya itu, jika tidak bagaimana ia akan menemukan informasi mengenai adiknya itu jika seluruh fasilitasnya ditahan, benar bukan.

Lagian ia pergi atau tidak, akan sama saja karena ia memiliki beberapa orang untuk ia percayai untuk tugas membuntuti dan mencari tau mengenai kehidupan gadis itu.

Mungkin memang benar dirinya harus beristirahat sedikit, sejak kemarin dirinya memang kurang beristirahat, hanya terfokus pada pelacakan sinyal dari adiknya

1
Ananda jaka Ideatama
Luar biasa
Erlina Ibrik
gambarnya gk bisa di buka
Endang Iswahyuni
benar²kakak goblok seharusnya kasih tahu keluarganya biar melindunginya lu bocah sok kepinteran lihat akibatnya sekarangnya
Epijaya
maaf sampai dgn bab ini ceritanya tidak nyambung dgn judul sbb sampai bab tidak menceritakan tentang qunsya.tp LBH yg lain.jd kurang menarik.
Hasanah Ana: ya tidak menceritakan Quensya TPI menceritakan keluarga x
total 1 replies
Epijaya
knp ceritanya tidak ada kisah Quensya?
Wulan Dari Sidyan
seru cerita ada sedih nya ada bahagianya semua campur aduk
Insan Kuratun Jannah
wah cerita ini sangat seru selali
Nadyah Tambunan
ini kenapa sekelas esya sama evan
Nadyah Tambunan
bukannya sibevan seumuran sama Dion saga Gion😏😏
Nur Ain
jahat gitu MCM manA nak jd kakak ipar
Nur Ain
hahaha parkir dulu..thor2
SeYeolSoo
wait mo nanya sebenernya nama ayahnya si kembar dan esya tuh lucas apa yohan?
Nadyah Tambunan: yohan
total 1 replies
Rini Andriani
single
Asry Sagala
kalo anak2 menyelidiki bakal enggak dapet Thor soal nya cuma banyak bacot doang udah tau saudaranya bukan di kasih tau sama orang tuanya tunggu mati biar di kasih tau
Carlos Sianturi
makin berbelit. aneh aja secara diprolog udh keren tuhh silsilah keluarganya 4 klan besar. tpi kok goblok yaaa... anak sendiri disekitar ga tau. buat lahh dia nutupi warna matanya pakai sf, nahh apa kabar dengan gelang dan nama panggilan? dan masa ga nanya nama lengkapnya selama tinggal bersama membengongkan
Siti Nurain
👍
Mrytl22
"Gion ganteng, Gion sabar"
MaMy
g bisa nulis namanya sendiri itu ntar
Anonim
suka
Rini Haryati
keren ceritanya
sukses...semangatthor
mksh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!