NovelToon NovelToon
The Actor

The Actor

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Sistem / Karir / Tamat
Popularitas:168.8k
Nilai: 5
Nama Author: Arim

Alan sejak dulu memiliki impian untuk menjadi aktor terkenal. Namun kehidupannya sendiri sangat bertolak belakang dari impiannya. Ia hanyalah tulang punggung bagi keluarga yang bahkan putus sekolah dan terbiasa hidup miskin.

Secara tiba-tiba sebuah bintang jatuh menabrak dirinya dan masuk ke dalam kepalanya! Ternyata kejadian itu membuatnya mendapatkan sebuah sistem yang akan membantunya untuk menjadi aktor hebat dan terkenal di seluruh dunia!

Bersama dengan sistem, Alan pun bertekad untuk meningkatkan status aktor dan mengubah kehidupan keluarganya menjadi lebih baik. Apakah perjuangannya akhirnya akan membuahkan hasil?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Pulang Ke Shibuya

Satu hari sebelum kedatangan Alan di Shibuya.

Paman Kenma mendapatkan kabar dari Alan tentang dia akan pulang besok sontak dia langsung memberitahu Ibu Alan, adik dan bibinya seketika Bibi Hitoka pergi untuk berbelanja bahan makanan, Rena tidak sabar melihat kakaknya yang sudah menjadi artis terkenal dan Ibu Alan hanya tertawa melihat sikap mereka berdua.

Kehidupan keluarga Alan sudah lebih hidup. Uang yang Alan berikan kepada Paman Kenma disimpan untuk membiayai kursi roda untuk Ibunya Alan. Dia sama sekali tidak memakai uang yang Alan kirimkan untuk kebutuhannya walaupun Paman Kenma harus kerja lebih di luar sana untuk menambah penghasilannya.

Sedangkan, untuk Rena saat ini mendapatkan panggilan dari kepala sekolah tentang biaya sekolahnya yang sudah menunggak sangat lama. Besok adalah hari untuk pengambilan nilai siswa sehingga Rena diperintahkan oleh kepala sekolah untuk melunasi biaya sekolah agar bisa mengambil nilainya sebagai bukti untuk kenaikannya.

Rena tidak mungkin menggunakan uang kakaknya yang akan digunakan untuk membelikan kursi roda sehingga dia meminjam ponsel Paman Kenma untuk menghubungi wali kelas yang mengerti kondisi ekonomi keluarganya agar mendapatkan bantuan.

Hasil dari Rena menelepon wali kelasnya adalah sebuah pengambilan nilai secara diam-diam selama kepala sekolah tidak mengetahuinya. Wali kelas Rena hanya bisa memberikan solusi seperti itu sehingga kesalahan sedikit saja bisa fatal untuk mereka berdua, Rena tidak ingin melibatkan wali kelasnya. Namun, wali kelasnya bersikeras untuk ikut dalam memberikan nilai tersebut karena Rena adalah murid terpintar di sekolahnya jadi wali kelasnya sangat mendukung Rena. Setelah itu, Rena bersiap-siap untuk besok agar mengambil nilainya dengan cepat supaya dapat melihat kedatangan kakaknya.

Hari berikutnya dengan Alan sudah dalam perjalanan menuju Shibuya bersama Mur-4 Entertainment Studio. Pagi harinya, Rena bersiap untuk pergi ke sekolah tanpa membawa wali murid padahal pengambilan nilai dibutuhkan wali murid karena Rena sama sekali tidak ingin memberitahu mereka soal biaya sekolah yang semakin menumpuk.

Kedatangannya di sekolah tanpa wali murid sontak membuatnya merasa iri ketika melihat ibu dan ayah dari teman kelasnya datang semua untuk mengambil nilai anak mereka. Pertanyaan demi pertanyaan mengenai keluarga Rena terus terlontarkan kepadanya bahkan ada yang membicarakan masalah Rena mengenai biaya sekolah yang tertunda walaupun Rena sempat merasa terhina tapi dia tetap tegar.

[Suara Langkah Kaki]

Tiba-tiba datang kepala sekolah sambil membawa dokumen pelunasan administrasi sekolah sontak Rena terkejut. Setiap murid di kelas dipertanyakan soal biaya sekolah kini jaraknya dengan kepala sekolah semakin dekat ketika melihat Rena tidak membawa wali murid seketika ekspresinya menjadi marah.

Wali kelas langsung bergerak untuk menjelaskan serta membantu Rena untuk lepas dari masalah ini seketika Rena menjadi tontonan seluruh murid di sekolah hanya karena tidak mampu membayar administrasi sekolah. Wali kelas Rena terus berusaha untuk membuat kepala sekolah tersebut agar memberikan Rena keringanan sehingga terjadi adu mulut.

Sedangkan itu, di toko Paman Kenma tiba-tiba Alan datang seperti berperilaku sebagai customer. Dia memakai topi dan masker untuk menutupi identitasnya hingga membeli sebuah film yang pernah di tonton ketika pertama kali mendapatkan Sistem Actor.

"Saya membeli Film Young Lady!" ucap Alan

Merasa penyamarannya berhasil, Alan ingin membuat prank kepada pamannya tetapi saat ingin bersiap melakukan prank tiba-tiba dia mendapatkan pukulan di kepala.

[Memukul Kepala]

"Alan, kau tidak akan pernah menipu kedua mataku walaupun penyamaranmu setebal itu!" ucap Paman Kenma dengan tatapan marah

[Kecewa]

"Ugghh, Paman Kenma sama sekali tidak bisa di ajak bercanda!" ucap Alan sambil melepaskan topi dan maskernya

Ketika Alan memperlihatkan wajahnya sontak Paman Kenma memasang ekspresi takut dan terkejut. Perubahan drastis dari keponakannya seketika membuat para pelanggan perempuan terpukau sampai tidak bisa mempalingkan kedua matanya dari Alan.

"Alan, kau benar-benar Alan bukan?" tanya Paman Kenma sambil mencubit kedua pipi keponakannya

"Akhu Alaean!" jawab Alan dengan kedua pipinya di tarik sehingga ucapannya tidak jelas

Bibi Hitoka bersama Ibu Alan masuk ke toko sambil menyuruh Paman Kenma mempersiapkan makanan untuk kedatangan Alan. Ibu Alan tersenyum melihat ke arah Alan walaupun dirinya sudah sangat berubah dari dia yang dulu tapi seorang ibu masih dapat mengetahui bahwa anaknya sudah datang. Dari uang yang Alan kirimkan, Paman Kenma sudah membeli kursi roda untuk membuat hari kedatangan Alan sebagai hari spesial dengan ibunya sudah bisa jalan walaupun dengan bantuan kursi roda.

Bibi Hitoka baru menyadari bahwa anak muda itu adalah Alan kemudian Alan mendekati ibunya sembari memeluknya untuk melepaskan perasaan rindu yang sudah dia simpan selama tiga minggu ini. Akhirnya, mereka berdua dikembalikan untuk bersama lagi karena kedatangan Alan bersama Mur-4 Entertainment Studio tiba-tiba membuat kota kecil daerah tempat tinggal Alan menjadi ramai karena kedatangan sosok dewi drama membuat keributan hingga bantuan polisi dapat mengamankan kondisi.

"Ibu, Paman Kenma, Bibi Hitoka terima kasih sudah menyambutku. Rena ada di mana?" tanya Alan sekaligus berterima kasih secara tulus

"Rena berangkat sekolah untuk mengambil nilai penaikan kelasnya!" jawab Paman Kenma

Alan khawatir mengenai pengambilan nilai tersebut, dia langsung bersiap pergi ke sekolah serta meminta ijin kepada Tanaka sebagai jaminan agar ikut bersamanya ke sekolah. Kembali lagi ke Rena yang mendapatkan cemoohan dari kepala sekolahnya bahkan wali kelas berusaha untuk membuat kepala sekolah agar tidak berbuat seperti itu tapi dia tetap melakukannya.

Rena hanya bisa menundukkan kepalanya dengan berharap semua ini berlalu seketika Rena menyadari satu hal yang dapat membuatnya tegar. Kakaknya mendapatkan banyak cemoohan selama tiga tahun lamanya tanpa merasa tertekan, dia terus maju untuk mencapai apa yang diinginkannya sontak Rena angkat bicara dengan berani menatap mata kepala sekolah.

"Kakak saya sebentar lagi akan datang untuk melunasi biaya sekolah, mohon tunggu sebentar lagi!" ucap Rena dengan nada tegas

"Ha, aku bertanya kepadamu memangnya sanggup membayar administrasi sekolah yang sudah menumpuk jumlahnya bahkan kakakmu itu yang selalu bekerja keras tidak mampu membiayai satu bulan kalau kamu terus seperti ini maka...."

Alan memotong ucapan kepala sekolah.

"Maka apa?" teriak Alan dengan ekspresi marah

Seluruh wali murid di kelas terkejut dengan teriakan itu. Tanaka langsung maju untuk berhadapan dengan kepala sekolah mengenai administrasi sekolah serta perilakunya yang ingin mengancam anak murid.

"Kakak!" ucap Rena dengan nada pelan sembari memperlihatkan ekspresi kangen

Rena langsung memeluk kakaknya dengan erat hingga para wali murid serta murid perempuan terpukau melihat pesona yang Alan keluarkan. Tanaka seketika membuat kepala sekolah menjadi penurut dengan merasakan ketakutan lalu Tanaka memberikan sejumlah uang untuk membayar semua administrasi Rena sampai lulus SMA.

Wali kelas Rena akhirnya bisa tenang untuk menyerahkan nilai tersebut. Semua masalah itu selesai dengan Rena, Alan dan Tanaka pulang ke toko Paman Kenma tapi saat mereka sampai tiba-tiba terjadi kerumunan manusia yang ingin melihat Veronica.

"Rena, persiapkan dirimu dengan berita besar ini!" ucap Alan sambil berusaha menemui Veronica yang dilindungi oleh polisi

Veronica melihat Alan, dia meminta kepada polisi untuk membukakan jalan hingga Veronica bersama Alan terlihat sangat akrab kemudian mereka berdua mengumumkan sebuah pembuatan Film Cintaku Untuk Bos Mafia yang saat ini sedang trending akan dilakukan di Shibuya sontak semuanya berteriak penuh semangat.

Rena merasa senang melihat impian kakaknya tercapai. Pembuatan film akan dilakukan minggu depan dengan memberikan Alan sebuah tempat studio untuk mempersiapkan dirinya kini mereka akan sibuk untuk pembuatan Film Cintaku Untuk Bos Mafia.

Bersambung...

1
Pencipta Imajinasi
Kerennn, semangatt terusss /Smile/
Baday ys
bagus
Arim: terimakasih
total 1 replies
Baday ys
mantab
Navisa Rinn
Keren
Arim: lanjut kak
total 1 replies
Navisa Rinn
Keren...
Arim: makasih kak navisa
total 1 replies
rap
great
Arim: hebat
total 1 replies
EL Shawieto
Mantap Alan... 👏👏👏👏👍👍
EL Shawieto: Harus itu. Karena bagus 👍👍
total 2 replies
EL Shawieto
Luar biasa 👏👏👏👍👍👍
EL Shawieto: Pasti!
total 2 replies
Naga Hitam
imaginasi mu damage parah thorr .saluteee!!
Arim: Sip imajinasiku tersalurkan kepada kalian hehe
total 1 replies
Naga Hitam
aku akui ni semua lari dari ekspetasi awal ku..salute!!!
Arim: mantap like untuk setiap bab :v
total 1 replies
Naga Hitam
sebesar apa bintang yg jatuh?
slebewSide: kl beneran, dia udh mati dong ketiban bintang:)
total 5 replies
Rosseweisse
awkwkw 20%
Arim: hum :)
total 1 replies
Rosseweisse
kebayang gimana lelahnya.
Re"
👍good
Arim: lanjut baca donk kak hehe
total 1 replies
Winda Rachma
lanjut
Arim: mantap
total 2 replies
bubur ayam
teringat momen dokter senetron indosiar

" maaf pak kami sudah melakukan yang terbaik "

kwkwkkwkwkw
Arim: mantap pembaca baru semoga suka dengan novel ini! Oh iya jangan lupa cek novel saya lainnya siapa tahu ada genre yang kakak suka
total 1 replies
mabar
jadi bayangin badan
alan y,★⌒ヽ(●^、^●)Kiss!
Arim: siap donk :v
total 3 replies
mabar
🎛
Ade Irwan Anugrah
Alan masih belum yakin dengan suara itu ?
Arim: Dipastikan dulu nanti betulan gila kwkwk
total 1 replies
Ade Irwan Anugrah
Dia semangat untuk hidup.
Arim: Pekerja keras memang sulit diterapkan kalau tidak ada motivasi
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!