NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Misteri

Cinta Dalam Misteri

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Dosen / Tamat
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Friska Nanda Raisa

Seorang gadis bernama Fira yang selalu dihantui rasa takut akan bayangan masa lalu ini pun tiba-tiba harus dihadapkan oleh beberapa peristiwa kematian yang selalu menghubungkan dirinya.

Disaat yang bersamaan ini lha, dia bertemu dengan seorang pria bernama Fathan yang juga memiliki rahasia.

awalnya, karena merasa kasihan terhadap Fira hingga akhirnya Fathan memutuskan untuk menjaga Fira.

Namun siapa sangka, Fathan pun menemukan kenyataan tentang siapa Fira sebenarnya yang akhirnya membuat dia yakin dengan perasaannya.

Hingga suatu saat terjadi kesalahpahaman dan Fira pun harus di hadapkan oleh kejadian yang cukup menakutkan seorang diri.

Apakah pada akhirnya Fira dapat melaluinya seorang diri ataukah Fathan akan muncul disaat-saat yang tepat dan menjelaskan semuanya? sebenarnya kejadian masa lalu seperti apa yang dialami oleh Fira sehingga peristiwa kematian pun selalu terhubung dengannya? lalu rahasia seperti apa pula yang dimiliki oleh Fathan sehingga membuat dia menjauhi Fira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Friska Nanda Raisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wisata pemandian air panas

Saat aku berjalan sambil termenung, tiba-tiba saja dari arah belakang ada seseorang yang menepuk pundakku dan ketika aku menengok ternyata...

“Jio!” ucapku.

“Hehehe.. lo ngapain, Fir? Jalannya lesu banget,” ucapnya.

“Oh gak apa-apa, Yo,” sahutku.

“Oh,...” ucapnya, “eh iya. Lo tahu gak kalau di jalan perempatan gak jauh dari kampus katanya di buka Mall baru. Kita ke sana yuk. Refreshing. Kebetulan kemarin gue baru bisa kebeli motor second.”

“Wuih, mantap tuh. Eh, lo emang gak kerja, Yo?” tanyaku.

“Sekarang sih lagi gak. Cuma nanti malam gue kerja,” sahutnya.

“Oh,...” ucapku, “ya sudah. Ayo kita lihat Mall barunya.”

“Ayo,” sahutnya lagi.

Alhasil, hari itu pun aku dan Jio bukannya langsung pulang ke rumah tapi melainkan main dulu.

Setelah lelah berkeliling menelusuri setiap toko yang ada di Mall tersebut, kami pun memutuskan untuk duduk sejenak sambil meminum minuman yang sempat kami beli.

“Eh, Fir. Tadi gue sempat lihat kayaknya ada bioskop deh. Kita nonton, yuk,” ajaknya.

“Gak ah, Yo. Gue capek. Mau cepat pulang aja,” sahutku menolak ajakannya.

“Oh gitu. Ya udah. Gue antar kamu pulang deh kalau begitu,” ucapnya dan aku pun mengangguk.

Setelah beberapa saat kemudian, minuman kami pun sudah habis terminum dan kami pun memutuskan untuk pulang. Aku yang sebenarnya tidak tahu harus pulang ke mana ini pun hanya bisa mengarahkan arah pulang menuju kost-kostan ku. Lagi pula Jio tidak tahu kalau aku selama ini tinggal bersama dengan Pak Fathan.

“Sudah, Yo. Sampai di sini saja lo nganterin gue. Lo hati-hati di jalan, ya,” pesanku dan dia pun mengangguk lalu kemudian kembali menjalankan motornya.

Sementara aku yang sebenarnya masih ragu untuk balik ke tempat kost-kostan ku ini pun akhirnya memutuskan untuk tetap melangkah masuk. Namun seperti biasa, saat malam hari aku selalu tidak bisa tidur dan kali ini penyebabnya adalah rasa sedih bercampur kecewa jika mengingat kejadian saat melihat Pak Fathan bersama dengan Gladis.

“Oh, tidak. Kenapa kamu jadi seperti ini sih, Fir?! Bukannya lebih bagus jika keadaannya seperti ini? Jadi kamu gak usah merasa bersalah lagi sama Pak Fathan. Mengingat apa yang sebenarnya sudah terjadi pada dirimu di masa lalu,” gumamku pada diriku sendiri.

Setelah lelah aku berkutat dengan pikiranku sendiri, akhirnya entah sejak mulai kapan aku pun tertidur.

***

Keesokan harinya seperti biasa, aku pun melangkahkan kakiku ke kampus. Saat mulai dari bangun tidur, aku sudah memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan soal Pak Fathan lagi dan aku juga mencoba meyakinkan diri kalau apa pun yang terjadi, aku pasti bisa menghadapinya sendiri.

Di saat aku sedang melangkahkan kaki, tiba-tiba hatiku ‘deg’ saat berpapasan dengan Pak Fathan. Pandangan kami saling bertemu namun tidak ada satu pun dari kami yang mengatakan sesuatu.

Rasa pedih menyayat hatiku. Ingin rasanya aku berlari saat itu. Namun apa daya aku mencoba untuk kuat.

Aku duduk termangu di bangkuku sambil menatap ke arah luar jendela. Di sana dapat aku lihat para mahasiswa dapat tertawa lepas tanpa memikirkan masa lalu dan juga rasa takut.

“Andaikan aku pun bisa seperti itu,” gumamku lirih lalu menunduk.

Disaat yang bersamaan, tiba-tiba saja Jio duduk di sebelahku dan berkata, “Lo kenapa, Fir?”

Sambil menggelengkan kepala, aku pun menyahut, “Gue gak kenapa-kenapa kok Yo.”

“Oh,...” ucapnya, “Oh ya Fir, akhir pekan ini kampus mau ngadain acara lho.”

“Acara!? Acara apa?” tanyaku yang merasa tidak mendengar informasi apa-apa mengenai hal itu.

“Masa’ lo gak tahu Fir?” tanya Jio yang kemudian disahuti olehku dengan gelengan kepala.

“Haiss... Begini, akhir pekan ini mau di adain wisata pemandian air panas dan yang lebih pentingnya lagi, acara ini tuh gratis,” Jelas Jio.

Mendengar ucapan kata ‘gratis’ tiba-tiba saja hatiku merasa sedikit terhibur.

“Beneran gratis, Yo?” tanyaku.

Jio pun menganggukkan kepalanya dan kemudian bertanya, “Lo mau ikut kan, Fir?”

Aku pun menganggukkan kepala mana kala diberi pertanyaan seperti itu.

“Bagus. Kita berdua pasti akan bersenang-senang nanti di sana,” ucap Jio penuh semangat.

Aku pun hanya mengangguk menanggapi ucapan Jio.

***

Waktu pun terus berjalan. Tanpa terasa akhir pekan pun tiba.

Seperti yang pernah di sampaikan oleh Jio, hari ini merupakan hari di mana acara wisata di mulai selama dua hari.

Seluruh mahasiswa pun menyambutnya dengan penuh antusias.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhirnya kami pun sampai di tempat pemandian air panas. Namun anehnya, kenapa perasaanku menjadi sedikit kurang enak.

“Baiklah semuanya. Berikut akan Bapak berikan kunci kamar kalian masing-masing. Harap disimpan dan dikembalikan saat kita pulang,” ucap salah satu dosen yang ikut serta acara ini untuk mendampingi kami.

“Baik Pak,” ucap serentak seluruh mahasiswa.

Namun di saat semua sudah kebagian kunci kamar, entah mengapa hanya aku sendiri yang belum mendapatkannya.

“Pak, lalu kamar saya di mana?” tanyaku.

“Oh. Kamu Fira, ya. Kamu datang aja langsung ke kamar 12. Karena kuncimu sudah ada yang bawakan ke sana,” jelas Dosen tersebut.

“Ha!?” sahutku bingung.

Tapi setelah aku pikir-pikir lagi, ya sudahlah. Toh nanti aku juga akan tahu sendiri siapa orang yang sudah membawakan kunciku.

Karena berhubung kamar Jio dan aku terpisah agak jauh, membuat kami pun menjadi terpisah jalan.

Setelah aku sampai di depan kamarku. Dengan hati deg-degan, aku pun mencoba membuka pintu kamar tersebut.

Dengan melangkahkan kaki perlahan-lahan, pandanganku pun menelusuri ke segala arah.

Setelah beberapa saat kemudian...

“Aneh. Kenapa tidak ada siapa pun di sini?” gumamku.

Lalu aku pun mencoba memastikannya lagi kalau aku memang tidak salah masuk kamar.

“Benar kok. Ini kamarnya,...” gumamku lagi, “tapi kenapa kosong?”

Aku pun menaruh barang bawaanku di atas tempat tidur. Setelah itu tanpa sengaja aku melihat ada secarik kertas.

Aku pun mengambilnya dan membacanya.

“Fir, kamu berhati-hatilah kalau ingin keluar dari kamar. Kalau memang tidak terlalu penting, lebih baik kamu di dalam kamar dan kunci kamarnya dari dalam. Aku tinggalkan kuncinya dan aku sudah bawa kunci duplikatnya.”

Begitulah isi tulisan tersebut.

“I—ini apa maksudnya?”

Setelah bergumam seperti itu, tak selang berapa lama kemudian terdengar suara ketukan pintu.

Tanpa banyak berpikir, aku pun langsung membukakan pintu kamar dan ternyata...

“Mbak, ini adalah layanan dari penginapan kami. Tadi ada seorang pria yang sudah memesankan makanan untuk Mbak,” ucap petugas penginapan.

Aku yang mendengar itu pun menjadi tambah bingung.

“Maaf. Kalau boleh tahu, siapa pria itu?” tanyaku.

“Wah, mbak. Kami kurang tahu. Tapi dia hanya bilang kalau tolong bawakan makanan ini untuk istrinya di kamar 12,” jelas petugas tersebut yang kemudian langsung meninggalkanku begitu saja setelah menaruh beberapa hidangan di dalam kamar.

Aku yang sudah sendirian ini pun akhirnya hanya bisa melongo sambil bergumam, “Hati-hati, Istri, ini tuh sebenarnya ada apa sih?”

Bersambung...

1
༄⃞⃟⚡𝑨𝒉𝒎𝒂𝒅 𝒀𝒂?🤪🍒⃞⃟🦅
good wid
FJA: Iyo, mas. suwun yo..
total 1 replies
🍾⃝🐇ωεɪıɑ xɪɑи⍣⃝కꫝ 🎸
aku sudah mampir yaa
FJA: Iya, Kak. terima kasih banyak udah mau mampir🤗
total 1 replies
🔵Pacarku 😜PEAK_FAM😜
aku mampir, semangat ya
FJA: Terima kasih, Kakak udah mau mampir🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!