NovelToon NovelToon
Guruku Tersayang

Guruku Tersayang

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Ketos / Berondong / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:32.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Dua kali berturut-turut tidak lulus, tiba-tiba Damar minta izin menikah pada ibunya. Tak tanggung-tanggung, perempuan yang akan dipersuntingnya adalah Bu Dita, wali kelasnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bunda Sakit

Damar baru saja selesai mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian bersih. Ia hendak pulang setelah bekerja dari pukul delapan pagi hingga pukul lima sore. Tetapi ketika ia sudah naik motor, Hpnya berbunyi. Dari seberang terdengar suara Sigit, adiknya, yang menangis mengabarkan kalau ibunya sakit.

[Baiklah, Abang akan segera pulang. Tolong jaga bunda dulu!] pinta Damar. Setelah itu ia langsung tancap gas pulang ke rumah dengan kecepatan tinggi.

Sampai di rumah, Damar mendapati ibunya sedang terbaring lemah di tempat tidur. Dari adiknya, Damar tahu kalau ibunya sakit karena terlalu lelah bekerja, namun tak diimbangi dengan makanan yang sehat dan cukup.

"Kita bawa bunda ke rumah sakit. Nan, bantu Abang megangin Bunda, ya." kata Damar.

"Ke rumah sakit?" Nanda balik bertanya.

"Iya."

"Abang pikir Bunda mau? Enggak. Bunda nggak akan mau karena kita sudah nggak punya uang, Bang. Abang tahu kan pendapatan bunda sebagai buruh cuci hanya cukup untuk makan kita. Untuk sekolah sering banget nunggak. Mana mau bunda diajak berobat."

"Kenapa enggak? Abang yang akan tanggung jawab!"

"Nggak bisa. Lalu bagaimana dengan sekolahku?"

"Maksudnya apa, sih, Nan?"

"Kalau bunda dibawa ke rumah sakit dan harus dirawat, siapa yang akan mengusahakan biaya pendaftaran untuk kuliahku?"

"Astagfirullah Nanda. Saat seperti ini malah bahas yang nggak penting. Kamu lihat kobdyBunda, sakit, lemas. Bunda butuh bantuan medis. Kamu bukannya membantu malah memikirkan pendidikan kamu. Jangan jadi anak yang egois ya!"

"Egois? Siapa yang egois? Aku atau Abang. Abang yang beneran egois! Bunda sakit karena pusing mikirin Abang yang mau nikah sama Bu guru genit itu, lagipula aku sudah berbesar hati tidak ikut bimbel selama sebulan dan memilih belajar sendiri untuk ujian masuk perguruan tinggi masih dibilang egois?"

"Nanda! Sudah Abang bilang jangan sembarang bicara. Yang suka dan mengejar-ngejar Bu Dita itu Abang, bukan sebaliknya!"

"Kalau dia sadar diri harusnya dia tetap konsisten jaga jarak sama Abang, bukannya sok keganjenan seperti yang aku lihat kemarin sepulang sekolah. Kalian ketemuan, kan? Nggak tahu malu. Bagaimana kalau ada teman-teman yang melihat? Tega Abang. Aku harus ikut menanggung malu. Seperti nggak ada perempuan yang seusia saja."

"Jangan bawa-bawa Bu Dita dalam masalah ini Nan, lebih baik sekarang fokus bagaimana supaya bunda lekas sembuh."

"Kalian lagi mendebat apa lagi?" tiba-tiba Bunda sudah berdiri tak jauh dari anak-anaknya.

"Bunda kok sudah bangun saja. Bunda nggak apa-apa? Kita ke rumah sakit, ya?" tawar Damar.

"Enggak usah. Bunda nggak apa-apa." jawab Bu Anis.

"Tapi muka Bunda pucat."

"Benar apa yang dikatakan Nanda, Mar. Bunda nggak bisa berleha-leha. Sakit sedikit nggak boleh manja. Bunda harus segera ke rumah Bu Sinta untuk mengurus cucian. Bunda nggak boleh mengecewakan pelanggan bunda karena nanti mereka bisa cari oekerja baru."

"Tapi Bun," Damar merasa terpojok oleh ibu dan adik perempuannya. Harusnya ialah yang berjuang untuk keluarganya, termasuk menyiapkan biaya kuliah adiknya. Bukan malah sibuk memikirkan kebahagiaan sendiri, setelah perjuangan panjang bunda untuknya. "Damar yang akan bertanggung jawab!" tegas Damar.

"Maksudnya?" tanya bunda dan Nanda bersamaan.

"Mulai sekarang Damar yang akan bertanggung jawab atas perekonomian keluarga ini, termasuk pendidikan adik-adik. Damar akan berusaha semaksimal mungkin memenuhi semuanya. Bunda tidak perlu lagi bekerja keras. Sudah waktunya bunda pensiun dan menikmati masa bunda untuk beristirahat. Dan kamu, Nan, tak perlu khawatir. Urusan kuliah, Abang akan berusaha. Abang janji akan menyiapkan biaya pendaftaran kamu "

"Benar bang?" Nanda masih tak percaya. Senyumnya terkembang ketika abangnya mengulang kembali janji tersebut yang Nanda yakini diucap dengan penuh keseriusan. Abangnya benar-benar berubah. Nanda akui itu, jadi lebih baik setelah menjalin hubungan dengan Bu Dita, tapi bukan berarti Nanda merestui hubungan tersebut. Ini belum semuanya, akan ada banyak cara lagi yang akan ia dan ibunya mainkan agar rencana abangnya menikahi guru mereka batal. Bagi Nanda, hanya kak Rana yang pantas untuk abangnya!

"Sekarang bunda berobat, ya." Damar kembali membujuk ibunya. "Bunda tak perlu khawatir, Damar sudah mulai bekerja sejak hari ini, bulan depan Damar akan menerima gaji. Tiga juta rupiah, belum termasuk bonus kalau performance kerja Damar bagus. Jadi bagaimana?"

Bu Anis dan Nanda saling pandang. Karena Damar tak gampang menyerah, akhirnya Bu Anis setuju juga dibawa ke rumah sakit namun dengan syarat yang membuat Damar kurang suka.

"Kenapa harus diantar Rana, sih, Bun? Kan ada Damar. Nanti Damar yang akan mengurus bunda. Lagipula Rana pasti sekarang sedang sibuk. Enggak enak mengganggu mereka "

"Naik apa? Naik motor? Bunda lemes, Mar. Bunda takut jatuh,"

"Kalau begitu Damar pinjamkan angkot Babah tetangga ya?"

"Enggak, enggak usah Mar. Enggak enak. Nanti kita malah harus bayar. Uang kita terbatas, Mar. Harus di hemat-hemat. Sudahlah, Bunda maunya diantar Rana. Kalau enggak ya sudah, bunda nggak usah ke rumah sakit saja!

"Ya ampun, Bun,"

"Sudah. Sekarang tolong hubungi Rana, minta ia ke sini."

"Nanda yang hubungi kak Rana, ya, Bun?" dengan gerakan cepat, Nanda langsung masuk ke kamar ibunya, mengambil Hp butut ibunya, lalu menghubungi Rana.

Sementara itu Damar tak bisa melakukan apa-apa selain pasrah, menonton bunda dan adiknya. Ia tak menyadari bahwa ini adalah akal-akalan mereka berdua untuk mendekatkan Damar dengan Rana. Mereka berdua memang sudah mengatur strategi agar pernikahan Damar dan Bu Dita gagal.

***

Rana benar-benar cekatan mengurus Bu Anis. Ia menemani di ruang pemeriksaan, bahkan ikut menenangkan saat dokter memberitahu hasil diagnosa bahwa ibunya Damar menderita madu kronis.

"Meski hanya sakit magh, tapi jangan disepelekan sebab akibatnya bisa fatal." Kata dokter, mengingatkan. "Nah, putra-putrinya Bu Anis harus aktif mengingatkan jam makan ibunya, ya." Pesan dokter lagi.

"Nak Rana bukan putri saya, dok," kata ibu.

"Oh begitu? Saya kira putrinya karena dari tadi telaten sekali merawat ibu." jawab dokter sehingga membuat Bu Anis bangga karena pilihannya tepat, sementara Rana tersenyum malu-malu. Ia berharap Damar mendengar dan menjadikan penilaian dokter sebagai pertimbangan untuk memilihnya.

"Bukan dok, yang anak saya itu ini." Bu Anis menunjuk Damar. "Tapi sebenarnya nak Rana ini calon menantu saya. Jadi ya sama saja kan dok, akan jadi anak juga." Bu Anis tersenyum, diikuti oleh dokter dan Rana, sementara Damar mengerutkan keningnya. Tidak suka dengan candaan ibunya yang berlebihan. Damar malah khawatir kalau Rana tersinggung atau tidak enak hati, makanya ia buru-buru pamit pada dokter setelah yakin semuanya selesai.

1
Ridwan
Luar biasa
Fitria: terimakasih sudah mampir.

Silakan mampir di cerita baru saya.

HEAR ME MY LOVE.

Pernikahan yang dimulai dengan penuh harapan perlahan berubah menjadi medan pertempuran batin, saat masing-masing terjebak dalam rutinitas, pengkhianatan, dan perasaan yang terpendam. Ketika Aji, suami yang dulunya penuh gairah, terjebak dalam dunianya sendiri, Ami merasa semakin terasing.

Sebagai wanita dewasa yang kuat, mulai mempertanyakan segala yang telah dijalaninya, mencari makna di balik setiap keputusan dan pengorbanan yang dia buat demi keluarga dan cinta.
total 1 replies
Sulaiman Efendy
LO BERJANJI UNTUK BAHAGIAKN DITA, DN AKN SELALU ADA UNTUK DITA, APA LO GK TAU. WANITA HAMIL ITU HORMONYA SENSITIF, MOODAN.. TPI LO MLH SIBUK KEJAR URUSAN DUNIA YG TKKN PRNH HABIS2NYA
Sulaiman Efendy
SUDAHLH GK PNYA AHKLAK,, TRNYATA PNYAKITAN DN MANDUL..
Sulaiman Efendy
ITU KNP MKIN GILA IBUNYA DAMAR, KNP GK DY SAJA YG NIKAH SAMA BABE JOHAN.. MKIN PARAH
Sulaiman Efendy
BETULKN KATAKU, NANDA DURHAKA SAMA ABANGNYA, MAKANYA DPT QISAS DARI TUHAN, PIKIRAN MREKA TRLALU DANGKAL, KRN HNY MMIKIRKN HARTA SI RANA, GK MIKIR EFEK KDEPANNYA, CBA ABANGNYA LULUS, DN KULIAH, DN PNY TITEL, BKNKH ITU BISA MNGUBAH EKONOMI KLUARGA MREKA,, DAMAR BSA BIAYAI SKOLAH ADIK2NYA, NANDA BENAR2 PICIK.. SKRG TRIMA BLASAN DARI TUHAN
Sulaiman Efendy
RMH TANGGA LO HANCUR, LO LAMPIASKN K ANAK2 LOO.. DASAR IBU IBLIS..
Sulaiman Efendy
HARUSNYA, LO BRDO'A UNTUK KBAIKAN ANAK LO, BKN NYA SUMPAH SERAPAH.. SUNGGUH IBU YG TK PUNYA AHKLAK. JAUH DARI NILAI2 AGAMA..
Sulaiman Efendy
KNP GK COBA KE KAMPUS PERAWAT ATAU KBIDANAN, ATAU FARMASI.. KNP HRS MAKSAKN KE DOKTER, INGAT APA YG KITA INGINKN, BLM TENTU ALLAH KABULKN, KRN ALLAH LBH TAU APA YG KAU BUTUHKN DRIPADA YG LO INGINKN, KRN BSA JDI ADA MUDHARAT DIDALAMNYA
Sulaiman Efendy
INI IBUNYA DAMAR TRLALU JAUH DARI SIRAMAN ROHANI, TRLALU JAUH DARI TUHAN, SEORANG IBU YG TK MNSYUKURI NIKMAT TUHAN.. KYKNYA NI IBU DAMAR YG TRLALU BNYK TUNTUTAN..
Sulaiman Efendy
PANTAS AYAH DAMAR BRUBAH, MNGKIN KRN SIKAP IBU NYA DAMAR YG BGITU YG BUAT AYAHNYA DAMAR JDI PRIA TK BRTANGGUNG JAWAB
Sulaiman Efendy
GMN GK GAGAL,, NIATNYA TK BAGUS,, MAKA ALLAH TDK MRIDHOI.. TU NANDA JUGA DURHAKA TRHADAP ABANGNYA
Sulaiman Efendy
MANUSIA ANJING, DLU DIAJAK. NIKAH BNYK ALASAN, SKRG LO INGIN GANGGU RMH TNGG ORANG, DASAR ANJING PNGECUT..
ALLAH MLINDUNGI DITA DRI LKI2 IBLIS KYK LOO.. MKANYA LO GK BRJODOH..
Sulaiman Efendy
ITU PSTI PERMAINAN BINTANG..
Sulaiman Efendy
KURANG AJAR SEKALI NI SI NANDA. BKN INGIN LIAT ABANGNYA BAHAGIA. TPI MLH INGIN HNCURKN KBAHAGIAAN ABANGNYA
Sulaiman Efendy
YG KAYA ITU ORTU RANA, EMAMGNYA ENAK NIKAH SAMA RANA CMA MODAL KOLOR DOANK. KMUDIAN DUDUK MANIS. TPI HIDUP DIATUR2 PIHAK ISTRI, JATUH HARGA DIRI LAKI2.. IBU DAMAR MNGKIN BNAR, TPI MSALAH HATI, ORG LAIN GK PNTAS IKUT CAMPUR..
Sulaiman Efendy
LHAAA, USIA BAGINDA RASULULLAH DGN UMMI SAYIDATUL SITI KHADIJAH SAJA BEDA 15 THN, DN UMMI SITI KHADIJAH JANDA, BAGINDA RASULULLAH MSH PERJAKA, JDI KNP MSLH UMUR DI PRMASALAHKN, HNY BEDA ANGKA DOANK..
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Maulana ya_Rohman
ya...... ya...... ya...... kok udah end🤦
gak ada extra part nya ya🤔
Maulana ya_Rohman
pada syock😱😱😱😱😱😱
akupin juga sama syock😱😱😱😱😱 juga...
Maulana ya_Rohman
semoga cepet sembuh Dita....🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!