NovelToon NovelToon
PERJANJIAN PERNIKAHAN

PERJANJIAN PERNIKAHAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:706.2k
Nilai: 5
Nama Author: Vanzhuella annoy

Bahagiana Bahtiar adalah wanita cantik, cerdas dan kaya raya dari keluarga terpandang. Sosok yang tak pernah percaya dengan namanya cinta, kekasih, suami. Karena sesuatu terjadi pada salah satu organ tubuhnya, dia dijodohkan oleh sang Papi dengan Balin Azura, pria dewasa dan tampan dari kalangan biasa.

"Ilmu gaib apa yang kau gunakan hingga berhasil mencuci otak Papi?" bentak Bahagiana seraya berkacak pinggang, menatap tajam.

"Asal kau tahu bahwa salah satu dalam organ tubuhmu itu adalah alasan utamaku menerima PERJANJIAN PERNIKAHAN ini!" Batin Balin dengan perasaan murka karena kalimat yang dilontarkan Bahagiana.

"Tidak bisa menjawab? uang, harta dan kekayaan? selamat kau berhasil!" Teriak Bahagiana untuk kesekian kalinya.

Bagaimana kisah antara Bahagiana dengan Balin? dua sosok beda karakter, martabat yang akan hidup satu atap.

Ikuti kisahnya di karya author recehan ini yang masih banyak kesalahan dalam penulisan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanzhuella annoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode: 16. Perang Mulut

Petang menjelang sepasang pengantin baru tersebut pulang dari kantor. Kebetulan pekerjaan hari ini menumpuk jadi membuat keduanya terlambat pulang.

Tiba di rumah. Mereka disambut oleh Papi Bahtiar yang sedang bersantai di depan televisi seraya menyesap teh hijau kesukaannya.

"Papi," sapa Balin.

"Kalian sudah pulang?" balas Papi Bahtiar dengan senyuman seraya meletakan cangkir itu di atas meja.

Balin mendekat, ikut duduk di hadapan Papi Bahtiar.

"Gia ke kamar dulu Pi," ucap Bahagiana seakan engan untuk bergabung, lagi pula ia merasa lelah dan ingin membersihkan diri terlebih dahulu.

Papi Bahtiar mengangguk.

"Hmm bagaimana pekerjaanmu hari ini? khususnya menghadapi sikap Gia?" tanya Papi Bahtiar ingin tahu, apakah putrinya itu membuat ulah.

"Ya gitulah Pi tetapi aku dapat mengatasinya. Papi jangan khawatir?" papar Balin.

Papi Bahtiar manggut-manggut. Ia percaya kepada Balin karena pilihannya tidaklah salah.

"Maaf jika Papi lancang. Apa sedikitpun hatimu tak tertarik kepada Gia, Nak?" pertanyaan itu berhasil membuat Balin kaget hingga membuatnya batuk.

"Hmm lupakan saja," sambungnya seakan pertanyaan itu tak layak untuk dilontarkan dan bahkan wajib dijawab oleh Balin.

"Gia wanita cantik serta mapan. Setiap pria pasti menyukainya dengan paras cantik, cerdas dan memiliki segalanya. Tetapi bagiku, dan perasaan ini hanya ada untuk Jill."

Papi Bahtiar sesak mendengar pengakuan Balin. Ia kira Balin akan melupakan mantan calon istrinya itu tetapi ia salah. Tidak mudah melupakan orang yang sangat kita cintai.

"Tidak masalah itu adalah hak kamu. Lagi pula Gia tidak pernah percaya dengan cinta," ucap Papi Bahtiar seraya mengusap rahangnya yang sedikit ditumbuhi bulu-bulu halus.

Balin yang semua menepis perasaannya terhadap Bahagiana menjadi kepikiran, entah apa yang telah mengajal di hatinya.

Tap tap tap

Derap sepatu yang dapat dipastikan dua orang tersebut membuat obrolan antara Balin dan mertuanya terhenti.

Ternyata dua sosok itu adalah Mami Maya dan Rika. Dua tangan masing-masing penuh dengan tentengan paper bag dari toko terkenal.

Dapat dipastikan mereka sedang memborong bebelanjaan kebutuhan pribadi.

"Maaf Pi kami agak telat, maklum Ibu kota tidak lepas dari kemacetan," papar Mami Maya, beringsut duduk di sebelah suaminya. Ada perasaan takut yang menjeranya karena pergi cukup lama.

Hmm

Papi Bahtiar hanya berdehem karena tidak ingin masalahnya lebih runyam.

"Tiap hari habiskan uang!" Sindiran tajam itu berasal dari atas tangga penghubung.

Bahagiana kembali melanjutkan langkahnya.

"Tidak tahu bagaimana susah payahnya mendapatkan uang tersebut! Uang tidak akan datang sendirinya jika hanya tidur makan!" Ia kembali meralat sindiran tajam tersebut yang ditujukan kepada Mami Maya dan juga Rika.

"Kami tidak minta tetapi Papi sendiri yang menawari, jadi apa masalahnya untukmu?" potong Rika menjawab sindiran Bahagiana.

"Itulah istimewanya Papi, makanya kalian mengikatnya dengan berbagai cara, agar mesin ATM kalian------"

"Cukup Gia! Ada apa denganmu? apa kamu lupa jika kami juga bagian dari keluarga ini?" suara lantang itu memekakkan telinga siapapun yang mendengarnya.

Bahagiana mengepalkan kedua tangannya. Ia muak melihat kelakuan Mami Maya dan Rika. Tiap hari hanya bisanya menghamburkan uang tanpa tahu bagaimana uang itu datang. Bisanya memeras kebaikan Papinya.

"Hanya Papi yang menganggap kalian keluarga! Aku? tapi tidak denganku! Camkan itu!!!"

Dengan santainya Bahagiana berlalu, meninggalkan tempat itu dengan perasaan murka.

Bahagiana pergi ke belakang, di sana ada bangunan khusus para pelayan rumah. Di sanalah tempat Bahagiana sering menenangkan atau meredam amarah jika seusai perang mulut dengan Papi serta Maminya.

Balin yang menyaksikan pertengkaran itu merasa tidak enak hati. Bahagiana memang keras kepala tetapi ia tidak bisa menyalahkan sepenuhnya. Lagi pula ia belum tahu seluk beluk keluarga ini.

"Bersihkan segera dirimu Nak. 1 jam ke depan kita akan makan malam," tutur Papi Bahtiar dengan tatapan datar.

Balin mengangguk dan segera beranjak, berjalan menuju kamar yang berada di lantai tiga.

+++

Sepeninggalan Balin dan juga Rika

"Sudah Papi ingatkan. Segera pulang sebelum Gia pulang tetapi seakan peringatan Papi tak berguna," papar Papi Bahtiar seakan menyalahkan istrinya.

"Apa alasan yang Mami berikan tidak jelas?"

"Aka untuk menghindari hal yang tak terduga lebih cerdas untuk berpikir. Untuk ke depannya tidak ada lagi acara borong-memborong. Ingat apa yang dikatakan Gia jika uang itu tidak akan datang dengan sendirinya jika tidak bekerja keras dan berusaha. Kamu sama putrimu tahunya menghabiskan saja!" Ocehan pedas Papi Bahtiar membuat Mami Maya tak terima tetapi ia tidak mungkin melawan.

Setelah mengatakan itu Papi Bahtiar beranjak. Ingin merendam amarah di dalam kamar mandi, dengan cara merendam di bathtub.

"Sialan! Ini semua gara-gara putri kesayangannya itu. Tidak bisa dibiarkan, bisa-bisa aku setres!"

Usai berperang dalam hati Mami Maya bergegas menyusul suaminya dengan perasaan marah.

Bersambung.....

🌹🌹🌹

Jangan lupa tinggalkan like vote favorit hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi

1
Amin Srgfoo
bagus ceritanya
Aldi Suwarta
balin lebay, jadikan masa lalu untuk cerita kita sendiri tataplah masa depan jangan naif hidup harus tetap berlanjut bro, semua sudah ada yg mengatur kita sebagai manusia tinggal menjalani berfikir rasional aja,
Aldi Suwarta
balin bener2 tolol
Rusawandi Wandi
sangat bagus
Xyna Rvca
semangat Thor hehhee
Xyna Rvca
woww
teh_ineur
selamat gia & balin... bahagiaaaa
Mystique
aku mampir><
jangan lupa juga yaaa kak mampir vote dan likenya cmiww💐
Purwanti San
buat bucin Thor
Purwanti San
up
Purwanti San
lanjut Thor
Purwanti San
baru mengikuti keliatannya ceritanya menarik semangat Thor
Mariaangelina Yuliana
aku jadi terharu, tapi kok malah Rika yang hamil kasian yah Thor
Mariaangelina Yuliana
God job putra aku menyayangi mu😀🤭🤭🤭
Mariaangelina Yuliana
Gia gitu lho jangan kan orang asing papi nya aja susah buat dekat Ama dia🤔😂
Mariaangelina Yuliana
asoy d geboy perlu kah di Pontianak kita ada kan acara syukuran merayakan pertemuan 2 pasutri yang udah lama berpisah🤗🤗🤗 kebayang gak sih berat Nya rindu sampai gak bisa d timbang🤣🤣🤣
Mariaangelina Yuliana
jodoh mu Rika sudah mendekat🤗🤭
Mariaangelina Yuliana
ketemu dong jangan lama2
Mariaangelina Yuliana
karna ego mu gia kalian jadi sama2 tersiksa,😥
Mariaangelina Yuliana
sangat suka dan buat Rika dan mami Maya kemewahan tinggal kenangan makanya tau diri dan bisa bersyukur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!