NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Tuan Posesif

Gairah Cinta Tuan Posesif

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / One Night Stand / Tamat
Popularitas:32.1k
Nilai: 5
Nama Author: dina Auliya

Akibat perbuatan ibu tirinya, Aya harus rela meninggalkan semua harta yang dimiliki ayahnya dan angkat kaki keluar dari rumah tanpa membawa apapun.

Tak pernah mendapatkan kasih sayang dan selalu di sisihkan membuat Aya melampiaskan semua masalahnya dengan alkohol yang bisa membuatnya melupakan sejenak semua masalah yang menimpanya.

Akibat alkohol ia pun membuat kesalahan satu malam dengan seorang pria yang tak di kenal, yang membuat Aya terjerat dengan seorang pria yang tidur bersamanya.

Tak hanya itu, Aya yang salah satu mahasiswi di universitas swasta, harus pasrah saat mendapat skor akibat perbuatannya sendiri.

Bagaimana nasib Aya setelah semua mimpi dan harapannya hancur?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dina Auliya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 16

"Maaf nona, saya gak sengaja" Aya pun langsung minta maaf sambil membungkuk, karena tidak sengaja menabrak wanita yang sedang berjalan karena mata Aya yang gak melihat ke depan.

Betapa terkejutnya Aya saat badannya kembali tegap dan ditatapnya wanita itu, wajahnya sangat mirip dengan orang yang pernah dilihatnya di foto.

Saat Aya ingin bertanya langsung padanya, namun tiba-tiba Davan memanggil Aya dari kejauhan.

"Aya..." Davan memanggil dan Aya pun langsung menoleh ke arah dimana Davan yang berdiri agak jauh darinya.

"Ayo kita pulang..." ajak Davan dan saat Aya membalikkan badan dan ingin meminta maaf lagi, ternyata wanita itu telah pergi entah kemana.

Mata Aya mencoba mencari kemana-mana sampai tubuhnya pun ikut berputar, namun wanita itu sudah menghilang bersama dengan orang yang lalu lalang.

"Apa yang kamu cari Aya ?" tanya Davan sambil menyentuh pundak Aya dan itu membuatnya kaget.

"Kak Davan melihat wanita yang ku tabrak tadi?" tanya Aya pada Davan.

"Tidak, aku tidak melihat siapa-siapa sejak memangil mu tadi yang kulihat kamu berdiri sendirian." jelas Davan membuat Aya tambah bingung.

"Tadi aku gak sengaja menabrak wanita yang sangat mirip-" Aya pun menghentikan ucapannya.

"Mirip siapa?" saut Davan sebelum Aya sempat menyelesaikan kalimat terakhir.

"Aaaaahhhh... sudahlah lagian orangnya sudah pergi, oyaaa mana klein yang kak Davan jemput?" tanya Aya mengalihkan pembicaraan.

"Ooohhh, mereka sudah duluan diantar sopir ke hotel, ayo kita pulang ngapain lama-lama disini" ajak Davan sambil mengandeng tangan Aya dan pergi.

Diperjalanan Aya masih terbayang dengan wajah wanita itu, sampai tak mendengarkan Davan berbicara dan memanggilnya.

"Aya..." panggil Davan lagi.

"Eeeemmmm" saut Aya.

"Sedang mikirin apa sih, dari tadi aku dicuekin?"

"Maaf kak, aku masih kepikiran wanita yang gak sengaja Aya tabrak tadi."

"Memangnya siapa sih yang kamu lihat?" tanya Davan penasaran.

"Dia seperti Bella mantan mas Elang yang kulihat difoto bersama mas Elang waktu itu." jelas Aya.

"Gak mungkin itu Bella, mungkin hanya mirip saja, setahu aku Bella pergi keluar negeri mau mengejar impiannya, masa baru setengah bulan sudah kembali. Lain orang kali, mungkin wajahnya mirip aja. Daripada bahas yang gak penting lebih baik tepati janjimu jadi traktir gak nie mumpung perutku lapar."

"Mudah-mudahan itu lain Bella ya kak, mau makan kemana kita kak" sahut Aya mencoba membuang pikiran kuatirnya.

Tanpa bicara lagi Davan membawa mobilnya mengarah ke sebuah tempat.

Tak lama kemudian mereka pun sampai dan berhenti di salah satu cafe.

"Ini salah satu cafe favoritku yang sering aku kunjungi, menunya banyak yang kusuka." jelas Davan

"Oyaaa...kalau begitu kita pesan  semua menu makanan yang ada, biar aku cicipi semuanya."

"Kamu yakin?" tanya Davan dan Aya 'pun hanya menganggukkan kepala.

Davan memesan semua menu yang ada dan sejenak Aya ingin melupakan wanita itu dan menghabiskan waktu bersama Davan, sekedar berbincang hal-hal yang ringan.

Tak lama kemudian pesanan pun datang dan satu meja penuh dengan berbagai menu makanan yang dipesan.

"Kamu yakin menghabiskan ini semua?"  Davan meyakinkan Aya karena merasa heran.

"Bukan aku saja yang menghabiskan ini sendirian tapi kak Davan harus ikut menghabiskan semuanya, kakak bilang disini menunya enak-enak rugi kalau gak dicicipi semua." saut Aya sambil cengengesan.

"Ya gak langsung semua gitu, ya udah lah makanannya sudah datang nanggung kalau gak dihabiskan, tapi jangan salahkan aku kalau nanti perutmu gak muat" ucap Davan sambil tertawa.

Merekapun makan bersama dan menghabiskan semua makanan sambil diselingi candaan bersama, sampai perut Aya terasa gak muat karena kebanyakan makan.

" Makasih Aya , sudah mau menyempatkan diri bersamaku, aku sangat bahagia dan ingin rasanya bisa selalu bersamamu setiap saat, melihat senyummu dan kebahagiaanmu. Mungkin dulu aku terlalu malu untuk bertemu dengan kamu sampai akhirnya aku menyadari bahwa diriku sudah terlambat  untuk memilikimu." Davan mengutarakan isi hatinya.

"Kak Davan kok ngomong gitu, kakak kan masih bisa melihat dan ngobrol dengan aku, kan aku gak kemana-mana." Jawab Aya yang tak peka.

"Tapi aku ingin kita bukan sekedar jadi teman atau adik kakak, sebenarnya aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu, tapi aku terlalu malu untuk mengungkapkannya dan tak pernah ada kesempatan untuk mengatakan itu padamu." Davan pun mengungkapkan perasaannya pada Aya sambil memegang kedua tangannya.

"Kak Davan, Kakak tahu kan aku sudah tunangan dengan mas Elang, sahabat kak Davan sendiri"

"Jika kamu benar sudah tunangan dengan rangga, kenapa tidak ada cincin yang melingkar dijari mu." ucap davan membuat Aya kebingungan. Elang memang belum memberikan Aya cincin simbol tunangan.

"Kita pulang saja ya kak, nanti takutnya mas Elang menunggu." Aya mencoba mengalihkan pembicaraan dan langsung berdiri untuk membayar makanan.

"Gak usah dibayar, ini cafe milikku"

"Kak Davan kok gak bilang-bilang, itu artinya kak Davan dong yang traktir aku, bukan aku yang traktir kak Davan, curang ah."

"Maaf jika aku bohong,.kalau gak kaya gitu gimana aku mau nolak traktiran mu, malu dong masa makan saja dibayarin cewek. Sudahlah ayo aku antar pulang."

Akhirnya mereka pun pulang dari cafe, selama di perjalan Aya tak banyak bicara lagi dengan Davan. Pikiran Aya kembali kacau karena bayangan yang selalu muncul adalah wajah wanita mirip bella sekarang Davan mengungkapkan perasaanya. Davan membiarkan Aya dalam diam mungkin Davan paham dengan yang ada dipikiran Aya yang  masih kaget dengan ucapannya.

Setelah sampai rumah, Davan langsung pergi dan Aya pun langsung masuk ke rumah dan menuju kamar, dilihat Elang yang tengah berbaring di ranjang mungkin sudah tidur. Dengan segera Aya pun membersihkan diri ke kamar mandi.

Tak lama kemudian saat Aya hendak keluar kamar mandi Elang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi untuk menghadang Aya.

"Kemana saja tadi dengan Davan, kok gak ngajak-ngajak?" tanya Elang.

" Tadi kan aku sudah izin sama mas Elang, kalau aku mau traktir kak davan." jawab Aya sambil duduk di kasur yang sudah tidak dihadang Elang.

"Gimana seneng gak jalan-jalan dengan Davan."

"Mas Elang nie masih saja kaya gitu kalau aku dekat dengan kak Davan, atau jangan -jangan  mas Elang memang cemburu dengan kak Davan ya. Tapi aku malu mas di ledek sama kak Davan"

"Malu kenapa? apa yang sudah dikatakan padamu?" tanya Elang penasaran.

"Lihat ini." Aya menunjukan jari tangannya yang masih polos tak ada satu cincin pun yang melingkar dijari nya.

"Maksudmu" Elang yang masih bingung.

"Masa gak paham, katanya kita tunangan tapi kenapa gak ada cincin yang melingkar di jariku." Wajah Aya pun cemberut.

"Maaf, aku benar-benar lupa, besok kita akan beli cincin tunangan " Elang pun memeluk Aya dan meminta maaf dan aya pun membalas memeluk Elang.

"Mas Elang, aku janji gak akan membuat mas Elang kecewa." bisik Aya.

to Be Continued ☺️

1
Oshin Dwi Rafaizan
feeling ku klo ga arya ya bella ya thor. aq jdi curiga sama bimo jg
❤️⃟Wᵃf Nesia
Aya akhirnya hamil juga
Asni J Kasim
Kak Dina, aku bacanya sampai sini dulu. Suka, nanti aku mampir lagi 😍😍😍
Asni J Kasim
adu Babang Elang ... jujur langsung napa sih 😆😆
Asni J Kasim
Ada yang jeles ni 😆😆
Asni J Kasim
Maklum, masih labil 😁
Asni J Kasim
Benar juga 🤣🤣
Asni J Kasim
Ya Ampun Ayah 🤣🤣🤣. Bisa ya, masih sempa2nya minta ttd 😂
Asni J Kasim
Andai aku di posisi Ayah 💃
Asni J Kasim
500 ribu? Kalau mau peras ya jangan sampai 500 ribu juga kali, Pak 🤣🤣
Asni J Kasim
Hahahaha. Peras terus Aya 😆😆
Asni J Kasim
Kakak, ada typo di sini 🙏
Asni J Kasim
Sialan, ingin kutabok pria macam ini
Mutia Kim🍑
Lawan lawan lawan!
Mutia Kim🍑
Pria tampan😭
Mutia Kim🍑
Yuk Fina sini gelud sama aku😬
Shany Poppy Pipopapo
Sekali-kali pukul, sleding atau di smack down kek. biar remuk sekalian😂👍
Shany Poppy Pipopapo
Apa nih yg disensor👀😂
Shany Poppy Pipopapo
wewww.... menyanjung diri sendiri
Shany Poppy Pipopapo
Wkwk baru pembukaan langsung ternodai aja😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!