Wanita mana yang mau dimadu? Mungkin hanya satu dari seribu wanita yang rela dimadu di dunia ini. Begitulah dengan Susan yang harus rela suaminya menikah lagi.
Sylla sendiri menikah dengan Reyfan hanya karena terpaksa walaupun Sylla sudah jatuh cinta pada Reyfan karena sikap baiknya telah menolong Sylla. Namun, Sylla tidak tahu kalau Reyfan sudah menikah.
Bagaimana kisah Sylla dan Susan? Baca sampai bab akhir ya pasti seru 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delis Misroroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 Perbandingan Dua Istri
Pintu lift terbuka, Sylla pun berjalan hendak keluar dari kantor tersebut, namun Sylla merasa heran melihat para karyawan menatap dirinya dengan sinis.
Sebelum Sylla pergi, dia berlalu menuju toilet yang tak jauh dari lift tadi. Saat sedang sibuk di dalam toilet terdengar suara orang mengobrol di balik pintu.
"Gak nyangka ya Pak Reyfan yang terkenal baik seperti itu berpoligami."
"Pelakor kan terdepan. Kasihan ya istri pertama nya belum punya anak juga mungkin itu juga sebabnya Pak Reyfan kawin lagi."
"Jangan-jangan dia pakai guna-guna lagi buat memikat Pak Reyfan."
"Ah jaman modern begini emang masih ada yang begituan."
"Jangan salah, masih banyak tau kalau lu mau nyari."
"Astaga ogah gue mah, yang kayak gituan gak langgeng."
"Iya, eh lu udah tau belum penampilan istri keduanya?"
"Engga sih, tadi waktu gue berlari mau lihat keributan malah udah bubar."
"Sayang banget."
"Emang kenapa?"
"Dia terlihat norak dan kampungan, ya walaupun memang wajahnya cantik natural."
"Ihh sumpah lu?"
"Iya, gue lihat sendiri tadi dan di tanggepin juga sama Bu Mona yang dari dulu deketin Pak Reyfan tapi gak berhasil juga hahaha."
"Parah sih lu, udah ah ayo kerja."
Sylla menangis di kamar dalam toilet tersebut. Dirinya tak menyangka bakal jadi bahan omongan karyawan suaminya di kantor itu. Bahkan disebut sebagai pelakor. Jelas-jelas Sylla tak tau kalau Reyfan sudah menikah dengan Susan. Belum lagi dirinya juga dituduh memakai guna-guna dan merasa iba terhadap Susan, membuat Sylla makin sedih.
"Tidak, aku tidak seperti yang kalian nilai. Aku tak merebut Mas Reyfan. Dan aku juga tak memakai guna-guna. Kenapa kalian menilai aku seburuk itu hiks!"
Cukup lama Sylla menangis dan duduk berfikir di dalam toilet, lalu mengusap air matanya dan mencuci muka di wastafel. Setelah selesai, Misela pun buru-buru menuju mobil yang sudah terparkir lama yang siap melaju kapan pun saat Nona nya masuk.
____________
Tiba di rumah.
"Sylla, tunggu," Susan memanggil Sylla dengan nada kesal.
"Iya Mbak, ada apa?" jawab Sylla lirih.
"Sylla, kamu dari mana baru pulang jam segini?" tanya Susan masih memerhatikan penampilan Sylla berbeda.
"Emm itu dari kantor Mas Reyfan Mbak." Sylla sedikit gugup karena masih menyimpan rasa sedih di hatinya. Sylla hendak masuk ke rumah namun di tahan oleh Susan.
"Ngapain kamu ke kantor Mas Reyfan? Dan, dengan penampilan seperti ini?" Susan terlihat sedikit marah karena penampilan Sylla yang biasa saja dan tak menunjukkan martabat seorang istri CEO.
"Nganter makan siang Mbak, tadi Mama yang nyuruh, eh malah ketiduran disana, jadi aku baru pulang." jawab Sylla berbohong lalu buru-buru masuk ke kamarnya untuk berganti baju.
Susan melihat gelagat aneh dari Sylla.
"Kalau Mas Reyfan benar-benar sudah mencintai Sylla, Papa dan Mama juga menyayangi Sylla, lalu bagaimana posisi ku kedepannya?"
___________
Sejak sore setelah kepulangannya dari kantor, Sylla sudah sibuk di dapur untuk menyiapkan makan malam keluarga barunya. Sylla sangat berhati-hati dalam memasak karena ini adalah makan malam pertama bersama ayah dan ibu mertuanya.
Banyak sekali menu yang disajikan oleh Sylla. Semua resep itu Sylla dapatkan dari YouTube. Dengan bantuan art di rumah itu, Sylla menyusun rapi semua hidangan makanan di atas meja makan. Setelah semuanya beres, dengan senang hati Sylla kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Jam makan malam pun tiba, dan bertepatan dengan kembalinya Reyfan dari kantor. Karna Reyfan melewatkan waktu bersama Sylla siang hari tadi, jadi ada banyak dokumen yang harus di cek menjadi tertunda. Ahirnya Reyfan pun lembur karena Reyfan memang tak pernah mau menunda pekerjaannya.
Tak sempat naik ke kamar Susan maupun Sylla, Reyfan langsung di panggil oleh Pak Haris untuk segera berkumpul di meja makan.
"Nanti saja mandinya, Papa sudah sangat lapar melihat menu makanan ini. Sungguh, ini seperti menu masakan di lestoran mewah." Pak Haris menyatukan kedua telapak tangannya dan mengusapnya beberapa kali karena sudah tak sabar dengan makan malamnya.
Reyfan pun duduk di antara Susan dan Sylla. Reyfan menoleh ke arah Susan lalu ke arah Sylla.
"Kedua istri ku sangat berbeda." Bathin Reyfan.
Sylla dengan semangat mengambilkan Reyfan nasi dan lauk untuknya makan. Susan kalah cepat dengan Sylla yang memang gesit melakukan apapun.
Sedangkan Pak Haris, piring makanannya sudah penuh karena ingin mencoba semua hidangan yang disajikan menantu barunya itu.
"Astaga... Ini luar biasa. Bener-bener enak sekali. Papa pasti makin gemuk jika makanannya seenaknya ini." puji Pak Haris sambil menoleh ke arah Sylla dan membuat Sylla merona dengan pujian itu.
"Rey, kamu memang pintar mencari istri. Sudah cantik, pinter masak, astaga kenapa Papa jadi iri hahaha..." Pak Haris lagi-lagi memuji Sylla hingga membuat Susan makin geram.
"Papa jadi teringat masa itu Ma hahahaha..." Bu Yona tersenyum paham dengan maksud suaminya, begitu juga Reyfan.
Susan memang tak pandai memasak, apalagi dibandingkan dengan Sylla, masakan Susan jauh lebih buruk walaupun saat memasak Susan selalu melihat resep.
Kejadian ini mengingatkan Susan saat hari pertama dia dirumah besar itu. Saat Susan mencoba memasak menu makan malam dan bahkan semuanya sudah sesuai resep. Namun sayangnya semua masakan Susan tak ada yang bisa di makan. Ada yang terlalu asin ada juga yang hambar bahkan ada yang asam. Ahirnya saat itu mereka harus makan di luar.
"Susan, belajarlah memasak dengan Sylla, kamu bisa rasakan sendiri kan, masakan Sylla sungguh sangat lezat, seperti di restoran bintang atas hahaha," Susan hanya mengangguk menanggapi perkataan Papa mertuanya itu, lagi-lagi dirinya dibandingkan dan merasa di permalukan hanya karena orang yang baru datang.
"Sudah Pa, cepet makannya di abisin. Ayo-ayo semuanya makan." ucap Bu Yona dan dia pun melahap makanannya.
Makan malam pun selesai, Susan ingin segera pergi ke kamar, namun di cegah oleh Bu Yona karena melihat Sylla yang masih sibuk dengan art nya membereskan meja makan.
"Loh, Susan! Kok kamu malah mau pergi? Lihat Sylla masih sibuk." kata Bu Yona dan memberikan lirikan mata yang mengisyarat.
"Kan sudah ada art Ma, Susan capek." jawab Susan ketus.
"Memang kamu capek apa? Yang nyiapin makan kan Sylla, kamu hanya duduk manis di kamar sejak sore tadi." sindir Bu Yona.
"Capek hati Ma," Susan bergegas pergi dengan cepat menuju kamarnya dan membanting pintu pertanda dirinya sedang marah.
"Astaga, kenapa dia jadi berubah begitu. Harusnya dia sadar diri." gunam Bu Yona sambil menggelengkan kepalanya.
...################...
ngga kayak susan spt kacang lupa kulitnya...