Drama rumah tangga, mohon bijak dalam membaca.
Season 1 Erik dan Meta.
Dinyatakan hamil setelah menjalin hubungan gelap dengan mantan pacarnya.
Siapakah ayah dari anak yang dikandung Meta?
Penyesalan datang terlambat, Ia berusaha menyelamatkan pernikahannya.
Season 2 Tomo dan Anisa.
Pria yang tidak bisa setia, akankah ia bisa mengembalikan keluarganya seperti sediakala?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariAdja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16 . Kemarahan Erik 3
Di hari sabtu pagi ketika hujan turun deras dan angin dingin behembus menerpa wajah Meta yang sedang berdiri di teras menunggu kedatangan bi Iyem bersama kedua orang tuanya, Meta duduk di kursi sambil minum teh hangat. Meta menerima 1 pesan dari nomor yang tidak di kenal .
# Meta bagaimana kabarmu ?#
Meta mengacuhkan pesan itu, dan terus mencoba menelepon Erik untuk memberi tahu kalau orang tuanya akan datang. Namun Erik tak pernah mengangkat telefonnya dari semalam, ya semalam Erik tidak pulang kerumah.
Banyak pertanyaan di kepala Meta, selama ini meskipun tidak pernah saling berbicara namun Erik selalu pulang kerumah, tapi kenapa malam ini Erik tidak pulang kerumah.
**Kemana kamu Mas kenapa tidak pulang kerumah? tidur dimana? apa kamu baik - baik saja ** Batin Meta
Kemudian Meta berinisiatif untuk menulis pesan whatsapp kepada suaminya .
#mas Erik cepat pulang ayah dan ibu Meta datang kerumah, sama bi Iyem. Cepet pulang#
Meta berharap agar suaminya segera membalas pesannya, jika orang tuanya berangkat dari desa pukul 8.00 makaakan sampai dirumah Erik jam 10.00 , sekarang jam menunjukankan pukul 9.30, setengah jam lgi mereka akan datang.
Meta memesan makanan lewat aplikasi online, dan benar saja sebelum pukul 10.00 bi Iyem dan kedua orang tuanya sudah sampai di rumah.
" Bagaimana kabarmu nak, " kata bu Ratna sambil memeluk anaknya itu, dia khawatir dengan keadaan rumah tangga Meta, khawatir juga dengan kesehatan Meta.
" Baik bu, bagaimana keadaan ibu dan bapak"
" Kami baik - baik saja nak,"
" Ayo bu masuk bu, kita makan dulu" ajak Meta kepada ibu dan ayahnya.
Berapa hidangan sudah tersaji di meja, pak Kasim, bu Ratna, Meta dan bi Iyem mulai menikmati makanan ketika itu Erik pulang kerumah.
" Oh, ibu sama ayah, kapan sampai? " tanya Erik .
" Baru saja nak ayo kita makan bersama nak Erik? "
" Erik sudah makan bu " jawab Erik singkat.
Erik memang menunggu moment seperti ini ketika dia bisa bertemu kedua orang tua Meta, maka Erik akan membongkar tentang perselingkuhan Meta.
Erik memperhatikan kedua mertuanya, setelah selesai makan dia berjalan dan duduk di kursi kosong di sebelah bu Ratna.
" Bu maaf sebelumnya, ada hal yang ingin Erik sampaikan sama ibu dan bapak" kata Erik.
" iya nak, ada apa? " jawab pak Kasim sambil memperhatika bi Iyem sedang merapikan gelas dan piring kotor.
**Mas Erik Meta mohon, jangan buat orang tua Meta sedih**
" Saya mau memberi tahu bapak kalau Meta sudah berselingkuh dari saya pak. "
" Iya nak, kami minta agar nak Erik bisa memaafkan meta, kasian Meta nak, dia lagi hamil anakmu " kata bu Ratna membela anaknya.
" Apa ibu yakin anak yang di kandung Meta itu anak saya bu? coba ibu pikir, 5 tahun saya dan Meta menikah namun meta tidak hamil, tapi setelah Meta berselingkuh dia kemudian hamil, apa ibu yakin anak yang di kandung Meta itu anak saya? maaf bu saya tidak yakin itu anak saya" kata Erik denga suara keras dan air mata yang hampir menetes.
" Tidak bisakah nak Erik menganggap itu anak kamu nak? " tanya bu Ratna penuh harap.
" Bu, anda berlebihan bu, aku sedikitpun dari dulu sejak Meta tinggal disini tidak pernah memukul Meta, uang belanja aku kasih lebih bu, keinginan Meta selalu aku penuhi, Aku kerja keluar kota capek tidak aku rasakan, semua demi Meta, tapi apa yang dilakukan Meta di belakang saya, saya tidak terima bu," Kata Erik mengungkapkan isi hatinya.
Bu Ratna, Pak Kasim, tidak bisa berkata apapun untuk membela Meta, mereka tetunduk lesu.
Bu Ratna ingin mengajak pulang Meta ke kampung saja daripada tinggal di rumah ini namun Erik membencinya, dia tidak peduli lagi dengan kata orang desa yang mengejek putrinya.
" Baiklah nak Erik ijinkan saya mengajak Meta pulang" kata bu Ratna sambil terisak menahan tangis memikirkan nasib putrinya itu.
" Ayo pak, kita pulang,"
" Meta ayo kemasi barang mu, ikut ibu pulang " kata bu Ratna sambil berdiri dan enggan menoleh ke arah Erik yang sedang sibuk menggeser layar handphone nya.
" Meta ga mau ikut ibu pulang ke desa, " Meta ga mau ibu denger orang - orang di kampung jelek - jelekin Meta, Meta ga mau pulang, Meta mau disini sama mas Erik " kata Meta, air mata sudah membajiri pipinya.
" Ayo Meta " bu Ratna menarik tangan Meta dengan kencang .
" Meta ga mau bu " mencoba melepaskan tangannya dari genggaman bu Ratna.
**Meta maafin aku, aku sebenarnya ingin kamu tetap tinggal disini, tapi aku gengsi kalau harus mengucapkan permintaanku itu, semoga kamu tidak jadi pulang kampung**
" Baiklah Meta kalau kamu mau tinggal disini, ibu tidak akan memaksa kamu lagi, kalau kamu berubah pikiran kamu bisa meminta pak Joko mengantarmu kembali ke desa.
" Nak Erik, ibu sama bapak pulang dulu ya, pesan kami semoga kmu berbesar hati memaafkan Meta" kata bu Ratna bersiap untuk pulang dan tidak jadi menginap di rumah Erik seauai rencananya tadi.
" iya bu, hati - hati, " kata Erik singkat dengan muka dinginnya itu.
" Iyem jaga Meta ya ? " kata bu Ratna pada bi Iyem.
" iya mbak Ratna" jawab bi Iyem yang sedari tdi menahan tangis tidak tega melihat keadaan Meta .
" Meta yang penting kamu jangan trrlambat makan, ada bayi dalam perut kamu yang harus kamu jaga, kamu harus menjaganya sendiri nak" kata bu Ratna sambil melirik Erik yang maaih acuh pada Meta.
Meta mengangguk tanda mengiyakan.
" ibu pulang ya, nanti kalau sudah sampai rumah ibu telpon" kata bu Ratna pada Meta yang masih diam sambil menahan tangisnya.
Pak kasim yang diam sedari tadi hanya kesesihan tersirat diwajahnya. dia berdiri kemudian mengikuti istrinya bejalan menju pintu dan keluar dar rumah Erik, padahal baru 1 jam yang lalu mereka sampai di rumah ini.
**syukurlah Meta tidak jadi pulang kampung, maafim aku ya ta, aku lakuin semua ini biar kamu tau apa yang kamu lakuin itu salah, apa yang kamu lakuin itu menyakiti hatiku, apa yang kamu lakukan itu benar - benar tidak pantas, dengan mengijinkan laki - laki lain menyentuh tubuhmu itu artinya kamu menodai pernikahan kita, kamu menghancurkan cinta tulusku, jadi aku harus menyadarkanmu ** batin Erik.
Meta berjalan kepintu melihat kepulangan ibu dan ayahnya, ada sesak di dada melihat apa yang terjadi tadi, ibunya sudah meminta maaf untuk kesalahanya namun Erik masih saja sama, belum bisa memaafkan.
Meta ingin sekali menanyakan mengapa Erik semalam tidak pulang kerumah, namun dia mengurungkannya. Biarlah.
Bersambung...
***
Terima kasih sudah membaca tulisanku,
Jangan lupa like dan tinggalkan kritik saran di komentar.
😉😉😉
bagi wanita; ceraikan suami yg selingkuh krn sabarmu terbatas tak seperti Tuhanmu. tegaknya hak (keadilan) adalah batas sabar khusus bagi istri...😂👍💪
untuk dapat kesempatan kedua atas kesalahan perselingkuhan harus melalui tahap ini
mengaku salah
benar2 menyesal
berjuang minta maaf
berjuang menebus kesalahan
berjuang memperbaiki kesalahan
berjuang mendapat kesempatan kedua
berjuang mengobati hati pasangan yang luka
menebus kesalahan dengan kebahagiaan
baru benar2 dibilang layak dapat kesempatan kedua
tapi kalau dengan mudah dimaafkan perselingkuhan bisa saja terulang
dan meta tidak berjuang sama sekali dan hanya karena suaminya mempunyai cinta yang tulus meta bisa dapat kesempatan
sebenar meta belum pantas dapat kesempatan kedua hanya kerena dia pemeran utama wanita jadi dia tidak perlu berjuang karena posisi pasti aman
untuk novelis jangan malu buat karakter wanita berjuang
dan satu lagi pebinor tetap laknat
Sampah bener...
ga slalu laki2 yg salah dlm novel, perempuan bisa juga salah
mantap thor.