NovelToon NovelToon
SECRET LOVE

SECRET LOVE

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:389.4k
Nilai: 5
Nama Author: Minsecret03

"Pernikahan kontrak perjanjian, tapi pernikahan satu kali seumur hidup antara aku dan kamu.

~Alterio Mahendra


Alterio Mahendra, terpaksa menikah dengan Gabriela key Angelin. Yang berawal dari kesalahpahaman, dan untuk kebahagiaan orangtuanya.

Tak disangka, Al terpesona dengan istri kontaknya, dan berusaha mendapatkan hati nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minsecret03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. SAMA-SAMA JAHIL

Sontak Key melototkan matanya, dengan jantung yang berdetak kencang. Memalukan, key ketahuan. Dengan cepat, key hendak menarik jemarinya sebelum Al menahannya.

"Pegang aja." Al menahan jemarinya, dan kembali memejamkan matanya.

Key diam membisu, dengan mengigit bibir bawahnya. Key ingin menyentuh wajah tampan itu, apalagi Al memperbolehkan. Tapi masalahnya, key malu.

"Gak papa, gue gak marah."

Perlahan key mengerakkan jemarinya, menyelusuri wajah tampan itu. Mulai dari alis mata yang tebal yang bentuknya terlihat cantik. Hidung mancungnya juga menarik perhatian, key menekan pelan dan terkekeh.

"Sakit gak?"

Al hanya mengelengkan kepala, sembari menikmati sentuhan lembut jemari gadisnya. Al memang sengaja menutup mata, agar key leluasa melihat wajahnya tanpa segan.

"Al."

"hm?"

"Ngerokok?"

Al hanya mengelengkan kepalanya, menjawab seadanya.

"Kenapa?"

"Habisin uang, sama kesehatan."

"Pintar." Key mengacak-ngacak rambutnya, dan menurunkan tangannya kembali. Diwaktu yang bersamaan, Al membuka matanya menatap manik key dan tersenyum manis.

Makin hari key makin gemesin, apalagi wajah bantalnya yang terlihat lucu.

"Eh, bunda gimana?" Key hampir melupakan hal itu.

"Siuman."

"Oh, syukur deh."

Key hendak beranjak, sebelum lengan Al melilit dipinggangnya dan menahannya kembali.

"Kenapa?" Tanya key dengan menaikkan alisnya.

Bukannya menjawab, Al malah mendekap erat tubuh kecilnya. Menyembunyikan wajahnya didada bidangnya, dan memperbaiki letak selimut.

"Gue masih ngantuk."

"Tidur aja. Tapi–"

"Bentar, sampai gue tidur." Bisik Al, dan semakin mengeratkan pelukannya.

Key menghela napas, dan menganggukan kepalanya. Sebenarnya ia masih syok dengan kejadian beberapa jam yang lalu, sekaligus takut. Apalagi ia melihat langsung kondisi mertuanya didalam kamar yang sedang kesakitan.

"Al."

"Hm?"

"lapar, bangun yok. Lagian Lo gak kerja?"

"Bentar."

"Pasti ada maunya." key mencibir, karena sudah hapal dengan kelakuan suaminya. Bilangnya bentar, tapi dibaliknya ada rencana jahat.

"Tau aja."

"Ngomong, gue udah kelamaan tidurnya."

"Morning kiss."

Sontak key melototkan matanya, dengan napas yang tercekat. lidah suaminya pasti keseleo, gak mungkin.

Al melongarkan pelukannya, mengangkat dagu key dan menatap maniknya. Dengan senyuman jahil, Al mengedipkan sebelah matanya.

"Mesum."

"Udah sah key, kalo lupa."

"Tau, tapi jauh-jauh sana."

"Morning kiss dulu."

"Apaan sih, Al."

Key berusaha mendorong tubuh kekar Al, tapi sayang kekuatan Al lebih kuat dibandingkan dengannya. Apalagi Al memeluk pinggangnya erat.

"Makanya cium dulu."

"Gak mau."

"Apa susahnya?"

Key melototkan matanya, mendengar ucapan Al. Sesantai itu mulutnya mengatakan kalimat itu, dasar pria mesum.

"Bentar kok."

"Jauh-jauh sana, bibir gue gak boleh ternodai."

"Jangan bilang–"

"iya." Jawab key ketus, dan menatapnya tajam.

"Yaudah sini, biar gue ajari."

"Gak mau, napas Lo bau." Key menutup mulut Al menggunakan tangannya, dan berusaha mendorong wajahnya. Al tetap kekeh, memajukan wajahnya kearah key dengan senyuman lebar.

Key bisa merasakan bibir Al membentuk sebuah senyuman dibalik telapak tangannya. Tanpa sadar, senyuman Al menular dan key tersenyum lebar kearahnya.

"Gue sikat gigi dulu, tapi durasi waktunya bertambah 1 jam."

"Apaan, siapa juga yang mau? jauh-jauh sana, om mesum."

Sontak Al tertawa terbahak-bahak, sembari melepas telapak tangan key. Mulut Istrinya tidak pernah berbohong, saking jujurnya mengatakan suami sendiri om mesum. Padahal nyatanya, usia mereka hanya bertaut 3 tahun saja.

Lagian apa salahnya, meminta hal yang memang sudah pantas dilakukan suami istri. Bahkan lebih dari ciuman saja boleh, istrinya saja yang terlalu naif.

"Pilih opsi mana? Sekarang atau gosok gigi dulu."

"Gak."

"Dosa key nolak suami."

"Dosa juga maksa istri."

"Bentar doang, cuman." Al mengerakkan bibirnya, seakan mengoda key.

"Mesum."

"Itu bukan mesum namanya, orang sama istri sendiri."

"Al, diam deh."

Al memutar matanya, sembari melilitkan lengan kekarnya kepinggang ramping Istrinya. Dan mengikis jarak diantara mereka berdua.

"Ingat kata bunda, katanya gak sabar gendong cucu."

Sontak Key mengubah mimik wajahnya, dengan senyuman yang perlahan luntur.

Jadi ceritanya, sekarang Al dipihak mertua dan orangtuanya? Menyebalkan.

Key kesal, tak satu orang pun yang ada dipihaknya. Mereka tidak tau apa yang terjadi, mereka tidak tau apa keraguannya. Key juga ingin memiliki anak, emang siapa yang tidak ingin jadi ibu? Memiliki keturunan, dengan suami yang baik saling melengkapi.

Tapi masalahnya, sejauh ini key masih ragu. Pria dihadapannya belum sepenuhnya ia kenal. Key tau, Al menyembunyikan sesuatu dan key hanya ingin tau apa ketakutan suaminya.

Key tau, mental pria dihadapannya sedikit bermasalah. Terlihat dari tatapan mata, dan emosinya. Tapi sejauh ini, Al masih setia menutupinya sendiri. Dan key benci mengetahui hal itu. Peran nya dihidup Al apa? Tau Al tidak menganggapnya, lebih baik key menghindar.

"Kenapa, hm?" Al menyelipkan helaan rambut yang menutupi wajahnya, dan tersenyum manis kearahnya.

Key hanya diam, tanpa mengubris ucapannya.

"Key."

"Hm."

"Kenapa?"

"Lapar." kilahnya, dan menghindari tatapan mata suaminya.

Al terkekeh, sembari mengelus lembut wajahnya. Key marah dengan ucapannya? padahal Al hanya bercanda, sekedar mengodanya. Tapi sayang, key serius menanggapi ucapannya.

"Ngambek?"

Key hanya diam, tanpa berniat membalas ucapannya.

"Gue cuman bercanda, kenapa serius?"

"Masalah anak gak ada yang bercanda, harus dipersiapkan matang-matang kalo pengen punya anak. Kalo hanya sekedar n4psu semata, buat apaan."

Al tersentak mendengar ucapan key, dan tersenyum smirk. Jalan pikiran Istrinya boleh juga.

"Bukan cuman makan yang anak butuhkan, kasih sayang, perhatian juga perlu. Bahkan lebih perlu, terutama kesehatan mental." Key menyindir halus suaminya, agar sadar dengan keras kepalanya.

Key ingin mencabik wajah tampan itu saking kesalnya. Apa salahnya berkata jujur? Toh dia istrinya.

"Jadi? buat anaknya ditunda dulu, gitu?"

Key melototkan matanya, dengan kedua tangan yang terkepal erat. Dengan napas yang memburu, key mencoba menahan segala emosi, dan ucapan kasarnya.

Bisa-bisanya tanggapan Al lari dari jalur pembicaraan. Key tidak habis pikir 'God help me, gue gak tahan ngeliat wajah ngeselin ini. Untung tampan, untung Lo suami gue Al ' batin key dan tersenyum kecut.

"Jangan ditahan, Lo jelek nahan emosi." Ejek Al, mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum mengejek.

Dengan kesal, key menjewer telinganya dan mencubit nya dengan semua emosinya yang menumpuk. Seakan melepaskan emosinya.

"Suami bod*h, mulai besok balik lagi ke TK. Gue malu punya suami sebod*h ini." Sergah key, sembari mengertakan giginya.

"S–sakit key."

"Biarin, biar otak Lo kerja. Kasihan, badan segede ini otaknya sesendok. Gue kesal banget sama Lo Al." Teriak key dan semakin menguatkan jeweran nya.

Siempunya hanya meringgis kesakitan, diam dan mencerna ucapan Istrinya. Apa maksud dari ucapan key? Al kurang mengerti arah pembicaraan ini. Al hanya seperti biasa, mengoda dan menjahilinya. Tidak lebih dari itu.

Jadi apa yang membuat key kesal? Al rasa ucapannya tidak salah.

"Mulai besok, gak usah jadi CEO. Lo wajib masuk TK."

"Kenapa sih key? lepas dulu tanganya, sakit."

"Lo sih ngeselin mulu." Key melepaskan tangannya, menatap tajam kearah Al.

Siempunya hanya diam, sembari mengelus telinganya yang memerah. Dengan wajah yang ditekuk, dan mengerucutkan bibirnya.

Key mengehela napas, memejamkan mata sebentar dan tersadar. Tindakannya salah, seharusnya key membantu Al bukan memarahinya. Al mana tau arah pikirannya, dirinya saja butuh bantuan mana mungkin kepikiran sampe kesitu.

Dengan wajah merasa bersalah, key menangkup wajah suaminya dan mengelus lembut telinganya yang memerah.

"Maaf."

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
karina apriyanti
ceritanya bagus
Nurrahmi Siagian
bagus
Ida Rubaedah
seruu deh cerita nya..
💪💪💪💪
Dwi Surya
menarik
Lia Fitri
wow
🌷mamix um@mi 🏚🅠🅛
goodjob thour pertahankan karyamu
Deissy Yusuf
Ceritanya saya suka👍🏼
Lin Halu
lucu banget sihh 😂😅😅
Lin Halu
aku suka karyamu kak ❤💪💪
Lin Halu
❤💪
Nanda Khusuma
semangat thor
Nanda Khusuma
mampir thor ☺👍
Elina Yo
jadi gemes sama Raka 😁
Putri Lubiis
sama²thor
Putri Lubiis
ya dh tamat 🙂🙂
Shela Nasution
aduh ikut penasaran kisahnya
Putri Lubiis
wih ganteng nya menggoda iman ya bund
Putri Lubiis
kok aku kasihan ama raka ya😂😂
UmytaShoop
marathon bacanya sampai end,GG tau ini novel pertama author TPI bgusnya minta ampun buanguus bngett ceritanya GG berbelit2 GG bnyk drama,dr cerita Gavin kenzi n Raiden Tasya n alkey Suka semau sukses berkarya author GA sehat selalu kryamu lain dr yg lain aku suka sekali GG bosan2 bcanya hebat banget bisa buat cerita sebagus n GG berbelit2 kyak novel laen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!