Kisah seorang gadis miskin yang slalu terlihat ceria, tegar dan tak pernah goyah dalam menghadapi masalah hidupnya.
Namun siapa sangka, dibalik sifatnya itu, dia menyimpan semua kerapuhan dan kesedihan dalam dirinya.
Keadaan hidupnya yang slalu berada dalam kesulitan, menuntutnya menikah dengan seorang Pria yang tidak mencintainya sama sekali. Sehingga, dia harus merasakan perihnya luka dihati yang slalu di simpan rapi dalam senyuman indahnya.
Bagaimana kelanjutan kisahnya🤔...
Apakah dia akan bertahan atau malah pergi dari maslah hidupnya??
Mari kita langsung aja caapcuuus kepoin ke isi Novel😊
Happy Reading!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelita Abadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16. Murai batu vs Beruang kutub
" Tuan ...." Dea mengggit bibir bawahnya.
" Ya." jawab Zico acuh
" Kita langsung ke kantor atau masih ada lagi pertemuan?" tanya Dea ragu ragu
" Ke kantor" jawab nya singkat sambil masuk ke dalam mobil.
" Huuufh" Dea menghembuskan nafas berat sambil membuka pintu mobil belakang.
" Heeh ... Murai batu, kamu pikir saya ini supir mu? pindah ...!" perintah Zico yang terdengar sebagai ancaman bagi Dea.
" Aku di katain Murai batu? mending lah aku Murai batu, dari pada dia Beruang kutub! Dingin tapi ganas." batin Dea sambil teringat kata-kata ana di dalam lift tadi.
Tzzz ... Zzzz ... Zzzztt ....
Hp Zico terus berbunyi dari tadi, tapi telponnya nggak di angkat.
" Kenapa telponnya nggak di angkat tuan?" tanya Dea.
" Nggak penting!" Zico kembali meletakkan Hp nya dan kembali fokus menyetir.
Tzzz ... Zzz ... Zzztt ....
Hp Zico kembali bergetar, tapi tetap nggak di angkat.
Sekilas Dea melihat siapa yang menelpon Zico.
Mama is calling ....
" Itu mama tuan nelpon kenapa nggak di angkat? mana tau penting." ujar Dea.
" Nggak ada yang penting!" Zico tetap fokus menyetir.
" Aaahhh ... macet lagi ....!" Zico meremas rambutnya kasar.
" Tuan ..." Dea bicara hati hati
" Itu mama nya nelpon terus, angkatlah walau sebentar-," ujar Dea
" Mana tau penting." imbuh Dea.
" Kamu itu budeg atau pikun? saya sudah katakan tidak ada yang penting!" Zico mulai emosi.
" Saya tidak budeg, buktinya saya bisa dengar Hp tuan bunyi dan saya juga tidak pikun seperti yang tuan tuduhkan." bela Dea.
" Tuan percaya nggak, kalau takdir kita itu adalah keputusan dari tuhan?" tanya dea namun tak di jawab oleh Zico
" Di menit ini mama tuan masih bisa nelpon tuan tapi belum tentu di menit berikut nya beliau masih bisa ada untuk tuan,-"
" Bisa jadi saat ini adalah menit terakhir yang tuhan kasih buat tuan mendengar suara mama anda." Celoteh dea.
" Jadi, kamu mendoakan mama saya tiada. Begitu?" Zico tak terima dengan nasehat Dea
" Bu ... bukan begitu maksud saya. Tuan seperti cewe lagi PMS aja." Sungut Dea.
" PMS ....? Apa itu PMS?" tanya Zico yang tak tau apa itu PMS.
" Palang Merah Sebundaran ....hkkhk." Dea menahan tawa ketika melihat raut wajah Zico semakin bingung.
" Dimana ada acara begituan?" tanya Zico lebih kepo lagi.
" Tuan mau kesana? mau lihat acara PMS nya?" tanya Dea sambil menahan tawa.
" Jika itu membuka peluang buat usaha bisnis saya, it's okey." jawab Zico yakin dengan jawabannya.
" Tuan udah punya STNK dan BPKB belom? kalo mau lihat dan tanam saham di sana harus ada syarat wajibnya, yaitu STNK dan BPKB!" Dea menampilkan wajah serius untuk memancing ke kepoan Zico lebih lanjut.
" Heeh Murai batu, jangankan STNK dan BPKB. apapun yang aku mau pun aku bisa beli!" Zico melotot marah.
" Ck ... Kenapa jadi marah? Kalau memang tuan udah punya dan bisa beli semua yang tuan mau, silahkan tuan beli tuh PMS." gerutu Dea sambil memalingkan wajahnya.
" Dasar beruang kutub, hobi nya hanya ada satu , yaitu marah marah ...." omel Dea dalam hati
" Kamu me,-" kalimat Zico terpotong karna Hp milik nya kembali berbunyi.
" Noh mama anda nelpon lagi. Ntar kalo keburu nyawa anda di cabut malaikat neraka sebelum minta maaf dan keridhoan dari beliau, bisa bisa anda semakin di azab karna sudah mengabaikan orang tua." celoteh Dea.
" Diam!" Zico mengambil Hp milik nya dan menjawab panggilan dari mama nya.
" Hallo, ma ..." sapa Zico malas.
" Hallo, sayang. Akhirnya kamu angkat juga telpon mama." sahut mama Zico.
" Ada apa ma?" tanya Zico.
" Nanti kamu pulang kesini ya, nak!" pinta mama Zico.
Lama zico terdiam, sekelabat kata kata dea muncul di telinganya.
(Tuan percaya nggak, kalau takdir kita itu adalah keputusan dari tuhan? Di menit ini mama tuan masih bisa nelpon tuan tapi belum tentu di menit berikut nya beliau masih bisa ada untuk tuan.)
" Nak, kamu bisa kan pulang kesini sepulang dari kantor nanti? Seeebentar ... saja!" mohon mama Zico.
" Iya, ma. Aku akan pulang ke mansion, tapi aku tidak janji untuk bermalam di sana,-" jawab Zico.
" See you, sayang" ucap mama Zico.
Tut ...
Panggilan telpon nya di akhiri oleh mama Zico.
...*...
...*...
...*...
...*...
...Bersambung...
...See you tomorrow every body😘😘...
Thanks ya, yang udah mau mampir dan berkenan ngasih hadiah, like, dan komen yang membangun buat karya receh ini😚
mudah mudahan doen berhasil yah main tembak tembakan sama Dea.
mampir yuk di novelku
Love In Underground
jng lupa mampir lagi kelapak ku say🤗