REYHAN, dia adalah anak angkat yang dituduh telah menghabisi orang tua yang mengadopsinya hingga pada usia 12 tahun memaksanya harus merasakan dinginnya tembok penjara.
tidak ada yang mengetahui jika anak kecil itu hanya difitnah karena pada hari kejadian orang-orang melihatnya memegang pistol yang diduga dipakai menghabisi nyawa orang tuanya. bahkan adik angkatnya pun sangat membencinya karena tragedi itu.
pembelaan yang dilakukan hanya sia-sia, saat diadili tanpa sengaja dia melihat pembunuh orang tua angkatnya ada di sana dia tersenyum pada Reyhan dengan menyeringai kemudian pergi begitu saja.melihat itu api dendam dalam dirinya menyala dan bersumpah akan menghabisi orang yang telah membunuh orang tua angkatnya kelak saat dia dibebaskan dari penjara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N_Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 16 Dia orangnya
Reyhan pulang dengan penuh kecewa bahkan matanya sempat berkaca-kaca karena gagal menemukan Dinda. Sungguh dia sangat ingin bertemu dan menjelaskan jika bukan dia yang telah membunuh orang tua mereka melainkan orang lain
Saat dalam perjalanan hal sial menimpah Reyhan, motor yang ia gunakan tiba-tiba mati karena kehabisan bensin.
"Aduh kenapa aku lupa untuk mengisi bensin." pekiknya.
Dengan terpaksa ia harus mendorong motor itu sampai menemukan pom bensin atau Pertamina nantinya. Setelah lama berjalan akhirnya dia tiba di Pertamina dan segara masuk ke antrian dan menunggu giliran.
"Mengapa lama sekali mereka mengisi bensin mobil itu." Geram Reyhan saat melihat ada satu mobil yang sudah begitu lama tak bergerak hingga membuat antrian macet.
"Hey ada apa ini kenapa mobil itu tidak maju-maju." Teriak salah pengedar yang ada di belakang Reyhan.
"Seperti di depan ada keributan." Ucap wanita yang bersama pengedar itu.
Reyhan yang penasaran memutuskan untuk maju dan melihat apa yang terjadi.
"ISI SEMUANYA JANGAN ADA YANG TERSISA!!" ucap salah seorang pria yang bertubuh gemuk yang seolah mengancam karyawan SPBU yang bertugas.
"Ini tidak mungkin pak, kalau semua ini kami isi maka bahan bakar akan habis dan yang lain tidak akan kebagian." Bantah karyawan SPBU.
"Aaa... saya tidak peduli, pokoknya semua ini harus terisi!" pria gemuk menggerak dengan mata melotot.
"Hey pak, apa-apaan kau ini jika kau mengambil semuanya kami tidak akan kebagian." Reyhan ikut menegur si pria gemuk.
"Yah benar sekali, ini adalah milik negara dan hak rakyat." Ucap salah seorang mendukung Reyhan.
"Hey diam, kalau tidak akan ku ledakan SPBU ini dan membuat kalian semua terluka." Si pria mengancam dengan menodong senjata api ke arah SPBU hingga membuat semua yang ada di sana ketakutan.
Tak berapa lama ada sebuah mobil mewah yang datang lalu keluar seorang pria paruh baya dari sana yang mana dia adalah bos dari pria gemuk tadi
"Ada apa ini, mengapa kau lama sekali?" tanya pada anak buahnya.
"Bos, mereka menolak untuk mengisi semua tong kita." Jawab pria gemuk itu.
"Siapa orangnya?" tanyanya lagi.
"Dia." Si pria gemuk menunjuk ke arah Reyhan.
Reyhan hanya bersikap biasa sampai pria itu berbalik ia begitu terkejut melihat wajahnya. Reyhan membelalakkan mata tak percaya karena dia adalah orang yang telah menjebaknya 10 tahun lalu.
Seketika pipi Reyhan mengeras dan tangannya di kepal ingin rasanya dia datang dan langsung membunuhnya saat itu juga, tapi ia mengurungkan niat saat melihat begitu banyak anak buah yang mengelilingi pria itu.
"Hey anak mudah apa masalahmu, jangan ikut campur." Ucapnya memperingati Reyhan.
Reyhan hanya terpaku dan terus menatap pria itu dengan tatapan yang tajam.
"Kenapa kau menatap ku seperti itu, apakah kau mengenalku?" tanya pria itu.
"Tentu saja aku mengenal mu." Gumam Reyhan
"Apa... tolong keraskan suaramu." Pria itu menatap heran.
Seketika Reyhan tersadar dan mencoba mengontrol emosinya agar tidak bertindak gegabah.
"Maksud ku, aku tidak mengenal mu." Jawab Reyhan, melihat gelagatnya membuat pria itu curiga pada Reyhan.
"Maaf tuan, ini tindakan kriminal jika anda ingin mengambil semua bahan bakar di sini." Untung saja karyawan SPBU langsung mengalihkan perhatian pria itu.
"Oh yah, lalu apa yang akan saya dapatkan jika memaksa untuk mengisi semua tong ini?" ucap Pria itu seolah meremehkan.
"Kau akan di jebloskan ke penjara." Jawab karyawan SPBU mencoba mengancam.
Pria itu terkekeh lalu tertawa terbahak-bahak hingga membuat semua orang yang melihatnya merasa sangat Kesal.
"Siapa yang berani menjebloskan seorang Tiger ke penjara, hahahah." Ucapnya sambil terbahak.
"Jangan membantah, jika kau tidak ingin tempat ini aku hancurkan maka isi semua tong ini. Dan untuk parah pengendara jika kalian ingin bahan bakar, kalian bisa membelinya padaku tapi dengan harga dua kali lipat." Ucap Tiger memainkan alisnya karena merasa senang.
Dibawah ancaman, karyawan SPBU tidak bisa melakukan apa-apa selain menurut keinginan Tiger.
"Dia sungguh biadab, kejayaan mu tak akan bertahan lama karena Reyhan sudah kembali dan akan membuat hidup mu seperti neraka." Reyhan membatin dengan kesal.
Setelah mengisi bensin, Reyhan berlalu pergi meninggalkan Pertamina, tapi dia tidak benar-benar pergi sebab ingin tahu dimana kira-kira Tiger tinggal. Untuk itu dia rela menunggu di tepi jalan sampai akhirnya mobil para anak buah Tiger meninggal pertamina.
"Ini kesempatan ku untuk mengetahui latar belakang penjahat itu." Ucap Reyhan lalu mulai mengikuti kemana mereka pergi.
Setelah lama menempuh perjalanan, akhirnya mereka memasuki kawasan jalan hutan yang tak ada satupun rumah. Reyhan sedikit bingung tapi dia tetap setia mengikuti kemana mobil itu pergi.
10 menit kemudian, mobil itu berhenti di depan sebuh bangunan yang terlihat cukup tua. Sedangkan Reyhan berhenti 1 km dari mereka dan bersembunyi di balik pohon.
Reyhan melihat orang-orang itu menurunkan tong dari mobil dan memasukkannya kedalam bangunan itu. Setelah semuanya sudah beres mereka kembali melanjutkan perjalanan entah kemana, namun kali ini Reyhan tidak mengikutinya.
Setelah merasa aman, Reyhan masuk ke gedung itu dan terkejut melihat begitu banyak tong bensin yang tersusun hampir memenuhi sudut bangunan
"Penimbunan, aku akan memberitahu polis tentang ini." Ucap Reyhan lalu mengambil ponsel bermaksud menelpon polisi. Tapi dia kembali berpikir untuk apa menghubungi polisi jika nantinya Tiger akan tetap bebas secara dia kaya raya di dan licik.
Reyhan meninggalkan gedung itu dan pergi mengikuti kemana mobil-mobil tadi pergi. Sekarang dia ingin tahu di mana markas Tiger berada.
"Mension, ditengah hutang begini wah sepertinya ini dia markas mereka." Ucap Reyhan sedikit terpukau melihat bangun mewah di hadapannya.
Sebelum masuk, ia terlebih dahulu melihat keadaan di gerbang.
"Sial, di sana banyak penjaga bagiamana cara ku masuk kalau seperti ini." Batin Reyhan kebingungan.
lalu tak berapa lama...
"Kalian, ayo masuk bos meminta kita untuk berkumpul di lapangan." Salah seorang di antara mereka datang untuk menyampaikan perintah dari bosnya.
"Ini kesempatanku." Diam-diam Reyhan mengikuti mereka memasuki gerbang lalu ia bersembunyi lagi.
Setelah merasa cukup aman, dia mulai melanjutkan aksinya. Karena semua penjaga di panggil, Reyhan dengan mudah masuk kedalam Mension itu tanpa halangan.
"Ini sangat besar, bagiamana aku bisa menelusurinya." Ucapnya merasa ragu.
Disaat dia berpikir, tiba-tiba ia mendengar langkah kaki menuju kearahnya. Reyhan yang panik langsung bersembunyi lagi di balik tiang, ia mengintip dan melihat salah satu anak buah Tiger yang tengah berjalan terbaru-buru.
Melihat seragamnya, Reyhan seketika memiliki ide. Saat orang itu melewatinya, dari belakang dia langsung menyerang dengan memukul leher pria itu dan saat itu juga jatuh dan pingsan. Reyhan menyeretnya lalu mengambil seragam pria itu.