Siti Aisyah dokter muda cantik,ia terlahir sebagai yatim. namun kehidupannya sangat bahagia karena dikelilingi orang orang yang begitu menyayanginya sampai akhirnya ia harus menikah karena sebuah ancaman dari seorang pria berkuasa. Ia harus mengorbankan masa depannya untuk sebuah pesantren dan orang yang ia sayangi.
Bastian putra anggara pria berkuasa memiliki segalanya,pria yang selalu menghabiskan malam malamnya dengan miras dan ditemani wanita wanita penghibur
Muhammad Hafiz Ramadhan pria yang selalu ada di samping Aisyah,mencintai dan menyayangi Aisyah dengan tulus
akankah pernikahannya berujung bahagia atau sebaliknya
Ikuti perjuangan Aisyah,terima kasih....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MAKAM MALAM
Hari itu Aisyah sangat sibuk di temani asisten rumah tangga dan uminya,mereka memasak banyak sekali. Aisyah bukan saja seorang dokter yang cantik dan cerdas,tapi ia juga pandai memasak. Bakat memasaknya ia dapat dari uminya yang seorang juru masak di pesantren.
"Sayang kamu jangan terlalu kecapekan,ingat kandungan mu" Bastian memperingatkan Aisyah yang terlalu sibuk di dapur.
"Iya sayang bentar lagi juga selesai" Jawab Aisyah
"Iya Ais sebaiknya kamu istirahat dulu biar umi sama bi minah yang menyelesaikannya" Imbuh umi
**
Sementara itu Hafizah yang telah menerima telepon dari Aisyah segera memberitahukan kepada pak Abdullah dan Hafiz bahwa mereka akan makan malam di rumah Aisyah dan Bastian malan ini.
Selepas shalat Magrib mereka berangkat ke rumah Aisyah,mereka akan shalat Isya bersama di sana kemudian dilanjutkan makan malam.
Mobil Hafiz telah memasuki halaman rumah Aisyah. Hafizah merasa hatinya berdebar-debar,ini adalah pertemuan ke duanya dengan Bastian setelah pertemuan di hari sebelumnya di rumah umi.
Mereka disambut hangat oleh tuan rumah.
Bastian memamerkan kemesraannya dengan Aisyah di depan Hafiz. Ia berpikir Hafiz harus tahu bahwa Bastian begitu mencintai Aisyah dan pantas untuk Aisyah,Hafiz juga harus tahu jika Aisyah sangat bahagia hidup bersama Bastian.
Semua orang senang melihat kebahagiaan mereka,namun ada dua orang yang secara tidak sengaja merasa sakit menyaksikan semua ini.
Jika Hafiz sudah bisa mengikhlaskan Aisyah untuk Bastian demi kebahagiaan Aisyah,namun beda halnya dengan Hafizah entah kenapa ia begitu sakit menyaksikan kemesraan itu.
Semua anggota keluarga berkumpul di ruang tengah sambil berbincang menunggu datangnya waktu shalat Isya.
Bastian masih menempelkan tubuh Aisyah dengannya,ia memeluk pinggang istrinya dari samping. Hafizah tak tahan melihatnya.
"Maaf saya permisi dulu ingin cari angin di luar" Ucap Hafizah berpamitan lalu pergi ke luar rumah meninggalkan mereka yang tengah asyik di ruang tengah.
Rasa bersalah Bastian kembali lagi.
'Hafizah maafkan aku atas semua yang ku lakukan pada mu di masa lalu,tapi kenapa kau seperti menghindar dari ku,apa perasaan itu masih ada?' Bastian
'Apa-apaan aku ini,kenapa hati ku begitu sakit menyaksikan kebahagiaan mereka? Apa aku masih mempunyai rasa untuk Bastian? Tak seharusnya aku mencintai pria yang sudah beristri' Hafizah
Semilir angin malam menerpa gamis Hafizah,ia sedang bimbang dengan perasaannya. Sebisa mungkin ia menepis perasaan itu,namun semakin kuat usahanya semakin jelas pula ukiran nama Bastian di hatinya.
'Ya Allah jangan biarkan hamba berbuat dosa,Bastian sudah menjadi suami kak Aisyah namun kenapa kau hadirkan kembali rasa yang telah ku kubur dalam-dalam itu'
Aisyah berusaha menata hati dan perasaannya agar tak nampak di hadapan mereka.
Suara adzan Isya berkumandang,semua yang ada di ruangan segera mengambil air wudhu. Hafizah pun begitu.
Mereka melaksanakan shalat bersama. Pak Abdullah menjadi imamnya. Selesai shalat mereka menuju ruang makan. Makanan sudah di tata rapi oleh bi minah di atas meja. Aisyah dan Bastian duduk bersebelahan berhadapan dengan Hafiz dan Hafizah serta pak Abdullah. Sedangkan umi duduk di samping Aisyah.
Sebelum makan mereka membaca doa dipimpin pak Abdullah. Selama acara makan berlangsung tidak ada satu pun yang bersuara. Tiba-tiba Bastian mendorong sesendok nasi beserta lauk ke mulut Aisyah.
"Aak..." Bastian menyuruh Aisyah membuka mulutnya.
Semua mata melihat ke arahnya. Aisyah pun dengan malu-malu membuka mulut dan memakan suapan Bastian. Semua yang melihatnya tersenyum.
"uhuuk huuk..." Hafizah tersedak makanan
"Kamu kenapa..?" Tanya Hafiz dan langsung menyodorkan segelas air putih kepada Hafizah.
Sungguh Hafizah tidak sanggup harus menyaksikan semua ini.
'Aku harus pergi lebih dulu,aku tak kuat lagi' Hafizah
"Maaf semua,saya harus duluan" Ucap Hafizah berpamitan.
"Kamu mau kemana...?" Tanya Hafiz
"Tiba-tiba perutku sakit kak...maaf ya saya tunggu di depan saja" Hafizah lalu meninggalkan ruang makan.
'Kenapa...? Kenapa aku jadi seperti ini,harusnya aku bahagia melihat kak Aisyah bahagia. Kak Hafiz saja bisa kenapa aku tidak' Hafizah kesal pada dirinya sendiri.
Ya cinta...!!! Terkadang cinta hinggap di tempat yang salah.
Cinta tidak tidak bisa memilih,dimana ia akan tinggal. Cinta juga tidak selalu sejalan dengan logika. Bukan salah cinta namun begitulah adanya,terkadang memang rumit dan tidak bisa di mengerti.
Hai readers jangan lupa read,like & vote ya,,,untuk readers baru jangan lupa juga rate 5 sebagai penyemangat author. Author sangat berterima kasih atas partisipasi kalian semua,semoga kita selalu dalam keadaan sehat walafiat dan murah rejeki...aamiin
mampir juga ya karyaku. 'takdir cinta sang pengantin pengganti'