Hati siapa yang tak hancur ketika orang yang sangat dicintai ternyata berkhianat.
"Apa salahku, Mas?"
"Maaf, aku mohon."
"Apa perbuatan kamu layak dimaafkan?"
Akankah Fani memaafkan pengkhianatan suaminya? Atau Fani akan mendapatkan pengganti yang lebih baik dari suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marishana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dunia Maya
Hari libur adalah hari yang paling dinantikan oleh semua orang, termasuk aku yang bekerja kantoran. Aku menghabiskan waktuku bersama Rafa, putraku. Aku membawanya jalan- jalan ke Mall, atau ke taman bermain.
Aku berusaha membuat Rafa bahagia dan tidak merasa kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya. Mungkin dia dalam hatinya bertanya mengapa kedua orang tuanya tidak tinggal bersama, suatu saat nanti dia akan mengerti dengan keadaan kami.
Kadang juga di hari libur Mas Rasya menjemput Rafa untuk sekedar jalan-jalan atau kerumah Ibunya. Aku tidak pernah melarang atau membatasinya, walau bagaimanapun mereka sedarah tidak bisa dipungkiri, dan juga Mas Rasya sangat dekat dengan anaknya
Saat Rafa pergi bersama ayahnya, aku tinggal di rumah bersama Bi Rahmi, kebetulan aku sudah kembali ke rumahku sendiri. Mau keluar bersama teman-teman, malas juga, aku juga membatasi diri bergaul dengan teman laki-laki, aku menghindari fitnah karena status aku seorang janda. karena aku tau status seorang kadang serba salah, dipandang negatif kalau jalan bersama laki-laki biarpun kami hanya teman atau jalan bersama dengan teman-teman yang lain
Biarpun status ku janda setidaknya menjadi janda terhormat.😀
Aku menyibukkan diri di rumah, karena lagi viral nya tanam bunga-bungaan, aku juga mulai menanam bunga. Banyak jenis bunga yang aku beli online, sehingga dalam waktu beberapa hari saja halaman depan dan belakang penuh dengan bunga-bungaan. Mulai dari Aglo-agloan, puring-puringan, chalatea an, sampai janda- jandaan (janda bolong, janda sobek😀) aku koleksi semua.
Aku merasa senang dengan hobby baruku itu. di samping cantik kalau memang dipelihara dan ditata dengan baik , juga mengurangi stress.
Setelah selesai dengan dunia perbunga-bungaan, aku membersihkan diri dan kembali ke halaman belakang, kebetulan di taman belakang ada gazebo yang di dekatnya ada kolam ikan. Aku memang sering kesitu hanya sekedar duduk sambil memainkan gawaiku. Dulu juga begitu aku dan Mas Rasya tempat ini menjadi tempat favorit kami setelah kamar tidur kami tentunya.
Aku buka gawaiku dan membuka aplikasi sosmedku. Aku lihat-lihat beranda banyak postingan - postingan teman-teman yang lagi menghabiskan waktu bersama dengan keluarganya. Aku juga tak mau kalau mau posting sesuatu di sosmedku, aku mengambil foto bunga-bungaku yang cantik kemudian mempostingnya di sosmedku dan memberi caption
"Jangan menunggu seseorang membawakanmu bunga, tapi tanamlah kebun bungamu sendiri. "
Setelah puas berselancar di dunia maya, aku membaca novel disalah satu aplikasi di gawaiku. Aku membaca sebuah novel yang membuatku senyum-senyum sendiri.
Karena banyak bunyi notifikasi singkat yang menandakan pesan masuk di akun sosmedku. Aku kembali membuka aplikasi itu dan melihat sudah banyak yang memberi llke dan comment.
Aku buka semua teman yang like dan kemudian yang memberi komentar. Rata-rata yang memberi komentar adalah teman-teman yang aku kenal, termasuk Mas Rasya ikut komentar.
" Hobby baru ya🌷?" komentarnya.
Aku cuma like saja tanpa mengomentarinya.
Aku terus membaca tiap komentar yang ada, hingga mataku tertuju pada sebuah akun yang tidak aku kenal ikut berkomentar.
" Bisakah aku termasuk orang yang kau tunggu untuk membawakannya untukmu?"komentarnya.
Hatiku bertanya-tanya siapa pemilik akun tersebut, aku buka profilnya, hanya hamparan padang rumput yang menjadi profilnya.tidak ada satupun foto dirinya yang dia posting. Isi postingannya hanya kata-kata bijak dan kata puitis yang menyentuh.
Aku berfikir mungkin saja itu seseorang yang aku kenal hingga aku membalas komentarnya.
"Boleh saja ... tapi kita barter bunga ya ?😃" balasku setengah bercanda.
Tingg.
Sebuah notifikasi masuk di messenggerku. ternyata orang yang mengomentari postinganku.
" Hai....bunga🌹" isi pesannya.
Masih menganggap itu orang yang kukenal aku kembali ikut bercanda.
" Hai juga bunga🌷" balasku.
"Aku kumbang🦋🦋" balasnya lagi.
Waduhhh....Apa ini isyarat kalau dia pria, tapi siapa sih bikin penasaran saja,pikirku.
Mungkin karena tidak ada balasan dariku dia kembali mengirimkan pesan.
"Masih pingin barter bunga ??🌹" isi pesannya lagi.
"Sorry, aku nggak bisa kalau nggak kenal siapa anda," balasku memberi alasan.
"Tiap kupu-kupu tahu mana bunga yang pantas untuk dirinya," katanya puitis.
"Siapa sih?" Tanyaku mulai penasaran.
" Suatu saat kamu akan tau, karena biarpun aku mengatakan siapa aku kamu mungkin lupa denganku, yang jelas aku sangat mengenalmu." Balasnya membuat aku semakin penasaran.
"Stress ini orang pikirku, ah nggak usah balas palingan akun palsu, sekarang kan banyak akun- akun palsu yang gentayangan di sosmed.
Aku tidak menggubris lagi semua pesannya hingga dia melakukan panggilan di mesengger. Malas meladeninya, akhirnya aku menyimpan gawaiku dan kembali melihat bunga - bunga yang ada di halaman belakang.
Hingga hari-hari berikutnya aku sering melihat postingannya yang lewat berandaku, dia mengunggah kata-kata bijak dan puitis.Meskipun kata-kata tersebut dia bagikan ataupun copy paste di google.
Aku tidak berniat menmblokirnya karena postingannya sangat puitis, dan kata-kata bijak yang bisa dijadikan pelajaran dan motivasi. Dan akupun menyukai postingan seperti itu. Meskipun aku hanya membacanya tanpa memberikan jempol ataupun komentar.
Hingga pada suatu hari dia memposting sebuah postingan berada disebuah hotel kemudian dia memberikan lokasi dimana dia berada pada postingannya itu. Hingga aku mengambil kesimpulan bahwa dia berasal dari kota tersebut.
Aku berpikir sejenak, mengingat teman-temanku yang tinggal di Pulau Kalimantan, tapi yang aku ingat memang ada beberapa tapi aku mempunyai nomor teleponnya. Dan kamipun sering melakukan komunikasi.
Aku buka kembali kotak messenger disitu banyak isi pesannya tanpa aku balas. Yang terbaru satu jam yang lalu dia mengirimkan pesan.
Aku pura-pura sok tau tentang dirinya hingga aku mengirimkan pesan.
"Aku udah tau siapa anda," isi chatku.
Satu menit, lima menit hingga satu jam tidak ada balasan.
Aku menyesalkan yang telah aku lakukan.Kenapa juga aku kirim pesan sama dia.
"Malu -maluin aja kamu Fani kataku dalam hati mengutuki diriku sendiri".
Hingga setelah dua jam berlalu baru ada balasan.
"Sorry baru balas, Alhamdulillah akhirnya kamu ingat aku, tapi aku nggak yakin😀" isi pesannya
"Kenapa baru balas sih"? lagi-lagi aku menunjukkan kalau aku sangat mengharapkan kiriman pesan darinya.
"Bunga...Bunga...kamu kangen ya sama si kumbang? jawabnya
Selama perkenalan kami lewat dunia Maya dia selalu memanggilku bunga, padahal dia tahu namaku lewat akun media sosialku karena aku memakai namaku sendiri, sedangkan dia, akun media sosialnya sendiri menggunakan nama "Silent Love".
" Anda jangan ke PD an " balas ku
Untung hanya kirim pesan seandainya di depan orang tersebut mungkin aku malunya setengah mati.
Tapi gimana sih tampang orang ini,. kalau dia pria, kira-kira umurnya masih muda atau bapak-bapak yang udah tua, terus hitam dan perut buncit. Idihhh... amit-amit deh kataku dalam hati sambil tersenyum geli membayangkannya.