NovelToon NovelToon
Bocah Kambil

Bocah Kambil

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:523.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Doris Gaverna

Bimo mengayuh sepedanya di tengah sinar jahat mentari. Entah melamunkan apa dia saat itu, ia tidak sadar sudah sampai di perempatan lampu merah dan tidak sempat mengerem sepedanya. Nahas, dia sangat terlambat. Ia menghantam seorang gadis yang berhenti di depannya.

Dimensi dalam diri mereka berhenti. Namun, lampu dengan cepat berubah hijau. Sejak kejadian itu, Bimo dihantui rasa penasaran karena perempuan itu sangat familiar baginya.

Hari ini, Adeth berangkat terlalu pagi. Kelas dan sekolahnya masih sepi. Tidak lama kemudian, muncul seorang lelaki dari balik pintu kelasnya untuk meminta bantuan. Adeth terkejut melihat lelaki itu.

Hai, terima kasih sudah mampir! Jangan lupa tekan tombol suka dan vote, ya, agar saya semangat untuk berkarya setiap harinya. Bagikan juga ke teman-teman kalian, ya, siapa tahu suka, karena dukungan dari kalian semua sangat warbyasah!

Find me on social media
IG: @dernatasw or @dahelart
FB: Derna Taswara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Doris Gaverna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

015. Episode 15

Suara ketukan dari jendela membuat Adeth terjaga. Jam di kamarnya masih menunjukkan pukul setengah lima pagi. Bahkan, alarm yang sengaja disetelnya belum berbunyi. Mamanya melambai-lambai kepada dirinya yang masih setengah menutup mata. Mama benar-benar alarm9 paling baik di dunia.

“Hei putri tidur, bangunlah. Kau mau ikut kami tidak?”

Adeth memfokuskan penglihatannya. Di luar kamar, mamanya berdiri dengan dua orang kakaknya dan papanya. Semuanya memakai pakaian olahraga.

“Mau ke mana?” tanya Adeth sambil menguap lebar.

Mamanya menaikkan alis.

“Kau lupa dengan rutinitas kita setiap Minggu pagi? Bukannya kau sendiri yang mengusulkan untuk melakukan jogging setiap satu minggu sekali?”

Adeth terperanjat. Ia langsung mendudukkan dirinya ke tempat tidur dengan keadaan seperti layangan putus. “Aku akan bersiap, tunggu lima belas menit, ya.”

“Tidak perlu mandi. Kami juga belum mandi, kok. Nanti sarapan di jalan juga,” sahut Gita, kakak perempuan Adeth yang memiliki tubuh semampai dengan rambut coklat terang sepundak yang selalu dikucir kuda. Parasnya juga cantik. Wajahnya terlihat natural tanpa apapun karena Gita benci make-up.

“Seorang perempuan tomboy tidak butuh make-up, bahkan bedak sekalipun,” katanya.

Adeth hanya mengangguk. Dalam waktu kurang dari tiga menit, dirinya sudah berganti pakaian yang sama dengan keluarganya, lengkap dengan sepatu lari yang masih kinclong, baru dibelinya beberapa hari lalu. Adeth mengikat rambut panjangnya dan mengenakan jepit biru miliknya. Ia mengangguk kepada keluarganya. Mereka berangkat untuk mengitari taman tengah kota tatkala matahari baru saja timbul dari ufuk timur dengan kabut pagi yang masih menyelimuti bumi.

Adeth berjalan paling belakang di barisan keluarganya dengan setengah melamun. Matanya masih berat karena dibangunkan paksa oleh Mamanya. Mata beratnya ia layangkan kesana kemari, melihat-lihat aktivitas yang dilakukan warga ibu kota setiap paginya. Para jamaah masjid yang baru usai sholat subuh, jalanan yang masih lengang, rumah-rumah yang sebagian masih tertutup, toko kelontong yang baru buka, dan banyak aktivitas yang masih dalam batas wajar lainnya. Meskipun beberapa tidak wajar, seperti petugas kebersihan jalanan yang mencoba memadamkan tumpukan sampah yang dibakar dengan spirtus, orang kantoran yang berangkat bekerja padahal hari Minggu, dan tukang becak yang memasang standard pada becaknya. Adeth hanya geleng-geleng kepala. Tiba-tiba, sebuah tepukan yang lumayan keras menghantam tengkuknya dan membuatnya mengaduh kesakitan.

“Melamun lagi. Sudah punya pacar, ya, kamu? Kerjaannya melamun mulu akhir-akhir ini. Kepikiran terus, kan? Ngaku aja, nggak bakal gue bocorin,” ujar sebuah suara lelaki milik kakak laki-laki tertuanya, Bisma sambil memeluk kepala adiknya dengan sebelah tangan.

“Punya pacar itu nggak enak, lho. Kamu nggak akan bisa ngapa-ngapain lagi sebebas saat kamu jomblo. Yah, meskipun begitu tapi ada senangnya juga, sih,” celetukya lagi.

“Ih, apaan, sih? Nggak ada kerjaan lain apa, selain ngurusin urusan orang? Aku, kan, nggak buaya kaya kamu!”

“Aku?” jawab Bisma cuek sambil menunjuk dirinya sendiri dan menoleh ke sekitar tempatnya berjalan. “Maaf, orang yang Anda maksud sedang tidak aktif.”

“Humormu sampah!” teriak Adeth kencang seraya berlari menyusul keluarganya yang telah berjalan jauh dari tempatnya.

“Hei, kau belum jawab pertanyaanku! Berarti kau punya pacar, kan?”

“Bodo amat!”

Aderh hanya berlari sambil tertawa kecil. Dasar bodoh, pikirnya.

Sesaat kemudian langkahnya terhenti. Adeth berbalik arah menuju Bisma. Bisma yang menyaksikan kejadian ini hanya mampu melongo tanpa melakukan apapun.

“Kenapa kembali? Katanya benci?”

“Siapa juga yang bilang benci? Makin hari makin aneh kamu.”

“Tuh, tadi bilang.”

“Terserah!” dengus Adeth mengakhiri perdebatan, karena tujuan utamanya kembali ke Bisma untuk menanyakan hal yang lumayan penting baginya.

“Kak, aku mau nanya.”

Bisma melirik dengan antusias. Tapi kemudian dia kembali menatap lurus ke depan agar memberikan kesan masih bertengkar dengan adik brengsek tapi manis baginya. Padahal dia menyimak apa yang akan dikatakan adiknya dengan saksama. “Ya sudah tanya saja.”

“Kemarin itu, kamu tahu sendiri, kan, aku pulang agak terlambat dan….”

“Pasti pacaran.”

“Diam sebentar bisa, nggak? Sudah dibilang mau cerita, kok.”

“Ya sudah cerita saja.”

“Tapi nanti kamu nggak bisa diam lagi.”

“Gak, kok, janji.”

Adeth mengambil satu napas. “Jadi setelah pulang aku mandi, dan Barney ada di kamarku. Nggak lama kemudian, Barney menggonggong heboh, seperti habis ngelihat sesuatu. Nah, pas keluar kamar mandi, Barney sudah nggak ada, yang ada aku malah nemuin kotak misterius di atas kasur. Waktu kubuka, isinya novel keluaran terbaru dengan pop up card di dalamnya. Mau tahu isinya apa?”

“Apa?”

“‘I LOVE YOU’ dengan kertas motif bunga hydrangea, bunga biru kesukaanku itu.”

Bisma mengerutkan dahi mendengar cerita adiknya itu. “Jadi semacam pengagum rahasia gitu?”

“Ya. Tapi kelihatannya bukan pengagum rahasia lagi. Malah seperti stalker. Seram juga, sih.”

“Kamu sempat lihat orangnya masuk kamar nggak?”

“Ya, kan, aku lagi mandi. Mana bisa lihat?”

Bisma kembali merenung. Kenangannya menerawang semua kejadian kemarin. Dahinya kembali membentuk lipatan-lipatan.

“Atau jangan-jangan….”

Adeth melirik dengan penasaran. “Jangan-jangan…?”

“Jangan-jangan, stalker itu mencuri kesempatan.”

“Mencuri kesempatan? Maksudnya?”

“Kamu tahu, kan, kemarin aku ngadain reuni kecil-kecilan di rumah kita? Nah, mungkin waktu semuanya sibuk, dia mengambil kesempatan untuk ke kamarmu yang kebetulan kau sedang di kamar mandi. Jadi ada tiga alibi. Si stalker menyamar sebagai temanku dan berpenampilan tertutup agar bisa masuk ke rumah kita dengan leluasa lalu menaruh kotak itu di kamarmu tanpa ada yang merasa curiga, si stalker yang memanjat melalui jendela kamarmu lalu melemparkan kotak itu kemudian segera pergi sebelum ketahuan, dan si stalker memang benar-benar temanku dengan modus seperti alibi pertama. Ditambah lagi, kemarin ada satu anak yang berpakaian tertutup, bermasker juga seperti Alan Walker. Sempat kaget, sih, kirain FBI nyamar.”

Adeth hanya mengangguk-angguk perlahan, “Mungkin semua itu masuk akal. Tapi aku sedikit tidak yakin dengan alibi kedua. Karena pastinya, dia meninggalkan suatu jejak karena terburu-buru dan terlebih dikejar Barney.”

“Ah, iya juga. Berarti yang pertama dan terakhir, ya, ea.” Raut muka Bisma seketika menjadi genit.

“Dih, nyampah lagi.”

Adeth segera berlari menyusul keluarganya lagi.

___________________________________

Sudah minum jahe hari ini? Apaan, sih.

Hai, terima kasih sudah mampir! Bagikan ke teman-teman kalian, ya, siapa tahu suka. Karena, dukungan dari kalian semua sangat warbyasah!

Find me on social media

IG: @dernatasw or @dahelart

FB: Derna Taswara

1
Cut SNY@"GranyCUT"
masin subuh
Cut SNY@"GranyCUT"
mama bagaimana sih.. anaknya cantik kok dibilang wajahnya buruk..
Cut SNY@"GranyCUT"
waduh cantik kok jorok sih ndok.. seminggu gak keramas mambune koyo bunga raflesia arloldi.. namanya keren ya, tapi istilah indonesianya bunga bangkai... 😆
Mukmini Salasiyanti
laaaaa...
waahhhh
ternyata..
ada saingan mu, Deth....
Mukmini Salasiyanti
Berdebar..
adrenalin naik..
sePi (sesak pipis) thor..
😄🤣🤣
Mukmini Salasiyanti
maaf thor..
bocah Kambil itu apa ya artinya??
Mukmini Salasiyanti
nyimak thor
salken
Rahma Husnul
dr tutur bahasanya, penulis punya pemikiran yg dewasa. meski yg di sajikan cerita anak SMA ... keren 👍👍👍
Rahma Husnul
suka dg pemilihan katanya. terus semangat berkarya ya 💪💪💪
Dawet_Legi
hai kak aku mampir, kapan" mampir baca karyaku juga ya..thanks🙏☺️
ruhaynizz
mampir nih thor
Zuai Azmi
satu vote buat athor 👍👌
r4tn4🌛
penasaran sama judulnya, trnyta ceritanya seru juga👍
harie insani putra
salam kenal ijin meninggalkan jejak di sini ya thooorrr
lembayungsenja88
masalahnya kau terlalu lemah dan dungu bimo
lembayungsenja88
lemah kau Bimo banci heang.
Anita Suwarti
Bocah kambil,, ank pramuka thor???
jd inget tempo dulu pas ikut pramuka,
azkia zain
kok enggak update, kayaknya kan Senin ma Kamis,
مي زين الش
sdh aq kasih vote dan like kakak... . sukses sll ya
im_ha
10 like untukmu ya Thor. mampir juga di karyaku DOAKU BERBEDA DENGAN DOAMU 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!