Di usianya yang ke-17 tahun sebuah aib tiba-tiba mengenai Jessica, saat berada di rumah sakit karena merasakan kondisi tubuhnya yang merasa tidak sehat, terlihat seorang Dokter memeriksa gadis muda yang masih duduk di kelas 3 SMA itu.
"Pergaulan anak muda sekarang memang benar-benar sangat menakutkan." ucap si Dokter kepada Jessica.
Tentu saja Wanita itu sangat kebingungan.
"Apa maksud Dokter?" tanya Jessica yang bingung dengan perkataan Dokter yang memeriksanya.
"Sekarang kau sudah mengandung 1 bulan, apakah ayah dari bayi mu itu sudah tahu?" tanya sang Dokter yang membuat Jessica sangat terkejut.
Bagai petir di siang bolong, tentu saja Jessica sangat terkejut karena 3 bulan lagi dia akan menghadapi ujian kelulusan SMA.
Jessica tidak pernah merasa pernah berhubungan dengan seorang pria, bahkan wanita itu tidak pernah mempunyai pacar sama sekali. namun yang terjadi malah Dokter itu mengatakan kalau dirinya sedang hamil 1 bulan, lalu apakah yang terjadi dengan Jessica. akankah dia mendapatkan jawaban dari kejadian yang dia alami..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Denis membawa Runi pulang
Tuan Gorio benar-benar sangat tidak menyukai keberadaan Runi Rita. gadis sombong dan sok akrab itu benar-benar.
"Eittttt!!! jangan berani menyentuh masakanku, kau dan kekasihmu itu makanlah masakan bibi. masakan ku akan ku makan dengan ayah Gorio!" seru Jessica yang kemudian mengambil 5 piring masakannya.
"Kau benar, Sayang. ini makanan kita." jawab ayah Gorio.
"Jadi wanita ini adalah istrimu." ucap Runi Rita.
"Hem." jawab Denis.
"Dia masih sangat ingusan." ucap Runi Rita sambil menatap wajah Jessica.
"Memangnya kenapa kalau aku masih ingusan, Apakah ada yang salah dengan diriku?" tanya Jessica kepada Runi Rita.
"Dia itu bukan saja gadis ingusan, Sayang. Bahkan dia adalah gadis SMA yang kesasar ke tempatku. Mungkin dia butuh uang." jawab Denis yang membuat Jessica langsung meluncurkan jurus mencibir yang benar-benar sangat ampuh.
"Tentu saja aku harus menyelamatkan diriku, karena kebodohan dua pria. satu suami pinjaman dan kedua Dokter yang menanamkan benih orang tidak punya otak di rahim ku." jawab Jessica yang membuat Denis seketika langsung marah dan berdiri sembari menunjuk Jessica.
"Coba katakan lagi, kau bilang aku apa?! pria tidak punya otak!" seru Denis.
"Memang, Memangnya kenapa?" tanya Jessica yang kemudian ikut berdiri sambil berkacak pinggang dan melotot kepada Denis.
"Ngapain juga kalau harus meladeni dua manusia tidak berguna ini, Jessie. lebih baik kita makan nanti masakanmu dingin, biarkan 2 orang tidak berguna ini melakukan kegiatan mereka." jawab Ayah Gorio yang kemudian mengajak Jessica untuk melanjutkan makan.
"Sayang, Lihatlah mereka berdua tidak memberikanku makanan itu.., kelihatannya masakan itu enak sekali." manja Runi kepada Denis. seketika Jessica langsung menatap Denid sembari melotot dan marah.
"Kalau kau berani mengambil masakan ku, lihat saja pasti aku akan membuatmu berteriak kesakitan dan aku akan membuatmu menjadi pria brengsek!" seru Jessica.
"Memangnya siapa yang akan mengambil makananmu, aku tidak berminat dengan masakanmu itu." jawab Denis yang kemudian mengajak Runi ke ruang tamu. Danis sengaja meminta para pelayannya untuk mempersiapkan makanan dan menaruhnya di ruang tamu.
"Apakah kau marah, Jessica?" tanya Ayah Gorio.
"Memangnya kenapa aku harus marah, Ayah?" tanya Jessica.
"Lalu, apakah kau tidak marah ketika melihat mereka berdua bersama, sedangkan pria itu adalah suamimu?" tanya Ayah Gorio. Jessica hanya mengangkat kedua pundaknya.
"Ayah tahu jawabannya kan, lagi pula aku tidak mau menyia-nyiakan perasaanku ini dan ku berikan kepada pria seperti Putra Ayah itu." jawab Jessica dengan begitu ringan. seolah pria yang dia ajak bicara itu tidak ada hubungan dengan Denis sama sekali.
"Mungkin untuk membuat Jessica jatuh cinta kepada Denis itu akan sangat susah, lihat saja Bahkan gadis ini tidak mempunyai ketertarikan sama sekali dengan Denis. jika suatu saat Putraku itu tergila-gila pada gadis ini, mungkin perjalanannya untuk mendapatkan gadis ini akan sangat berat." gumen Ayah gorio dalam hati.
"Oh ya Ayah, mulai besok Pak Azrul akan kesini untuk melakukan sesi pembelajaran home schooling padaku." ucap Jessica.
"Ya, aku sudah meminta kepada Tuan Simon untuk memperbolehkan putranya memberikanmu pembelajaran. pria itu juga menyetujuinya." jawab Ayah Gorio.
"Aku lebih suka sekolah di rumah, Ayah. daripada aku harus mendengarkan cibiran dari teman-teman ku saat perutku mulai membesar." jawab Jessica.
"Bukan hanya itu, kelihatannya Tuan Simon menyukai dirimu.., kemungkinan besar pria itu menginginkanmu untuk menjadi istri putranya. sedangkan yang aku lihat putranya memiliki perasaan padamu." guman Ayah Gorio dalam hati.
"Apakah kau malu hamil cucu Ayah?" tanya Tuan gorio kepada Jessica. Jessica menggelengkan kepalanya, Gadis itu menatap Ayah gorio yang selalu memberikannya perhatian.
"Tentu saja tidak, Ayah. aku tidak marah, Yang aku takutkan adalah cibiran para teman-temanku yang ada di sekolah. aku takut mereka mengatakan kalau aku adalah seorang wanita murahan, hal itu akan membuat bayi yang ada di kandunganku jika sudah lahir akan mendapatkan perhatian yang buruk." jawab Jessica.
"Aku pikir kau malu karena mengandung bayi itu..," ucap Ayah Gorio.
"Memiliki keluarga adalah sesuatu yang sangat aku inginkan, Ayah. tapi ketika anak ini lahir aku harus merelakannya dan meninggalkannya." jawab Jessica.
Saat mendengar perkataan Jessica, hati Ayah Gorio benar-benar sangat sakit, dia terlanjur menyukai Jessica sebagai putrinya. apakah suatu saat jika Jessica dan Denis berpisah..., mampukah Ayah gorio melepaskan Jessica.
"Sudahlah, kita tidak usah membahas yang sedih-sedih. Ayah ingin kau belajar mengenai perusahaan, Ayah. Ayah ingin kau membantu ayah ya.," ucap Ayah Gorio.
"Memangnya kenapa Ayah? kenapa aku harus membantu Ayah, bukankah setelah bayi ini lahir aku harus segera pergi dan mencari kehidupanku sendiri." jawab Jesicca.
"Ayah tidak akan melepaskanmu, setelah kau melahirkan bayi itu Ayah berniat untuk mengadopsi mu sebagai putri Ayah." jawab Ayah Gorio.
Saat mendengar kata-kata yang diucapkan oleh ayah Gorio Jessica benar-benar terenyuh, gadis muda itu tidak akan pernah memikirkan kalau Pria tua yang ada dihadapannya itu hatinya begitu baik, dan dia begitu menyukai Jessica. setetes air mata keluar dari kedua bola mata Jessica.
"Kenapa kau menangis?" tanya Ayah Gorio.
"Terima kasih Ayah, terima kasih karena memberikan ku kasih sayang." jawab Jessica yang kemudian memeluk Ayah gorio dengan begitu erat.
** bersambung **