Arga seorang ketua geng motor tidak menyangka akan bertemu dengan alya seorang gadis muslimah disaat dirinya sedang merasakan patah hati karena sahabat dari kecilnya eva.
Kehadiran alya mampu membuat arga dengan mudah melupakan eva dan mulai memberikan hatinya pada alya
namun disaat arga memantapkan dirinya untuk bersatu dengan alya yang juga mencintainya justru cobaan dan rintangan silih berganti menghampiri mereka
"Aku tidak menyangka kehadiranmu yang aku kira bisa menyembuhkan luka ku ternyata justru malah memberikan luka baru yang jauh lebih sakit..."Arga
"Ternyata patah hati tidak hanya untuk orang yang cintanya bertepuk sebelah tangan tapi orang yang saling mencintaipun bisa merasakannya..."Alya
Apa saja rintangan yang menghalangi bersatunya dua manusia yang hidupnya jauh berbeda ini?
Akankah mereka bisa bersatu dan melewati rintangan juga cobaan itu?
Ikuti kisahnya ya...😊
selamat membaca😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cuiszy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 16
Arga kini dimasukkan kedalam sel tahanan bersama tahanan lain setelah polisi mendapat kabar kalau kohar meninggal.
ada atau tidak adanya pengakuan dari arga,polisi tetap menjadikan arga tersangka kini pakaian arga pun sudah berganti dengan pakaian tahanan.
"hei anak baru sini lo,pijitin punggung gue"ucap baron yang dianggap bos didalam satu sel yang ditempati arga
Arga mendengar tapi tidak bergeming,arga malah menutup mata namun tidak berniat tidur dia hanya malas meladeni mereka yang arga tau akan membully nya
"wah songong tuh bos,kayaknya harus diberi pelajaran nih"kata ucup memprovokasi
"bener tuh,anak baru belum tau aturan harus dihajar biar paham"lanjut erik
Ada 10 orang termasuk arga penghuni sel tahanan yang kini ditempati arga,
Hanya tiga orang itu yang mengganggu arga yang lain memilih tidak peduli ada yang tidur atau ada yang hanya diam sesekali memperhatikan apa yang terjadi disekitarnya.
Merasa diacuhkan baron,ucup dan erik menghampiri arga yang duduk dipojok bersandar pada jeruji besi.
"hei bangun lo"baron menendang kaki arga
"lo nantangin kita?"ucap erik berjongkok mencengkram kerah baju arga membuat arga membuka mata menatap tajam kearah erik
Erik sempat takut melihat tatapan tajam arga namun dia berusaha tenang.
saat tangan erik melayang ingin memukul wajah arga dengan sigap arga menangkap tangan erik dan memutarnya membuat erik menjerit kesakitan.arga yang melihat ucup ingin membantu langsung berdiri dan mengayunkan kakinya tepat diperut ucup.
baron juga tidak tinggal diam melihat anak buahnya dihajar arga membuatnya ikut melawan, akhirnya terjadi baku hantam di dalam sel tahanan itu.
Arga yang sudah terbiasa berkelahi dan pandai beladiri sama sekali tidak merasa kesulitan dikeroyok tiga orang yang sama sekali tidak paham beladiri,mereka hanya asal pukul saja membuat arga dengan mudah menangkis maupun membalas serangan mereka.hanya beberapa menit saja arga sudah berhasil mengalahkan ketiganya yang sekarang sudah terkapar tidak berdaya dilantai
"ampun...ampun...kita nyerah"ucap baron saat arga ingin memberikan pukulan terakhirnya
Arga yang berjongkok langsung bangun dan kembali duduk ditempatnya semula
"itu akibatnya bangunin singa yang lagi tidur"
"di atas langit masih ada langit,kita lihat apakah mereka masih bisa berlagak sok berkuasa disini"
"sepertinya kita akan punya bos baru"
"diam diam menghanyutkan,ternyata ilmu beladiri nya tinggi"
"sudahlah jangan bicara lagi,yang kuat yang berkuasa disini sebaiknya kita tidak menyinggungnya agar kita tidak kena masalah"
Arga masih bisa mendengar walaupun beberapa tahanan berbisik membicarakan dirinya,tapi arga memilih tidak peduli.
Baru saja ingin kembali memejamkan mata tapi kini matanya justru terbuka sempurna melihat salah satu tahanan yang usianya paling tua diantara yang lainnya sedang ingin melaksanakan sholat.
Arga terus memperhatikan orang itu hingga selesai sholat dan berdzikir. saat sudah melipat sajadahnya arga berjalan menghampiri nya
"assalamualaikum"ucap arga duduk disamping orang itu dan mengulurkan tangan untuk bersalaman
"walaikumsalam"jawab orang itu tersenyum sambil menjabat tangan arga
"apa kabar pak?"tanya arga
"alhamdulilah saya baik,apa kita saling mengenal?"tanya orang itu kemudian
"nama saya arga pak,kalau tidak salah bapak adalah supir taksi yang mengantarkan teman saya waktu itu"jelas arga
Pak supir itu terlihat berfikir kemudian tertawa pelan saat sudah teringat sesuatu"owh kamu itu orang yang ngasih saya kembalian lebih itu ya?yang bayar 500 padahal ongkosnya cuma 300"
Arga mengangguk dan tersenyum"bapak kog bisa ada disini?"tanya arga heran
Pak supir itu terdiam matanya terlihat menerawang wajahnya tiba tiba berubah sendu
"nama saya sudrajat panggil saja drajat"pak drajat tidak menjawab pertanyaan arga namun justru memperkenalkan namanya
"saya panggil pak drajat saja biar lebih sopan"ucap arga
"hahaha,iya saya tidak sadar kalau sudah tua malah menganggap kita seumuran"pak drajat mencoba bercanda
setelah menghela nafas pak drajat kembali berucap"saya tidak sengaja menabrak anak kecil yang tiba tiba lari didepan taksi yang sedang saya kemudikan,anaknya meninggal dan orang tuanya tidak terima lalu menuntut saya agar dipenjara karena saya juga tidak mampu memberikan ganti rugi yang diminta mereka"
"bukankah ini tidak adil?bapak tidak sengaja menabraknya karena anak itu yang tiba tiba berlari dijalan dan ini juga salah orang tuanya yang tidak mengawasi dengan baik"ucap arga
Pak drajat tersenyum mendengar ucapan arga"mau bagaimana lagi,faktanya saya yang membuat anak itu meninggal dan saya tidak bisa membayar tuntutan ganti rugi jadi saya hanya bisa ikhlas sekarang berada disini. saya menganggap ini sebagai ujian memperbaiki diri. mungkin Allah ingin menguji saya apakah saya akan lebih bertakwa atau justru malah tersesat.saya yakin selalu ada hikmah dibalik musibah"terang pak drajat
Arga merenung mendengar ucapan pak drajat,haruskah dia juga ikhlas?apakah ini juga ujian baginya sebelum bertaubat kepadaNya
"butuh bantuan?"tanya pak drajat seakan mengerti apa yang arga pikirkan
Arga menoleh, tersenyum lalu mengangguk"bisakah pak drajat bantu saya bertaubat dan kembali ke jalanNya?"tanya arga
"akan saya bantu sebisa saya,semoga ini menjadi berkah dan pahala bagi kita"ucap pak drajat menepuk pelan pundak arga
Tidak peduli apa yang akan terjadi kedepannya,sekarang yang ingin arga lakukan adalah memanfaatkan waktunya didalam penjara untuk memperbaiki diri.
Mungkin ini jalan yang diberikan Allah agar dia bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi.
semangat
sukses thor
anaknya Eva jg Dateng !!!
ga jelas ?!!