NovelToon NovelToon
Pak Guru! I Love You

Pak Guru! I Love You

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Teen School/College
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: riena

follow Ig @rii.ena

Bastian melotot membaca surat yang ada di tangannya, surat cinta yang di terimanya dari anak perempuan berusia dua belas tahun, surat cinta.

" Cih."
Ucapnya jijik.

Bastian melemparkan begitu saja kertas merah jambu itu dilantai, lalu dengan menggunakan sapu dan sekop sampah, Bastian membuangnya ke dalam tong sampah.

Sepuluh tahun setelahnya, Malam setelah mereka menikah, Bastian baru tahu jika perempuan yang baru dinikahinya adalah bocah yang pernah menulis surat cinta padanya.

Apakah Bastian akan menceraikan Istrinya malam itu juga atau Bastian tetap melanjutkan pernikahan itu, secara Bastian sudah tiga kali gagal menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Jangan menunggu jandamu

Bastian terus memeluk Amel, membiarkan Amel menumpahkan semua emosinya.

" Maafkan saya ya, walaupun saya tidak tahu kamu sebenarnya siapa, yang saya tahu, kamu keponakan Joko, saya melamar kamu bukan karena terpaksa, dan setelah tahu kamu ternyata anak perempuan itu, juga tidak masalah Mel ! Bisakah kamu melupakan kata-kata saya sepuluh tahun yang lalu ? Kita melihat ke depan Mel, rumah tangga kita baru saja mulai "

Bastian melepaskan pelukannya, lalu mengusap wajah Amel yang basah dengan tissue.

" Tergantung Bapak "

" Kok tergantung saya ? "

" Iyalah, apa Bapak menerima cinta saya atau Bapak menikah karena Bapak sudah tua, jadi tidak penting cinta atau tidak, apalagi Bapak sudah tiga kali gagal kan ? "

Bastian tertawa sembari mengacak-acak rambut di kepala Amel.

" Saya tidak ingin berbohong dengan kamu, Mel.

Mungkin benar, saya belum cinta sama kamu, tapi kamu sudah jadi istri saya, semoga cinta itu akan tumbuh bersama seiring berjalannya waktu.

Kamu sendiri ? Masa' masih cinta sama saya ? Itukan dulu cinta monyet ? "

" Iya, Bapak monyetnya "

Amel tertawa, padahal matanya masih basah.

Bisa-bisanya sehabis menangis Amel tertawa.

" Hus, suami sendiri kok di bilang monyet, kualat lho "

" Habisnya Bapak, wong aku cinta beneran dibilang cinta monyet "

Amel cemberut, Bastian Kembali terkekeh.

" Sampai sekarang kamu cinta sama saya ? Ah yang bener ? Pasti kamu lagi ngegombal kan ? Kamu bilang kamu dendam sama saya, sakit hati, yang mana yang bener ? "

" Cinta dan dendam kan jaraknya dekat Pak, seperti bibir dengan hidung. Sama seperti cinta dengan nafsu, hanya di batasi dengan dinding tipis yang tidak kasat mata, bisa saling melihat. Gak jelas mana cinta dan mana nafsu "

Bastian tergelak, analisa yang sangat ngawur.

" Darimana kamu belajar batasan-batasan yang sama sekali ngasal gitu ? "

Bastian bisa menilai, sebenarnya Amel cerdas, cuma faktor ekonomi dan tidak mendapatkan didikan dari orang tuanya membuat Amel menjadi perempuan yang sedikit bar bar, tapi disitu uniknya.

Diantara mantan calon istri Bastian, tidak ada yang seperti Amel. Semuanya anggun dan kemayu, tapi ternyata busuk.

" Ya lihat saja ketika kita mencium seseorang, pipi dan bibir pasti sama-sama menyentuh, tetapi ada rongga keduanya sebagai batas "

Amel membaringkan kembali badannya diatas kasur.

Tangannya memeluk bantal guling.

" Kalau cinta dan Nafsu.... Cinta tanpa nafsu, bohong besar. Memangnya ada seseorang yang jatuh cinta tidak ingin menyentuh orang tersebut ? Enggak kan ? Tapi kalau nafsu tanpa cinta, banyak lah ? Banyak tuh pria -pria yang suka jajan diluaran sana, tanpa cinta, mereka juga bisa melakukannya. Apalagi kalau sesudah melakukan itu, mulut laki-laki akan lemes mengucapkan sayang, cinta, kaya' di novel-novel gitu "

Amel semakin sok tahu.

Bastian cuma nyengir.

" Kamu sendiri, pernah di cium atau mencium sebelumnya ? "

Bastian menatap tajam gerak gerik Amel, terutama wajahnya.

" Ya pernah lah Pak "

" Sama siapa ? Pacar kamu ? "

Tiba-tiba ada perasaan marah yang menyusup di sudut hati Bastian mengetahui jika Amel pernah berciuman.

" Enggak, aku kan pernah bilang kalau aku enggak pernah pacaran. Yang ada, aku sering dicium Carla, Mama waktu selesai akad nikah, terus...."

Amel melirik ke arah Bastian yang wajahnya mendadak suram.

" Terus...."

" Pengen sih dicium sama mo...."

Amel tidak meneruskan kalimatnya.

" Pak, tidur yuk ! Ngantuk, aku capek, jalan-jalannya kan bisa sore atau malem "

Amel menepuk-nepuk bantal yang ada disebelahnya.

" Kamu belum menjawab pertanyaan saya, Mel "

Ya'ela, udah tua tapi gak peka, sudah dipancing-pancing gak ngerti juga.

" Yang mana ? Mencium ? Pernah juga, mencium Alif "

Bastian menghembuskan napas jengkel.

Karena tahu jika Amel barusan mengisengi dirinya.

" Mel, temen kamu itu kan, ya, lumayan ganteng, apa kamu tidak tertarik dengan dirinya "

Dengan terpaksa Bastian memuji Anwar.

" Perempuan yang kita temui di supermarket juga cantik, kenapa Bapak gak nikah saja dengan dia ? Sebagai pengganti calon istri Bapak yang sudah meninggal "

" Kamu itu, ditanya malah balik bertanya, saya bisa melihat kemarahan di raut wajahnya tadi, apa dia cemburu karena kamu menikah dengan saya ? "

" Dia masih sebal dengan Bapak karena Bapak melukai hatiku. Anwar itu jodoh abadi aku, Pak "

" Maksud kamu ? "

" Iya, kalau sampai umur dua lima aku belum juga nikah, Anwar yang akan menikahiku. Atau kalau setelah malam aku mengungkapkan siapa aku, lalu Bapak nyesal dan menceraikan aku, Anwar siap menerima aku "

Amel tersenyum penuh kemenangan.

" Pantesan kamu begitu percaya diri malam kemarin ya ? Jangan mimpi saya akan menceraikan kamu, Mel.

Tidak akan pernah, ingat itu ! Suruh dia segera menikah, jangan menunggu jandamu "

" Ih Bapak, nyuruh-nyuruh dia cepat nikah, dia baru berusia satu tahun diatas aku, Pak, masih terlalu muda "

" Ya sudah, ayo tidur ! Atau mau saya keloni ? "

Bastian akhirnya ikut berbaring di samping Amel.

" Pak "

Bastian hanya melihat ke arah Amel.

" Kita kembali ke rumah orang tua Bapak yuk ! "

" Kamu gak betah disini ? Atau gak suka punya tetangga seperti mbak Nindy ? "

Amel hanya diam menatap wajah Bastian.

" Mel, di manapun kita tinggal, akan ada orang-orang seperti dia yang suka beramah tamah dengan pria-pria yang sudah bersuami atau pria yang menarik bagi pandangannya "

" Tapi Bapak jangan tebar pesona gitu dong ? "

" Saya tidak tebar pesona Mel, saya memang mempesona, buktinya kamu, masih kecil sudah terpesona dengan saya "

Bastian menjepit puncak hidung Amel dengan jari telunjuk dan jempolnya.

" Sakit Pak "

Amel menepis tangan Bastian.

" Gitu saja sakit, belum yang lain "

Amel hanya diam, menatap wajah Bastian yang tampan dan dewasa terus menerus hingga matanya letih dan terpejam.

Melihat Amel yang sudah tertidur, Bastian mengecup dahi Amel pelan lalu beranjak dari atas tempat tidur.

Bastian tidak mengantuk karena dirinya sudah cukup kenyang tidur ketika Amel beberes di dapur pulang dari pasar tadi.

Bastian lebih memilih keluar dari dalam kamarnya, berjalan ke dapur dan memeriksa semua isi lemari dan kulkas.

Dia benar-benar sudah matang untuk menjadi seorang istri, rumah ini baru bisa di sebut rumah setelah ada Amel di sini.

Iseng Bastian menatap ke luar jendela, tepat di

seberang jalan, rumah mbak Nindy.

Hemm, sepertinya suaminya baru pulang, syukurlah, Amel tidak perlu repot-repot membalas ucapan mbak Nindy, pasti dia akan sibuk dengan suaminya.

Tidak tahu mau melakukan apa, Bastian masuk lagi ke dalam kamar.

Memperhatikan Amel yang tertidur pulas, pelan Bastian naik ke atas ranjang, berbaring di belakang Amel, dengan gerakan hati-hati Bastian membawa Amel ke dalam pelukannya.

Amel merasa terganggu, membuka matanya perlahan, sedikit tersenyum, kembali memejamkan matanya.

Bastian jadi gemes.

Tidak perduli Amel akan terbangun dan memberontak, Bastian mencium dahi dan kedua pipi Amel berulang-ulang

...******...

...🌻🌻🌻🌻🌻...

1
Syam
sampai di sini Bastian dan Amel 👍
Syam
cakep mell👍
Syam
mampir kak riie 🤭
zhalwaaa93
klo aku sih gak bakal mau ngasih sekalipun dia ibu kandung🥱
zhalwaaa93
berarti kecebong suamiku mati semua di dalam soalnya sudah lebih 2 tahun nikah blm berkembang perutku🤣🤣
zhalwaaa93
bener tuh mel, aku jg gak mau kasih pegang uang banyak2 ke pak misua😂
zhalwaaa93
mama dina sama gesreknya dgn pak joko🤣
zhalwaaa93
😆😆😆
maya dhaniel
oooo ini kisah kakek Bastian sama nenek Amel ya, mertuanya birru samudera, hhmmmhhhh, cerita d lapak sebelah udah khatam, makanya pindah ksini, pokok e disusuri novelnya 😁😁
maya dhaniel
menghibur
Rania Syafira
Luar biasa
Mmh dew
🧡💜💙❤❤💛
bibuk Hannan & Afnan
terus panggilnya apa dong, emak riena aja gt ya
bibuk Hannan & Afnan
lbh ganteng si tp wajahnya macho serem thor, pas karakter Rendi yg psikopat
bibuk Hannan & Afnan
aelahh mana Amel denger mas bas klo ngungkapin nya dlm hati
bibuk Hannan & Afnan
hadeuuhhhh mel Amel km gokil banget si gemesinnn, bisa²nya lg ciuman sm paksu inget sama Anwar 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yulias Fe
Kecewa
Yulias Fe
Luar biasa
syafica putri
ya ampyun kk rii selama d fz bru kmaren kk ksh tay d NT ada krya kk,cus estafet aq bcanya, pdhal di nt aq cm bca krya author ksayangan aja eh skrg krya kk nambah d dftar favq,cm 2 author ksangan yg aq bc d nt nnsetia nunggu krya selanjutnya
Mryn
SeRuuu Ceritanyaaaa 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!