NovelToon NovelToon
LELAH

LELAH

Status: tamat
Genre:Teen / Contest / Patahhati / Kriminal / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: melciballu

Dalam hidupku, tak pernah mengenal kata 'bahagia'. Setiap hari diriku selalu disiksa, di hina di bully dan yang paling menyakitkan adalah kadang orang tuaku ikut andil dalam menyiksaku.

Hanya satu kata yang mewakili perasaanku sekarang ini ' Lelah '. Aku lelah menghadapi hidup ini.

"kapan aku bahagia? " kalimat yang sering muncul dalam benakku.

kata orang aku adalah penghancur, aku sudah mengancurkan banyak sekali harapan bahagia keluargaku, begitu kata-kata mereka.

Tapi aku tetap sabar menghadapi ujian ini, aku hanya menunggu di mana saatnya Tuhan memanggil kembali diriku, mungkin aku tidak akan tersiksa lagi jika saat itu tiba.




bagaimanakah kisah hidup Divina, apakah dia akan merasakan bahagia juga?

yuk ikuti ceritanya...

MOHON MAAF BILA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH ATAU CERITA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon melciballu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 15

**Kadang aku merasa lelah dengan semua ini, hidupku hanya kepalsuan belaka..dimana diriku diasingkan dan tidak dianggap, bahkan siksaan pun aku dapatkan dari segi manapun.

apa yang dipikirkan orang lain tentang diriku? aku bukanlah sebuah benda mati yang tidak pernah merasa sakit, tapi aku selalu merasa sakit disetiap saat dan waktu**.

.......Divina........

kini Divina sudah benar-benar tidak sadarkan diri di ruangan gelap nan sunyi itu. Hidungnya juga sudah mengeluarkan darah segar dengan wajah yang sembab dan jaket yang dipakainya tadi siang pun sudah tidak ada. Terlihat sekali banyak bercak darah di sekitar pakaiannya itu.

setelah dirinya disiksa lalu Ia ditinggalkan begitu saja membuat hatinya sangat sakit. Sudah sekitar tiga jam dirinya terkurung seorang diri ditempat ini dengan kondisi tubuh yang bertambah parah dimana di seluruh tubuhnya terdapat lebam bahkan terdapat sebuah benjolan di pelipis nya.

Tubuh yang terkulai lemas dilantai dingin itu terlihat sangat pucat. setelah pingsan selama beberapa jam akhirnya Divina bangun dan melihat kondisi ruangan yang gelap gulita tidak ada cahaya sedikit pun.

" to-long....sia-pa-pun to-long aku...." ucapnya dengan suara yang lemah dan bergetar kejadian beberapa tahun yang lalu terus menari-nari di pikirannya.

mendengar tak ada suara membuatnya semakin ketakutan apalagi di ruangan ini sangat lah gelap tidak ada setitik cahaya pun yang akan memberikan secercah cahaya untuk sedikit meneranginya.

" to-long....hiks..hiks..hikss, kak Zikoo.." lirihnya dengan Isak tangisnya.

kenangan masa lalu menyerangnya membuatnya kembali sulit bernafas. " to-long..." lirihan terakhir yang terdengar sebelum Divina kehilangan kesadarannya kembali.

samar-samar terdengar suara seseorang yang memanggilnya dan menepuk pipinya dengan pelan. Cahayanya juga sudah terang menurut Pemikiran nya walau dengan mata tertutup tapi Ia bisa merasakan nya.

...----------------...

Saat Ziko ingin mengambil minum di kulkas tak sengaja telinganya mendengar pembicaraan para pelayan yang membuatnya sangat terkejut. " Kasihan sekali yah...walaupun dia cuma pelayan tidak seharusnya Tuan berbuat seperti itu padanya " Ujar seorang wanita dengan suara pelan tapi Ziko bisa mendengar semua itu.

Lalu pandangannya mengarah pada seorang wanita paruh baya yang sedang duduk di kursi dapur itu. Wanita itu tak lain adalah bik Rum kepala pelayan dirumahnya. Wanita itu tampak murung dan terlihat matanya yang sembab bahkan sesekali terlihat ia sedang menghapus air matanya yang mengaliri pipi keriputnya.

apa yang terjadi?

" aku nggak nyangka, ternyata Tuan Tommy sekejam itu..selama ini dia adalah orang yang baik, tapi apa yang Divina lakukan hingga dia bisa marah seperti itu?" ujar Risa yang kini menimpali.

ada apa sebenarnya?

" iya, aku lihat dia menarik Divina ke arah gudang bawah tanah dan ada nyonya juga yang mengikutinya dari belakang"

mendengar penuturan wanita itu membuat Ziko tanpa sadar langsung berlari ketempat yang tadi disebut oleh pelayan wanita itu. " ya Tuhan, apa yang ayah dan bunda lakukan.." ujar Ziko yang panik. Tiba-tiba saja pikiran buruk langsung menghinggapi otaknya, mengingat kembali saat usia mereka tujuh tahun saat tak sengaja Divina memecahkan guci milik ayahnya dan Membuat Divin dikurung hingga ia pingsan.

setelah melangkah agak jauh, kini tibalah Ziko di halaman belakang rumah terdapat sebuah bangunan yang tak terurus dan terkesan horor apalagi ditumbuhi tumbuhan merambat disekitar temboknya. Langsung saja ia masuk kedalam dan menuruni sebuah tangga yang membawanya ke gudang bawah tanah.

gelap, itu yang dilihatnya. Tak ada setitik cahaya pun yang menerangi ruangan dingin itu. Dengan cepat ia mengambil ponsel yang berada di kantong celananya dan menghidupkan senternya. Ziko mencari saklar lampu disekitarnya lalu dihidupkannya lampu itu.

setelah lampu menyala Ziko mematikan senter handphone nya dan kembali menyimpannya. Dilihatnya ruangan yang temaram itu, seperti tidak ada orang, lalu bagaimana bisa para pelayan mengatakan bahwa ayah dan bundanya membawa Divina kemari.

saat hendak keluar tak sengaja ia mendengar sebuah suara yang sangat kecil. " to-long.... sia-pa-pun to-long....aku"

Ziko kembali berjalan dengan langkah kecil mencari asal suara itu.

" to-long....hiks..hiks..hiks.., kak Ziko..." mendengar namanya disebut membuat Ziko semakin mencari asal suara itu dan Tantu saja ia mengenal siapa pemilik suara itu.

Degup jantungnya menggila saat melihat seorang yang terbaring dengan tubuh yang dipenuhi bercak darah. " to-long.." ujarnya lagi sebelum kesadarannya kembali menghilang.

" Divinaaaa" pekiknya saat melihat lebih jelas ternyata orang itu adalah saudaranya.

" Div, bangun Divvv" Ziko terus menepuk pipi Divina berharap ia akan sadar tapi nihil Divina sudah benar-benar tidak sadarkan diri.

Air mata Ziko jatuh membanjiri wajahnya, terlihat juga wajahnya yang memerah menahan emosi. " kenapa kalian tega melakukan ini.." ujar Ziko dengan suara tertahan.

Dengan cepat Ziko meraih tubuh saudaranya dan menggendongnya keluar dari ruangan terkutuk itu. " ku mohon bertahanlah Div..Tuhan tolong berikanlah dia kekuatan" tak hentinya Ziko memanjatkan Doa.

...----------------...

" keluarga pasien " ujar Seorang dokter yang baru saja keluar dari ruang UGD.

mendengar suara dokter sontak saja Ziko bangun dari duduknya dan menghampiri dokter itu." saya saudaranya, bagaimana keadaannya dokter.." tanya Ziko yang khawatir.

" kondisi pasien sudah sedikit membaik, hanya saja ada sesuatu yang aneh.." jelas Dokter itu.

" aneh bagaimana dok?"

" sebaiknya adek ikut saya dulu" Ziko mengangguk dan mengikuti langkah dokter itu hingga tiba disebuah ruangan yang diyakininya adalah ruangan dokter itu.

" apakah pasien mempunyai riwayat penyakit lain?" tanya Dokter itu.

" setau saya tidak.."

" tapi pada hasil ronsen yang kami lakukan terlihat ada sesuatu yang berbeda dari pasien" jelas dokter tersebut.

" apa maksudnya? apakah maksud anda saudara saya sakit?"

" ya, itu mungkin saja terjadi..tapi untuk memastikan lebih lanjut lagi kami perlu mengambil Sempel darahnya dan memeriksa di laboratorium"

dengan perlahan Ziko mengangguk. " apapun tolong lakukan yang terbaik untuknya.."

dokter itu mengangguk. " Tentu saja dek.."

" kalau begitu saya permisi dulu dok "

...----------------...

kini Divina sudah dipindahkan diruang rawat tapi ia masih belum sadarkan diri juga. Sedangkan Ziko sudah sejak tadi ia menunggu dan terus berdoa, berharap Divina akan segera pulih.

" Div, kapan kamu bangun...kamu nggak kasian sama aku div.." lirih Ziko pada telinganya Divina.

" a-ku su-dah bang-un kok " lirih Divina masih dengan suara lemahnya.

mendengar suara lemah itu sontak saja membuat Ziko mengangkat kepalanya yang berada didekat telinga Divina dan memandangi wajah yang pucat dihadapannya.

" kamu sudah bangun Div, maaf kan aku yah tidak bisa menjagamu" ucap Ziko, terlihat sekali raut penyesalan diwajahnya.

Divina tersenyum memandangi wajah kembarannya. " makasih sudah mau menjagaku disini, aku janji aku tidak akan merepotkan kalian lagi" ujar Divina yang masih mempertahankan senyum manisnya.

bersambung......

1
Srie Sifa
bagus,menarik & bt mewek ceritanya
Yenny Een
Saya suka ceritanya 👍.
Hi_Kiraa
Thor semangat terus yah aku menunggu update.

Aku ijin promosi novel ku yang berjudul PEREBUTAN KEKUASAAN. Yuk teman-teman mampir like dan commen 😄😄🤗🤗
Rini Marlin
sodara kmbar TPI gk mlndungi,, biasanya klo kmbar kan bisa mrskn apa yg drskn kmbrannya,, sabar yaaa Devina,,,🥺🥺🥺
Ing
ceritanya bagus tp endingnya menyakitkan, huuuuaaaaaa
Ing
huuuuuaaaaa thor tega sekali 😭😭😭😭endingnya sangat menyakitkan
Katrina Asnawi
😭penyesalan selalu datang terlambat
Ismei Dhamayanti
Kok jadi nangis gini bacanya 😭😭
Bundy Icha
bagus banget ya ceritanya,,😂😂😂
daniyy
Trimakasih juga thor udh buat gw nangiS😭🙏🏽
Mr. Dirg Ant
aku tidak mengerti arti dari bhs iti..bahasa apa itu ya???
Matchiatoo61
nangis bombayyy
Bunda Revy
ga kebayang klo jd Kasih ,thor
Hardi Hardi
😭😭😭😭😭
Crizilla Al
Dari awal sampai akir Baca Membuat terporak poranda Thor bikin air mata Para emak" bercucuran tanggung jwb pokoknya Thor
Luar Biasa karyamu Thor Udh 2 X Baca tp tetep mewek q walaupun author masih Sekolah tp bisa ngebagi waktu good jobs thor
Ameyas Rayman
kok gini amat sih hidup mu divi aku jadi ingat masa kecil ku yang sama persis dengan kamu lahir karena tak diinginkan.... tapi apa salahkita? ngga kan... tapi kita hanya pasrah dan mensyukurinya selama kita bisa bertahan percaya lah Tuhan selalu bersama kita sebagai penolong hidup kita...
Crystal
Ini benar2 cerita ending tersedih yg pernah aku baca😑😑👌👌
❣️My Boo💕
banjir air mata...nyesek nangisss sampai sesenggukan 😭😭🤧🤧🤧
❣️My Boo💕
nangisssss😭😭😭😭
❣️My Boo💕
divina sakit keras pasti🤧🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!