NovelToon NovelToon
Aku Mencintai Gadis Unik

Aku Mencintai Gadis Unik

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mei_Mei

(Taka season 2)

Kisah ini lanjutan dari 'TAWAKU TERBALUT LUKA' sebelum membaca kisah ini, harap baca judul itu dulu agar menyambung dengan ceritanya.

Kisah cinta remaja. Sedih, romance.

Seorang pemuda bernama Taka harus berjuang untuk melawan penyakit kanker otak.

Sebelumnya pemuda itu dijuluki sebagai Pangeran Komedi, namun beberapa waktu berlalu julukan itu berubah menjadi Pangeran Kesedihan.
Disaat orang-orang terdekatnya mengetahui penyakit yang diderita, ia tak lagi membawa kebahagiaan. Melainkan kesedihan.

Ketika ia terjatuh dalam keterpurukan, pertama kali bertemu dengan gadis unik yang di panggilannya Hutapea(bukan nama sebenarnya)

Pertemuan pertama mampu tersimpan didalam memorinya. Dua kalimat singkat namun sarat makna yaitu 'Semangat dan Berjuang' membuat semangat dalam dirinya bangkit dan berusaha untuk melawan penyakitnya.

Akankah keduanya dipertemukan kembali? atau hanya satu kali itu saja?

Ayo ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei_Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ulah duo koplak

"A ada air, cermin, peralatan mandi." jawab Albert tidak begitu tidak yakin dengan jawabannya sendiri, pasalnya jawaban itu seperti tidak bermakna karna anak kecilpun tahu jika dikamar mandi memang ada barang itu. Jawabannya yang aneh atau pertanyaannya yang aneh?

Dudung dan Ali baba menghembuskan napas panjang. "Bukan itu yang aku tanyakan Kak, maksutnya dikamar mandi ada hantu apa nggak?" ucap Dudung.

Mendengar itu Albert tersenyum lucu, telapak tangan yang lebar tengah menyisir-nyisir rambut kebelakang, membuatnya lebih terlihat cool. Mujirah sampai tak berkedip, tapi Nata menyenggol lengan Mujirah untuk menyadarkan.

"Nggak ada, disini banyak orang nggak akan ada hantu." kata Albert sambil berlalu dan akan duduk disofa.

Dudung dan Ali baba tetap masuk bersamaan.

Ketika Albert duduk disofa tidak jauh dari tempatnya duduk, Nata memperhatikan sebentar lalu mengalihkan pandangannya, entah kenapa tatapan Albert mampu membuatnya gugup dan sedikit salah tingkah.

Bahkan ia pun tidak fokus mendengar cerita Mujirah karna ada Albert.

Menyadari kegugupan dari Nata, Albert memilih beranjak dan menghampiri Taka yang mengobrol dengan Mujiren.

"Taka, gimana jadwal besok? kamu udah siap?" tanyanya.

Mendengar suara Albert, Taka menoleh kearah asal suara itu. " Insyaallah sudah siap Kak, mau bagaimana lagi, siap nggak siap tetap dilakukan. Do'akan aku, semoga aku bisa melewati proses kemoterapi." jawab Taka.

Tangan Albert menepuk bahu Taka pelan, "Do'a kita nggak akan pernah putus. Yang penting kamu harus yakin." ucap Albert, lalu Taka mengangguk.

Albert melihat jam dipergelangan tangannya. "Ini sudah malam, waktunya istirahat, jangan tidur malam-malam." Albert mengingatkan.

"Iya Kak, punggungku juga pegal, pengen posisi tiduran aja." pinta Taka.

Albert mengontrol ranjang Taka agar nyaman untuk posisi tidur.

Dudung dan Ali baba sudah keluar dari dalam kamar mandi, kini bergantian Mujiren yang berdiri dan akan ke kamar mandi.

"Yakin... berani, Ren? awas loh... ada... hi hi hi.." Ali baba iseng menakuti Mujiren.

Mujiren mendengus sebal, "Aku bukan penakut seperti kalian." ucapnya ketus. Padahal dia pun ketakutan, tapi karna gengsi pada duo koplak maka terpaksa harus memberanikan diri daripada harus diejek kaum pemakai rok, kan enggak banget.

"Mana ini bantalnya?" Dudung mencari bantal untuk mengganjal kepalanya. Mujirah melempar bantalan sofa dan tepat mengenai wajah Dudung.

"Sompret, kamu, Rah." Dudung setengah berteriak karna terkejut. Mujirah dan Nata malah tertawa.

"Kalian, udah malam jangan bercanda terus. Ini waktunya tidur." Albert bersuara lagi.

"Iya Kak, maaf. Ini kita juga mau tidur kok." Ali baba mengambil karpet yang ada dibelakang pintu, lalu direntangkan untuk alas mereka tidur.

"Ba, perutku kenyang banget, jadinya ngantuk deh." Dudung menepuk-nepuk bantal, lalu merebahkan badannya. Ali baba pun ikut rebahan disampingnya.

"Ba, kamu bawa sarung nggak?" tanya Dudung.

Ali baba yang tadinya sudah memejamkan mata harus terbuka lagi karna Dudung berisik.

"Silent to Dung, kamu berisik banget dari tadi. Ada sarung bakal tak tutupin ke muka mu biar nggak berisik." ketus Ali baba dengan suara yang tertahan.

Mujiren yang sudah keluar dari kamar mandi lalu menyusul mereka tidur diatas karpet.

Albert duduk dikursi single yang ada disamping Taka sebelah sisi lainnya. Nata dan Mujirah tidur disofa yang empuk disudut ruangan.

Sebelum tidur Dudung memandangi layar ponselnya. Ali baba mengintip sebentar.

"Elah Dung, aku pikir foto cewek atau pacarmu. Nggak taunya malah fotonya si Mbok mu."

"Tiga hari nggak ngobrol sama si Mbok, aku kanget banget. Si Mbok jek ngopo yo?" tanya Dudung, seolah si mboknya ada didepannya.

"Si Mbok mu ya pasti tidur lah, Dung. Emang hampir tengah malem gini mau ngapain coba? nyangkul, ngerumput? aneh-aneh aja."

"Udah, simpen ponselnya, ayo kita tidur."

"Aku mau tidur sama si Mbok, Ba." Dudung menaruh ponsel disamping bantalnya.

Hampir tengah malam satu persatu pasang mata mulai terpejam. Taka sudah memejamkan mata dan tertidur dengan nyaman.

Nata dan Mujirah juga tidur dengan selimut yang tebal.

Plak...

Tangan Dudung mendarat tepat diwajah Mujiren sampai terbangun. Dilihatnya Dudung masih erat memejamkan mata, Mujiren kembali tidur sambil menggerutu dan berganti posisi membelakangi Dudung.

Mujiren kembali tertidur karna rasa kantuk yang tak tertahankan.

Hampir jam satu dini hari, semua terlelap.

Buk...

Kini berganti kaki Dudung yang menendang pant** Ali baba sampai terbangun dan mengaduh.

"Asem tenan, bocah satu ini. Sadar nggak sadar bikin rusuh aja. Untung aku tengkurap, kalau aku telentang, bisa sunat dua kali ini si otong gara-gara kena tendangan maut si Dudung." ditengah malam itu Ali baba menggerutu dengan melirik sinis pada Dudung yang tertidur dengan damai tanpa dosa. Padahal membuat teman-temannya tidak nyaman.

Ali baba memperhatikan wajah teman-temannya satu persatu, semua terlelap. Kenapa cuma dirinya yang bangun, begitu memandang ke pintu toilet terasa horor. Ia segera menutup wajah dengan bantal. Meskipun begitu tak membuatnya mengantuk, tapi pikirannya tengah traveling membayangkan cerita Albert yang terngiang-ngiang, matanya coplok, matanya coplok.

"Dung, Dung..." Ali baba mencoba membangunkan Dudung. Karna rasa takut membuatnya ingin ketoilet, padahal memandang pintu toilet saja sudah horor, apalagi kalau harus masuk sendirian. Sering mendengar jika ditempat manapun, paling sering ada penghuninya yaitu kamar mandi.

Yang dibangunkan hanya menggeliat saja.

"Dung, bangun! anterin ke kamar mandi." Ali baba tak patah semangat membangunkan Dudung.

"Aku takut Ba, nanti ada mata coplok." Dudung setengah mengigau.

Mendengar itu, Ali baba semakin mengerut.

"Dung, kamu tuh malah nakut-takuti. Nanti aku ngompol. Ayolah, Dung!" Ali baba terus menggoyang-goyangkan badan Dudung.

"Ck... kamu ini Ba! ganggu orang tidur aja!" akhirnya Dudung terbangun. Dengan langkah berat menemani Ali baba didepan pintu.

Setelah urusan dikamar mandi selesai, keduanya kembali ketempat semula.

"Dung, aku nggak bisa tidur."

"Kenapa?"

"Kebayang mata coplok terus." Ali baba terlihat masih takut.

"Lah, kamu malah ingetin aku juga. Aku jadi takutkan!! udah ayo merem(memejamkan mata) lagi."

"Mata sebelah coplok, menggantung dibawah pipi dengan darah yang banyak. Ya ampun, Dung... ngeri banget." Ali baba merapatkan tubuhnya didekat Dudung.

"Weleh, kamu malah nambah-nambahi to Ba."

Sreek..

"Awow....!" pekik keduanya.

"Apa itu Dung?" Dudung mengintip ke segala arah, jantungnya ikut berdebar kencang.

Dudung menghela napas, "Selimutnya Nata terjatuh." jawab Dudung.

"Ya Allah, horor banget ya Dung." keluh Ali baba.

Mereka berdua terdiam, hanya jarum jam yang berdetak dengan nyaring. Meskipun tidak mengantuk, Ali baba dan Dudung mencoba memejamkan mata.

Tutit Tutit.....

"Ya Allah, tobat!!! ampun, mbok gambrong!!!" Ali baba.

"Ampun Setan!!!!" Dudung.

"Wong edan!" Mujiren berteriak kaget.

"Astagfirullah..." Albert langsung terbangun.

"Astarman!!!" Taka ikut terkejut.

1
Maria larasati Ulfa
bagus bgt
Muhamad Hasbi
Luar biasa
Sena Fiana
😀😃😄😄😁
Gus Maneli
😭😭😭😭
Gus Maneli
aku ngk kuat baca nya nangis trus😭😭😭
Nurwana
itulah nata, jdi org itw jgn terlalu polos.
Nurwana
thorrrrr........😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Mmh Na Aas Tea
wkkwkkk Taka," ada" aja
Mmh Na Aas Tea
dasar Saritem ganggu aja😤
Mmh Na Aas Tea
lanjut ka makin penasaran Ama cerita nya
Ulum Udin
💔💔💔💔
Risha Aagustynah
ada lanjutannya ndk kk cerita ini
THE END.MD
ngapain sih saritem ada di sana ganggu aja ach.
Syafira Putri
kapan ni akak Mei..buat cerita anak2 nya nata sama Taka..
calon orng sukses
author klo ngasih ujian ga kira kira😭
bnyak bngt pelajaran yg bisa di ambil dri cerita ini
ilanarunnis
semangat akak Mei
nadila karla
kk mei gk lanjut cerita taka?
Sri Mulyani Asis
lanjut dong akak me cerita rumah tangga Taka dan Nata 🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼
Siska Tambunan Helvini Tambunan
🤣🤣🤣🤣🤣aq senang sekali.....
kembali ke tawa lg ☺
soal nya air mata ku sudah kering 😂

makasih banyak author aq pada mu yg sudah meng obrak abrik hatiku 🤗
tetap semangat...
jaga kesehatan Tor ku
Karmila
aka mei aku tunggu nih cerita taka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!