Raisa bailey merupakan seorang anak yang tidak di inginkan oleh keluarganya sendiri sehingga dia mendapatkan siksaan yang mengerikan.
Suatu hari ibunya membius Raisa dan menghantarnya kesebuah rumah pria tua untuk menjalin kerjasama diperusahaan.
Setelah sadar Raisa sangat kaget melihat seorang pria melihatnya dengan tatapan penuh nafsu dan ingin merobek bajunya.
Mampukah Raisa menyelamatkan dirinya dari seorang pria tua yang menginginkan tubuhnya? dan juga apakah raisa akan jatuh cinta pada pria yang sudah menolongnya selama ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hruga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan marah
Martin masih berusaha mencari keberadaan Raisa sedangkan Vicky mulai melacak ponsel milik Raisa dan terkadang dia melihat rakaman cctv kalau-kalau Raisa ada berjalan disana.
Ketika dia sedang sibuk melacak ponsel milik Raisa seorang anak buah memegang tangannya dan menunjuk ke arah komputer dimana Raisa berjalan sambil bergandeng tangan seorang anak kecil.
Tampa banyak bicara lagi Vicky segera menelphone Martin dan memberitahu kemana arah Raisa pergi tapi jejak Raisa menghilang di sebuah lorong kerana disana tidak ada cctv.
“Vicky ikut denganku cepat!” perintahnya.
Dia tidak ingin membuang waktu kerana bisa saja saat dia sampai Raisa sedang diperkosa atau diancam membunuh.
Ditempat Micky,Raisa berbicara dan terkadang tertawa kerana dia menceritakan sebuah dongeng kepada Micky.
“Jadi penjahat itu akhirnya mati?” tanya Micky.
“Yes dia mati dengan tangan wanita yg dia cintai sendiri”
“Hahaha orang jahat selalu mendapat balasan kak” ucap Micky seraya tertawa.
Saat Raisa ingin bercerita tentang dongeng lainnya,pintu rumahnya dibuka dengan paksa,Raisa sangat kaget begitu juga dengan Micky.
“Kakak ada orang asing!” ucap Micky seraya mengambil kayu disebelahnya.
“Dia temanku Micky jangan khawatir” Raisa bangkit berdiri dan berjalan mendekati pintu.
“Ternyata kau disini,apa kau tidak tahu kalau aku mengkhawatirkan dirimu!” ucap Martin dengan kemarahan dihatinya.
“Maaf tadi aku melihat dia hendak dipukul kerana itu aku membantunya”
“Setidaknya beritahu aku boleh tidak!” Martin mencengkap pundak Raisa dengan kuat.
“Martin sakit! and maaf please don’t angry with me” pinta Raisa sambil menahan sakit dibahunya.
Martin menghembuskan nafasnya dengan kasar,dia terlalu mengikuti kemarahn dihatinya sehingga menyakiti Raisa.
“Setelah ini kau mau pergi kemana pun kasi tau aku oke?” pinta Martin.
“Baiklah maaf kerana membuat kau khawatir”
“Ouh ya Martin ini anak yang aku ceritakan tadi namanya Micky” Raisa memperkenalkan Micky kepada Martin.
“Hai uncle” sapa Micky.
“What the hell?? uncle? apakah kau buta!” tanya Martin dengan kesal.
“Wajah kau emang mirip kayak uncel Martin” ucap Raisa seraya tertawa.
Martin menatap anak kecil itu dengan tajam,untung saja anak kecil kalau udah dewasa,akan dia pastikan besok anak itu tidak bisa melihat pagi yang indah.
“Sayang ayo pulang” ucap Martin seraya menarik Raisa masuk kedalam pelukannya.
“Martin bagaimana kalau kita bawa dia sekalian”
“What? aku tidak mau bersama anak yang sudah memanggil aku uncle!” Martin mengigit daun telinga Raisa dengan pelan.
“Martin ada anak kecil disini dan juga assistantmu!” ucap raisa dengan wajah memerah.
“Ck kalau begitu ayo cepat pulang!” Martin menarik Raisa untuk keluar dari rumah itu.
“Sebentar!”
Raisa segera berjalan mendekati Micky dan mengajaknya tinggal bersama,semulanya Micky tidak mau tapi setelah dibujuk akhirnya dia membuat keputusan untuk tinggal bersama mereka.
“Apa ada lagi barangmu?” tanya Raisa sambil mengusap wajah anak itu.
“Tidak ada kak”
“Baiklah ayo pergi” Raisa mengandeng tangan anak kecil itu sedangkan Martin mengumpat kesal.
Didalam mobil Raisa hanya berbicara dengan Micky dia tidak mau berbicara dengan Martin kerana Martin sedari tadi melihatnya dengan tatapan tajam.
“Hey aku masih ada disini!” ucap Martin setelah sekian lama dia mendiamkan diri.
“Kau berisik!” Raisa memalingkan wajahnya dan menatap Martin.
“Wow kenapa kau marah padaku?”
“Kerana kau menyebalkan”
“What?”
Raisa menjeling tajam kearas Martin kemudian dia tersenyum saat melihat wajah Micky,Martin semakin kesal,tunggu saja akan dia buat anak itu keluar dari rumah dengan sendirinya.
“Sayang bagaimana kalau besok kita pergi liburan di paris?” tanya Martin saat melihat Raisa mencium Micky.
“Kau tidak sibuk?”
“Untukmu darling aku selalu bisa liburan” ucap Martin dengan senyum diwajahnya.
“Baiklah Micky apa kau punya baju selain di kopermu?” tanya Raisa pada Micky.
“Aku tidak punya pakaian lain selain dikoperku kak”
“Baiklah ayo kita kemall cari pakaian” perintah Raisa kepada supirnya.
“Hey kenapa kita harus membeli pakaian untuknya?” protes Martin.
“Kalau kau tidak mau ikut sana turun!” usirnya.
“What?! hey is this my car oke!” geram Martin kesal.
“Whatever” ucap Raisa seraya memutar bola matanya.
Martin sangat kesal Raisa lebih peduli pada Micky dibanding dirinya,dia masih berpikir bagaimana mau mengyingkirkan anak kecil itu dari pandangannya.
Kerana itu dia mengajak Raisa keparis agar dia bisa dengan mudah membuang anak itu jauh dari pandangannya.
klo bisa di benahi lg y,biar yyg bc berikutnya nyaman.🙏🙏
maaf ,sekdr mengiingatkan
serasa gak puas dgn pembalasan dr keluarga raisa karena gak sampai dibuat mati martin dan izumi itu
berasa mau mnta bantuan Monica sruh dteng trus bantai tuuhh manusia2 bejat alias izumi sama martin...
#emosi tingkat iblis ini kynya...🤯🤯🤬🤬🤬🤬🤬
KSih pertolongan donk