Ini karya pertamaku...
Ada seorang gadis bernama Alsaqueen Azkira Argawijaya mempunyai sifat baik, ramah, murah senyum, manja, dan jail kesemua orang tapi itu DULU. Sekarang namanya Alqueena Azkiya Argawijaya sifatnya sekarang kejam, dingin, datar, dan dia gak akan segan-segan membunuh orang yang telah bermain-main dengan dia mau itu cewek, cowok, tua, muda, anak-anak, maupun bayi. Tapi sifat itu tidak berlaku dengan paman, tante, abang angkat, dan juga sepupu gue.
Dia berubah karena ibunya meninggal dibunuh oleh seorang wanita berumur yang hampir sama dengan ibunya dibantu juga oleh anak perempuannya.
.
.
.
Kalau gak nyambung maaf baru belajar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuni rahayu devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perasaan
Ruang pribadi Al yang ada dimansion dekat mansion keluarga Rizky.
"Jadi gini situa Erlangga itu akan menjalankan aksinya tepat pada saat pesta yang dibuat tuan Abiansyah, dia akan membawa mafia ke 20 dan 13 terkejam didunia" ucap Riko.
"BLACK ROSE dan BLACK WHITE, pasti akan seru" ucap Chandra tersenyum miring.
"Lo suruh Marco dan Diki bikin panggung yang didisain dengan kaca anti peluru, pada saat penyerangan para tamu disuruh masuk kedalam sana sama seperti keluarga Rizky dkk dan Naila dkk tapi aku mau kacanya terpisah!" suruh Al tegas.
"Sambungkan kedalam laptop khusus, supaya kaca tersebut bisa dikendalikan lewat laptop, bikin panggung biasa dulu baru pasangkan kacanya" ucap Al lagi.
"Baik saya akan menyuruh mereka nanti queen" ucap Riko sopan, jika sedang bekerja dia akan formal tapi jika tidak dia akan bersikap biasa saja.
"Apa kita akan diundang dengan mereka nanti?" tanya Chandra.
"Pasti apalagi mansion kita dekat dengan mansionnya dan kita juga adalah temannya Rizky" ucap Al.
"Benar juga kalau diundang kita bisa mudah menjalankan rencananya" ucap Chandra.
"Kata siapa mudah, pada saat penyerangan kita akan hilang dihadapan mereka dan mereka akan panik mencari kita, setelah penyerangan selesai pasti mereka akan menanyakan kabar kita" ucap Al.
"Benar juga, tidak apalah" ucap Chandra.
"Kalian harus siapkan mental kalian" ucap Riko.
"Tenang ada Kevin sama bang Satria" ucap Chandra santai ya biasanya mereka berdualah yang pintar berbohong tapi mereka berdua tidak bisa membohongi Al dan Chandra.
"Jadi rencananya gimana?" tanya Riko mulai serius.
"Bang Kevin yang akan cari keberadaan tuan Erlangga lewat laptop karena dia pasti akan ada disana, setelah ketemu lo bang bawa dia kehadapan kita semua, Chandra lo jaga Kevin pada saat sedang mencari keberadaan tuan Erlangga posisi kalian ada didekat keluarga Rizky dkk dan Naila dkk supaya kalian bisa sekalian menjaga mereka, bagian para tamu akan dijaga oleh 10 mafioso sisanya serang musuh dan gue akan ngehadapin dua mafia itu" ucap Al.
"Jika misal tuan Erlangga udah ketangkap tapi lo belum ngalahin mereka semua gimana?" tanya Riko.
"Pegang dia jangan sampai kabur, kalau bisa borgol dia dikursi dan jaga dia" ucap Al.
"Berapa mafioso yang akan kita bawa?" tanya Chandra.
"100 mafioso, mereka akan membawa 1.000 mafioso kegedung tersebut, suruh 20 mafioso menyamar sebagai tamu undangan sisanya bersembunyi disekitar gedung" jawab Al.
"Oh iya, malam ini tuan Abiansyah, nyonya Abiansyah dan Rizky akan pergi kerestoran untuk acara makan malam" ucap Riko.
"Dimana?" tanya Chandra.
"Restoran milik Al dijalan *** mereka akan makan diruang VVIP 2, jam 8 malam" jawab Riko.
"Kita kesana nanti malam" ucap Al.
"Gue gak ikut, biasalah" ucap Riko.
"Ok kita harus datang sebelum mereka datang" ucap Chandra.
"Pada saat perjalanan pulang mereka akan diberhentikan oleh preman sekitar 20 orang" ucap Riko.
"Ok gue akan ngelawan para preman lo selamatin keluarga Rizky" ucap Al kepada Chandra.
"Aaa gue mau ikut ngehajar mereka" rengek Chandra.
"Lo boleh ngehajar mereka setelah lo amanin keluarga Rizky" ucap Al.
"Siap biar Kevin yang jaga mereka" ucap Chandra semangat.
"Udah ayo kita kebawah, mereka pasti nungguin" ucap Riko.
Mereka turun kebawah keruang tamu menemui mereka semua.
"Al kami pamit pulang dulu ya sudah sore" ucap nyonya Zahra melihat Al datang.
"Oh iya, maaf ya tadi Al ada urusan" ucap Al datar.
"Tidak apa-apa yasudah kami pamit ya, istirahatlah" ucap nyonya Zahra yang dapat anggukan dari Al.
Mereka pun pergi dari mansion diikuti dokter Ken karena dia ada pasien, sekarang tersisa Al dkk disana bersama Riko.
Mereka menceritakan apa yang akan dilakukan tuan Erlangga kepada Kevin, setelah puas bercerita mereka masuk kekamar masing-masing.
Jam menunjukkan jam 15.15 Al sudah ada dikamarnya.
"Astaga udah jam segini gue sholat dulu deh" ucap Al lalu pergi kekamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Setelah berwudhu Al langsung shalat ashar, sstelah sholat Al membawa samsak kebalkon kamarnya untuk berlatih.
"Gue latihan disini aja deh, supaya kena angin" ucap Al yang sudah membawa samsak kebalkon.
"Gue minta bibi bawain minuman sama cemilan deh" ucapnya lagi lalu pergi masuk kedalam kamar, setelah masuk kekamar dia lalu menekan tombol untuk menyuruh art membawakan makanan dan minuman kekamarnya.
Rizky sedang duduk dibalkon kamarnya dia melihat kearah samsak yang ada dibalkon kamar Al.
"Siapa yang nyimpan disana" ucap Rizky.
"Jangan bilang Al yang nyimpan, terus dia mau latihan" ucap Rizky.
"Diakan sedang sakit kalau lukanya makin parah gimana" ucap Rizky lagi khawatir.
"Lebih baik gue liatin aja deh" ucapnya lagi melihat Al keluar dari kamarnya.
Al sudah mengganti pakaiannya lalu dia keluar kebalkon untuk berlatih. Dia melihat samsak dengan intens.
"Lo bakal terima akibatnya karena bermain-main dengan gue, gue akan ikuti semua rencana lo" gumam Al lalu mulai memukul samsak tersebut tanpa berhenti. Pada saat mau memukul lagi tiba-tiba pintu kamar diketuk.
"Masuk" suruh Al sedikit berteriak lalu melanjutkan aktifitasnya.
"Nih" ucap Chandra menyimpan minuman dan cemilan Al dimeja yang ada dibalkon.
"Ngapain lo yang nganterin?" tanya Al tanpa melihat lawan bicara.
"Kebetulan gue mau kesini, jadi sekalian aja" jawab Chandra yang sudah duduk dikursi yang ada dibalkon.
"Mau ngapain emangnya?" tanya Al lalu memukul samsak dengan kuat sampai samsak itu rusak.
"Astaga kebiasaan lo, udah berapa samsak yang lo rusak?" ucap Chandra yang melihat samsak itu rusak.
"Ntahlah gue gak ngitung" jawab Al santai lalu duduk dikursi satunya lagi.
"Gue mau ngomong sama lo Al" ucap Chandra serius.
"Mau ngomong apa?" tanya Al lalu meminum es coklatnya.
"Lo taukan kalau Rizky suka sama lo?" tanya Chandra yang dapat anggukan dari Al.
"Emang kenapa?" tanya Al.
"Lo gak mau nerima dia gitu?" tanya Chandra membuat Al menatapnya.
"Kenapa lo tanya gitu?" tanya Al melihat wajah Chandra.
"Gak gue cuman nanya aja" jawab Chandra.
"Kalau dia tau semuanya apa dia bakal terima gue?" tanya Al kepada Chandra.
"Ntahlah tapi kalau dia emang cinta sama lo, dia bakal terima lo apa adanya menerima semua kekurangan dan kelebihan lo" jawab Chandra.
"Ya lo benar, tapi gue gak bisa nerima dia dulu, gue belum nyelesaiin rencana gue" ucap Al.
"Gak apa-apa semuanya butuh waktu, kalian juga baru saling kenal" ucap Chandra lalu memeluk Al, Al membalas pelukannya.
"Makasih lo selalu ada buat gue mau itu susah atau senang, lo selalu percaya sama gue, lo udah mau nerima gue apa adanya" ucap Al yang ada dipelukan Chandra.
"Sama-sama, makasih juga karena lo gue bisa jadi kayak gini" ucap Chandra memeluk Al makin erat.
"Bukan karena gue tapi karena diri lo sendiri" ucap Al.
"Iya juga ya hehe" ucap Chandra lalu melepaskan pelukannya menatap mata Al dalam-dalam.
"Gue tau lo belum punya perasaan sama Rizky, kalau pun lo punya lo bakal pendam itu sendiri, lo tau kan gue sayang banget sama lo kalau misal Rizky bikin lo nangis bilang sama gue biar gue hajar dia" ucap Chandra
"Siap komandan" jawab Al sambil hormat. Beberapa detik kemudian mereka tertawa bersama mengingat masa kecil mereka dulu.
"Lo inget gak waktu kecil kita lagi ditaman terus ada cowok yang nabrak lo sampai jatoh, gue langsung hajar dong dianya nangis ngadu sama bapaknya dan ternyata bapaknya galak" ucap Chandra sambil sedikit tertawa mengingat kejadian itu.
"Dan kita berdua kabur dari sana, ehh pas dijalan kita jatoh keselokan, waktu sampai mansion Mommy sama Deddy ketawa liat kita udah kayak anak monyet haha" ucap Al.
"Bener hahaha" ucap Chandra mereka berdua tertawa mengingat kejadian itu.
"Ekhmm"
Mereka menghentikan tawa mereka lalu melihat keasal suara.
"Ngapain sih ganggu aja lo" ucap Chandra.
"Gak ngajak-ngajak gue" ucap Kevin menatap mereka berdua.
"Biarin wle" ucap Chandra meledek lalu memeluk Al yang dipeluk hanya tersenyum jail melihat wajah Kevin yang masam.
"Muka lo kenapa digituin?" tanya Al yang masih dipelukan Chandra.
"Mau pelukan juga" rengek Kevin membuat,mereka berdua tertawa kecil.
"Yaudah sini" suruh Al sambil merentangkan sebelah tangannya karena sebelah tangannya yang lain sedang memeluk Chandra, mereka bertiga pun berpelukan. Sedari tadi Rizky melihat mereka tapi tidak bisa mendengar pembicaraan mereka.
"Kalau lo bahagia gue juga akan ikut bahagia walaupun bahagia lo bukan sama gue, tapi melihat lo tertawa seperti itu untuk pertama kalinya gue ikut bahagia kok Al" gumam Rizky.
"Tapi apa yang dibicarakan mereka?" tanyanya kepada dirinya sendiri.
"Ntahlah lebih baik gue istirahat" ucapnya lagi lalu masuk kedalam kamarnya kemudian dia berbaring diatas ranjang.
"Semoga luka tembakan lo cepat sembuh Al, lovyu" ucapnya melihat langit-langit kamarnya lalu perlahan-lahan dia menutup matanya.
Al dkk sudah melepaskan pelukannya.
"Udah ayo kita istirahat, malam ini kita akan olahraga" ucap Kevin.
"Yasudah gue pergi kekamar dulu ya Al, bye" ucap Chandra.
"Gue juga, bye" ucap Kevin.
"Bye" jawab Al mereka berdua pun keluar dari kamar Al, Al masih ada dibalkon kamarnya dia duduk kembali lalu melihat kearah balkon kamar Rizky.
"Apa gue akan coba buka hati buat lo" gumamnya.
"Tapi gue takut lo gak akan nerima gue" gumamnya lagi.
"Buat saat ini kayaknya gue gak akan buka hati dulu, kita baru beberapa hari kenal gue belum tau gimana sifat lo sebenarnya" gumamnya pelan.
"Tapi gue kenal banget kok sama Bunda dan Ayah lo, Bunda lo sahabat Mommy dulu dan waktu kecil kita berdua sering ketemu main bareng ditaman, bahkan para kedua orang tua kita mau ngejodohin kita waktu kita kecil karena kita akrab banget" ucap Al.
"Dan sekarang tuan Doni berniat menjodohkan lo sama Sifa anak tirinya. Ayah, Bunda, lo sama bang Dion belum tau masalah ini. Mungkin malam ini kalian akan tau pada saat makan direstoran" ucap Al.
"Siapkan diri lo Ky karena malam ini mungkin akan jadi malam yang sangat seru" ucap Al sambil tersenyum miring.
"Lebih baik gue istirajat, baru mempersiapkan semuanya" ucapnya lagi lalu masuk kekamarnya.
Lalu dia membaringkan tubuhnya memejamkan matanya untuk pergi kealam mimpinya.
Kamar Chandra yang ada dimansion dekat mansion Rizky👆
Kamar Kevin👆
***Bersambung***
kalau disimpan keknya rada ganjal