Kisah cinta Anindita dengan Andra yang berawal dari sebuah perjodohan dari kedua orang tua mereka. Mereka tidak saling kenal satu sama lain. Anin yang seorang mahasiswa di sebuah universitas ternama dan Andra yang seorang CEO diperusahaaan terkenal. Dan mereka berasal dari keluarga terpandang di kota tersebut. Mereka yang memiliki sifat yang berbeda dan tidak pernah mengenal satu sama lain. Dan mereka dipertemukan oleh kedua orang tuanya dan dipersatukan dengan ikatan pernikahan yang suci.
Apakah mereka bisa menjalani semua ujian setelah pernikahan mereka.....????
Aku penulis amatir yang hanya berusaha menghibur pembaca semua dan mohon dimaafkan apabila banyak terdapat kesalahan kata dalam penulisan novel ini. Terima kasih atas perhatiannya dan mohon dukungannya untuk novel karya pertamaku ini.
#Alfiansyah_Yulia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiansyah Yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERJODOHAN
Setelah kemarin Andra memberitahukan keputusannya, hari ini saat jam makan siang papa Ramdan akan berkunjung ke kantor ayah Angga. Tetapi sebelnya sudah memberitahukan kedatangannya kepada ayah Angga di kantornya. Dan sekarang waktu makan siang tiba, papa Ramdan sudah menuju ke kantor ayah Angga untuk membritahukan keputusan dari anaknya Andra.
Setelah sampai dikantor ayah Angga, papa Ramdan pun langsung menuju ke ruangan ayah Angga sampai didepan ruagan papa Ramdan langsung mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Setelah ada jawaban dari dalam ruangan, papa Ramdan pun langsung masuk ruangan ayah Angga. Setelah saling sapa dan ramah tamah, selanjutnya papa Ramdan pun mulai memberitahukan maksud dan tujuannya datang.
"Ada apa Ramdan kamu ingin bertemu dengan saya katanya akan menyampaikan sesuatu...???" tanya ayah Angga.
"Saya ingi menyampaikan keputusan Andra tentang perjodohan anak kita. Dan Andra sudah setuju dan menerima perjodohan ini dengan ikhlas dan tanpa paksaan. Dan dia juga sudah siap untuk melamar dan menikahi Anin. Katanya dia ingin menjalin hubungan yang lebih serius dan tidak ingin main-main lagi. Dan Andra juga sudah yakin dengan perjodohan ini dan sudah yakin dengan Anin putri kamu. " jawab papa Ramdan.
"Syukurlah kalau memang Andra mau menerima dengan ikhlas dan tanpa paksaan sehingga mereka bisa menjalani hubungan ini dengan saling terbuka dan menerima kekurangan masing-masing. Saya semakin yakin dengan Andra untuk menjaga dan membimbing Anin nantinya. Dan Anin akan sangat mendengar kabar ini dan hidup Anin akan diliputi kebahagiaan dengan Ramdam. " kata ayah Angga.
"Saya kesini juga mau tanya ke kamu Angga, kapan kami sekeluarga bisa berkunjung untuk melamar putrimu sebagai menantu kami...???" tanya ayah Ramdan lagi.
"Kalau masalah ini saya tanyakan dulu dengan Anin ya Ramdan, soalnya saya gak mau mengambil keputusan sendiri dan saya mau diskusi dulu dengan keluarga termasuk dengan Anin kapan siap untuk dilamar oleh Andra. Karena saya gak mau egois memutusukan semuanya sendiri. " kata ayah Angga.
"Baiklah kalau begitu nanti kalau sudah dapat waktunya segera kasih tau Ki sekeluarga.. " jawab papa Ramdan lagi.
"Baiklah Ramdan nanti saya kabari lagi." kata ayah Angga lagi.
"Ya sudah saya pamit dulu ya Angga mau melanjutkan pekerjaan dikantor tadi masih menumpuk. " pamit papa Ramdan pada ayah Angga.
"Iya hati-hati Ramdan dan terima kasih atas kunjungannya.." kata ayah Angga.
Setelahnya papa Ramdan pamit pulang dan mengucapkan salam kepada ayah Angga, kemudian papa Ramdan segera kembali ke kantornya sedangkan ayah Angga segera untuk mengambil wudhu dan menjalan sholat Dzuhur. Selesai sholat ayah Angga pun melanjutkan pekerjaannya kembali. Tak terasa waktu cepat bergulir, sekarang sudah waktu jam pulang kantor dan ayah Angga pun segera membereskan berkas-berkas di meja kerjanya dan sebelum pulang menjalankan sholat Ashar terlebih dahulu. Selesai sholat ayah Angga pun segera pulang untuk bertemu dengan keluarganya dan menyampaikan keputusan Andra.
Setelah menempuh perjalanan setengah jam lebih akhirnya ayah Angga pun sampai dirumahnya dan segera bersih-bersih badannya untuk menghilangkan lelah ditubuhnya. Selesai bersih-bersih terdengar suara adzan Maghrib berkumandang ayah Angga pun segera bersiap-siap untuk ke masjid bersama Adit. Sedangkan bunda Azza yang sedang memasak didapur pun juga sudah selesai menyiapkan makanan untuk makan malam keluarganya dibantu oleh Anin.bSelesai memasak dan menyiapkan makan malam, bunda Azza dan Anin dan Anin juga bergegas untuk sholat Maghrib berjamaah di rumah.
Tak berapa lama semua sudah berkumpul dimeja makan untuk makan malam. Selanjutnya mereka pun berkumpul ke ruang keluarga untuk mendengarkan penjelasan dari ayah Angga dan berdiskusi bersama. Ayah Angga pun memulai obrolannya.
"Kak, ayah mau menyampaikan keputusan Andra tentang perjodohan kemarin dengan kakak. Tadi om Ramdan ke kantor menjelaskan semuanya. Sebelum ayah menjelaskan ayah tanya dulu ke kakak apakah kakak sudah siap mendengar keputusan dari Andra dan kakak akan menerima semuanya dengan ikhlas dan tulus...???" tanya ayah Angga pada Anin.
"Iya ayah Anin akan ikhlas dan siap menerima semua keputusan Andra... " Jawab Anin dengan yakin.
"Baiklah nak, ternyata Andra menerima perjodohan ini dengan ikhlas dan tanpa paksaan. Andra juga minta bahwa dia mau langsung melamar dan menikahi kakak karena dia tidak mau main-main lagi. Apakah kakak mau untuk langsung dilamar dan dinikahi oleh nak Andra...???" tanya ayah Angga dengan hati-hati.
"Insya Allah kakak siap dan mau yah dinikahi oleh Andra. Dan kakak akan tetap menyelesaikan kuliah kakak asalkan nanti suami kakak tetap mengijinkan kakak untuk menyelesaikan kuliah kakak. Kakak akan berusaha untuk bisa membagi waktu antara kuliah dan keluarga. Selain itu kakak juga akan berusaha untuk menjadi istri yang baik dan berbakti untuk suami kakak meskipun kakak masih kuliah yah. Kakak sudah yakin untuk menerima dan menyetujui semua permintaan dari Andra. " jawab Anin.
"Baiklah kalau kakak sudah setuju dan kakak sudah siap untuk menikah maka ayah sama bunda pun juga akan setuju dengan keputusan kakak. Dan sekarang ayah tanya lagi kapan kakak siap untuk dilamar oleh Andra. " tanya ayah Angga lagi pada Anin.
"Kakak akan siap kapanpun yah semua terserah ayah sama bunda semakin cepat semakin baik yah agar tidak menimbulkan fitnah.. " jawab Anin dengan yakin.
"Kalau begitu bagaimana kalau Minggu depan acara lamarannya dan bulan depan acara pernikahannya....??? " tanya ayah lagi pada keluarganya.
"Iya ayah kakak setuju dan bagaimana dengan bunda dan adik...???" tanya Anin pada bunda Azza dan Adit.
"Kalau bunda sama adik terserah kakak aja kalau kakak sudah setuju ya kita semua juga setuju kak...!!" jawab bunda Azza sambil tersenyum.
Akhirnya obrolan tersebut pun selesai dan semuajya kembali ke kamar untuk istirahat.
kurang greget gitu Thor.
💪💪💪
Tokoh kita memiliki nama yang sama.
Salam kenal
terima kasih dukungannya....🤗🤗🤗🤗🤗