"Jangan plagiat, kalau plagiat aku sumpahin kehidupan cintanya akan tragis dan miskin "!
Akibat cinta terlarang antara Dewi Angin dan Raja iblis, lahirlah seorang pangeran naga api yang mempunyai kekuatan super dan tak tertandingi karena perpaduan kekuatan antara iblis dan dewi khayangan yang bergabung menjadi satu.
Pangeran Naga Api mempunyai mata ketiga sehingga bisa hidup di tiga dunia, yaitu alam dunia, negeri iblis, dan negeri langit. Untuk menutupi identitas putranya, Dewi Angin menitipkan Pangeran Naga Api kepada seorang siluman rubah, yang merupakan salah satu teman kepercayaan Raja iblis. Setelah menitipkan anaknya, Dewi Angin kembali ke khayangan untuk menerima hukumannya bersama kekasihnya Raja Iblis.
Pangeran naga api terbiasa hidup di malam hari karena mengikuti kebiasaan siluman rubah. Hingga suatu hari Pangeran naga api jatuh cinta kepada putri raja yang bernama putri ping er
Akankah pangeran Naga Api bisa merubah takdir langit yang tidak membolehkan pernikahan beda alam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jejet Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjadi Biarawati
Memey tertunduk lesu setelah kejadian menyedihkan itu. Dirinya merasa menyerah dan tak ingin lagi berurusan dengan semua orang yang berada di istana.
"Memey, kau telah melakukan kesalahan besar karena telah memfitnah selir ku" ucap Raja Mojo
"Sebenarnya, hukuman untukmu adalah hukuman mati" ancam Raja Mojo.
"Namun, karena permaisuri Wijin meminta keringanan hukuman untukmu, maka aku akan mengurung mu di penjara bawah tanah dan kau akan aku penjara seumur hidup" ungkap Raja Mojo
Memey menangis menerima kenyataan pahit ini
Dia memohon kepada Raja Mojo agar dirinya diberi hukuman yang lebih ringan lagi
Namun, keputusan Raja Mojo sepertinya sudah tak bisa dibatalkan lagi. Akhirnya Memey dibawa ke penjara bawah tanah oleh prajurit kerajaan Mojo.
Sebelum Memey melangkahkan kakinya meninggalkan istana, ping er berkata kepada Raja Mojo
"Raja Mojo, aku harap engkau mempertimbangkan keputusanmu" ucap ping er kepada Raja Mojo.
"Kalau bisa, berilah keringanan hukuman untuk Memey" pinta ping er
"Ping er, kenapa dengan kamu?" tanya Raja Mojo penasaran
"Bukankah dia telah memfitnah dirimu?" ucap Raja Mojo.
"Raja Mojo, Memey memfitnah aku karena dia telah mendapat tekanan dari permaisuri Wijin"
"Lebih baik, Memey kita asing kan di Wihara tempat para biksu berdoa untuk kesejahteraan Rakyat Mojo" ucap Ping er memberikan pendapat kepada Raja Mojo.
Mendengar pendapat ping er, Raja Mojo sedikit tertarik dan mulai mempertimbangkannya. Tak perlu berpikir lama, akhirnya Raja Mojo mengabulkan keinginan ping er yaitu mengasingkan Memey ke Wihara tempat biarawan dan biarawati berdoa.
"Pendapatmu cukup bagus"
"Baiklah"
"Prajurit, bawa Memey ke Wihara pengasingan" perintah Raja Mojo kepada kedua prajuritnya.
"Baik paduka raja, hamba laksanakan perintah" ucap salah satu prajurit istana kerajaan Mojo.
Memey menangis penuh haru dan berterimakasih kepada ping er
"Terimakasih selir ping er"
"Ternyata, hanya engkau yang bisa menyelamatkanku"
"Aku berjanji, tidak akan mengganggumu lagi" ucap Memey sambil meneteskan air mata.
Akhirnya Memey dibawa oleh kedua prajurit kerajaan Mojo menuju ke Wihara pengasingan yang terletak tak jauh dari istana.
Memey tak melihat ke arah permaisuri Wijin lagi karena hatinya telah hancur. Seorang permaisuri yang telah dianggap sebagai pelindungnya, tak mampu membela dirinya ketika dirinya berada dalam suatu masalah.
Justru ping er yang dia anggap sebagai musuh, mampu menolongnya sehingga dia terbebas dari penjara bawah tanah kerajaan Mojo yang terkenal sangat dingin, gelap dsn mencekam.
Memey bertekad, jika ping er mengalami masalah suatu hari nanti, dia akan membantunya dan akan rela mempertaruhkan hidupnya untuk membela ping er.
"Selir ping er, semoga engkau bisa mewujudkan semua keinginanmu"gumam Memey dalam hati.
Perjalanan Memey menuju ke Wihara pengasingan tak membutuhkan waktu lama. Memey dan kedua prajurit istana telah sampai di Wihara pengasingan sebelum matahari tenggelam.
Salah satu pemimpin Wihara yang bernama biksu Sani menyapa Memey dengan sopan.
"Nona, kami menyambut kedatangan nona"
"Apakah Raja Mojo yang meminta Nona datang ke sini?" tanya biksu Sani kepada Memey.
"Iya biksu"
"Aku dihukum oleh Raja Mojo untuk menebus dosa di wihara ini" jawab Memey.
Biksu Sani mengangguk tanda mengerti
Sementara itu, kedua prajurit yang berada di samping Memey mulai pergi meninggalkan Memey. Sebelum pergi meninggalkan Wihara, kedua prajurit kerajaan Mojo menitipkan sepucuk surat dari Raja Mojo kepada biksu Sani.
"Biksu, bacalah surat dari Raja Mojo ini" ucap salah satu prajurit kerajaan
"Kalau begitu, kami pergi dulu" ucap salah satu prajurit kerajaan Mojo kepada biksu Sani.
Aku dubber yang lanjutin Audiobook novelmu ini. Yuks intip. semoga gak mengecewakan, ya.
Salam kenal😊
Salam dari novel Do It All For You 😘
jangan lupa feedback ya
d tggu jejaknya