pokoknya baca ajah ya gais
semoga suka!!!
hao chen adalah anak satu-satunya dari walikota hao yang selama kepemimpinannya sangat disukai oleh masyarakat karna tegas dan adil kepada rakyannya
tapi karna suatu kejadian di mana mafia yang ingin mengedarkan narkoba di wilayahnya,walikota hao mengerahkan semua keamanan kota untuk meringkus semua orang- orang yang terlibat
akibat itu pula lah malam berdarah di keluarga hao terjadi pembantaian dan pembakaran kediaman dari walikota hao
dan anak satu-satunya berjuang untuk membalaskan dendam dari keluarganya
Apakah dendam hao chen dapat terwujud ataukah hao chen gagal dan melepaskan dendamnya kita lihat saja nanti
Dan apa yang akan terjadi setelah hao chen mati apakah dewa akan bermurah hati kepada hao chen atau dia akan langsung terlempar di alam baka....
tetep baca terus ceritaku ya kawan ada kultivator nya hehehe...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhiinda Rohma Dinda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 15 : Bantai habis
Beri kami like 👍 di setiap akhir episode ya kawan biar author lebih semangat lagi nulis novel untuk kalian. Happy reading 😘😘
.
.
.
Saat sampai di tengah hutan hao chen merasa mereka tengah di ikuti. Mungkin karena hao chen dulunya di didik seperti militer sehingga dia menjadi lebih sensitif akan pergerakan apa lagi sekarang dia memiliki Qi.
______
"percepat langkah kalian" ucap hao chen dingin raut wajahnya nampak tak enak di pandang ada sekelebatan rasa tak nyaman dari wajah hao chen
"kenapa tuan" tanya feng yao penasaran karena raut wajah hao chen juga nampak aneh
hao chen hanya melirik sekilas pada feng yao
"jika ingin mati maka silahkan" setelah mengucapkan kalimat itu hao chen meninggalkan rombongan feng yao
"percepat langkah kalian" ucap feng yao pada rombongannya
Benar saja setelah mereka mempercepat langkah mereka., mereka di hadang oleh sekelompok orang yang memakai pakaian hitam dengan menggunakan topeng
"jadi kalian masih hidup" ucap pemimpin kelompok itu dari perkataanya sudah jelas mereka adalah kelompok yang sama yang pernah menghadang jalan rombongan feng yao beberapa hari yang lalu
"jadi kalian kelompok yang sama" ucap feng nian kali ini dia berfikir apa tetua kelima sangat ingin membunuh mereka sehingga mengirim banyak pembunuh bayaran
tawa pemimpin kelompok itu menggema di pedalaman hutan "habisi mereka" ucapnya yang langsung di tanggapi oleh bawahannya yang terdiri 30 orang tersebut langsung menyerang kelompok feng yao yang kini hanya tersisa 20 orang saja karena sisa kelompok mereka telah terbunuh saat penyerangan pertama kelompok pembunuh bayaran
feng yao dan feng nian dengan sigap melindungi rombongannya karena mereka yang tersisa kini hanya memiliki tingkat kultivasi yang rendah rata-rata dari mereka hanya ranah tranformasi *7 jadi feng yao yang saat ini berada di ranah jalan surgawi *9 dan feng nian yang berada di ranah jalan kesengsaraan *9 pun bersiap-siap untuk bertempur
feng nian dan feng yao menarik pedang mereka, mereka mulai melancarkan serangan-serangan kepada kelompok pembunuh bayaran tersebut tentunya karena kalah jumlah menjadikan mereka terdesak
hao chen yang melihat itu pun turun tangan
"gerakan pertama : tebasan kematian" ucap hao chen menyerukan nama jurusnya dengan cepat hao chen menerjang ke arah para pembunuh bayaran dan dapan mengenai salah satu pembunuh itu hingga mati
gerakan hao chen yang gesit mampu melukai tiga dari pembunuh bayaran
karena hao chen hanya pada ranah transformasi *9 sehingga dia juga mulai kelelahan karena melawan musuh cukup banyak
hao chen yang terkepung pun tak sadar bahwa pemimpin kelompok itu mengarahkan pedangnya dan tepat mengenai jantung hao chen
"tuan" teriak feng nian dang feng yao yang saat ini tengah tertangkap
"haha lihatlah orang yang menolong kalian telah mati" ucap pemimpin pembunuh bayaran itu dan di sambut juga gelak tawa dari para bawahannya
"baiklah saatnya kalian menemani pemuda itu ke neraka" ucap pemimpin pembunuh bayaran itu mengarahkan pedangnya dan akan menebas leher dari feng nian dan feng yao
"matii" serunya dengan penekan
namun sebelum pedang itu mengenai leher feng nian tiba-tiba saja terjadi tekanan yang sangat berat yang menimpa orang-orang yang ada di tempat itu kecuali kelompok feng nian yang terbebas dari tekanan
tekanan yang di rasakan pembunuh bayaran seperti di timpa sebuah gunung besar yang sangat berat dan membuat semua orang berlutut di tempat itu
"a..apa yang terjadi" ucap pemimpin pembunuh bayaran itu tiba-tiba saja lesatan cahaya merah mencengkeram leher pembunuh bayaran itu dengan sangat kuat
"klik"terdengar retakan tulang dari arah pemimpin pembunuh bayaran itu seketika itu pula dia mati hanya menyisakan mayat yang terjatuh ke tanah
dengan cepat sosok itu menyerang orang-orang yang memakai pakaian hitam hanya lesatan-lesatan cahaya merah saja yang terlihat di mata feng nian dan feng yao beserta rombongannya
"Paman apa itu" tanya feng nian gemetaran yang menunjuk pada lesatan cahaya merah yang terus bergerak menyerang pembunuh bayaran
.
.
.
**like
like
like**
pantes nie novel sepi