NovelToon NovelToon
TAWAKU TERBALUT LUKA

TAWAKU TERBALUT LUKA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:919.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mei_Mei

(Taka season 1)


Cerita yang memiliki selera humor tinggi yang mungkin akan mengocok perut kalian.
Menggunakan bahasa Jawa tetapi akan tetap ada terjemahan arti.

Arselio Reytaka Milard, seorang pemuda masih berstatus pelajar SMA disalah satu sekolah elite yang ada dikota Jakarta. Ia memiliki saudara kembar bernama Arselio ReyNata Milard. Nama mereka begitu mirip, meski saudara kembar namun keduanya memiliki wajah yang berbeda begitupun dengan karakter sikap mereka yang juga berbeda. Namun, saudara kembar itu begitu menyayangi satu sama lain, dimana ada sang kakak maka disitu juga ada sang adik.

Dia anak horang kaya keempat, tetapi tingkah laku disekolah seperti orang biasa. Bahkan disekolah selalu bersikap konyol, apa yang dia ucapkan selalu sukses membuat orang lain tertawa.

Apakah perjalanan mencari jati diri seorang Taka akan penuh tawa seperti julukannya?
Mari kita ikuti kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei_Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terciduk

Mobil hitam yang ditumpangi ayah Arsel berjalan melambat, detak jantung Taka seperti sedang menaiki rollercoaster dengan ketinggian maksimal.

Ketika mobil hitam itu melewatinya begitu saja, seolah rollercoaster tadi mulai turun dengan teratur.

Sesaat empat remaja yang berdiri dipinggir jalan seperti tugu pengingat, tidak boleh melajukan kendaraan dengan kecepatan maksimal, yang akan berakibat fatal dan menyebabkan terjatuh hingga membentuk seperti penampilan mereka.

Tak lama mobil pribadi yang bertugas menjemput Taka sudah datang, dibelakang ada mobil box yang mengikuti.

Meski mobil ayah Arsel tadi sudah sedikit menjauh tapi lewat kaca spion samping mobil ia bisa melihat dibelakang nya.

"Ga, stop!!!" Arsel berteriak menghentikan laju mobil. Saat itu Rengga yang dibuat kalang kabut untuk menginjak pedal rem. Kedua badan orang dewasa itu harus terhuyung kedepan akibat pedal rem yang diinjak mendadak. Beruntung mereka memakai sabuk pengaman maka aman dari benturan benda disekitar.

"Apa sih Bos, nggagetin aja. Untung aja kita nggak kenapa-kenapa." kesal Rengga, ia melirik lewat kaca spion yang terpasang ditengah-tengah, tepat didepannya.

"Lihat kebelakang, bukannya itu Arman. Supir pribadi yang mengantar jemput Taka?" kata Arsel dengan terus memperhatikan arah belakang.

Rengga membuka kaca mobil agar lebih jelas untuk melihatnya. "Eh, sepertinya iya, Bos." Rengga membenarkan, ia setuju kalau itu Arman. Ia yang tangan kanan Arsel tentu hapal dengan orang-orang yang bekerja dirumah Bosnya, karna hampir setiap hari Rengga datang kerumah Arsel.

"Kalau itu Arman... berarti yang aku lihat tadi beneran putraku?" Arsel terkejut, seketika bola matanya membesar. "Ga, putar arah dan kita samperin mereka." perintah Arsel.

"Siap Bos." Rengga kembali melajukan mobil itu untuk memutar balik arah.

Nata dan Mujirah yang keluar dari mobil pribadi langsung tertawa terbahak-bahak melihat penampilan Taka dan Dudung seperti orangan sawah.

"Kalian diamlah, orang terkena musibah malah diketawain begitu. Dosa tau!" kesal Taka.

Nata dan Mujirah menurunkan gelak tawa, bagaimanapun yang diucapkan Taka memang benar, mereka akan berdosa jika menertawakan musibah yang dialami orang lain.

Tepat saat mereka sibuk menaikan Cecep keatas mobil box, mobil hitam yang tadi melewati mereka kini telah mengantri diurutan paling belakang.

Nata lebih dulu mengetahui keadaan, ia merapatkan tubuh pada kakaknya. "Kak, bukannya itu mobil ayah?" kata Nata memberitahu.

"Motomu blereng, mobile ayah mau wes lewat nggak mungkin lewat meneh.(Matamu buram, mobilnya ayah tadi sudah lewat nggak mungkin lewat lagi.)" sanggah Taka. Ia tak memperhatikan mobil ayah Arsel yang sudah berada diurutan belakang.

"Hist... kakak ki, motoku kui seng blereng.(Hist... kakak tuh, matamu itu yang buram.)" kesal Nata.

"Lihat dulu, itu!" ucap Nata dengan menunjuk kearah mobil ayahnya.

"Allahu Akbar," ucap Taka terkejut.

"Benerkan kataku?"

"Walah, kok bisa ayah kembali kesini? bukannya tadi udah ngebut?" bingung Taka.

Nata mengangkat bahu, ia sendiri tidak tau.

"Mati cah, mobile bapakku balek enek. Pie iki?(Mati teman, mobilnya ayahku putar balik. Bagaimana ini?)" tanya Taka pada teman-temannya.

"Astagfirullahaladzim, Allahuakbar. Taka!" suara ayah Arsel sudah terdengar, seorang pria paruh baya berdiri dengan gagah didepan 6remaja yang menundukan kepala. Wajah tuanya tak menghilangkan ketampanan yang dimiliki, semakin terlihat tegas dan berkarisma. Seperti hot daddy.

Meneliti penampilan putra keturunannya yang kedua, gelengan kepala tak mampu menggambarkan rasa tak percaya dengan penampilan Taka yang seperti orang-orangan sawah.

"Aayah tampan," ucap Taka sambil tersenyum memperlihatkan deretan gigi yang terlihat putih diantara bagian wajahnya yang kotor terkena tanah liat.

"Ayah tampan ayah tampan! kamu itu tampan, diantara penghuni kebun binatang!" jawab ayah Arsel dengan sinis, tak habis pikir dengan perbuatan apa yang sudah dilakukan putranya hingga merubah penampilannya seperti itu.

"Tega amat ayah ngatain aku seperti itu. Kalau mau muji tuh yang ikhlas yah biar dapet pahala."

"Kenapa kamu malah ceramahin ayah? ayo pulang. Bikin malu!" ucap ayah Arsel dengan tegas.

"Iya Taka sama Nata mau pulang yah," jawab Taka.

"Pulang sama ayah." perintahnya.

"Lah, ayah nggak balik kekantor? bukanya masih jam 3, yah?"

"Terserah ayah dong, mau balik kekantor apa nggak, kantor milik siapa?"

"Ayah,"

"Yang memimpin perusahaan siapa?"

"Ayah,"

"Kalau begitu, semua terserah?"

"Ayah."

"Memang begitu." ucap Arsel acuh.

"Iya'in aja deh, biar selamat." kata Taka dengan lirih.

"Cah, aku tak balek karo bapakku yo.(Teman, aku pulang bareng sama ayahku ya.)" pamit Taka pada temannya yang lain.

"Tapi Bos?"

"Nggak pa-pa, yang penting kalian do'ain aku. Jangan salah baca do'a, nanti kalian bacain aku surat yasin lagi."

"Hust, ya nggaklah Bos. Kita bacain do'a sebisanya, yang penting bukan Yasin sama tahlil." jawab Dudung.

"Sebisanya? bukannya kamu cuma hapal do'a makan sama tidur Dung?" sahut Ali Baba.

"Nggak pa-pa Ba, 'kan kata si Bos yang penting bukan do'a Yasin dan tahlil." jawab Dudung.

"La itu sama aja kamu do'a buat kamu sendiri. Bukan do'ain keselamatan si Bos." Mujiren ikut menjawab.

"Udah-udah. Kalau nggak hapal, yang penting do'a pakai bahasa Indonesia atau bahasa Jawa. Sebisa kalian aja, Allah itu Maha Tau." kata Taka.

"Nek inyong dungo karo boso gedrik Bos. (Kalau aku berdo'a pakai bahasa latin Bos.)" kata Ali Baba.

"Opo to gedrik-gedrik barang ki? ora mudeng, bosomu ki angel dipahami Ba.(Apa sih latin-latin segala? aku nggak ngerti bahasa mu susah dipahami, Ba.)"

"Taka, kamu mau malihat ayah pingsan disini?" kini suara ayah Arsel terdengar lagi.

"Eh, kenapa kok bisa pingsan yah? kalau mau pingsan nanti didalam mobil biar sekalian lets go kerumah sakit."

"Kamu nggak malu penampilanmu seperti itu mau nganter ayah kerumah sakit? yang ada penghuni rumah sakit pada kabur liat kamu datang. Yang sekarat pun bisa langsung kejang dan labas."

Ucapan ayah Arsel bukannya menakuti para remaja tanggung itu, justru menimbulkan gelak tawa. Mereka berlomba membuka mulut untuk mengekspresikan tawanya.

"Ayah ini bisa aja ngelucunya?" jawab Taka. Dibibir sedikit berwarna coklat itu masih menyunggingkan senyum.

"Buset, orang tua ngomel dikira ngelucu! kalian nggak liat penampakan kalian membuat orang-orang yang lewat tertawa lucu."

"Berati kita dapet pahala dong yah, berhasil membuat orang lain tertawa."

"Alah mbuh, terserah kalian. Ayo kita pulang." ayah Arsel mengajak pulang untuk kesekian kalinya.

"Baik ayah." Jawab Taka dan Nata bersamaan.

Ayah Arsel duduk dikursi depan, Taka dan Nata dikursi penumpang. Baju Taka yang masih basah dan meneteskan air. Ayah Arsel tak menghiraukan itu, yang terpenting segera membawa mereka pulang.

1
Narawin's~
lanjutttt
Qaisaa Nazarudin
Nama rakyat banget,Gak ada nama yg nikin lidah ku keseleo menyebutnya..👏👏👍👍Mantap thor aku suka..👍👍
Qaisaa Nazarudin
Oaalahh siapa sih yg killer di sini? Taka atau pak gurunya? 🤣🤣🤣🤣

Mampir thor,kayaknya seru ceritanya..🙋🙋😄
Muhamad Hasbi
Luar biasa
Nurma Lisa
ternyata novel ini bisa untuk obat stress🤭🤭
Akakdidi Kakdidi
bagus jalan ceritanya
Mmh Na Aas Tea
makin sedih cerita nya
Mmh Na Aas Tea
sedih banget 😭😭😭😭
Mmh Na Aas Tea
aduh parah si raja🙄🙄
Mmh Na Aas Tea
🤣🤣🤣🤣,,perut ku Ampe sakit bacanya karna lucu
Kenzi Kenzi
jadi inget sama pilem si dudung
Kenzi Kenzi
bahkan,nama aja kembaran....hahhahaa....kek nya bakalan ada nama2.kembar lainnya nih...mujiren mujirah...mujiran...
Kenzi Kenzi
ini pangkal karya2mu selanjutnyankan thor....,gw mampir....
Akak Mei: Ada banyak Kak, klik profile saya dan ikuti biar tau setiap kali saya buat karya baru. Terima kasih sudah mampir ya.
total 1 replies
Lisna Wati
terimakasih ceritanya thoor sy suka
Lies Mulyadi
ngakak poll,bulu kaki digambar
THE END.MD
aku udah baca tulisan kak mei yang ini beberapa kali dan tetep bikin aku ketawa dan nagis lagi dan aku salut buat bikin karya yang bagus ini ma kak mei semanagt terus ya kak mei nulis nya kalo bisa tulis juga cerita kisah cinta nya ayah ansel ma bunda 👏👏👏👏👍👍👍👍
Yani Srihastuti
lucu banget,suka genre yg seperti ini
Rini Apriyanti
Yg baca ikutan nangis, tissue mana tissue
Hani Hanie
haduuhh takaDung...sampai keluar air mata aq ketawanya..dasarr😂
Nuranita
gila ini novel.....bner2 bkin menyedih tiap kali bca....nangis tanpa dmnta kek airmata jtuh sndri....😭😭😭😭😭😭😭😭padahal udah 3x bacax
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!