Bercerita tentang seorang pengangguran berumur 35 tahun yang tanpa sengaja berpindah kedunia lain pada saat dia terbangun dari tidurnya,
Di dunia itu dia terbangun dan menjadi raja iblis dengan kekuatan super over power karena kesalahan dari tutorial sistem yang membangunkannya,
Bagaimana kisah dari sang naga yang mencari harem di dunia barunya?
PERHATIAN : INI HANYA KHAYALAN AUTHOR, CERITA DI DALAMNYA MURNI HANYA IMAJINASI.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shins, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch - 14. Pahlawan Yang Menjadi Budak
"Hanya percobaan kecil, namun aku merasa buruk jika mencobanya disini kita tunggu sampai keluar dari sini" kata shin menjawab rasa terkejut lyfa dan silvy
Silvy dan lyfa hanya terdiam takjub mendengar shins dan melihat lingkaran hitam di depan shins yang kini perlahan menghilang,
"Siapa kau sebenarnya?" kata silvy menatap shins
"Bukankah kau menyebutku raja iblis" kata shins menanggapi pertanyaan silvy
"Phuu~~" silvy memasang wajah cemberut mendengar kata shins,
'Dia seorang pahlawan namun sifatnya yang kekanakan membuatnya terlihat lucu' pikir shin kini mengelus rambut silvy yang cemberut sambil menyandarkan kepalanya di pagar kayu atas kapal,
'Entah kenapa aku merasa tak risih lagi dengan sentuhannya, ini terasa nyaman, tunggu apa yang kupikirkan' pikir silvy
"Berhenti menyentuh kepalaku~" kata silvy menepis tangan shin dari rambutnya untuk menutupi rasa malunya,
Mendengar itu shins bukan menuruti kata silvy malah meneruskannya, membuat silvy yang marah kini membiarkan shins melakukan apa yang shins mau,
"Apa benar namamu adalah aiden dragon?" kata silvy kini menatap shins
"Apa kau berfikir nama itu palsu?" kata shins mendengar kata silvy
"Bisa dibilang begitu," kata silvy yang terlihat kecewa
"Kenapa kau berfikir begitu?" kata shins mencoba mencari tahu maksud silvy
"Yah aku mendengar kata ian kemarin, kau itu termasuk mahkluk mitos yang dipanggil, di dunia ini ada semacam kontrak terhadap mahkluk lain untuk di jadikan hewan pelindung atau dijinakkan, dan syaratnya utamanya adalah sebuah nama" kata silvy
"Silvy lalu apa maksud dan tujuanmu menanyakan nama tuan" kata lyfa yang marah pada silvy setelah mendengar kata kata silvy,
"Tidak bukan begitu" kata silvy , silvy lalu menjelaskan arti dari kata katanya,
Berdasarkan penjelasan silvy, di dunia seorang penyihir bisa memanggil mahkluk lain sebagai hewan pembantu dalam bertarung, disebut Pet (Hewan yang di jinakkan),
Hewan yang bisa di jadikan pet terdiri dari 3 kategori,
Pertama : Roh/Peri
Kedua : Mahkluk Panggilan
Ketiga : Monster Liar
Namun syarat untuk menjadikan mahkluk tersebut sebagai pet adalah mengetahui nama mereka, Tetapi jika seorang penyihir secara paksa mencoba membuat kontrak, posisi tuan ditentukan oleh kekuatan masing masing,
Contohnya : Jika penyihir ingin membuat kontrak dengan hewan buas secara paksa, namun kekuatan hewan buas lebih kuat, sang penyihir yang akan menjadi pet, dari sang hewan buas, semacam kontrak budak yang salah mengikat,
"Mana mungkin aku menjadikanmu pet, jika aku mencobanya aku yang akan menjadi budak mu, hanya saja..." kata silvy terhenti
"Hanya saja?" kata shins penasaran
"Hanya saja, aku kecewa tak mengetahui nama aslimu" kata silvy
"Hah~~ Jadi itu yang membuatmu memasang tampang sedih" kata shins
"Aku tidak sedih, aku juga tak masalah tidak tahu namamu" kata silvy sambil mengalihkan wajahnya kearah lain,
'Apa aku harus memberitahunya' pikir shins
"Tuan, jangan lakukan itu," kata lyfa yang menarik baju shins untuk mencegah niat shins memberitahu namanya pada silvy
"Apa kau juga tak ingin tahu nama tuan mu?" kata shins menoleh kearah lyfa,
"Aku memang ingin tahu, namun tuan adalah tuan, siapapun nama tuan meskipun sampai mati saya tak tahu, saya adalah pelayan yang setia pada tuan, saya hanya takut tuan..." kata lyfa terhenti ketika shins menyentuh kepalanya
"Tak perlu khawatir, bukankah dia bilang bahwa kontrak itu berlaku untuk yang bersedia, jika aku tak bersedia tidak akan ada yang bisa membuatku tunduk" kata shins menenangkan pikiran lyfa,
"Apa kau bisa merahasiakannya " kata shins
"Benarkah? apa kau mau memberitahuku" kata silvy dengan senyum di bibirnya
"Iya" kata shins singkat
"Baiklah, aku berjanji dihadapan para dewa dengan mempertaruhkan nama kesatriaku Silvy Arc Vi Scarlate" kata silvy sambil mengangkat kelima jarinya bersumpah untuk membuat shins percaya,
"Tapi aku ingin kalian tetap memanggilku aiden, meskipun kalian tahu nama asliku" kata shins
"Aku berjanji -- Sesuai kehendak anda tuan" jawab silvy dan lyfa yang mendengar kata shins,
"Hayashi Shin's" kata shins singkat,
Mendengar nama asli shins silvy dan lyfa pun merasa senang karena mereka menjadi yang pertama mengetahui nama shins,
"Sekarang coba lakukan ikatan yang kau maksud itu" kata shins pada silvy
"Tuan~" kata lyfa kaget mendengar kata shins
"Lyfa tenanglah aku tak selemah itu" kata shins menyakinkan lyfa
"Aiden apa kau yakin?" kata silvy yang kembali sadar dari rasa kagetnya
"Iya" kata shins penuh keyakinan
'Bagaimana ini? apa yang harus kulakukan? jika aku bisa menaklukkan dia, aku bisa memilikinya sendiri, tapi jika aku kalah secara tak langsung aku akan menjadi budaknya, akh~~ bagaimana ini? tidak aku tak akan terlihat lemah' pikir silvy
"Baiklah, jangan menangis jika kau jadi pengikut ku" kata silvy penuh percaya diri
"Hoh~ kita lihat saja," kata shins,
"Bagus" kata silvy mendengar kata shins,
Setelah itu silvy pun mengucap matra sihir yang di gunakan untuk membuat kontrak, setelah rapalan yang silvy ucapkan selesai, shins merasakan sebuah sengatan kecil menyentuh jiwanya, namun di waktu sebentar itu, silvy hampir jatuh dengan wajah pucat,
"Uhuk~~" darah kental keluar dari mulut silvy membuatnya lunglai lemas tak bergerak dan jatuh pingsan,
Shins yang kaget segera menangkap tubuh silvy yang hampir terjatuh di lantai kapal, kemudian di tangan shins muncul tanda kontrak di punggung telapak tangannya,
"Apa yang terjadi,?" kata shins yang tak mengerti apa yang sedang terjadi pada silvy
"Lyfa, kita kembali ke kamar" kata shins yang panik karena melihat silvy pingsan setelah batuk darah dari mulutnya,
Mendengar itu lyfa segera berjalan di depan shin untuk membuka pintu menuju kamar yang ada di dalam kapal.
"Lyfa pergi cari tahu, berapa lama kita keluar dari sini" kata shins memerintahkan lyfa untuk mencari ian dan mencari tahu kapan mereka bisa keluar dari lorong teleportasi,
"Baik~" kata lyfa yang pergi setelah mendengar perintah shins,
Lyfa yang merasa khawatir pun tak bisa berbuat apa apa, dan hanya menyakinkan diri bahwa tuannya tahu apa yang harus di lakukan,
Meninggalkan Lyfa yang pergi dan shins yang merawat silvy, kita kembali ke beberapa menit sebelum silvy pingsan.
-Beberapa menit sebelumnya,
Setelah silvy mengucap nama shins untuk mengakhiri mantra kontrak, silvy berdiri di ruangan gelap tanpa ada sedikit pun cahaya,
"Inikah tempat roh aiden tinggal, lalu dimana rohnya?" kata silvy yang berada di ruangan berwarna hitam pekat,
Silvy mencoba melangkah namun langkah pertamanya untuk mencari roh shins terasa berat,
"Ugh~~ apa ini? kenapa secara tempat ini menyerang jiwaku" keluh silvy yang tak bisa bergerak dari tempatnya,
Tak lama angin dingin kasat mata menerpa tubuh roh silvy,
"Crash~~ Crash~~" angin dingin itu seperti pisau yang merobek setiap baju besi dan pakaian yang roh silvy kenakan,
"Apa ini? tidak aku harus pergi dari sini" kata silvy yah rohnya kini tak memakai sehelai benang pun ditubuhnya,
Namun ketika silvy ingin pergi, sebuah serangan menusuk punggungnya menembus ke dadanya,
"Ugh~ Sial, apa yang terjadi aku bahkan belum bertemu roh miliknya" kata silvy yang dadanya ditembus benda runcing dengan banyak duri,
Sekuat tenaga silvy berusaha lepas dari benda runcing yang menembus dadanya, setelah lepas roh silvy secepatnya berusaha kembali ke tubuhnya, setelah kembali kedalam tubuhnya silvy pun kembali memuntahkan darah segar dari mulutnya,
Karena jiwanya yang terluka parah silvy pun jatuh pingsan sambil melihat bayangan wajah shins yang terlihat panik.
...••••••••••••••••••...