10 tahun lamanya, Melody Alexandria kembali dipertemukan dengan sahabat masa kecilnya, yaitu Glan Algalasta. Mereka bertemu di sekolah yang sama dan kebetulan satu kelas. Kini, benih benih cinta mulai tumbuh diantara keduanya. Namun perjalanan cinta mereka tak selamanya mulus. ada beberapa konflik yang harus mereka hadapi
bagaimanakah kisah selanjutnya? mungkinkah mereka akan terus bersama?
simak ceritanya, terima kasih😊
insyaallah up setiap hari😊
Follow IG: @yeniaisah191
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Ancaman!
Melody masih duduk ditempatnya, saat semua orang pergi keluar kelas untuk istirahat. Dirinya malah asyik mencoret coret bukunya.
Namun tiba tiba aksinya terhenti karna Glan mengambil bolpoinnya. Lalu menarik tangannya bermaksud mengajaknya ke kantin. Namun Melody menolak.
"aku tidak mau!" ucapnya sambil memalingkan wajah.
Apa ini? kenapa jadi dia yang marah? Glan mengusap wajahnya kasar dan kembali menarik lengan Melody sampai membuatnya berdiri.
"aku tidak mau, Lepaskan tanganku!" rengeknya. Namun Glan tak mendengarkan dan trus menuntunnya pergi.
"Permisi, boleh aku meminjam Alexa sebentar? aku ingin bicara padanya!" sahut Resya tiba tiba saja melepaskan pegangan tangan Glan dari Melody dan kini dia yang menuntunnya pergi.
"Resya ada apa? kenapa jalannya buru buru begini?" tanya Melody sambil menyamakan langkah kakinya dengan Resya.
Sesampainya ditempat sepi, Resya segera menunjukan layar ponselnya, memperlihatkan foto Melody saat di lift bersama Angelica itu. Hal itu sukses membuat Melody terkejut dan langsung menatap tajam kearah Resya.
"jelaskan apa maksudnya ini?!" tanyanya terlihat menahan emosi.
"itu...itu..."
"mulai detik ini juga, sebelum aku, ataupun Angelica memberi tahu Glan yang sebenarnya. Kau jauhi dia! jangan sampai aku membeberkan wajah aslimu itu padanya dan membuat hatinya menjadi lebih kacau lagi!" tegas Resya sambil mengertakan giginya.
Melody diam membisu, tatapannya masih tertuju pada Resya. "tapi...."
"Melody!" panggil Glan tiba tiba datang.
DEGH!
masalah besar, Apakah dia mendengar pembicaraan mereka barusan?
"a apa?" tanyanya gugup.
"ayo!" Glan kembali menarik tangan Melody. Namun gadis itu masih diam ditempat dan menatap Resya yang balas menatapnya dengan tajam.
"aku tidak mau!" Melody menghempaskan tangannya dan pergi berlari.
"kau bicara apa padanya?" tanyanya menatap Resya penuh selidik.
"kau fikir apa? sudahlah jangan terlalu dekat dengan sahabatmu itu!"
"kenapa?"
"bahkan dia tidak pantas bersanding denganmu!"
hening!
"boleh aku bertanya?" tanyanya mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Apa?"
"Satria, siapa dia?"
Hening! Mereka hanya diam saling menatap.
"kenapa kau tanyakan hal itu?" tanyanya penuh selidik.
"dia masih menginginkanmu!" ucapnya.lalu melenggang pergi. Namun sebelum itu, Resya menggapai tangannya dan menatapnya penuh arti.
"tapi aku tidak mencintainya!"
"maaf, tapi itu bukan urusanku!" Kali ini, Resya membiarkan pria itu pergi.
Tak ada yang berubah, dia bilang akan memperlakukannya seperti seorang sahabat. Apakah hal itu pantas? huh, kalau tidak untuk menjaga perasaannya, dia ingin memberitahu Glan siapa Melody yang sebenarnya.
"apa lagi yang kau tunggu? Foto itu adalah kesempatan emas untukmu!" sahut Angelica sambil menyanggahkan sikutnya dipundak Resya.
Namun Resya tidak sejahat itu, walaupun jutek, dia masih memikirkan perasaan orang lain.
"belum waktunya! Aku ingin melihat perubahan Melody terlebih dahulu!" ucapnya.
"terserah, ayo kekantin!" senyumnya beranjak pergi dan langsung diikuti oleh Resya.
...****************...
Hari yang membosankan, saat kelas mulai kosong, Melody mengambil sapu karna hari ini jadwal piketnya.
"Alexa! bawa buku dimeja itu ke perpustakaan ya!" sahut Seorang guru sambil menunjuk tumpukan buku diatas meja.
"baik pak!" Melody segera mengangkat tumpukan buku yang cukup banyak itu. Dengan susah payah, dia harus menaiki tangga.
BRUK!
karna terlalu banyak buku yang dibawanya, Buku buku itu berjatuhan. Membuat Melody kesusahan untuk membawanya.
Aril yang melihat hal itu hanya diam menatapanya. Ingin sekali membantu, tapi dia mempertimbangkannya lagi. Namun setelah beberapa saat, dia menghampiri Melody dan membantunya. Tanpa sepatah katapun.
"terima kasih!" senyumnya begitu ia sudah meletakan tumpukan buku diatas meja.
"sama sama!" jawab Aril datar.
"aku tidak mengerti, ada apa dengan semua orang?" tanyanya saat Aril hendak pergi.
tentu saja pria itu menghentikan langkahnya dan berbalik. "Aku juga tidak tahu!"
"kenapa kau tidak bicara padaku? sedari tadi kau berusaha menghindariku!"
"maaf Alexa, sekarang kita harus menjaga jarak!" Aril berlari meninggalkan Melody yang hanya diam terpaku ditempatnya.
"apa apaan itu? padahal kami berjanji akan berteman dekat!" dengusnya kesal lalu menyusun buku buku dirak buku dengan rapi. Hatinya merasa aneh, ada rasa seperti ingin membanting kepala orang.lain dengan keras.
"Melody!" panggil Glan tak henti hentinya mengusik gadis musim semi itu.
"jauhi aku!" sahutnya tanpa mempedulikan Glan dan sibuk merapikan buku dirak.
"apa maksudmu?"
Melody menghembuskan nafasnya gusar, lalu membalikan badan dan menatap kearah Glan.
"Kurasa, aku hanya akan menambah rasa sakit dihatimu"
"tidak, kau yang mengobatinya!"
Gadis itu menggelang kuat kuat. Dia tak ingin kebodohannya membuat pria yang begitu mencintainya terluka. Sekarang Angelica dan Resya sudah memberinya kesempatan untuk menjaga hatinya. Dan itu akan menguntungkan karna Glan tidak akan membecinya. Dia mengakui tindakan Resya itu benar.
"pokoknya mulai sekarang tidak boleh dekat dekat, harus ada jarak diantara kita!" senyumnya agak dipaksakan.
"kau ini bicara apa sih?" Glan sama sekali tidak mengerti.
"tidak apa apa" senyumnya berjalan mendekat, mencium pipinya dengan singkat lalu berkata "terima kasih untuk itu, dan yang lainnya!" Lalu dia segera pergi dan hilang dari pandangan.
"ada apa ini? " gumamnya benar benar merasa heran dengan tingkah Melody yang aneh itu.
......................
...----------------...
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
HALLO GAYS, MAKASIH ATAS DUKUNGANNYA. MAAF YA CERITANYA GAK JELAS GITU😂 AKU SAMA SEKALI GAK PERSIAPAN BIKIN NOVEL INI, LANGSUNG TULIS AJA APA YANG ADA DIFIKIRANKU😂 JADI SERING KEHABISAN IDE 😅