NovelToon NovelToon
Jodohku Yang Luar Biasa

Jodohku Yang Luar Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Poligami
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: zien

Ririn, seorang gadis sederhana yang tiba-tiba mendapat lamaran dari Devan yang merupakan direktur perusahaan tempat Ririn bekerja.

Devan, seorang direktur perusahaan sekaligus seorang suami dari wanita bernama Citra.

Citra, seorang istri yang baik tetapi malang nasibnya. Dokter telah memvonisnya mandul, tidak bisa mempunyai anak. Karena rasa sayang luar biasa pada suaminya, Citra menyuruh suaminya yaitu Devan untuk menikah lagi agar bisa mempunyai keturunan.

Bagaimana kelanjutan cerita Ririn, Devan dan Citra? Yuk baca novel ini sampai tamat😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zien, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BTW (Bicara Tentang Warna)

Sepanjang perjalanan untuk mengantar Ririn pulang ke rumahnya, Devan banyak bertanya pada Ririn.

"Warna apa yang kamu suka?"

Ririn terdiam sejenak. "Sepertinya aku menyukai semua warna... tapi ada suatu ketika ada yang kulakukan secara tidak sadar... ketika sekolah dulu, ketika memilih jaket aku pilih warna ungu, ketika memilih tas aku pilih warna ungu, juga ketika memilih sepatu aku pilih juga warna ungu... alhasil ketiga barang itu adalah yang paling sering dipake, temen-temen yang komen, eh Rin kamu suka banget ya sama warna ungu, cocok katanya buat yang jomlo." Ririn tertawa.

"Lalu pernah juga ketika aku meneliti baju yang ada di lemari, ini sekitar dua atau tiga tahun yang lalu, bawahan rok atau celana panjang banyak yang warna coklat sedang atasan warna kuning." Ririn tertawa lagi.

"Sungguh itu tidak sengaja, biasa kalo belanja aku suka model bajunya kemudian aku beli."

"Kalau sekarang bagaimana, baju warna apa yang paling dominan di lemarimu?"

"Biru, biru muda, biru langit, biru laut, biru dongker." Ririn terkekeh. Devan juga ikut terkekeh.

"Mungkin secara tidak disadari kesukaanmu terhadap suatu warna tertentu mencerminkan kepribadianmu sesuai dengan umurmu, dulu ketika remaja secara tidak sadar kamu sering memilih warna ungu.... katanya warna ungu itu mencerminkan orang yang mandiri, imajinatif dan jiwa spiritualnya tinggi....

Lalu kemudian kamu menyukai warna coklat dan kuning... katanya warna coklat mencerminkan kenyamanan dan kehangatan, kalo warna kuning mencerminkan keceriaan, kebahagiaan dan energi semangat...

Sekarang secara tidak sadar juga kamu lebih memilih warna biru, itu mungkin menandakan kedewasaan kamu karena katanya warna biru itu mencerminkan ketenangan, sejuk, santai."

"Wah ... pengetahuan Mas tentang warna luar biasa." Ririn bertepuk tangan.

"Kamu masih belum nyaman ya memanggilku Mas?"

"Ya, masih canggung , tapi akan kubiasakan," Ririn tersenyum.

"Rin, aku akan membeli rumah untukmu tinggal setelah menikah."

"Rumah? untukku?"

"Iya, memangnya kita akan tinggal dimana setelah menikah?"

"Mas kan udah punya rumah sama Mbak Citra ... Aku bisa tetap tinggal sama Emak sama si Ade...." Ririn menjawab dengan polosnya.

"Tapi Ririn orang yang menikah itu harus tinggal bersama, tidur bersama..."

"Tidur bersama?" Mata Ririn membelalak.

"Ya iyalah... bagaimana bisa punya anak kalo kita tidak tidur bersama?" Devan terkekeh.

"Anak..." Ririn berkata pelan sekali. Bagaimana bisa ia lupa tujuan awal dari hubungannya dengan Devan?

"Ehhm... kita kembali ke topik awal, kamu mau rumah kita seperti apa?"

"Mmm, mau yang ceria , dicat warna warni seperti sekolah TK, genjreng gitu lho... mau ada ayunan didepan rumah, mau punya halaman yang ditumbuhi banyak bunga... bunganya juga mau warna warni... mau punya macam-macam anggrek, mau punya kolam kecil diisi ikan koi warna-warni... " Ririn tersenyum sambil menerawang.

"Aduh aku nggak bisa bayangin tuh rumah ramenya kayak apa, semuanya warna warni." Devan terkekeh kembali. Kalau Citra kebalikannya, ia selalu menyukai warna pastel dan tidak akan mencampurnya menjadi warna warni... warna warni.

"Bukannya anak-anak suka warna ceria? Katanya warna bisa merangsang kecerdasan anak." Mata Ririn berbinar-binar.

"Kamu suka anak-anak?"

"Suka banget... mungkin karena punya si Ade, aku sering mandiin, ngajak main, dia ngegemesin waktu kecil kalau sekarang banyak ngeselin.. sebentar-sebentar minta uang buat beli makanan si Beno... cita-citanya sekarang pengen bikinin rumah yang bagus buat si Beno ... ayamnya itu." Ririn sampai berapi-api bicaranya

Devan tertawa, "Si Ade lucu ya... sayang banget dia sama di Beno."

"Iya cita-citanya bukan bikinin rumah buat Emak, malah pengen bikinin rumah buat si Beno." Ririn ikut tertawa.

"Sekarang kembali lagi ke topik rumah kita, kamu mau perabotan seperti apa untuk isi rumahnya?"

"Aku tidak suka banyak kayunya aku suka yang..."

"...warna warni " mereka serempak mengatakannya, lalu tertawa bersama.

"Kalo ada halaman belakangnya, aku mau menanam pohon yang berbuah. Mas tahu nggak aku dulu jago naek pohon...."

Devan terbelalak tak percaya, "Kamu?..."

"Iya... tapi ini dulu ketika masih kecil... terus suatu hari aku naek pohon jambu batu tinggiii banget, mataku fokus sama satu jambu batu yang udah mateng... wajahku tengadah terus kearah jambu batu itu sampai akhirnya bisa kupetik. Tapi... pas mau turun lihat kebawah, kakiku kegemeteran saking tingginya, langsung deh nangis teriak-teriak manggil Bapak ..."

"Bapak datang bawa tangga, ternyata... satu tangga tidak cukup untuk menurunkanku, Bapak harus menyambungkan dua buah tangga dan membujukku mau memberanikan diri untuk turun."

Devan tertawa terkekeh-kekeh mendengar cerita Ririn, " Kamu tomboy sekali waktu kecil ya?"

"Dulu aku punya rok itu cuma seragam sekolah, seingatku dulu aku beberapa kali berkelahi sama anak laki-laki."

"Waduh!" Devan sampai membelalak mendengarnya. Beda sekali dengan Citra, dulu ketika sekolah ia melihat Citra itu bak seorang putri, bicaranya lembut, sopan dan sangat anggun.

"Sekarang kamu berencana mau nanam pohon di belakang rumah, kamu mau ngajarin anak kita naik pohon?"

"Iya!... boleh?"

"Nggak!! jelas nggak .. nanti gimana kalo anakku itu bisa naik nggak bisa turun kayak kamu? Aku kan nggak bisa nolongin... akunya aja nggak bisa naik pohon." Devan terdengar sewot.

"Euleuh-euleuh.... Mas jangan marah ya... kan anaknya juga belom ada." Ririn mencoba tersenyum pada Devan yang sedang cemberut.

Citra nggak pernah membuat Devan sewot, sepertinya ia selalu mengerti apa yang Devan inginkan. Devan membanding-bandingkan Citra dengan Ririn.

"Sebentar lagi sampai Mas." Ririn mengingatkan.

Akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai juga didepan rumah Ririn. Devan ikut turun , mau menyapa Bu Nani katanya.

"Assalaamualaikum Bu." Devan menyapa Bu Nani. "Maaf pulang malam, tadi Ririn saya ajak makan dulu."

"Wa'alaikumsalaam... masuk dulu nak..."

"Lain kali Bu, terima kasih. Saya mau langsung pulang."

"Aku pulang dulu Rin."

"Hati-hati dijalan Mas."

*********************************************

terima kasih sudah membaca novel ini, mohon beri dukungan author dengan memberikan rate, vote, comment n like ya 😘😘😘

*********************************************

1
Naimatul Jannati
blum ada lnjutannya thor ririn sm mas devan
kohuna kojana
jempol
Sri Mulya
lanjut
Susantri
kayaknya hanya citra ja yg da dihati Devan..bilang I love u ja hny ma Citra ma Ririn hny kt syg gk lebih..kesal AQ ma Devan lama2..
mizuki
makin kesini ceritanya jadi monoton yg gak perlu di ceritain jangan di tulis dong thor😴😴😴
mizuki
Mak sama anak sama matrenya....maknya ngerestui anaknya nikah sama suami orang biar bisa hidup enak
mizuki
Ternyata si ririn matre juga ya..
Ucy (ig. ucynovel)
aku baru mampir thor

ceritanya kyk keseharian bagus 👍
anggita
👌✌,,
Devi Sihotang Sihotang
kalo udah nikah, nnti egois istri pertama...
Devi Sihotang Sihotang
kalo udah nikah, nnti egois istri pertama
Devi Sihotang Sihotang
lanjut thor
Devi Sihotang Sihotang
seru cerita nya
Fiwanaka
aku mampir Thor...
mampir juga di karya ku ya Tangis Gadis Tegar dan Dikhianati tapi Dicintai karya Fiwanaka
terimakasih
Fiwanaka
aku mampir Thor saling dukung ya thor
N13
btw ini cerita dilanjutkan / nggak ya
N13
Citraaaaa mulu yg diprioritaskan, sepertinya cuma citra yg punya rasa cemburu, jadi seolah2 citra yg jd korban,,,, helowwww
yg maksa minta devan nikah lagi sopo,,, devan jelas² saranin adopsi, citra ngeyelll !!!
akh sumpah kasian aku mah sama Ririn, sekolah yg tinggi Rin, trus berkarier, buka usaha ato apa,,, hempaskan lah Devan n Citra,,, seumur hidup makan ati klu kayak gitu ceritanya,,,
N13
ya iyalah citra dan devan sdh liburan 2x,,, Ririn ?????
N13
nah jd apalagi pertimbangan nya,,, ceraikan Ririn, Ririn jg wanita biasa, yg butuh dicintai
N13
ya sdh minta Devan ceraikan Ririn,,, disini Ririn korban Ego mu Citra,,, biarlah Ririn bebas, kasian mentang² istri kedua harus banyak nahan rasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!