NovelToon NovelToon
Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:105.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Quenni Lisa

Menceritakan kisah Perjuangan Calissa Luvenia Anderson, mendapatkan cintanya, akan tetapi ia mencintai orang yang sangat dingin, cuek dan Arlezi juga sedang menunggu orang yang dicintainya Yaitu Nayla Khanzzani White.

Hal itu membuatnya putus asa dan akhirnya Reyhard Cristian sahabat masa kecilnya Caliss serta cinta pertamanya kembali, membuat Caliss bingung, dan bagaimana kelanjutannya?🙂

Bagaimana kisah perjuangan cintanya, kalian penasaran?
Mari baca novelku😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quenni Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 15. Bercerita.

Hai guys... jangan lupa like cerita aku yah... walaupun sampe sekarang masih belum ada yang mau baca mungkin nanti bakalan ada.

Hehe...🤧😀

...****************...

Setelah kepergian Celsi dan Arlezi, aku mengajak Naya dan Syafa untuk menginap di rumah.

"Nay... Sya... ginep rumah gue yuk, gue mau cerita sesuatu, please." ajakku pada Naya dan Syafa.

"Gimana yah? yah udah deh, lagian udah lama gue enggak kerumah lo." ucap Naya.

"Gue ngikut Naya aja kalo iya ayok." sahut Syafa.

"Yah udah Aldi dan Aldo yang anterin kita." ucapku lalu berlalu mengambil motor.

"Guys kita pulang dulu yah, bye." teriakku Naya, Syafa, Aldi, dan Aldo.

"Oke, bye." jawab mereka.

Kamipun melajukan motor menuju rumah, setelah sampai dirumah kami langsung memasukan motor ke bagasi dan berjalan membuka pintu.

"Mah, Pah, Caliss pulang." teriakku.

"Iya, sini makan dulu." ajak mama.

"Loh ini siapa?" tanya Papa.

"Oh, ini loh Pa, temen yang pernah aku ceritain sama Papa dan Mama, yang temen aku dibandung.

"Oh, Naya sama Syafa." sahut Mama.

"Iya Ma." jawabku.

"Yah udah sini sayang masuk kita makan." ajak Mama pada Naya dan Syafa.

"Iya tan." jawab mereka dengan tersenyum dan kamipun berjalan menuju meja makan.

"Jadi kita enggak ditawarin nih Mah?" rengek Aldo.

"Eeh, iya ada anak gantengnya Mama, hehe sini kita makan." ajak Mama pada Aldi dan Aldo.

"Emm." jawab mereka.

'Pffftt, lucu juga sih Aldi kalo di rumah beda banget sama di sekolah.' batin Naya sambik tertawa kecil..

"Oh iya kalian nginap kan?" tanya Mama.

"Iya tan." jawab Syafa.

"Udah kalian Panggil aja Mama, mungkin bisa jadi mantu." ucap mama sambil tertawa geli.

"Haa, mantu? apaan sih mah." elak Aldo malu.

"Ha-ha-ha, bener tuh mah, jodohin aja." tawaku mengejek mereka.

"Call...." bisik Syafa dan Naya.

"Hehehe, maaf maaf, blekk." ucapku lalu menjulurkan lidahku mengejek kedua Abangku.

"Ya udah kami mau masuk ke kamar dulu yah Mah, Pah, Caliss mau istirahat capek soalnya." pamitku lalu beranjak dari meja makan bersama Naya dan Syafa.

"Aku juga Mah mau istirahat capek." sahut bang Aldo.

"Ya udah kalian istirahat aja dulu sana." ujar mama.

Skip

Kamar Calissa

Kami sudah berada di dalam kamar. Kami memutuskan untuk mandi dan mengganti baju, setelah itu kami duduk dikasur.

"Oke, bukannya kamu mau cerita sesuatu sama kita cerita sekarang aja, bosen ni gue." tanya Syafa.

"Emm... gimana yah, gue malu mau ceritain nya." ujarku lalu menunduk.

"Eh, tumben lo, oh gue tau lo lagi kesemsem yah sama seseorang?" tanya Naya dengan nada curiganya.

"Emm, anu i-iya tapi..." ucapku menggantung.

"Benerkan, tapi apa ha, jangan bikin gue penasaran deh?" sahut Naya jiwa keponya keluar.

"Iya nih, lo cerita aja ama kita gak usah malu, kayak baru kenal aja kita udah 3 tahun sahabatan." ucap Syafa.

"Gini gue suka sama...." ucapku gugup dan menghentikan kata selanjutnya.

"Sama siapa, udah deh jangan nge gantung gini gue jadi makin penasaran." ujar Naya tak sabar.

"Iya, iya gue--gue kayaknya gue suka sama Arlezi." ucapku malu-malu.

"APA, LO SUKA SAMA AR-- EMM-MMM." teriak Naya lalu terpotong karena mulutnya kubekap dengan tanganku.

"Duh... Nay jangan teriak-teriak dong, entar Abang gue denger." ujarku.

"Oh, iya maaf gue lupa, hehe." jawab Naya, Cengengesan.

"Jadi kenapa lo, bisa suka sama dia padahal gue liat lo sering debat sama dia, dia juga cuek banget?" tanya Naya panjang lebar.

"Entahlah semenjak pertama gue ngeliat dia gue juga aneh serasa gugup, padahal baru ini gue gugup sama cowok yang baru gue kenal, loh tau kan kalo gue deket dulu baru bisa suka terus gugup kalo deket-deket apalagi pandangan." jelasku panjang lebar.

"Iya sih, lo kan enggak pernah gitu, baru aja ketemu langsung gugup, apa mungkin karena dia ganteng?" tanya Naya.

"Enggak tau juga sih Nay..." jawabku.

"Jadi gimana lo mau berjuang dapetin dia atau enggak Cal?" tanya Naya.

"Aku enggak tau Nay, gue sadar gue tuh enggak cantik mana mungkin dia suka sama gue." ucapku dengan nada sendu.

"Kalo dia juga suka sama lo di enggak bakalan lah ngeliat fisik lo." ujar Naya meyakinkanku.

"Iya juga sih... tapi liat aja nanti." jawabku.

'Haah, Caliss suka sama Arlezi, gimana dong, gue enggak mungkin nyakitin dia karena ini pertama kalinya juga buat dia suka sama seseorang sampe kek gini.' batin Syafa sedih, ia tak sadar bahwa ia bengong saat ini.

"Sya... sya." panggilku pada Syafa.

Syafa masih bengong dan memikirkan sesuatu.

"SYAFAAAAA...." teriak Naya.

"Ajng... kaget gue, apaan sih kak?" tanya Syafa sambil mengelus dadanya karena kaget.

"Loh sih kita dari tadi lagi bicara tapi lo bengong dipanggil-panggil malah enggak nyahut." tanya Naya dengan nada penasaran.

"Iya, loh kenapa Sya kok dari balapan tadi gue liat lo enggak fokus apa ada masalah?" tanyaku lembut lalu mengelus punggung Syafa pelan.

"Engg, enggak kok gue baik-baik aja cuma lagi banyak pikiran, gue mau ambil minum dulu kebawah, bye." ucap Syafa mengalihkan pembicaraan lalu pergi ke dapur.

"Kenapa sih tuh anak? lo kan kakaknya masa lo enggak tau?" tanyaku pada Naya.

"Beneran gue enggak tau, waktu dirumah tadi dia baik-baik aja kok." jawab Naya.

"Yah udah kita, istirahat dulu besok kita bicarain, baik-baik mungkin Syafa ada masalah." ujarku lalu membaringkan tubuhku dikasur.

"Yah, gue juga ngantuk." ujar Naya menidurkan bandannya dikasur king Size milik Calissa.

Skip

"Duh gue haus lagi, minum dulu kali yah?" gumam Aldo lalu berjalan menuju dapur untuk mengambil minum.

Saat hendak melangkahkan kakinya menuju meja makan ia melihat Syafa sendang minum dan melamun.

"Itu Syafa... ngapain dia, samperin aja deh?" gumam Aldo, lalu berjalan menuju Syafa.

"Syafa... sya..." panggil Aldo namun tak ada jawaban dari Syafa akhirnya Aldo memegang bahu Syafa.

Dan sontak membuat Syafa kaget dan menjatuhkan gelas yang sedang ia pegang.

"Astaga... yah pecah." ujar Syafa lalu menunduk untuk membersihkan pecahan dari gelas tersebut. Tanpa sengaja tangannya terluka.

"Udah Syaf, gue aja, tuh kan tangan lo berdarah, sini duduk." ujar Aldo lalu menarik tangan Syafa untuk menduduki kursi.

"Maafin gue yah, gue enggak tau kalo lo bakal terkejut sampe kayak gini, gue tadi udah manggil lo tapi lo enggak nyaut-nyaut." sahut Aldo menyesali perbuatannya sambil memungut sisahan kaca.

"Eng-enggak kok, gue yang salah." ujar Syafa.

Lalu Aldo berjalan menuju kamarnya meninggalkan Syafa.

'Apa dia marah kok marah kok langsung pergi aja,' batin Syafa lalu sedih.

Tak lama kemuadian Aldo datang dengan membawa kotak P3K untuk mengobati luka Syafa.

"Loh... lo kok balik lagi, lo enggak marah sama gue?" tanya Syafa bingung.

"Ya enggaklah, ngapain juga gue marah, gue cuma mau ngambil nih kotak." jawab Aldo lalu menunjukkan kotak p3k yang dibawanya.

"Oh, gitu makasih yah, gue kira lo marah." ucap Syafa lega.

'Gak mungkin gue marah sama cewek yang gue suka,' batin Aldo. lalu Aldo mulai membersihkan tangan Syafa.

"Udah kak biar gue sendiri aja?" sahut Syafa malu.

"Udah enggak papa, kamu diam aja biar aku obati." ujar Aldo lalu fokus membersihkan luka Syafa.

'Aldo Gareng banget kalo dari deket, mana perhatian banget lagi, buat gue lupa dengan masalah gue tadi." batin Syafa tersenyum dan menatap Aldo lama. Lalu lamunannya terhenti saat ia merasa sakit pada jarinya.

"Awww... perih." rintih Syafa.

"Oh, maaf sini aku tiupin, huhuhu." jawab Aldo khawatir lalu meniup jari Syafa.

"Ahh, udah kak." ujar Syafa malu lalu menarik tangan, karena tiupan dari Aldo membuar hatinya panas dan mukanya memerah.

"Oh, o-oke." ujar Aldo.

"Gue balik dulu yah, lo tidur gih udah malem." ujar Aldo lalu pergi menuju kamarnya.

'Jantung gue kenapa yah?' batin Syafa lalu memegang jantungnya.

"Udah ah bomat, gue ngantuk." lalu pergi menuju kamar Caliss dan ikut tidur di sebelah Caliss.

Jan lupa like, komentar dan Favoritkan Saiya butuh pendukung guys:(

Enggak papa deh, mungkin suatu saat ada hehe:)

1
로렌
kak bisa tidak membuat versi chat story jimrose
YAFA 💙
baguss bangett🎉🎉👍
😘😍 fans girl RAP LINE 😍😘
ya iyalah dunia authorrrr orang tuhannya juga author 😁😁
😘😍 fans girl RAP LINE 😍😘
nah lo nyeselkan, emang penyesalan sllu datang telat, kalo didepan pendaftaran donk 😂😂
😘😍 fans girl RAP LINE 😍😘
halah orang situ belum ada kata putus juga dah main tunangan aja 😒😒
😘😍 fans girl RAP LINE 😍😘
mbak mawar yg dipanggil cayang aing yg guling2 kesem2 😂😂
😘😍 fans girl RAP LINE 😍😘
cieeee sikutub mencair nih 😂😂😁😁
VBEAR
mampir nih kak, semangat upnya ya 😍
VBEAR
hi kak aku mampir nih kasih boom likenya, rate 5 plus aku jadiin favorit loh, novel kakak bagus 😍
Alissa Alissa
up
bad girl
up Thor 💜
liebe_lie🥰Yuli Anggraeni
cusss.....
bad girl
lanjut Thor 💜
muna fadilah
knp gk di lanjutkan episode nya
alyssa bunga: entar dipikir-pikir dulu:)
total 1 replies
muna fadilah
kk gk di lanjutkan episode nya
𝓟𝓾𝓻𝓹𝓵𝓮
Akhir yang bagus☺☺
Irena Runaldi
makasih thorr atas novelnya ❤️
alyssa bunga: iya sama-sama.
jangan lupa mampir di Si Gadis Desa dan Tuan Muda yah:)
total 1 replies
Alissa Alissa
Bagus:)!
Ning Diah
makasih ya thoooor tulisan keren nya
alyssa bunga: iya, sama-sama terima kasih sudah membaca novel saya.

Jangan lupa mampir di Gadis Desa dan Tuan Muda yah:)🙏
total 1 replies
bad girl
up Thor 💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!