di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...
Akankan dia menemukan cinta tulus itu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15
"Ay!! kenapa kamu malah menangis?" tanya Ardan.
"Aku tidak apa-apa kok Hubby, ini hanya air mata kebahagiaan." jawab Asyifa sambil tersenyum.
"Syukurlah kalau kamu bahagia Hubby kira kamu sedang merasa kesakitan, mulai sekarang apapun yang kamu rasakan harus berbagi dengan Hubby yah Ay." pinta Ardan.
"Baiklah Hubby." sahut Asyifa.
Di saat Asyifa ingin membuka mukenanya tidak di lanjutkan karena Suaminya tiba-tiba mengangkat tubuhnya ke ranjang tempat tidur dan langsung mencium bibirnya Asyifa karena tidak ada penolakan dari Istrinya sampai-sampai ciuman itu pun menggila saling membalas satu sama lain.
Entah sejak kapan kini keduanya sudah telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuh keduanya.
Kini Ardan pun turun ke bukit kembar sang Istri di sini bermain sebentar sambil memberikan tanda Cinta dan tidak lupa menyusuri setiap inci tubuh Istrinya, Asyifa pun membiarkan seluruh tubuhnya di jamah oleh Suaminya dengan sesekali mendesah keluar dari bibirnya.
Hubungan yang sempat tertunda satu bulan pun kini baru terjadi sekarang malah semakin menggila dari keduanya, terutama Ardan saat mendengar desahan dari mulut Istrinya semakin memberi cap tanda kepemilikannya ke seluruh tubuh Istrinya.
Ketika Ardan ingin memasukkan pusakanya ke vagina Istrinya dia terkejut, karena vagina dari Istrinya begitu sempit jadi masih susah untuk di masukin pusakanya, percobaan pertama gagal sampai akhirnya di percobaan yang ketiga baru berhasil di masuki.
"Ahhhh By pelan-pelan."
Teriak Asyifa ya saat vaginanya berhasil di masuki pusaka Suaminya, Asyifa pun sampai mengeluarkan air matanya karena merasakan begitu sakitnya seakan tubuhnya terbelah Ardan yang melihat Istrinya sedang menahan sakit pun tidak tega dan berniat ingin menghentikannya, tapi Asyifa malah meminta ke Suaminya untuk terus melanjutkannya.
Setelah Istrinya meminta Ardan pun langsung menerjang vagina Istrinya sambil melihat ke bawah ternyata dia melihat ada darah keperawanan Istrinya, Ardan pun tersenyum ya yang awalnya sangat perlahan tapi lama kelamaan mempercepat temponya sampai pusaka Ardan tidak ingin keluar lagi, hingga beberapa gaya pun telah di lakukan oleh Ardan yang terus memimpin permainannya.
Hingga entah sudah beberapa ronde yang di lakukan oleh keduanya ya yang meminta lagi dan lagi adalah Ardan, meskipun sudah letih tapi Asyifa masih terus melayani Suaminya tanpa mengeluh sedikit pun, ya karena Asyifa sendiri juga sangat merasakan kenikmatan.
Setelah keduanya menyudahi hubungan intim Suami Istri, keduanya pun memutuskan untuk langsung tidur dengan masih telanjang tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuh keduanya hanya tertutupi dengan selimut.
.
.
Keesokan Pagi
Asyifa membuka mata lebih dulu daripada Ardan, tapi tidak berniat untuk bangun dari ranjang malahan menatap wajah Ardan Suaminya dengan sangat intens.
"Ternyata wajah Suamiku ini begitu sangat Tampan kenapa aku baru menyadarinya yah setelah pergulatan semalam itu, haish kenapa jadi kesal begini kalau mengingat tiada hentinya meminta lagi dan lagi, entahlah semalam itu berapa kali Suamiku ini melakukannya tapi kenapa aku tidak bisa menolaknya sama sekali yah." pelan Asyifa.
"Hubby bangun yuk, sudah Shubuh." ucap Asyifa sambil mencium bibir Suaminya.
Cup
"Hmm Ay!! sekarang jam berapa?" tanya Ardan.
"Sudah jam lima Hubby!! ayo berjamaah Sholat Shubuh, aku duluan ke kamar aww ssh."
Jawab Asyifa sambil mengeluh kesakitan ketika ingin melangkah ke kamar mandi dan reflek tangannya memegang vaginanya sendiri.
Ardan yang melihat itu langsung membawa Istrinya ke kamar mandi dengan cara mengangkat tubuh Istrinya, Asyifa yang kaget pun melingkarkan tangannya ke leher Ardan.
Mandi pun bergantian karena Asyifa tidak ingin Suaminya meminta lagi di kamar mandi, setelah mandi Asyifa menyiapkan peralatan Sholat, tapi ketika melihat ke arah ranjang ada darah di selimutnya dan menghampiri.
"Huft..akhirnya aku sudah tidak Perawan lagi, ini kamu yang merenggut By" gerutu Asyifa.
Setelah beberapa menit di kamar mandi Ardan pun keluar terus lanjut Sholat Shubuh berjamaah bersama sudah selesai kini keduanya sudah berada di tempat meja makan sedang sarapan pagi bersama.
"Ay!! apa masih terasa sakit, maafin Hubby yah sungguh tidak bermaksud untuk menyakitimu." ucap Ardan.
"Sekarang sudah lebih baik kok By! sudahlah tidak ada yang perlu di maafkan, jadi Hubby jangan merasa bersalah begitu santai saja yah." sahut Asyifa.
"Ya udah kamu hari ini istirahat saja yah di kamar, jangan pergi kemana-mana dulu." pinta Ardan.
"Eh!! justru hari ini berniat mengajakmu pergi bersama, karena kita sudah menyatukan jiwa dan raga kita menjadi satu, jadi aku ingin memperkenalkan Hubby dengan seseorang." tolak Asyifa.
"Hmm siapa orangnya Ay! apa tidak bisa lain hari saja, ya sebenernya Hubby juga tadinya ingin mengajakmu jalan-jalan berdua, tapi karena melihat keadaan kamu seperti ini jadi tidak tega." ucap Ardan.
"Ya udah gini saja!! habis pulang dari sana barulah kita jalan-jalan, jadi sekarang hayoo kita pergi nanti juga Hubby tau orangnya." sahut Asyifa sambil mengajak.
"Hmm baiklah." pasrah Ardan.
.
.
Di Perjalanan
Di tengah perjalanan tiba-tiba Istrinya meminta berhenti di depan tempat pemakaman umum (Tpu) di pinggir jalan meskipun Ardan bingung tapi tetap menurutinya permintaan dari Istrinya.
Keduanya berjalan sampai membeli bunga di depan tempat tersebut dan terus berjalan masuk ke tempat pemaksaan umum(Tpu) menuju ke arah salah satu pemakaman, saat Asyifa berjongkok dan menaburkan bunga tersebut, Ardan barulah mengerti dan ikut berjongkok di sebelah Asyifa.
"Assalamualaikum Bu!! Asyifa datang kesini ingin mendoakan secara langsung dan juga ingin memperkenalkan Suami Asyifa." ucap Asyifa.
"Assalamualaikum Bu!! namaku Ardan Suami dari Putri Ibu yaitu Asyifa, Ardan datang kesini ingin meminta doa restu dari atas sana, semoga aku bisa melindungi dan membahagiakan Asyifa." sambung Ardan.
Setelah mengatakan hal itu Ardan pun langsung membacakan doa ziarah nya untuk Almarhumah Ibu Mertuanya yang sudah meninggal, sedangkan Asyifa yang berada di samping Suaminya awalnya terkejut, karena tidak pernah menyangka bahwa Suaminya bisa doa ziarah dan pada akhirnya dia pun dengan senyuman yang mengembang di bibirnya sambil mengikuti doa serta untuk mengaminkannya.
Setelah beberapa menit doa ziarah pun selesai dan keduanya pun melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut ketika melihat ada warung pinggir jalan keduanya berhenti.
"Permisi Bu! ini untuk bayar dua minuman ini yah." ucap Ardan sambil memberikan uang ke pemilik warung ketika ingin melangkah pergi di berhentikan.
"Eh tunggu Mas!! ini kembaliannya." sahut si pemilik warung.
"Sudah untuk Ibu saja kembaliannya." ucap Ardan.
"Terimakasih Mas." sahut si pemilik warung.
Ardan pun kembali untuk menghampiri Istrinya yang sedang duduk di motornya yang berparkir di pinggir jalan.
"Ay nih minum dulu, habis dari sini kita mau kemana lagi nih?" tanya Ardan sambil menyodorkan botol minuman.
"Terimakasih Hubby." jawab Asyifa.
Asyifa pun menerima botol air mineral yang sudah di bukakan tutupnya oleh Suaminya dan lansung meminumnya.
"Aaaa segarnya By! gimana kalau kita ke Rumah Pamanku, kan kebetulan berada di sini Rumahnya juga tidak jauh dari sini." saran Asyifa.
"Ya udah hayoo kita kesana....
Bersambung
~ *See You Next* ~