Hola ...
Update setiap hari ... !!!
Warning :
Novel ini bisa membuat kalian tersenyum-senyum sendiri dan tertawa gemasss ...!!!
Novel ini juga mengandung banyak bawang ditengah!!! Selamat membaca ...
Karena ada yang minta sekuel anaknya Galas dan Gayung. Ini aku kasih sekuel mengenai anak kedua mereka, Jusuf Alexander.
Dalam perjalanan menuju kampung halaman untuk menengok kedua orang tuanya yang kini menetap dikota kelahiran mereka. Jusuf Alexander tersesat dijalan karena mengikuti Google Map. Padahal ibunya sudah mengingatkannya untuk tidak mengendarai mobil sendiri. Karena Alex lemah mengingat jalan.
Hingga akhirnya ia tersesat dijalanan terjal dalam kondisi mobil yang tiba-tiba mogok. Apesnya hujan mengguyur begitu deras malam itu. Hingga ia kebingungan untuk meminta bantuan. Sampai kemudian muncul seorang gadis yang menolongnya.
Dari sanalah perjalanan cintanya yang amazing bermula. Ikuti terus ya ...Ok say ...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Curly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 ( ENTAH APA YANG MERASUKIMU? )
Rumah tanpa Alex didalamnya benar-benar sepi. Pandan merindukan tingkah konyol Alex yang menggunakan berbagai macam cara untuk lebih dekat dengannya, juga teriakan Alex yang sesuka hati memanggil-manggil namanya setiap saat. Mengingat hal itu membuat Pandan ingin tersenyum sendiri, seperti sekarang.
I miss you.
Tulis Pandan sebagai caption picture dirinya yang ia unggah dimedia sosial miliknya. Beberapa menit kemudian, Kevin menjadi orang pertama yang memberikan like serta komentar pada status yang ia unggah itu.
FerdinantKev
I MISS YOU TOO ( emoji hati )
Pandan mengabaikannya. Laki-laki itu sempat datang beberapa kali ke rumah. Namun selalu tak ia bukakan pintu, sesuai perintah sang suami tentunya. Ia tak ingin mengecewakan Alex yang saban hari selalu saja mengingatkannya untuk tidak memberi celah sedikitpun pada Kevin untuk mendekatinya.
Sebenarnya Pandan ingin tahu, kenapa Alex melakukan hal itu. Namun selama ini jawaban Alex selalu sama dan tak sesuai harapannya. Apakah laki-laki itu benar sudah menerima dirinya sebagai istrinya ataukah Alex sudah memiliki perasaan untuknya?
Meski ia tahu, sikap Alex sudah menjelaskan semuanya, tapi ia masih ragu dan takut untuk bersikap lebih terbuka. Sebelum laki-laki itu mengakuinya dengan mulutnya sendiri.
Pandan kembali membuka media sosialnya. Senyum terukir indah dibibirnya kala tak lama setelahnya, Alex mengunggah status balasan atas kalimat rindu yang ia unggah sebelumnya.
I miss you too.
Pandan tertawa lirih. Padahal laki-laki itu sendiri yang meminta hubungan mereka dirahasiakan. Tapi kini lihatlah, dia sendiri yang membuatnya terlihat kentara. Entah apakah akan ada yang menyadari bahwa status medsos mereka saling berbalas atau tidak. Setahu Pandan, teman-teman satu kantornya hampir semua mengikuti medsos Bos mereka itu. Meski Alex jarang sekali mengunggah status atau potret dirinya. Dan "I miss you too" ini adalah gambar kedua yang ia unggah selain potret keluarga besarnya disana yang menjadi satu-satunya, sebelumnya.
Bahagia. Sudah pasti. Tersanjung. Jelas tentunya. Namun tetap ada yang kurang bagi Pandan. Alex belum mengakui perasaannya secara langsung. Lalu yang kedua, Alex masih merahasiakan statusnya sebagai seorang istri.
Namun untuk sekarang, Pandan berusaha mengerti. Semua butuh proses, apalagi mengingat perjumpaan mereka yang kilat dan tak terduga. Anggap saja, mereka sedang berpacaran sekarang. Ya, pacaran setelah menikah ...
***
Setelah semingguan berada dinegeri orang dan menyelesaikan pekerjaannya dengan beberapa perusahaan yang menjalin kerjasama dengannya disana. Hari ini, Alex sudah tiba lagi ditanah air bersama sang adik bungsu, Ibrahim Zaidan yang ikut bersamanya ke sana. Ia rasanya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Pandan yang begitu ia rindukan setengah mati selama beberapa hari disana.
Benar kata Dylan, memang rindu itu berat, Alex saja rasa-rasanya tidak kuat. Sampai-sampai ingin rasanya ia meminta bantuan Doraemon untuk memberinya pintu kemana saja, yang bisa mengantarkannya sekejap mata menuju tempat yang ia inginkan dan pastinya saat ini yang ingin ia tuju adalah rumahnya, tempat dimana Pandan berada.
"Aku ingin begini ... aku ingin begitu. Ingin ini ... ingin itu banyak sekali hahaha ...." Senadung Alex lirih menyanyikan lagu Doraemon sambil tertawa menyadari ketidakwarasannya karena begitu merindukan sang istri. Pandan, Pandan ... kenapa kamu bisa membuatku gila seperti ini? Jerit hatinya bahagia.
Ibrahim Zaidan, adik bungsunya yang kini duduk disampingnya itu sampai terheran-heran dengan kelakuan aneh bin ajaib Kakak keduanya itu.
"Mas Alex, kamu kenapa sih?" Ibra melirik penuh tanda tanya pada sang kakak yang sedari mereka di negara X seringkali bertingkah aneh. Mulai dari tersenyum-senyum sendiri, tertawa tanpa sebab yang jelas dan yang paling parah tiba-tiba dikamar hotel berteriak-teriak GILA! GIla!GILA! Padahal tidak perlu teriak juga Ibra tahu kakaknya itu memang sedang tidak waras, batin Ibra gemas sendiri.
"Tidak apa-apa," jawab Alex selalu lalu menarik nafas panjang. Sedetik kemudian tertawa lagi sembari memegangi perutnya. Pandann ... Pandan ... i miss you too, Sayang! Alex tak bisa berhenti memikirkan ciuman terakhir mereka. Setiap mengingatnya selalu menghadirkan desiran aneh yang begitu membuncang didadanya.
Entah apa yang merasukimu, Mas? Ibra jadi khawatir melihat kondisi Kakaknya yang menurutnya memprihatinkan itu.
"Halo, Kak Kei?" Ibra langsung menghubungi Kakak tertuanya, Keiko Nayara, begitu sampai di Indonesia. Kakak pertamanya itu memang sedang merintis karirnya sebagai dukun mengikuti langkah kakek mereka. Ibra sungguh khawatir dan ingin segera mengetahui penyebab tingkah abnormal Kakak keduanya itu.
"Salam dulu, Ibra." Keiko mengingatkan diseberang sana
"Iya, Assalamualaikum Kak Keiko yang cantik." Ibra merayu agar tidak mendapat omelan dari Kakak pertamanya itu. Karena seringkali ia lupa mengucapkan salam.
"Wallaikumsalam. Iya, kenapa Ibra jelek?"
Ishh, padahal aku sudah memujinya cantik. Dasar dukun somplak! geram Ibra dalam hati. Tapi kali ini ada hal yang lebih penting untuk ia tanyakan, maka dari itu, ia mengesampingkan protesnya, semua demi Kakak keduanya. Jusuf Alexander, sebelum kondisi Kakak keduanya itu semakin parah dan tidak tertolong lagi (wkekek).
"Kak, bisa tolong terawang Mas Alex. Ibra takut dia kesambet demit luar negeri apa gimana. Sejak dinegara X tingkahnya gila parah, sumpah! Ibra sampai merinding sendiri." Ibra begitu menggebu menceritakan kondisi Kakak keduanya
"Maksudnya gimana, sih? Alex kenapa?" Keiko tak mengerti. Ia sibuk menonton Idol k-pop ditelevisi saat ini, makanya tidak begitu fokus mendengarkan cerita adik bungsunya itu.
"Ya aneh Kak Kei ... Mas Alex suka tiba-tiba tersenyum-senyum sendiri, tertawa-tawa sendiri, teriak-teriak sendiri. Aneh, kan?" jelas Ibra lagi dengan seriusnya. Namun justru respon Kakak pertamanya itu sungguh diluar dugaannya. Keiko malah tertawa ngakak diseberang sana, membuat Ibra tak mengerti dimana letak kelucuan dari penjelasannya tadi.
"Astagaaa Ibra-Ibra haha ... dasar si bontot! Kakak itu sedang sibuk, Sayang. Kaya gitu aja pakai minta tolong Kakak suruh diterawang segala ... Alex itu paling lagi jatuh cinta, Ibra jelek. Mending suruh buruan kawin aja si Alex, nggak usah nungguin Kak Kei. Jodoh Kak Kei masih sibuk syuting drama di Korea sana. Oke? Byeee Assalamuallaikum." Keiko mematikan sambungan telefon.
Ibra mendengus kesal. Sepertinya ia salah mengambil keputusan. Ia lupa Kakak pertamanya itu sama saja gilanya dengan Kakak keduanya. Bahkan lebih parah mungkin. Tingkat kehaluan Kakak pertamanya itu terlalu parah sampai setua itu belum menikah juga membuat kedua orang tuanya pusing tujuh keliling mencarikannya jodoh untuknya.
Nasib ... nasib ... punya Kakak dua-duanya tidak ada yang waras, keluh Ibra dalam hati.
****
Jangan lupa LIKE
atau KOMEN
kalau ikhlas VOTE juga boleh hihihi ... 😁😁😁