NovelToon NovelToon
PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Tiga tahun setelah perang besar melawan Abyss, dunia tak pernah benar-benar pulih.

Retakan neraka muncul di berbagai penjuru benua, memuntahkan monster, iblis, dan roh-roh jahat yang merasuki manusia.

Rowan Desmond, kesatria terkuat dari Kerajaan Aurelius telah menghabiskan tiga tahun memburu petaka yang tak kunjung berakhir.

Sampai suatu malam Rowan menangkap seorang pencuri bernama Cecilia Landon yang mencuri relik kuno milik kerajaan. Namun Cecilia menyimpan kemampuan besar, dimana ia dapat melihat roh, mendengar bisikan arwah, dan memurnikan kegelapan yang sangat dibutuhkan oleh Rowan.

Rowan akhirnya membuat sebuah perjanjian; Ia akan membantu Cecilia mengumpulkan relik-relik yang diburunya. Sebagai gantinya, Cecilia harus membantu Rowan menghadapi roh-roh yang mengancam seluruh benua.

Namun semakin jauh perjalanan mereka, semakin banyak rahasia yang terkuak, tentang Cecilia yang ternyata terkutuk.

Akankah mereka mampu menyelamatkan dunia atau justru kehilangan satu sama lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1. GADIS MISTERIUS

Festival Musim Semi di ibu kota Kerajaan Aurelius seharusnya menjadi hari paling meriah tahun ini.

Bendera-bendera emas dan putih berkibar di sepanjang jalan utama. Musik seruling dan denting lonceng memenuhi udara. Anak-anak berlarian sambil membawa permen madu, para pedagang meneriakkan dagangan mereka, dan aroma daging panggang bercampur dengan wangi bunga lili yang digantung di setiap sudut kota.

Namun di balik kemeriahan itu, ketakutan mengendap seperti racun.

Semua orang tahu bahwa sejak retakan Abyss muncul tiga tahun lalu setelah perang besar melawan Abyss itu sendiri, dunia tidak pernah benar-benar damai lagi.

Retakan hitam itu muncul tanpa peringatan di berbagai tempat; di hutan, gunung, bahkan di tengah kota. Dari celah kegelapan tersebut, sesuatu keluar.

Roh-roh jahat.

Mereka tak terlihat, tak bersuara. Dan jauh lebih mengerikan dari pada monster mana pun. Karena mereka tidak langsung membunuh manusia.

Mereka menyusup.

Masuk perlahan ke dalam pikiran seseorang, menggerogoti kesadaran mereka sedikit demi sedikit sampai akhirnya mengambil alih tubuh sepenuhnya. Ketika itu terjadi, manusia biasa berubah menjadi makhluk brutal yang menyerang siapa saja di sekitarnya.

Dan masalah terbesar dari semua itu adalah tidak ada yang bisa melihat roh-roh tersebut.

Tak ada kecuali ketika semuanya sudah terlambat.

"Sebelah kiri!"

Teriakan itu menggema di tengah jalan kota.

Seorang pria bertubuh besar menerjang kerumunan sambil membawa tong kayu dan menghantamkannya ke kios buah hingga hancur berantakan. Apel dan jeruk berguling ke mana-mana sementara orang-orang berteriak panik.

"Dia dirasuki!"

"Lari!"

Beberapa wanita menarik anak-anak mereka menjauh.

Pria itu tertawa aneh. Matanya memutih nyaris sepenuhnya sementara urat hitam menjalar dari leher hingga wajah.

Rowan Desmond menghunus pedangnya dalam satu gerakan cepat.

Sinar matahari memantul pada armor perak miliknya yang telah dipenuhi noda darah dan debu sejak pagi tadi.

"Lumpuhkan dia!" seru Rowan.

Dua kesatria bergerak dari sisi kanan sementara Rowan melompat ke depan.

Pria kerasukan itu mengayunkan tong kayu dengan kekuatan tidak manusiawi, namun Rowan menangkisnya dengan mudah. Dentuman keras mengguncang jalanan.

"Pegang tangannya!"

Kesatria lain langsung menerjang.

Namun pria itu meraung dan menghantam salah satu kesatria hingga terpental ke gerobak roti.

"Sial," umpat Rowan seraya menggertakkan rahangnya.

Sudah lima kasus hanya dalam satu jam terakhir.

Festival yang ramai membuat roh-roh jahat lebih mudah bersembunyi di antara manusia.

Dan itu membuat keadaan jauh lebih buruk karena mereka tidak pernah tahu siapa yang akan menjadi korban berikutnya.

Dengan gerakan cepat, Rowan menghantam gagang pedangnya ke pelipis pria tersebut.

BUGH!

Tubuh besar itu roboh ke tanah.

"Cepat ikat dia sebelum sadar lagi!" perintah Rowan tegas.

"Baik!"

Para kesatria segera bergerak.

Rowan mengatur napas kasar sambil menyapu pandangan ke sekitar.

Tangisan.

Kepanikan.

Ketakutan.

Semua bercampur menjadi satu.

Rowan membenci keadaan ini.

Dulu musuh memiliki bentuk yang jelas. Monster bisa dibunuh. Bandit bisa ditangkap.

Namun sekarang?

Musuh mereka adalah sesuatu yang bahkan tidak bisa dilihat.

"Kapten Rowan?!"

Seorang kesatria muda berlari mendekat dengan napas memburu.

"Ada keributan lain di distrik timur!" lapor kesatria muda itu

"Satu orang lagi?" tanya Rowan seolah tak percaya kekacauan ini masih terus berlangsung.

"Dua!" jawab sang kesatria.

Rowan mengusap wajahnya kasar.

Belum selesai satu, muncul lagi yang lain.

"Bagi tim menjadi dua. Jangan biarkan warga mendekat pada siapa pun yang bertindak aneh," Rowan kembali menurunkan perintah.

"Baik!"

Kesatria itu segera pergi.

Rowan berbalik dan berjalan cepat melewati jalan utama.

Orang-orang otomatis menyingkir ketika melihatnya.

Tak heran karena di seluruh Kerajaan Aurelius, nama Rowan Desmond bukanlah nama biasa. Ia adalah kesatria nomor satu kerajaan.

Pedang terkuat milik Kaisar Aurelius, menggantikan Duke Alaric.

Rowan adalah pria yang selama tiga tahun terakhir berada di garis depan melawan kekacauan akibat retakan Abyss.

Tinggi, berbahu lebar, dengan rambut cokelat dan mata biru tajam seperti es beku. Wajahnya tampan, namun terlalu dingin untuk disebut ramah.

Orang-orang menghormatinya namun sebagian besar juga takut padanya, karena Rowan selalu terlihat seperti seseorang yang memikul seluruh dunia di pundaknya.

Dan mungkin memang begitu.

"ROWAN?!"

Suara berat memanggil dari kejauhan.

Seorang pria berambut pirang berlari menghampirinya sambil membawa tombak pendek.

Gareth Vale.

Kesatria elit sekaligus sahabat terdekat Rowan sejak di akademi.

Berbeda dengan Rowan yang dingin dan kaku, Gareth jauh lebih santai dan mudah bergaul. Namun kemampuan bertarungnya tidak bisa diremehkan.

"Ada dua korban lagi di dekat alun-alun. Dan satu penjaga terluka parah," kata Gareth cepat.

"Sial. Mereka muncul terlalu cepat hari ini," keluh Rowan sambil memandang kerumunan yang mulai kacau. "Ada sesuatu yang tidak beres," lanjutnya.

Gareth mengangguk pelan. "Aku juga merasakannya."

Sebelum Rowan sempat menjawab ...

BRAAAK!

Suara keras mengguncang udara. Orang-orang berteriak panik. Keributan besar terdengar dari arah pusat festival.

Rowan langsung menoleh tajam. "Asal suara dari mana?" tanyanya.

"Dekat pasar daging!" jawab salah satu kesatria.

Tanpa menunggu lagi, Rowan langsung berlari.

Armor perak sederhananya beradu keras setiap kali ia melangkah. Gareth dan beberapa kesatria lain mengikuti di belakang.

Kerumunan manusia berhamburan panik ketika mereka tiba di pusat kekacauan.

Sebuah kios daging hancur berantakan.

Darah dan potongan kayu berserakan di tanah.

Seorang pria kurus berdiri di tengah jalan dengan napas berat. Matanya putih. Urat hitam memenuhi wajahnya. Dan di tangannya ada pisau daging besar.

"Menjauh dari dia!" teriak Rowan.

Namun semuanya sudah terlambat. Pria kerasukan itu meraung liar dan menerjang ke depan. Di hadapannya, seorang wanita muda membeku ketakutan sambil memeluk anak kecil. Ia bahkan tidak sempat bergerak.

"Tidak!" Rowan berlari secepat mungkin. Namun jaraknya terlalu jauh.

Pisau itu sudah terangkat tinggi.

Satu detik lagi dan wanita itu akan mati.

Lalu ....

WHOOSH!

Sosok berjubah abu-abu muncul entah dari mana dengan gerakan cepat. Sosok itu menangkap tangan pria kerasukan sebelum pisau turun, memutar tubuh sang pria, lalu membanting pria tersebut ke tanah dengan kekuatan mengejutkan.

BRAK!

Pisau terlempar jauh dari tangan sang pria.

Seluruh area mendadak hening.

Rowan berhenti beberapa langkah dari mereka. Matanya menyipit tajam melihat pemandangan itu

Pria kerasukan tersebut meronta liar sambil meraung mengerikan.

Namun sosok berjubah itu berlutut dan menahan kepala sang pria dengan kedua tangan.

Kemudian sesuatu yang mustahil terjadi.

"Pergilah dari tubuh ini, Wahai Kalian Budak Kegelapan. Ini bukan tempat kalian," ucap suara lembut dari balik tudung jubah.

Suara perempuan. Tenang, namun mengandung tekanan aneh yang membuat bulu kuduk meremang.

Tangan sosok itu mulai memancarkan cahaya samar kebiruan.

Rowan membelalak.

"Pergilah!" seru sosok berjubah itu.

Cahaya itu menyala sesaat di antara telapak tangan dan kepala pria tersebut.

Suara melengking aneh terdengar samar. Seperti jeritan dari tempat yang sangat jauh.

Tubuh pria kerasukan itu mendadak menegang. Lalu diam. Seluruh urat hitam di wajahnya perlahan menghilang. Matanya kembali normal. Dan beberapa detik kemudian tubuhnya lunglai tak sadarkan diri.

Sunyi.

Semua orang terpaku.

Bahkan Gareth terlihat tidak percaya.

Rowan menatap lurus ke arah sosok berjubah itu. Pikirannya kacau.

Apa yang baru saja aku lihat? pikir Rowan

Selama tiga tahun menghadapi roh jahat, tidak pernah ada cara untuk menyelamatkan orang yang kerasukan selain melumpuhkan mereka sampai roh itu pergi sendiri atau membunuh korbannya jika sudah terlalu terlambat.

Namun sosok itu seperti mengusir roh itu pergi.

Mustahil.

Sosok berjubah tersebut perlahan berdiri. Dan saat ia bergerak tudung kepalanya tersingkap.

Rowan membeku.

Rambut pirang platinum panjang jatuh lembut melewati bahu sosok tersebut. Kulitnya pucat bersih seperti porselen. Dan matanya berwarna biru gelap yang dalam. Seolah menyimpan lautan malam di dalamnya. Gadis itu tampak muda. Mungkin seusia awal dua puluhan.

Sosok gadis itu dan Rowan saling menatap selama beberapa detik.

Dengan cepat gadis itu berbalik dan berlari.

"HEY?! Berhenti!" Rowan langsung tersadar dan mengejarnya. Ia menerobos kerumunan dengan cepat.

Gadis berjubah itu bergerak lincah di antara manusia yang panik. Jubah abu-abunya berkibar tertiup angin.

Rowan memercepat langkah. Hampir berhasil meraih ujung jubah sosok itu, namun seseorang menabraknya dari samping.

"Maaf!" ujar orang yang menabrak Rowan.

Rowan tak peduli pada orang itu dan kembali melihat ke depan.

Kosong.

Gadis itu menghilang. Padahal jalan di depan lurus tanpa banyak percabangan.

"Tidak mungkin," ujar Rowan. Ia menyapu pandangan ke segala arah.

Kerumunan festival memenuhi jalanan. Tak ada tanda-tanda rambut pirang platinum atau pun jubah abu-abu tadi.

Seolah gadis itu lenyap begitu saja.

"Rowan?! Kau lihat ke mana dia pergi?" Gareth datang menghampiri dengan napas berat.

"Tidak," jawab Rowan.

Rowan mengepalkan tangannya kesal. Ia jarang kehilangan target. Apalagi seseorang yang bahkan tidak bersenjata.

Namun gadis itu menghilang terlalu cepat.

"Bagaimana pria tadi?" tanya sang Kapten Kesatria itu.

Gareth menatap ke arah belakang sebelum menjawab pelan, "Normal."

"Apa?" Rowan seolah salah mendengar.

"Dia sadar. Dia bahkan menangis dan bertanya kenapa semua orang melihatnya seperti monster," beritahu Gareth.

Hening sesaat.

"Itu tidak mungkin. Belum pernah ada korban yang pulih secepat itu dan baik-baik saja," ujar Rowan tak percaya.

Dan bagaimana roh jahat itu menghilang?

Gareth mendekat sedikit dan berbisik pelan, "Dia seperti mengusir roh jahat dari tubuh pria itu, kan?"

Kalimat itu membuat suasana semakin berat. Karena jika itu benar, maka gadis tersebut adalah satu-satunya orang di dunia yang memiliki kemampuan seperti itu.

Rowan menatap jalan tempat gadis tadi menghilang. Mata biru gelap itu kembali terbayang di pikirannya.

Siapa dia? Dan kenapa ia memiliki kekuatan semacam itu? batin Rowan.

"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Gareth hati-hati.

Rowan akhirnya berbicara, "Temukan gadis itu."

Gareth langsung tegak.

"Periksa seluruh data orang yang masuk dan keluar dari kerajaan. Tanyakan pada penjaga gerbang apakah mereka melihat gadis berjubah abu-abu dengan rambut pirang platinum," perintah Rowan.

"Baik!" jawab Gareth.

"Dan jika kalian menemukannya, bawa dia padaku," tambah Rowan.

Gareth mengangguk tegas, "Segera laksanakan."

Gareth segera memberi perintah kepada para kesatria lain.

Sementara Rowan tetap berdiri diam di tengah jalan festival yang kacau.

Selama tiga tahun kerajaan hidup dalam ketakutan tanpa jawaban tentang roh-roh Abyss.

Dan hari ini untuk pertama kalinya Rowan melihat seseorang yang mungkin mampu melawan mereka.

Tatapannya kembali tertuju pada jalan kosong di depan.

Rowan mengepalkan tangannya pelan.

"Aku akan menemukanmu," gumam Rowan rendah.

Tanpa ia sadari di atas atap bangunan tak jauh dari sana, sepasang mata biru gelap sedang memerhatikannya diam-diam dari balik bayangan tudung.

Gadis berjubah itu berdiri dalam keheningan. Angin meniup helaian rambut platinum miliknya. Tatapannya tertuju lurus pada Rowan.

Lalu gadis itu berucap, "Kesatria Kerajaan Aurelius itu mungkin akan merepotkan tujuanku, aku harus hati-hati."

Sebelum akhirnya sosok gadis misterius itu melompat dan menghilang dalam kerumunan kembali.

1
Nisfu Romadhon
aisshh,,, akhir bab mengandung bawang 🧅🧅🧅hiks,,, Rowan teringat paman Colton sang Guru /Sob//Sob//Sob/
Nisfu Romadhon
hih,,, dasar curang,,,g berani ngadepin Cecil sendirian mesti minta bantuan monster-monster lainnya buat pengalih perhatian,,, Cecil aku mendukungmu,,,kamu pasti bisa 💪💪💪
Hary Nengsih
lanjut
Nisfu Romadhon
aishh,,, musuh kembali datang
Nisfu Romadhon
aihh aihh,,,baru sadar udah dapat kissing aja Cecil,,, dasar Lowan mengambil kesempitan dalam kesempatan,,, ehh /Chuckle/
Nisfu Romadhon
g sadar bacanya sambil nahan nafas,,,huft,,,baru dihela nafas nya kalo bab nya selesai 🤦🫣
Nisfu Romadhon
Rowan kah yang memanggil?
serius,,, seperti nonton film kolosal,,, KEREN k Othor,,, lopiyu muachh /Kiss/
Archiemorarty: Hahaha...kolosal nggak tuh 🤣
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aduh,,,aduh,,, gimana ini gimana ini,,,/Gosh//Gosh//Gosh/menghilanglah Cecil,,,🫣🫣🫣
Nisfu Romadhon
aihh,,, merinding guys,,,/Panic//Panic//Panic/
Nisfu Romadhon
aisshh,,,gegara kesibi duta,,,aku telat tegang nya /Facepalm/
Siti Nurjanah
oh berati arwah yg ngikutin rowan itu paman colton mungkin
Archiemorarty: Bisa jadi 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
kaya nya ia
Eli Rahma
apa cecil dirasuki roh nya paman colton..hingga dia bisa menghadapi monster....cecil kan pernah melihat satu roh yg selalu mengikuti Rowan....iyaaa..pasti itu rohnya paman colton..iyaa kan thor??😆
Nisfu Romadhon: iya tuh✌️
total 2 replies
Nisfu Romadhon
cari in jodoh nya Evan k Othor,,, please /Whimper//Whimper//Whimper/
Archiemorarty: Abis Rowan ntar buat Evan yak 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
siapa si pengkhianat ini?🤔
Hary Nengsih
yg d imcar cecilia kayanya
Archiemorarty: Yeps 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
wow,,, Great Job Lowan👏👏👏/Kiss//Kiss//Kiss/
Nisfu Romadhon
ehh pak Diego,,, logikanya ya kalo Lowan suka sama Joanna,,dia g akan nunggu hari ini datang bersama Cecilia pasti dari dulu sudah bersama Joanna paling tidak bertunangan,,,ya g netizens 🤔,,, berhubung Lowan g suka sama anakmu Yo wes tho terima nasibmu /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Archiemorarty: Nggak mau terima dia makanya begitu 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
udah nasibnya orang ganteng digilai cewek-cewek lah ya /Drool//Drool//Drool/
Archiemorarty: Hooh 🤭 mana kaya lagi
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aisshh,,, horor banget ini mah🫣
Archiemorarty: Fantasy horor kali ini tema nya 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!