NovelToon NovelToon
Rahim Untuk Sahabat

Rahim Untuk Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:22.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Andra dan Diana sudah menikah selama lima tahun. Namun selama itu pula Diana memilih untuk menunda kehamilannya. Dengan alasan jika saat ini sedang berada di puncak karir yang selama ini dia impikan.

Selain karena tekanan dari kedua orang tua Andra yang ingin segera punya cucu. Dalam hati kecilnya, Andra juga ingin segera punya anak. Hingga akhirnya dia bertemu sahabat lamanya bernama Nadhira.

Entah ada pikiran dari mana hingga tiba-tiba Andra meminta Nadhira hamil anaknya. Jelas Nadhira menolak apalagi Andra sudah menikah.

Apakah rencana Andra aka berhasil untuk mendapatkan anak dari keturunannya sendiri. Apakah Nadhira akhirnya akan setuju? Lalu bagaimana dengan Diana dan keluarga Andra?

Konflik apa lagi yang akan terjadi setelah ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahim Untuk Sahabat 3

"Kamu masih sama seperti dulu Dhira!" suara bariton Andra mengagetkan Nadhira.

"Pak, Andra!" Nadhira berdiri kaget karena ternyata ada Andra di sana.

Tumben sekali ada orang yang datang ke taman belakang ini. Biasanya juga di jam istirahat tak pernah ada yang kesana. Sehingga tempat ini menjadi tempat yang paling favorit untuk dirinya.

"Kamu masih sama seperti yang dulu selalu menyendiri dan merasa rendah diri dihadapan orang lain. Padahal sudah kubilang dari dulu, sesungguhnya kamu itu menyenangkan dan berhak memiliki banyak teman! Jangan pedulikan ucapan orang lain!" ujar Andra duduk di sebelah Nadhira.

Gadis itu bergeser dan sedikit menjauh, menjaga jarak dengan Andra. Pria yang merupakan atasannya di kantor dan juga berstatus suami orang. Tak pantas rasanya jika mereka duduk berdekatan. Andra sedikit mendelik saat melihat sikap Nadhira seperti itu. Dulu mereka sangat dekat, sebagai teman.

Namun dia juga tak berkomentar, karena dia juga sadar akan keadaan mereka sekarang. Sama-sama memiliki pasangan. Sehingga Andra tak mempermasalahkan hal itu.

"Iya, namun saya merasa tidak pantas memiliki satupun teman. Saya sadar diri, dengan segala keterbatasan yang saya miliki, Pak! Saya permisi pamit dulu," pamit Nadhira.

"Apa kamu mau menjadi temanku lagi Dhira?" tanya Andra membuat langkah Dhira terhenti.

"Tidak Pak," jawab Dhira tegas.

Dia tidak ingin membuat Diana salah paham lagi dengan kedekatan dirinya seperti dahulu. Dia sadar jika Andra berteman dengannya karena kasihan. Sudah cukup dia dikasihani oleh Andra, dia tidak bisa bergantung lagi kepada temannya itu seperti dulu.

Lima tahun dia sudah membuktikannya, dia bisa kuat dan bertahan. Hingga saat ini dia bisa berdiri dengan tegak, menggunakan kedua kakinya, tanpa ada bantuan dari siapapun yang membantu menopangnya. Dia tak mau kalau sampai Diana kembali berbuat nekad karena tahu jika Andra dan dia kembali bertemu. Dhira tak mau ada masalah lagi. Dia hanya ingin hidup tenang, bekerja untuk biaya pengobatan ibunya. Itu saja, tak ada yang dia pikirkan selain hal itu.

"Kenapa?"

"Status kita berbeda, Pak! Saya tidak ingin berteman dengan pria yang memiliki istri. Karena pada akhirnya akan membuat salah paham bagi Mbak Diana ataupun orang lain. Tolong bersihkap seolah kita tidak saling kenal saja. Hal itu jauh lebih baik untuk saya, apalagi saya sudah terbiasa hidup tanpa teman selama lima tahun ini. Terima kasih karena dulu Anda mau menjadi teman saya, satu-satunya teman baik yang saya miliki," jawab Dhira kemudian pergi dari sana meninggalkan Andra.

"Ada apa dengan dia? Lima tahun tidak bertemu, dia sudah banyak berubah. Tapi aku tidak mengira jika bisa bertemu lagi dengan dia," ucap Andra yang sejujurnya merasa senang bisa kembali bertemu dengan Dhira.

Selama ini dia selalu merasa kesulitan saat menghubungi Dhira yang sudah pindah ke kampung. Namun kejadian tak terduga pada akhirnya mempertemukan mereka kembali. Wajah Dhira masih sama seperti dulu, namun sikapnya sudah berubah. Mungkin karena dia sudah beranjak menjadi wanita dewasa yang sudah banyak melewati pahitnya kehidupan.

"Nadhira! Pak Andra meminta laporan keuangan tiga bulan yang lalu! Berikan sekarang karena dia akan memeriksanya langsung!" ujar Pak Rahmat atasan Dhira.

"Pak, maaf apa tidak Anda saja yang memberikannya. Saya ..." ucap Nadhira.

Jujur dia merasa tak nyaman bertemu dengan Andra kembali hari ini. Setelah beberapa hari dia merasa tenang karena tak bertemu dengan mantan sahabat lamanya. Dhira, bahkan tak keluar dari ruangannya bagitupun saat istirahat memilih makan di dalam ruangannya.

"Saya harus segera mengerjakan pekerjaan lain! Kamu yang bertanggung jawab untuk laporan itu kan? Cepatlah pergi jangan membuat Pak Andra menunggu!"

"Baiklah, Pak!" jawab Nadhira sedikit gugup.

"Ya Allah, kenapa aku malah harus bertemu dengan Andra di kantor ini? Padahal aku sudah tenang dan melupakan dia! Aku tidak mau membuat Mbak Diana Kembali salah paham dengan kedekatan kami. Andra yang terlalu baik padaku, sehingga memang membuat salah paham, Bahkan aku juga sampai salah paham dengan sikap dan perhatiannya dulu," ucap Dhira mencoba menenangkan dirinya di dalam lift.

Sebelum masuk ke dalam ruangan Ardan, Dhira menarik nafas cukup panjang dan mencoba menenangkan kembali dirinya. Entahlah dia merasa sangat gugup.

"Maaf mengganggu Pak, Saya ingin memberikan laporan yang anda minta," Nadhira masuk ke dalam ruangan Andra

"Duduk!" ujar Andra tanpa melihat ke arah dirinya.

Nadhira duduk di kursi yang ada di depan Andra. Pria itu memeriksa dengan teliti laporan yang dibawa oleh Nadhira. Sedangkan Nadhira merasa tidak nyaman berada berdua di ruangan Andra. Dia menundukkan kepalanya, menunggu Andra selesai memeriksa. Entahlah, da-danya terasa sesak saat kembali melihat Andra. Kenangan di masa lalu saat menjadi teman Andra malah muncul seketika.

Tak lama anda menutup laporan yang ada di depannya. Kemudian dia bersandar sambil menatap Dhira yang masih menunduk di depannya.

"Apa kamu menghindariku beberapa hari ini Dhira?" tanya Andra

"Maksudnya, Pak?" Dhira balik bertanya.

"Mana ponselmu!" Pinta Andra tegas dengan tatapan tajam membuat Dhira takut.

"Ah iya," Dhira memberikan ponselnya.

"Ck! Kamu ternyata masih menggunakan wallpaper yang sama dari dulu. Bahkan ponselmu juga belum ganti?," ucap Andra membuat wajah Dhira memerah.

Dia lupa belum mengganti wallpaper di ponsel bututnya. Itu adalah ponsel pemberian dari Andra sebelum sahabatnya menikah dengan Diana. Karena Andra kesal saat akan menghubungi Dhira yang tidak memiliki ponsel.

"Maaf, nanti akan saya ganti, Pak! Saya hanya selalu mengingat jika dulu ada satu orang yang mau menjadi teman dan juga peduli dengan saya. Maaf! Nanti akan saya hapus!" jawab Dhira.

"Nanti orang bengkel akan mengantarkan motormu, dan kirimkan alamat mu padaku!" ujar Andra.

"Biar saya saja yang mengambil langsung ke bengkel Pak. Katakan saja bengkelnya di mana," jawab Nadhira.

"Ck! Dasar keras kepala! Dari dulu kamu selalu menolak perbuatan baik orang lain! Menyebalkan!" kesal Andra dengan sifat Nadhira yang selalu merasa sungkan.

"Maaf!"

"Cepat kirimkan!"

"Ah iya, baiklah ..." Dhira buru-buru mengetikan alamat rumah dan mengirimkannya kepada Andra. Apalagi mode Bicara Andra sudah terlihat kesal.

"Sudah, Pak!" Nadhira kemudian pamit dan keluar dari dalam ruangan Andra.

Sedangkan Andra berusaha menghubungi istrinya yang masih berada di luar kota. Dari semalam istrinya tidak bisa dihubungi.

"Siapa? Si Andra?" tanya pria yang sedang bersama dengan Diana. Diana mengangguk.

"Aku angkat dulu, jangan sampai membuat dia curiga. Dari semalam aku mematikan ponsel karena kamu yang tak mau berhenti!" ujar Diana.

"Angkat saja, aku juga belum mau berhenti sekarang Diana! Rasanya kalau dengan kamu tak pernah cukup," bisik pria di balik selimut.

Ssssstttt.

"Apa kamu gi-la Reno! Berhenti dulu sebentar!" kesal Diana yang sedang menghubungi Andra.

"Tinggal hubungi dia dan nik ma-ti yang aku lakukan!" bisik Reno lebih pelan membuat Diana meremang dan menggi-git bibirnya menik-ma-ti yang di lakukan oleh Reno. Tapi sambungan telepon dengan suaminya sudah tersambung.

"Sayang ... Akhinya kamu menerima panggilanku! Kapan kamu pulang sayang? Katanya empat hari? Ini sudah lima hari kamu belum pulang!" terdengar suara Andra khawatir saat panggilan tersambung.

1
Dew666
🔥🔥🔥🔥
Fitria Syafei
KK kereen 👏 kereen 👏 terimakasih 😘
Fitria Syafei
Nadhira kereen 😍 KK cantik mantaf 😘 terimakasih 😘
Eva Karmita
keren 👍👍 suka jalan ceritanya ngak berbelit-belit
sunaryati jarum
Jederrr selain dicerai diimiskinkan dan diperkirakan , sempurna balasan pagi penipu dan perampok berkedok istri
sunaryati jarum: Maksudnya dipenjarakan
total 1 replies
sunaryati jarum
Ada ya wanita seperti Diana,dasar serakah
Muft Smoker
mantaap kaan Diana ,, niat mau nipuu eeh malah kemakan senjata sendriii ,, 👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dew666
💎💎💎💎
Fitria Syafei
semangat KK 😍 kereen 😍 terimakasih 😘
Anisa Nur
bangkai yang di simpan rapat "pasti akan tercium juga diana
Eva Karmita
Diana sadar kamu pendosa teriK pendosa satu jarimu menunjuk Dhira tapi empat jari mu menunjuk dirimu sendiri 😩😏
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
kamu gk takut dilaporin istrinya reno tentang hal perselingkuhan? istrinya lagi hml anak reno loh
Fitria Syafei
Andra kereen 👏 KK cantik mantaf 😘 terimakasih 😘
Dew666
💄💄💄💄
Muft Smoker
ngomong koq asal mangap ,,
gx sadar diri ,,
dr awal pernikahan atau mungkin dr sebelum menikah situ juga udh berzina ,,
sedangkan nadhira msh suci ,,
siti sehat Diana😒😒😒😒😒😏😏😏😏
sunaryati jarum
Kamu saja harus mempertanggung jawabkan perbuatan zinamu dan uang Perusahaan yang kau curi dan kau masukkan ke rekening Reno,bukti akurat dan pengakuan Reno bisa menjeratmu bertshun- tahun menjadi penghuni penjara,Diana
sunaryati jarum
Bodoh kok sampai 4 tahun dan uang ratusan miliar, melayang untuk membiayai foya- foya istri dan selingkuhannya.🤭🤭
sunaryati jarum
Pengin tahu Reaksi Diana ditalak,semus aset berharga di dalam dan luar negeri di ambil dan jadi gembel
sunaryati jarum
Kebusukan itu makin lama akan tercium baunya Reno,Diana
nely_48
kandangan d kandang singa n 🐊🐊 s diana mh, jgn d lepas apalagi d penjara, enak teuing bs bebas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!