NovelToon NovelToon
CEO Vs DUKUN

CEO Vs DUKUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Romansa
Popularitas:29.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

“Nek,” protes Ryuhan. “Aku ini CEO muda. Masa harus nikah sama seorang dukun?”

Seroja adalah gadis muda yang berprofesi sebagai dukun beranak dan terapis saraf. Hidupnya berubah saat suami dari masa kecilnya, Ryuhan Kai Zander, CEO muda dari keluarga konglomerat datang menjemput.

Seroja harus menerima kenyataan, bahwa Ryu sudah memiliki pujaan hati. Clara.

Sebuah kecelakaan membuat Ryu lumpuh dan impoten. Kenyataan itu menghancurkan harga diri Ryu. Apalagi saat Clara memutus hubungan setelah kecelakaan itu.

Saat Ryu mulai menerima Seroja, muncul seorang pria yang diam-diam menyukai dan menghargai Seroja.

Akankah Seroja tetap bertahan di sisi suaminya… atau memilih pergi bersama pria yang benar-benar menginginkannya?

Dan apakah Ryu akan melepaskannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Bersandar

Dalam kabin mobil, suasana kembali terasa canggung. Baik Seroja maupun Ryu tak ada yang menjawab pertanyaan Jordi.

Hingga akhirnya--

"Sudah siang," kata Ryu memecah suasana. "Cari restoran terdekat."

Jordi mengamati jalan di depannya. "Kalau gak salah ingat gak jauh dari sini ada restoran kecil di rest area, Bos."

"Ya udah, ke sana aja," putus Ryu.

Tak lama kemudian mobil berbelok ke restoran di rest area. Setelah memesan makanan, Ryu pergi ke toilet.

"Kamu kerja sama Ryu sebagai apa?" tanya Seroja menatap Jordi yang baru selesai menegak setengah botol air putih.

"Asisten, sekaligus sekretaris, Nyonya," sahut Jordi ringan.

"Aku gak biasa dengan panggilanmu," ujar Seroja jujur.

"Ya, terus panggil apa?" tanya Jordi sambil mengusap tengkuknya canggung. "Panggil nama nggak sopan."

"Ya, tapi jangan nyonya juga," ujar Seroja.

Jordi menautkan alisnya, mencoba mencari panggilan yang cocok. Tiba-tiba ia menjentikkan jarinya.

"Aku tahu. Bagaimana kalau kakak ipar saja? Soalnya usia Bos lebih tua tiga bulan dariku," ujarnya tertawa kecil.

"Itu lebih baik," sahut Seroja tersenyum tipis.

"Seroja."

Suara itu membuat keduanya menoleh. Seorang pemuda dengan kemeja lengan panjang yang dipadu celana kain berwarna hitam berhenti di dekat meja mereka.

Seroja menatap pria itu, berusaha mengingat. "Apa kita pernah bertemu?"

"Aku sedih sekali. Kamu bahkan sudah melupakanku," ujar pria itu dengan wajah lesu.

Seroja memandangnya lebih lama. Pemuda itu memiliki garis rahang tegas, mata sedikit sipit, dan hidungnya mancung. Mirip-mirip artis Korea atau China.

"Kamu Evan?" tebak Seroja akhirnya.

Pemuda itu langsung tersenyum lebar. "Akhirnya kamu mengingatku."

Tanpa permisi, apalagi menunggu dipersilakan, Evan langsung duduk di dekat Seroja. Ia meletakkan botol minumannya di atas meja.

Jordi kembali meneguk air mineralnya, tapi jelas memerhatikan keduanya.

"Kenapa aku macam jadi obat nyamuk," gumamnya lirih, nyaris tak terdengar.

"Kamu ke mana saja?" tanya Evan. "Tiba-tiba menghilang gitu aja."

"Aku pulang kampung," sahut Seroja dengan suara tenang.

"Kenapa pulang kampung?" tanya Evan. Ia melirik Jordi sekilas, seolah baru menyadari kehadiran pemuda itu. "Aku sudah bilang, kalau kesulitan nyari kerja kamu bisa hubungi aku."

Bibir Seroja bergerak samar. "Aku gak suka nyari kerja berdasarkan koneksi. Aku ingin bekerja sesuai kemampuanku."

"Tuan Evan!"

Tiga orang itu menoleh. Seorang pria tampak terburu menghampiri Evan.

"Mereka sudah tiba di lokasi, Tuan."

"Oh, oke," ucap Evan melirik jam di pergelangan tangannya, lalu menoleh ke Seroja. "Sorry, aku ada kerjaan. Nanti kita ketemu lagi," ucapnya lalu beranjak pergi.

Namun baru beberapa langkah, pemuda itu berhenti dan menoleh.

"Seroja." Ia mengangkat tangan, lalu membuat gerakan jempol dan kelingking di dekat telinga dan bibir, seolah memegang telepon di telinga. "Kontakku masih yang dulu."

Evan mengedipkan sebelah matanya genit, sebelum akhirnya melanjutkan langkahnya.

Jordi menatap punggung Evan yang kian menjauh. Sedangkan Seroja hanya tersenyum kecil melihat pemuda itu menghilang di balik pintu.

Tanpa mereka sadari, Ryu yang hendak kembali ke meja mereka melihat Evan yang tersenyum dan mengedipkan mata pada Seroja.

"Kakak ipar," panggil Jordi. "Sahabat atau... mantan?" tanyanya hati-hati.

"Hanya teman," sahut Seroja santai.

Dua orang pelayan membawa makanan pesanan mereka bersamaan dengan Ryu yang kembali dari toilet.

Langkah Ryu sedikit melambat saat melihat botol minum isotonik yang isinya masih setengah di meja mereka.

"Botol minuman siapa?" tanyanya datar sambil duduk.

Jordi langsung melirik Seroja sekilas sebelum menjawab,

"Temannya Kakak Ipar."

Ryu mengangkat satu alis tipis. Bukan hanya karena panggilan Jordi pada Seroja yang berubah, tapi juga siapa yang baru duduk di meja mereka.

"Teman?" ulang Ryu.

"Teman lama," sahut Seroja ringan, mulai mengambil sendoknya.

Jordi mengamati keduanya. Meski Seroja terlihat tenang, tapi gesturnya saat mengambil sendok tadi sedikit kaku.

Dan Ryu?

Jordi melihat kilatan mata majikannya itu. Meski hanya sekilas, tapi sorotnya saat melihat botol minuman isotonik itu menajam.

Ia terlalu lama mengenal Ryu hingga hafal setiap gestur yang mewakili perasaan pria itu. Hal kecil yang mungkin luput, atau sulit dilihat orang lain. Tapi tidak baginya.

"Roman-romannya..." gumam Jordi. "Ehem.. Ehem..." Pemuda itu pura-pura membersihkan tenggorokannya.

Baik Ryu maupun Seroja tak ada yang merespon.

Ryu mulai makan dengan tenang. Namun entah kenapa... wajah pria yang sempat mengedipkan mata pada Seroja tadi terus teringat di kepalanya.

Seroja meliriknya sekilas. Dalam hati bergumam, "Apa tadi dia lihat Evan?"

 

Usai makan, mereka melanjutkan perjalanan. Seperti sebelumnya, Jordi-lah yang menghidupkan suasana.

Hingga akhirnya mata Seroja terlihat sayu dan napasnya mulai teratur. Tanpa sengaja kepalanya tersandar di lengan Ryu.

Refleks Ryu menoleh. Dahinya berkerut samar.

"Tidur?" pikirnya.

Untuk sesaat Ryu terdiam. Ia memandang wajah lelah Seroja. Wajah tanpa make-up berlebihan, tapi membuatnya enggan berpaling.

Mobil sedikit bergoyang karena kontur jalan yang tidak rata. Ryu refleks menahan kepala Seroja agar tak terantuk. Perlahan pria itu menggeser posisi duduknya, menyandarkan Seroja di dadanya.

Ia bisa mencium aroma shamponya. Biasa saja, sama sekali tidak istimewa. Tapi entah mengapa terasa menenangkan.

Dari kaca spion, Jordi melihat semuanya dalam diam. Sudut bibirnya terangkat tipis.

"Nggak salah lihat, nih?" gumamnya dalam hati.

Ia pernah melihat Clara tertidur di samping Ryu. Pemuda itu tidak menyandarkan Clara di dadanya, tapi mengatur posisi kursinya.

Lalu apa yang Ryu lakukan dengan Seroja? Apa karena kursi tak bisa diubah posisinya sebab bagasi penuh... atau memang sengaja membiarkan gadis itu dekat dengannya?

 

Saat matahari mulai condong ke ufuk barat, mobil itu akhirnya melambat di depan gerbang sebuah rumah mewah. Perlahan pagar besi itu terbuka secara otomatis.

Mobil melaju memasuki pekarangan yang dihiasi bunga warna-warni yang bermekaran.

Di kiri dan kanan jalan masuk, tanaman hijau tertata rapi. Tampak segar saat terkena cahaya matahari sore.

Mobil itu akhirnya berhenti tepat di depan pintu utama rumah.

Jordi menoleh ke belakang. Seroja masih terlelap, bersandar di dada Ryu. Dan majikannya belum bergerak dari tempat duduknya.

Jordi bergegas keluar dari mobil dan membuka pintu penumpang bagian belakang.

Ryu menggendong Seroja ala bridal style. Ia keluar dari mobil dengan hati-hati, berusaha tak membangunkan gadis dalam pelukannya.

Para pelayan yang melihatnya memasuki rumah menunduk hormat. Mereka sempat melirik gadis dalam gendongan majikan mereka.

Di ruang tengah, Ryu melihat neneknya yang berjalan dengan tongkatnya. Bibir wanita tua itu melengkung saat melihat Seroja dalam gendongan Ryu.

"Nek," panggil Ryu pelan. "Di kamar mana aku tidurkan dia?"

Nenek Hanifah menatap cucunya sedikit lebih lama dari biasanya. Lalu wanita tua itu tersenyum samar.

“Kamar kalian sudah Nenek siapkan.”

 

...🔸🔸🔸...

...“Kadang rasa nyaman datang bukan dari kata cinta, tapi dari seseorang yang diam-diam memastikan kita baik-baik saja.”...

...“Beberapa hubungan tumbuh bukan karena rayuan, melainkan karena kepedulian kecil yang terus berulang.”...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Fadillah Ahmad
Makanya, cari dong ke jelasannya Ryu! 🤬🤬🤬
Fadillah Ahmad
Aku juga nggk tau Ryu! mending, kamu menyuruh orang deh, untuk menyelidiki latar belakang istrimu itu! termasul siapa saja Pria yang menyukai istrimu itu! 😁😁😁

Perasaan, Cuma Rayyan Nugroho saja deh yang punya inisiatif menyuruh Anak buahnya untuk menyelidiki Seseorang! Kamu kenspa nggk punya insuatif itu Ryu? Kenspa? 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Dia juga termasuk saingan kamu juga tuh Ryu! hati-hati loh! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Potong saja Gajinya Ryu! potong saja gajinya 50% biar kapok dia! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Wah... Nggk bisa di biarkan ini! Si Evan itu. harus cepat di singkirkan! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Jawab saja lah Jordi! jangan sampsi kamu di hukum lembur loh, kayak Rayyan menghukum Andi, karena Ke ceplosan mulu! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Wah-wah... Sudah mulai Cemburu nih, bau-baunya? 😁😁😁🙏 hati-hati loh Ryu! enrar jadi bucin akut loh! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Sepertinya, Kak Nana Sengaja nih ya? bikin pembaca kesal? Kok kakak gitu sih? Kakak twga sama kami, para Pembaca? 😭😭😭
Fadillah Ahmad
Kau itu menggangu saja sih, Tony! apa sih maumu 🤬🤬🤬
Fadillah Ahmad
Ah! kamu sij! kelamaan! 🤬🤬🤬 banyak kali pertimbangannya sih! 🤬🤬🤬 Kan. jadi mati tu telepon kan! dan Seroja sudah keluar dari Kamar mandi tuh! 🤬🤬🤬 kelamaab sih! 🤬🤬🤬
abimasta
waahh keren Seroja,makin cinta dah si ryu
Fadillah Ahmad
Ryu bimbang, ingin menjawabnya atsu tidsk! 😁😁😁 Dan dia sedang berperang dalam pikirannya sendiri! apakah dia akan mengikuti kata Setan di kepalanya? atau, mengikuti kata malaikat di kepalanya? 🤔🤔🤔 mari kita lihat apa yang akan terjadi setelah ini? apakah Setan yang akan menang? arau ksh malaikat yamg akan menamg? 🤔🤔🤔 entahlah! 😁😁😁🙏
Fadillah Ahmad
Yaaa Wajarpah! wajar sekali! justru aneh, kalau kamu nggk cemburu melihat ada seorang pria yang menghubungi istrimu, sangat aneh aku melihatbya Ryu! masa Suaminya sendiri nggk ada rasa cemburu sama sekali sih sama istrinya sendiri! 😁😁😁
Anitha Ramto
wow kereeen Seroja selain pinter dalam ilmu kedokteran dan Dukun Beranank ia juga jago naik Motor Sport,dan yang paling mengejutkan saat Ryuh bertanya siapa yang ngakarin kamu naik motor Sport?
Tony!...
langsung mandidih tuh Ryuh denger nama Tony, wkwkwkwk kamu cemburu Ryuh...
jangan salah paham dulu ya Ryuh,nanti denger penjelasan dulu dari Istrimu😄
asih
🤣🤣🤣🤣 makanya Ryu punya istri jangan di lupakan ,kan dia lebih dekat ma teman laki² nya Dari pada kamu😅
apalagi kamu orang yg baru hadir di hidup seroja walau statusmu sebagai suami tapi roja Masih butuh waktu untuk adaptasi sama kamu

Selamat berjuang kamu Ryu memperjuang kan wanita seperti roja atau kau tinggal kan dia
Fadillah Ahmad
Aku Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat ya Kak, Up Bab Baru-nya Kak Nana... 🙏🙏🙏

Maaf ya, Kak Nana, baru bisa baca... Soalnya, karena Mati lampu kemarin, sinyal di tempat aku masih belum setabil Kak Nana... Maaf ya Kak 🙏🙏🙏😁
Fadillah Ahmad: Iya Kak Nana... 🙏🙏🙏 Semoga sinyalnya bisa cepat kembali normal lagi Kak 😁😁😁 agar aku nggk ketinggalan ceritanyw Ryu dan Seroja yang makin Seru Kak Nana... 😁😁😁🙏
total 2 replies
Fadillah Ahmad
Iyalah! Suami mana sih yang mggk akan cemburu, jika ada laki-laki lain yang menghubungi istri Sendiri! bukan istri berdua! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Siapa lagi pria itu? Banyak sekali sih Cowok yang mendekati kamu Cantik? hatiku kan jadi panas nih! 🤬🤬🤬
Fadillah Ahmad
Karena... Janji itulah yang saat ini bisa di pegang! dab suatu hari nanti, janji itu akan di tagih. 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Tidurlah Sayang! sudah malam! 😂😂😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!