NovelToon NovelToon
The Girl Who Likes Me

The Girl Who Likes Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:245.3k
Nilai: 5
Nama Author: Elkuna

Sebuah tragedi berhasil merenggangkan hubungan persahabatan di antara Juni dan Risa, sehingga membuat keduanya harus berpisah untuk sementara.

Setelah sama-sama melalui tahun yang berat, Juni dan Risa mengalami perubahan drastis.

Juni yang dulunya gendut dan ceria berubah menjadi tampan dan pendiam. Dia hanya baik kepada satu gadis bernama Amelia.

Pada semester kedua di tahun pertama Juni kuliah, dia dikejutkan dengan kedatangan Risa sebagai mahasiswi baru. Bagaimana tidak? gadis itu menjadi lebih agresif dan tomboy dari biasanya. Risa bilang dia datang kembali untuk mendapatkan cinta dari sahabatnya.

"Aku mencintai Amelia, titik!"- Juni.

"Aku akan melakukan segalanya untuk membuat Juni jatuh cinta kepadaku."- Risa.

Visual ada di Bab 35 ya!

Harap maklumi kalau dari segi cerita dan penulisan masih banyak kekurangan. Karena ini novel pertama saya. Semoga kalian suka!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elkuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 - Latihan

Kedua sahabat itu sekarang berada di halaman rumah. Keduanya bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Sebelum itu, Risa tampak mengambil sesuatu dari dalam tasnya.

"Jun, kemaren kau lupa rebut ini dariku ya?" tanya Risa sembari memperlihatkan buku bersampul hitam di tangannya.

"RISAA!!" pekik Juni yang berusaha sekuat tenaga merebut buku hitamnya dari tangan Risa.

"Dasar! tega banget kau!!" gerutu Juni, raut wajahnya tampak marah. Sekarang buku hitam itu berada di genggamannya.

"Idih!... apaan sih, isinya cuma coretan gitu kok, sampe dirahasiakan segala!" keluh Risa seraya meletakkan tangannya di pinggang.

"Wualah!... jangan bohong Ris, aku tahu isinya nggak cuma coretan doang!" raut wajah Juni masih terlihat cemberut.

Risa memutar bola matanya, dan langsung memasang sepatu roda. Gadis itu sama sekali tidak menyahut ucapan sahabatnya. Dahi Juni pun mengerut, dia menatap tajam Risa dari belakang.

"Baiklah kalau begitu.... berjanjilah sama aku Ris! kamu nggak bakal bocorin sama siapa pun!" ucap Juni berusaha mengejar Risa dengan sepedanya.

"Iya! Iya deh!" sahut Risa santai, dengan cengirannya yang dia sembunyikan dari Juni.

***

Hari itu sang surya tampak bersinar terang, langit pun tampak membiru ditemani dengan sedikit desiran angin. Juni, Irfan, dan Agus saat itu tengah berada di ruangan musik yang sedang kebetulan kosong.

"Ayo sana gih nyanyi!" titah Agus mendorong Juni dengan pelan ke arah gitar yang tergeletak.

"Sekarang?" tanya Juni, sembari menampakkan raut wajah yang ragu.

"Setahun lagi..., ya sekarang lah bawel!" geram Agus yang tak tahan melihat keraguan Juni.

"Ish kamu Gus, teman lagi gugup bukannya diberi semangat, malah dimarahin!.... yang maksa Juni nyanyi kamu juga kan?" Irfan menggertakkan giginya seraya menyilangkan tangan di dada.

"Sumpah, perut aku tiba-tiba sakit nih!... aku nggak sanggup!" ujar Juni sambil memegangi area perutnya.

"Haaah..." Agus menghela nafas panjang, tampaknya dia tidak bisa melakukan apapun untuk membuat Juni benar-benar bernyanyi.

"Coba dulu lah Jun, mumpung nggak ada orang!" saran Irfan, tangannya menepuk-nepuk pundak Juni dengan pelan.

"Ya udah, aku coba..." Juni pun melangkahkan kakinya untuk mengambil gitar.

Tring...🎵

Juni memetik gitarnya perlahan, diikuti dengan menelan salivanya karena berusaha menenangkan diri. Dia juga beberapakali berdehem sebelum mengeluarkan suara merdunya.

Pertama-tama Juni memejamkan matanya, lirik lagu favoritnya mulai terbayang di matanya. Lagu Gajah dari Tulus pun langsung dinyanyikannya dengan sepenuh hati.

Setidaknya punya tujuh puluh tahun

Tak bisa melompat kumahir berenang

Bahagia melihat kawanan betina

Berkumpul bersama sampai ajal

Besar dan berani berperang sendiri

Yang aku hindari hanya semut kecil

Otak ini cerdas kurakit perangkat

Wajahmu tak akan pernah kulupa 🎶

BRAK!

Suara hempasan pintu, langsung membuat Juni menghentikan nyanyiannya. Gadis berambut pendek yang sedang berdiri di depan pintu berhasil membuat Juni hampir jantungan.

"RISA!!!" pekik Juni seraya menggertakkan giginya.

Prok! Prok! Prok!

Risa bertepuk tangan sambil melangkahkan kakinya untuk mendekati Juni. Gadis tersebut menatap Juni dengan penuh kekaguman.

"Aku kira lo tadi Okan dan bandnya Ris!" tegur Irfan yang juga tampak begitu dibuat kaget dengan kedatangan Risa.

"Ayo lanjut Jun!" ucap Risa yang sudah berdiri tepat di depan Juni.

"Eh ternyata ada yang mau nyanyi nih!" tiba-tiba kedatangan Okan dan teman-temannya langsung membuat Juni melepaskan gitar dari genggamannya.

Ketiga kakak kelas yang sering mengejek Juni itu menampakkan batang hidung mereka. Di ikuti oleh Wanto dan Ridwan yang merupakan bagian dari anggota band dengan nama Teen Cafe.

Wanto yang melihat kehadiran Risa di depan matanya, langsung semringah.

"Bagus juga suaramu ndut!" tegur Agung dengan sarkasnya, di ikuti dengan gelak tawa dari Okan dan juga Jaka.

"Ayo kita pergi!" Risa yang merasa kesal dengan ucapan Agung, langsung menyeret Juni keluar ruangan bersamanya. Alhasil kaki Juni pun ikut menyamakan langkah kaki Risa, yang terus berjalan dengan tempo cepat.

Wush!

Risa dan Juni melingus begitu saja dari hadapan kakak kelas mereka. Wanto yang sedari tadi ingin menyapa Risa, langsung mengurungkan niatnya. Karena perkataan rekan dari bandnya sudah menghancurkan kesempatan emasnya.

"Misi Kak..." ujar Agus yang berlaku sopan ketika melewati kakak-kakak kelasnya. Dia terpaksa melakukannya, karena harus menjaga hubungan dengan Okan yang juga merupakan bagian dari anggota Osis.

"Eh Gus!" teguran Okan seketika langsung membuat Agus memalingkan wajah.

"Sini!" titah Okan sembari memberi isyarat dengan tangannya, agar Agus berjalan mendekatinya.

"Ada apa Kak?!" tanya Agus, yang perlahan berjalan mendekati Okan.

"Si gendut itu jadi mau nyanyi di acara prom?"

"Iya Kak, jadi!"

"Oh gitu?... baguslah!" Okan tampak tersenyum puas sambil menyilangkan tangan di dadanya. Sedangkan Agus yang melihatnya hanya bisa tersenyum kecut. Karena dia merasakan firasat yang buruk, jika Juni benar-benar bernyanyi di acara prom nanti.

***

"Ris udah lepasin!" ujar Juni sambil mencoba melepaskan tangannya dari cengkeraman Risa. Gadis itu pun langsung melepaskan cengkeramannya seketika.

"Semua orang lihat kita tau!" Juni berbicara dengan nada pelan, matanya melihat ke sekeliling tempat itu.

"Memangnya kenapa?" dahi Risa mengernyit.

"Lah.., nanti orang-orang gosipin kita macem-macem!" dahi Juni membalas mengernyit.

"Aku nggak pernah peduli sama yang di omongin orang!" sekarang gadis berambut pendek tersebut berdecak kesal, dilanjutkan dengan membuang muka dari tatapan sahabat kecilnya.

"Tapi aku peduli Ris..." sahut Juni, lalu berjalan melingus melewati sahabatnya.

Risa yang melihat respon Juni merasa kecewa. Gadis itu menatap punggung sang sahabat yang terus melangkahkan kakinya.

Mata Risa mengerjap beberapakali, kemudian kepalanya menunduk. Pikirannya langsung berkecamuk, entah apa yang sedang dipikirkan olehnya.

"Ris!" suara tidak asing itu berhasil membuat kepala Risa kembali terangkat. Bibirnya langsung membentuk senyuman tipis.

"Kenapa diam di tempat?... ayo kita ke kantin!" ajak Juni yang ternyata kembali.

"Lah! kamu kenapa balik?" Risa sedikit terkekeh, tangannya langsung melingkar di pundak Juni.

"Aku malas ke kantin sendiri!" balas Juni santai.

"JUNI!" pekik Agus yang terlihat ngos-ngosan dari belakang.

"Kenapa?" tanya Juni menatap bingung Agus.

"Ada yang mau aku omongin!... ikut aku!" titah Agus sembari menyeret Juni ke suatu tempat.

"Eh Gus! aku nggak diajak?" geram Risa, raut wajahnya terlihat cemberut.

"Ini khusus pembicaraan lelaki, kamu ke salon aja sana!" sahut Agus seraya terus menyeret Juni untuk ikut bersamanya.

Tak!

"Idih!... dasar cowok!" Risa menghentakkan sebelah kakinya, karena merasa begitu kesal.

"Jangan marah-marah nanti cepat tua!" Wanto tiba-tiba muncul dari samping Risa.

"Eh Kak Wanto, nggak jadi latihan band?" tanya Risa, dia sedikit memiringkan kepalanya ke kanan.

"Kau pikir kami ke ruang musik, cuman bermain musik?... di sana juga tempat nongkrong kami loh!" jawab Wanto, yang tengah menatap Risa dengan binaran matanya.

"Kamu juga sering ngejek Juni ya?" Risa kembali melemparkan pertanyaan.

Mendengar hal itu mata Wanto langsung membola yang di ikuti dengan gelengan kepalanya. "Nggaklah!... aku bukan tipe cowok yang suka bully orang!"

1
💜LAVENDER💜
Aku hadir Thor ☝😁
💜LAVENDER💜: Iya Kak, sama2😁
total 2 replies
re
Salah satu cerita favorit yg tak terlupakan ngak bosan baca lg, antara senang dan sedih pas tamat
Elkuna: wah kak makasih ya😍, aku terharu banget🤧, ternyata ada org yg mau bc ulang novel ini. padahal menurutku ceritanya jauh dari sempurna 😅
total 1 replies
Hayaku Gaya
Wihhh!!! Honey Moon! Lukisan Risa selalu best dah.! Maknanya sampe ke sini.. 😘
Huff, ending deh.. aku bakal kangen kamu Jun.. eh, sama kamu juga kok Ris.. tapi dikit wkkw canda ris ✌️😆
Hayaku Gaya: Waduh bener juga. Bisa kena santet onlinenya Risa waduh Ris pis pis ✌️😆
total 2 replies
Hayaku Gaya
Wih abis wisuda nikah deh... wuhu! Dede bayi aku menunggumu haha. 😆
Hayaku Gaya
Kejar restu ayah Jun.. ayo!!!
Hayaku Gaya
Waduh waduh.. Tom relain aja ya... berat nih...
Hayaku Gaya
Nah kan nyesel deh dah buang .. waduh
Nguhuhu, aku ikutan nangis..
Tom.. bersiap kecewa 🤐
Sin Cera 😉
Masih kurang thor 😗 kurang hbs nikah, punya anak 😗😗 cerita anaknya klo mau d tambah juga boleh thor 😂
Elkuna: jgn macam2 kau patkay 😒😒😒
total 1 replies
Sin Cera 😉
duh dah tamat aja thor. cerita setelah pernikahannya mana?? belum juga punyaa anak😗sekalian cerita anaknya yaa thor buat bonus 😂
Sin Cera 😉
uwuwu risaa ama juni. tom gimana thor kasian amat deh nasib dia 😂🤣 tapi dia gak penting lah yaw jadi abaikan aja komen netijen ini 😂🤣🤣
Sin Cera 😉
astoge udin tom sama aku aja 😂🤣
K.A
Tapi Thor ceritamu yg judul nya psychopat meets indigo gak bisa ku baca dong🤧aku baru 15 thor😭 tapi gpp tetap aja nanti ku baca🤣🤣
Elkuna: wkwk, dasar kamu, baca aja asal jgn ditiru 😂
total 1 replies
K.A
End end end, bangga thor aku ingikut cerita mu dari awal sampe akhir😆
Elkuna: uwuw, makasih bnyk ya lili, dah meluangkn wktu buat komen terus. lope lope buat kmu
total 1 replies
re
Bisa ditambah pas hamil dan ngidam mungkin hehe kan penasaran hebohnya mereka
Elkuna: btw mkasih ya kak, udah mau nyempetin baca dan komen. lope lope deh 🤣
total 2 replies
re
Ya sah juga
re
Semoga semua rencana tercapai
re
Lanjut
re
Ya risa sih terlalu emosi akhirnya tanpa pikir panjang terimaTom, semoga nanti tdk trjd lg
K.A
End dong besok, end dong...
Ada seaseon dua gak thor?
Elkuna: untuk season 2 nya mau othor pikirin dulu yaw 😆
total 1 replies
Noer Row_ling
lanjut 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!