NovelToon NovelToon
Terikat Tanpa Pilihan

Terikat Tanpa Pilihan

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:33.6k
Nilai: 5
Nama Author: ludiantie

Tessa hanyalah gadis biasa yang hidupnya digerakkan oleh takdir dan kesalahan orang lain. Pernikahan mendadak dengan Nickolas Adhitama, pria kaya dan dingin, bukanlah pilihannya, tapi kenyataan yang harus dihadapinya.

Nick, yang terbiasa menguasai segalanya, kini berhadapan dengan Tessa, wanita lembut, teguh, tapi menantang yang membuatnya kehilangan kendali.

Sementara Tessa berjuang menjaga harga diri dan kemandirian, Nick harus belajar bahwa hati manusia tak bisa diatur dengan kekuasaan atau uang.

Di dunia di mana satu keputusan bisa menjadi perang psikologis, akankah cinta tumbuh di antara ketegangan dan luka masa lalu, ataukah mereka hanya menjadi tawanan takdir yang kejam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ludiantie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Pintu depan rumah utama terbuka hampir tanpa jeda sejak Nick berangkat.

Satu mobil van hitam berhenti, lalu datang satu lagi dan satu lagi.

Tessa yang sedang duduk di ruang tengah sambil menikmati secangkir teh hanya bisa terdiam ketika kepala pelayan mendekat.

“Nyonya, pengiriman pertama sudah tiba.”

“Pengiriman?” ulang Tessa kebingungan,

Belum sempat ia mencerna, empat orang pria berpakaian rapi masuk membawa kotak-kotak besar berwarna hitam dan krem. Beberapa di antaranya memiliki logo emas timbul yang bahkan belum pernah ia lihat seumur hidupnya.

Kotak sepatu, tas dan perhiasan, lalu disusul gantungan pakaian yang masih terbungkus plastik bening tebal.

Seorang wanita berpenampilan elegan dengan tablet di tangan melangkah masuk setelahnya.

“Selamat pagi, Nyonya. Saya Clara, stylist pribadi Anda mulai hari ini.”

Tessa yang terkejut, reflek berdiri,

“Pribadi?”

“Ya. Tuan sudah memberikan daftar standar dan preferensi.” nada bicaranya sopan, tapi profesional.

Beberapa orang lain masuk ke kamar Tessa.

Wardrobe besar di sudut ruangan langsung menjadi pusat perhatian.

“Rak bagian kiri kita kosongkan,” ucap salah satu staf interior.

“Tambahkan modul sepatu di bagian bawah.”

“Lampu LED harus diganti. Warna putih hangat, bukan kuning.”

Tessa berdiri di ambang pintu kamar, melihat orang-orang asing mulai memindahkan beberapa barang,

Tessa menoleh pada wardrobe besar itu, kotak demi kotak mulai dibuka.

Sepasang heels dengan sol merah mengilap.

Tas kulit dengan jahitan tangan sempurna.

Gaun panjang berbahan silk yang jatuhnya nyaris seperti air.

Satu per satu semua digantung rapi.

Tessa merinding melihat label harga yang masih menempel.

“Kita menyesuaikan dengan seluruh agenda publik Anda ke depan,” jelas Clara seolah membaca pikirannya. “Mulai dari makan siang formal, acara amal, hingga kemungkinan konferensi pers.”

Konferensi pers? Batin tessa,

Dunia ini memang tidak berjalan pelan.

Tessa masuk ke dalam wardrobe, ruangan itu kini terasa berbeda.

Lebih terang dan lebih penuh.

Seorang staf interior mengukur tinggi rak.

“Kita perlu menambah satu sisi lagi, Nyonya. Koleksi tas saja sudah lebih dari dua puluh, itu pun belum sampai semua,”

Dua puluh? yang benar saja....

Tessa bahkan tidak pernah memiliki lebih dari dua tas dalam satu waktu.

Ia menyentuh salah satu gaun yang baru digantung.

Bahannya dingin dan halus terasa jelas ditangannya,

Clara berdiri di belakangnya.

“Tuan sangat jelas dalam instruksinya.”

“Apa katanya?” tanya Tessa penasaran,

Clara menjawab tanpa ragu,

“Tidak boleh ada yang meragukan posisi Anda.”

Kalimat itu kembali terngiang, sama seperti di ruang makan tadi.

Tessa menatap bayangannya di cermin wardrobe.

Ia masih orang yang sama.

Wajah yang sama.

Tapi dunia di sekelilingnya berubah terlalu cepat.

Beberapa pelayan terlihat saling berbisik kecil saat melewati pintu kamar, bukan meremehkan, lebih seperti terkejut.

Statusnya kini nyata.

Diakui dan dipamerkan.

Seorang staf membawa kotak perhiasan terakhir.

“Ini untuk malam ini, Nyonya.”

Clara membukanya perlahan, kalung berlian limited edition dari brand ternama namun dengan desain sederhana memantulkan cahaya lampu,

Elegan, tidak berlebihan, tapi jelas mahal dan sudah pasti menjadi incaran para wanita sosialita,

Tessa menelan ludah.

“Aku tidak pernah memakai yang seperti ini.”

“Kita akan latihan sebelum sore,” jawab Clara lembut, “Cara berjalan, cara duduk, cara menyapa keluarga besar.”

Latihan.

Bukan hanya pakaian yang sedang disiapkan, tapi dirinya.

Di luar kamar, suara palu kecil terdengar saat modul rak tambahan dipasang.

Dunia Tessa tidak dihancurkan, Ia sedang direkonstruksi.

Tessa mulai menyadari, Nick tidak membawanya ke rumah ini untuk disembunyikan.

Tapi tessa tahu, Nick sedang menempatkannya di etalase.

1
Nur Halida
gimana dg kondisi kantor??apa semua sudah baik2 saja?
Nur Halida
mau yg kayak nick🥰🥰🥰.tapi aku udah punya suami😁
Nur Halida
aku padamu nick🥰🥰🥰
Nur Halida
ya .. untuk orang yg kita cintai kita rela melakukan apapun demi melihat dia bahagia meski menyakiti hati sendiri .😊😊😊
itsmecancer: dalem banget say☺️❤️
total 1 replies
Nur Halida
seperti biasa nick emang the best kalo soal mengendalikan perusahaan ..
Ririn Susanti
setiap hari selalu aku tunggu cerita mu...krn sangat bagus ceritanya, karakter tokohnya chemistry Nick dan Tessa seakan hidup ketika aku membaca
itsmecancer: wah makasih banyak...ditunggu kelanjutannya yang gak kalah seru ❤️☺️
total 1 replies
Nur Halida
bagus nick kamu harus memperjuangkan tessa👍👍
itsmecancer: mode bucin akut lagi ON 🤫
total 1 replies
meli pbc
keren Nick 💪💪
itsmecancer: Nick be like, "Aku tahu," 🤭❤️
total 1 replies
Nur Halida
spanjang baca chapter ini aku deg2an😊
bersihkan nama tessa nick dan kamu harus menyelidiki elena karena aku yakin pasti dia dalang semua ini
Nur Halida
nick pasti bisa mengatadi masalah ini kan thor??😔
itsmecancer: kita lihat nanti, ya☺️
total 1 replies
Nur Halida
ahhh nick tessa kalian emang harus saling menguatkan dan jalani dg lebih bahagia lagi ..
itsmecancer: semoga ya🤭❤️
total 1 replies
Nur Halida
terimalah kehamilan tessa dg suka cita nick..
Nur Halida
nick.. jangan bilang kamu meragukan tessa ..
awas kamu nick kalo kamu menyakiti tessa🤬
itsmecancer: engga kok, dia kan lagi kena virus bucin akut☺️😅
total 1 replies
Nur Halida
nah kan.. .. semoga nick bisa menerima kehamilan tessa dan lebih menjaga dan menyayangi tessa
Zahraputri Putri
smg aja hamil
Zahraputri Putri: iya biar nick gk kaku kyk kanebo kering😁
total 2 replies
Nur Halida
gak sabar nunggu kelanjutannya...
tessa kenapa??
hamilkah ???
atau karena tertekan dg berita itu sampe shock dan pingsan??tapi keknya tessa gak selemah itu deh
Nur Halida
pasti elena yg nyebarin .. gak mungkin orion kan.?
Nur Halida
bener kata dilan ya nick kalo rindu itu berat kamu gak akan kuat😅
itsmecancer: rindu pas lagi bucin-bucinnya itu berat 😅☺️
total 1 replies
Nur Halida
sweet banhet sih mereka🫠🫠
Henik Irawati
manis sekali😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!