Dara Kaylie Virginia, gadis muda, Cantik Dan berprestasi dibidang akademik berusia 18 tahun, mahasiswi arsitektur semester awal yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi bergengsi di Jakarta. Ia merupakan anak tunggal dari keluarga Adiguna Wiratama seorang pengusaha, senator dan politisi ternama. Sejak umur 5 tahun ia ditinggal meninggal oleh ibunya karena menderita sakit kanker.
Keenan Aldrich William, 25 tahun, seorang CEO muda, tampan , lelaki blasteran Indo- Inggris-Turkey Dan ambisius terkenal bertangan dingin dalam dunia Bisnis. Ia merupakan pewaris Dari keluarga konglomerat terkaya di Asia William Abraham.
Awal pertemuannya dengan Dara tanpa disengaja karena ia telah menyelamatkan nyawa gadis muda korban kecelakaan maut . Sejak kejadian malam itu entah mengapa ia merasakan ada yang aneh pada dirinya. Ia selalu teringat pada wajah gadis cantik itu dan perasaan ingin selalu melindunginya.
Kisah cinta yang romantis antara Dara Keenan ditengah konspirasi dan balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tracy Marie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Iya sih gue sempet nyesel udah sumpahin dia apalagi pas ngeliat kondisi dia tadi..gak tega banget gue Bram, Klo dia udah siuman gue mau minta maaf" ujar Keenan dengan nada serius.
"By the way gimana kondisi tuh cewek?
" Baru selesai operasi , lagi di ruang pemulihan nunggu dia siuman...kondisinya udah agak stabil kata dokter" jelas Keenan.
" Syukurlah kalo udah agak baikkan" jawab Bram.
" Pak bos beneran belum pulang ke penthouse? Belum istirahat sama sekali?? Ini kan udah subuh bos...baik bener bos sama pasien bocil" ledek Bram pada bos nya.
" Gue dari semalem masih disini lah nungguin pasien...kan rumah sakit punya gue...jadi sedikit banyaknya gue harus memastikan keselamatan nyawa pasien" ujar Keenan beralasan.
"Iya bener juga bos" jawab Bram.
"Oiya Bram besok lu duluan kekantor ya, tolong siapin dokumen buat rapat...Besok gue agak telat, soalnya mau sarapan pagi di rumah papa tadi asistennya kirim pesan ke gue" ujar Keenan
" Oke siap bos" jawab Bram.
" Udah dulu ya Bram..gue mau pulang ke penthouse...capek banget gue mau istirahat bentar" ujar Keenan sambil mematikan ponselnya.
Setelah mematikan ponselnya, Sebelum pulang ke penthouse,Keenan berniat hendak berpamitan dengan tuan Adiguna dan melihat kondisi putrinya di ruang pemulihan.
Keenan membuka pintu secara perlahan- lahan ia melihat sosok gadis muda yang sedang terbaring diranjang. Sepertinya ia belum siuman pikir Keenan dalam hati. Ia hanya ingin berpamitan sebentar dengan Adiguna.
" Maaf permisi..bolehlah saya mengganggu sebentar? Ujar Keenan dengan sopan.
Mendengar pintu dibuka, Adiguna kaget dan menoleh ke arah pemuda yang sedang berdiri gagah di depan pintu walaupun wajahnya terlihat sangat letih karena tidak tidur semalaman tetapi tidak mengurangi ketampanannya.
Bahkan dengan pakaian yang agak kotor dan banyak noda darah yang mengering bekas luka anaknya yang menempel pada kemeja putih pemuda itu. Ketampanannya tetap tidak berkurang.
"Ohh ada tuan Keenan ...silahkan masuk" ujar Adiguna sambil mempersilahkan pemuda itu masuk kedalam ruangan. Begitu melihat Keenan ia langsung berdiri dari tempat duduknya.
Keenan langsung mendekat ke arah ranjang gadis itu...Ia dapat melihat dengan jelas mata gadis itu masih terpejam . Luka dikeningnya sudah dibersihkan dan diberi sedikit perban. Keenan juga melihat terdapat luka pada tangan dan kaki gadis itu.
Sebenarnya ia tidak tega melihat kondisi gadis yang sangat memprihatinkan itu. Apalagi tubuhnya yang dipenuhi kabel-kabel alat medis yang menempel di tubuh mungilnya .
Tenyata setelah tubuhnya dibersihkan dan pakaiannya sudah diganti dengan pakaian pasien gadis itu sangat cantik dan kulitnya putih bersih. Ia tampak seperti orang yang berbeda bukan gadis yang ia tolong semalam ujarnya dalam hati.
"Perkenalkan ini putri saya Dara, usianya baru 18 tahun" ujar Adiguna memperkenalkan anaknya yang masih belum sadar dari obat bius. Keenan sedikit tersentak dari pandangannya setelah mendengar suara lelaki paruh baya itu.
" Sayang sekali anak saya belum siuman dari tidurnya" ujar Adiguna. Jika dia tau orang yang telah menyelamatkan nyawanya ada disini tentu ia sangat senang sekali " ujar Adiguna sambil tersenyum memandangi wajah anaknya.
Keenan tersenyum lega karena lelaki paruh baya itu sudah mulai tersenyum lagi.
Melihat kondisi gadis itu yang sudah agak stabil, Keenan mulai berpamitan kepada Adiguna.
Bersambung...
coba mampir di cerita aku ya kak.
aku ga butuh like cuma butuh saran🙏🙏🙏🙏🙏