NovelToon NovelToon
A Stepbrother'S Obsession

A Stepbrother'S Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / CEO
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

Setelah memergoki kekasihnya berselingkuh membuat Nina Safira kehilangan akal sehatnya. Dia datang ke sebuah bar berniat untuk menghibur diri, namun hal tak terduga terjadi, akibat kecerobohannya dia mabuk berat dan bermalam bersama pria asing di sebuah hotel. Bukannya menyelesaikan masalah tapi malah menambah masalah. Lantas tindakan apa yang diambil Nina setelah kehormatannya terenggut oleh pria yang belum dikenalnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Saling Menyalahkan

"Kenapa masih juga tidak ada yang mau mengaku! Apa aku harus melakukan kekerasan untuk membuat kalian mengaku!"

Rendra mengedarkan tatapan penuh dengan emosi kepada semua orang yang ada di tempat itu termasuk pemilik acara.

Wiryo menoleh pada Maura yang berdiri dengan wajah memucat. "Maura cepatlah mengaku!"

"A—apa? Kenapa aku harus mengaku Om? A—ku tidak bersalah!" Wanita itu masih keukeh dalam pendiriannya, dia tidak mau disalahkan.

Wiryo beralih menoleh pada Zoya sang istri yang hanya dia menunduk di tempat.

"Ma, cepat bujuk keponakanmu untuk mengakui apa yang sudah diperbuatnya kepada gadis itu, jika tidak aku sendiri yang akan menghajarnya."

Zoya mendongak dan membentaknya. "Pa! Bukankah Maura sudah mengaku kalau dia tidak bersalah? Dia terjatuh sendiri, kenapa kita harus disalahkan."

"Oke, nggak apa-apa kalau memang nggak ada yang ngaku. Bukankah di sini sudah  dilengkapi dengan cctv. Aku minta segera cek rekaman cctv, biar semua jelas, siapa yang patut untuk disalahkan."

Semua orang dibuat menciut termasuk Maura.

"Tante, kenapa pria itu begitu keras kepala. Kenapa juga harus mengecek cctv, nggak ada gunanya. Dia terjatuh sendiri kok kita yang dianggap bersalah. Tolong bujuk Om Wiryo Tante, jangan diperpanjang masalah ini. Oke, kalau memang Om meminta ganti rugi, aku bakalan ganti meskipun itu bukan kesalahanku, tapi suruh dia pergi dari sini. Dia nggak pantas berada diantara kita."

Wiryo menekan giginya hingga menggemelutuk. Ingin sekali memberikan tamparan untuk memberikan efek jera terhadap keponakan istrinya.

"Pa, lihatlah Maura. Dia rela mengganti rugi meskipun bukan dia yang bersalah. Papa cukup mengusir mereka saja dari sini dan permasalahan bakalan beres."

"Tenang saja Om, aku bakalan pergi dari sini, tapi izinkan aku melihat hasil rekaman cctv di ruangan ini. Meskipun Om atau siapapun mengusirku, sebelum aku mengetahui kebenarannya aku nggak bakalan pergi."

Wiryo menarik nafas panjang dan meminta petugas keamanan untuk mengecek hasil rekaman cctv di ruangan itu.

"Kalian cepat cek cctv di ruangan ini."

Maura semakin panik saja. Dengan perasaan yang tak nyaman dia berusaha membujuk Wiryo. "Om..., kenapa Om masih juga meladeninya? Aku yakin hasilnya akan tetap sama. Dia itu cuma ingin cari perhatian Om! Aku hanya mengingatkan Om, jangan sampai Om terhipnotis dengan wajah polosnya."

"Sudahlah, nggak usah banyak omong! Apapun hasilnya kita akan tahu."

Maura kebingungan untuk menghindar. Dia berniat ingin pergi untuk mencari aman. Sejak kecil dia dititipkan pada Zoya, tapi semakin dewasa tingkahnya semakin menjadi-jadi.

"Mau ke mana kamu Maura?" tanya Wiryo.

"Em..., ini Om, aku lagi terima telepon." Dia beralibi.

"Tidak ada alasan apalagi berniat untuk pergi dari sini. Semua harus tetap standby di sini sampai diketahui siapa yang sudah mencelakai nona ini."

Nina mendongak dengan matanya berkaca-kaca. Dia larut dalam pelukan Rendra, untuk saat ini hanya Rendra yang bisa diandalkan.

"Kak, aku berkata jujur. Dia tadi mendorongku hingga membuatku jatuh dan menumpahkan seisi meja. Aku tidak sengaja kak, haruskah aku menggantinya?"

Rendra yang tahu kegelisahannya langsung memeluk dan mencoba untuk menenangkannya. "Tidak masalah kalaupun harus mengganti, di sini aku hanya ingin tahu kebenarannya."

Tangis Nina pecah dalam pelukannya. "Maafin aku kak, aku sudah membuatmu malu. Harusnya aku tidak ikut ke sini."

Rendra menepuk-nepuk pundaknya mencoba untuk memberinya rasa tenang. Dia memiliki keyakinan Nina tidak mungkin segeroboh itu sampai menghancurkan seisi ruangan di pesta orang lain.

"Kenapa kamu bicara seperti itu? Aku tidak malu kok, meskipun kamu melakukan kesalahan. Aku hanya butuh kejujuran saja, siapa yang patut untuk disalahkan. Percayalah..., Aku tidak akan menghukummu meskipun kamu bersalah."

Tidak lama dari itu petugas keamanan menyerahkan hasil rekaman CCTV dan dinyalakan di monitor. Semua orang bisa menyaksikan bagaimana kejadian itu bermula dan siapa yang patut untuk disalahkan.

Dengan mata telanjang mereka melihat bagaimana sikap Maura yang terlalu keras terhadap Nina. Di situ terlihat jelas Maura sudah melakukan kekerasan terhadap Nina dengan mendorongnya hingga terjatuh dan membuat seisi meja itu tumpah berserakan di lantai sehingga melukai tangan Nina.

"Sekarang udah jelas siapa pelakunya dan kamu masih juga tidak mau mengaku?"

Maura dibuat kebingungan. Seketika keringat dingin keluar dari tubuhnya. "A—aku tidak sengaja. Awalnya aku hanya menegur, aku pikir dia seorang pengemis yang sengaja ingin menghabiskan makanan di sini."

"Apa kau bilang? Coba ulangi lagi!" Rendra langsung emosi saat telinganya dengan jelas mendengar kata-kata yang tidak ingin didengarnya. Ya, Maura menganggap Nina sebagai pengemis.

Wiryo yang sudah terlanjur malu dan kecewa langsung melayangkan tamparan begitu keras di pipinya.

Plak!! "Dasar wanita licik!"

Maura mengaduh dan langsung menangis. "Maaf Om!"

"Dari kecil aku membesarkanmu dan ternyata sekarang kau malah menginjak-injak harga diriku. Demi merawatmu aku sampai kehilangan anak kandungku sendiri. Inikah balasan yang kau berikan padaku?"

Zoya melangkah cepat dan menarik tangan Maura untuk dijauhkan dari suaminya.

"Apa yang kau lakukan pada keponakanku? Berani sekali kau menamparnya di depan mataku!"

"Kenapa aku harus takut? Dia sudah mencoreng nama baikku. Apakah aku masih harus diam saja? Memangnya kamu nggak malu setelah diketahui bahwa Maura lah yang sudah melakukan kekerasan?"

Zoya diam, semua orang yang masih ada di situ saling menggumam dan beralih menjelekkan Maura. Awalnya mereka percaya dengan apa yang dikatakan oleh Maura, tapi setelah mengetahui kebenarannya mereka berbalik menyalahkannya.

"Sekarang aku minta kalian minta maaf kepada Tuan Rendra dan juga nona ini."

Dengan tatapan melotot Zoya menolak. Dia cukup kecewa karena suaminya lebih berpihak pada orang lain dibandingkan dengannya, apalagi Wiryo berani melakukan kekerasan terhadap Maura di depan matanya.

"Tidak! Aku tidak sudi untuk meminta maaf!"

"Aku juga Tante! Aku tidak akan meminta maaf pada jalang seperti dia!"

Maura menunjuk muka Nina dengan geram. Dia juga mengatainya begitu buruk, seolah-olah dia menjadi korbannya.

"Maura!" Wiryo membentaknya begitu keras, ia tak peduli kalaupun Maura sakit hati dengan sikapnya. " Siapa yang mengijinkannya bicara kasar seperti itu! Cepat minta maaf, atau aku akan mengusirmu dari sini!"

"Maaf." Dengan tangan terkepal dan tatapan penuh kebencian Maura mengucapkan kata maaf, dan langsung berlalu pergi.

Rendra menyeringai bak iblis yang tengah mengintai mangsanya. Dia membantu Nina berdiri dan mengajaknya pergi, namun sebelum kepergiannya dia memberikan peringatan terhadap mereka.

"Om..., kehadiranku di sini bukan hanya ingin menghadiri pesta yang anda selenggarakan. Kami datang dengan maksud baik, ingin memperluas kerjasama dengan Om. Tapi berhubung keluarga Om sudah memperlakukan adik saya dengan sangat buruk, saya rasa hubungan kerjasama kita cukup sampai di sini. Saya nggak bisa mentolerir orang yang tidak bisa menghargai orang lain, apalagi sampai melakukan perundungan. Selamat malam."

Rendra menggandeng Nina keluar dari gedung  meninggalkan orang-orang yang hidupnya dipenuhi dengan sandiwara.

1
Kadek Suarmi
kok tidak ada kelanjutannya?
Ermakusmini
nggak menarik
Ika Dw: nggak usah dibaca, out aja
total 1 replies
Ermakusmini
kok cuma 1 bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!