NovelToon NovelToon
DUDA PEMILIK MALAMKU

DUDA PEMILIK MALAMKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / CEO / One Night Stand / Ibu Pengganti
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ditaa

"Saya menikahimu karena saya bertanggung jawab telah menidurimu, kamu jangan berharap apapun dalam pernikahan ini." ~Reno Mahesa.

Deana benci saat Reno memaksanya untuk menikah dengannya. Bukan karena cinta, tapi karena Reno takut Deana mengandung benihnya dan meruntuhkan karirnya saat anaknya lahir nanti.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka? ayo klik tanda baca dan ikuti alur ceritanya✨️‼️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ditaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: Kedatangan Reno

"Iya, Bu...." Deana melangkah keluar dari kamarnya saat mendengar Ibunya berteriak menyebut namanya. Padahal ia masih ingin beristirahat di dalam kamar.

Deana menatap Reno, begitu juga dengan Reno yang sedang menatapnya.

Deana tercengang melihat laki-laki brengs*ek yang ingin ia lupakan itu tengah duduk di kursi tamunya. Sementara Ibunya tidak ada di sana.

"Ngapain kamu ke sini?!" dengan pelan dan tegas, Deana menatap wajah Reno, tangannya mengepal pelan, melirik ke arah belakang takut Ibunya datang.

"Ingin bertamu ke rumahmu, kenapa?" tanya Reno santai.

"Pergi!"

"Saya tidak akan pergi sebelum kamu mengiyakan permintaanku untuk membawamu ke rumah orang tuaku. Pernikahan kita tinggal menghitung hari saja."

"Siapa yang ingin menikah dengan laki-laki bej*ad sepertimu!" suara Deana pelan namun mematikan, bibirnya sudah bergetar menahan tangis. Sungguh, jika ada Tuhan muncul di depannya, ia akan bersujud dan meminta agar tidak dipertemukan dengan laki-laki itu di hidupnya.

Reno tersenyum miring, "Saya hanya ingin bertanggung jawab padamu agar tidak dikata laki-laki bej*ad seperti kamu memanggilku seperti itu."

Kedua tangan Deana mengepal erat, rasa sakitnya tiba-tiba hilang begitu saja dan berganti rasa emosi yang besar.

"Saya tidak mempersilahkanmu untuk bertamu ke rumahku! Pergi kamu!" Deana menarik baju Reno sekuat tenaga.

Reno mendesah pelan, "Tenagamu tidak sebanding dengan tenaga yang ku miliki, gadis kecil." bisiknya di telinga Deana.

Deana merinding sekujur tubuhnya, ia melepaskan pegangannya di ujung baju Reno dengan kesal, "Apa maumu? Jangan katakan apapun pada Ibuku, ingat itu!"

Reno terkekeh, "Kau takut?" ejeknya.

Deana membuang wajahnya ke samping, muak sekali berdebat dengan laki-laki itu karena ia tidak bisa menang dan hanya bisa berpasrah.

"Dea...." panggil Ibu Hesti lagi dari arah belakang.

"Eh sudah bangun, syukurlah. Ini ada yang mencarimu." ucap Ibu Hesti yang melihat putrinya sudah ada di sana.

Reno tertawa puas dalam hatinya karena melihat Deana tidak bisa berkutik saat kedatangan Ibunya di sana.

"Maksud tadi apa ya? Ibu belum paham." ujar Ibu Hesti lalu mendudukkan diri di kursi yang kosong.

Reno menarik tangan Deana hingga ia terduduk di sampingnya. Deana ingin memekik dan memprotes, tapi tidak bisa.

"Perkenalkan saya... Reno, Bu. Saya dan Deana akan menikah di minggu depan. Ibu tidak perlu khawatir memikirkannya karena saya yang akan membiayai semuanya."

Deana menatap Reno dengan sengit, "Ti..."

"Oh iya, besok saya izin bawa Deana ke rumah saya Bu, saya ingin memperkenalkannya pada keluarga saya." potong Reno sebelum Deana berbicara.

Ibu Hesti seperti dalam mimpi mendengarnya, "Menikah?"

Reno mengangguk mantap, "Iya, saya akan menikahi Deana secepatnya." ulangnya lagi menjelaskan.

"Dea... maksudnya apa? Ibu tidak mengerti, bagaimana kamu menyembunyikannya?" Ibu Hesti menatap wajah putrinya yang menegang itu.

"Eum...."

"Mungkin Deana masih shock melihat mantan pacarnya selingkuh, Bu. Jadi belum sempat bercerita apapun tentangku." ucap Reno.

Deana semakin heran, kenapa laki-laki itu bisa mengetahui semua kehidupannya.

"Secepat itu?" Ibu Hesti tidak paham apa-apa, "Jadi yang selingkuh itu Nak Arya atau kamu?!" tanya Ibu Hesti dengan tegas menatap mata Deana.

Deana meneguk salivanya kasar, ia menggelengkan kepalanya pelan. Kalau tidak ada Ibu, Deana sudah memukul kepala laki-laki itu dan menendangnya.

"Ti... Tidak Bu, Dea... Dea tidak selingkuh, demi Tuhan!" Deana menggeleng pelan, ia menginjak kaki Reno dengan keras.

Reno menahannya dengan merapatkan bibirnya, "Eugh!" desisnya menahan rasa nyeri di kakinya.

"Ibu tidak mengerti." balas Ibu Hesti menghela napasnya panjang.

Dea mendelik pada Reno. Reno segera angkat bicara, "Tidak ada yang selingkuh dan jadi selingkuhan, saya murni ingin menikahi Deana, Bu."

Ibu Hesti menghela napasnya lega, ia tersenyum, "Ibu merestui kalian."

Jantung Deana semakin berdebar saja mendengar perkataan Ibunya.

"Terima kasih Bu." Reno mengangguk, ia melirik Deana sambil tersenyum puas.

"Mungkin Tuhan ingin memilihkan jodoh yang terbaik untukmu Dea, Tuhan tidak tidur." ucap Ibu Hesti seolah mengerti lamunan dari putrinya.

Deana mengangguk tipis, nasi sudah menjadi bubur, ia tidak bisa mengelak lagi, dan lagi-lagi hanya bisa pasrah jika berhadapan laki-laki itu. Menyebalkan.

Reno bertamu tidak lama, setelah mengatakan itu, dia pamit pulang. Bahkan suguhan yang Ibu Hesti berikan, ia sama sekali tidak menyentuhnya.

"Antar dia, Dea. Kasihan mobilnya di taman depan, Nak Reno harus jalan jauh." ucap Ibu Hesti ketika Reno sedang memakai sepatunya.

"Tidak perlu Bu, saya senang olahraga. Permisi." ujar Reno lalu melangkahkan pergi begitu saja.

Deana menatap kepergian Reno dari jauh.

"Kamu hebat bisa mendapatkan ganti Nak Arya yang seperti itu. Ganteng dan terlihat hebat. Ibu pikir, dia bos kamu." ucap Ibu Hesti terkekeh sambil mengelus punggung Deana.

Deana hanya mengangguk lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya. Rasanya dongkol sekali. Andai saja ia punya nomernya, sudah ia maki-maki sampai puas.

***

Sementara di sisi lain, Fiona geram mendengar telepon dari Tuan Samuel jika belum bisa memastikannya.

"Kalau begitu, biar aku sendiri yang beraksi." gumamnya sambil mengeratkan gigi-giginya.

"Fiona, Papi mohon jangan lakukan hal yang menjijikan. Papi tahu maksudmu." Tuan Juna mengadahkan kedua tangannya ke atas agar putrinya tidak melakukan hal yang buruk.

Fiona membanting semua parfum yang berdiri rapih di atas meja riasnya.

Prangg!!

Prangg!!

"Papi memang masih saja memberati. Hanya tandatangan apa susahnya!" jerit Fiona menatap tajam wajah Tuan Juna. Fiona mengacak-acak rambutnya frustasi.

Tuan Juna memang masih bimbang karena jika ia mencabut sahamnya, maka otomatis para karyawan akan ia PHK dan beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun ke depan pemasukkannya berkurang selama masih belum bisa mencari suplier terbaik seperti Mahesa group.

"Ingat Fio, Reno itu ingin menikah dengan seseorang. Kamu jangan merusak kebahagiaannya." ujar Tuan Juna ikut frustasi.

Fiona tersenyum smirk, "Baiklah kalau itu yang Papi inginkan." tegasnya lalu keluar dari dalam kamarnya.

Tuan Juna hanya bisa mengelus dadanya menyaksikan kelakuan putrinya. Tuan Juna membiarkannya saja dan tidak lagi menahannya.

1
Oppo A1k
KK cerita nya bikin penasaran
Ika Zalicha
lama bngt kelanjutan ny
ayo KA semangat 💪 bikin cerita nya kita semua menugu kelanjutannya
Jamayah Tambi
Sedihnya ada suami tapi tidak menanggap isterinya ada.Hanya dianggap pengasuh untuk puterinya
Jamayah Tambi
Jahat,makan tak ingat oeang belakang Macam selera jin lapar
Jamayah Tambi
Tak suka tapi kau uli isterimu sampai pagi
Jamayah Tambi
Macam mana kau nak buat Fiona.Orang tu langsung tak sentuh kau pun
Jamayah Tambi
Kalau hamil siapa yg nak diakui sebagai bapak anak itu Fiona.Tak kan nak paksa Reno jadi Pak Sanggup
Jamayah Tambi
Kesian kau Dea.Asal minum ubat perangsang pasti kau yg jd mangsa
Jamayah Tambi
Harap wajah tampan,kaya tapibtidak punya hayi nueani
Jamayah Tambi
Ambik uang banyak2 dari Reno.Buka tabungan sendiri.Kan Reno kata boleh saja menghabiskan uangnya.Berapa saja
Jamayah Tambi
Suami jahat
Jamayah Tambi
Tanya apa
Jamayah Tambi
Boleh kau duduk flm rumah seperti tu Deana
Jamayah Tambi
Jalau aku jadi Deana kabur saja bawa ibu dan adiknya keluar dari Pulau Jawa
Jamayah Tambi
Jesian klu kita jadi orang miskin Jadi isteri pun tidak dianggap
Jamayah Tambi
Dojtir itu jd jodoh Deana lagi bagus daripada keluarga sombong itu
Jamayah Tambi
Bagus.Tegas sikit dgn keluarfa sombong itu
Jamayah Tambi
Reno yg salah,Deana yg disalahjan.Udah mabuk langsung memperkosa Dena.Dena yg dituduh murahan.
Jamayah Tambi
Dasar lelaki sombong.Hanya mau tanggungjawab.Nanti ketagih
Jamayah Tambi
Nak nikah main paksa2 orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!