NovelToon NovelToon
Mengubah Takdirku Sendiri

Mengubah Takdirku Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Time Travel / Balas dendam pengganti / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:41k
Nilai: 5
Nama Author: Nita_001

--Lebih baik menyinggung Raja Neraka, daripada menyinggung Feng Yaorao--

Dunia mengenal Feng Yaorao, putri sulung keluarga Feng, sebagai gadis yang pemalu, lemah dan tidak berpendidikan. Mereka menganggapnya sampah tak berguna yang bisa ditindas sesuka hati. Namun, mereka tidak tahu bahwa setelah sebuah kemalangan merenggut nyawanya, jiwa gadis lemah itu telah digantikan oleh seorang Top Assassin berdarah dingin dari Abad ke -24.

Licik, kejam, dan pendendam. Feng Yaorao yang baru tidak akan membiarkan siapapun yang menyakitinya lolos begitu saja. Siapapun yang berhutang padanya, harus membayar dengan darah. Siapapun yang menghalanginya, akan berakhir di kuburan massal.

Mengandalkan insting membunuh yang tajam serta Ular Darah-- makhluk spiritual mistis di dalam tubuhnya yang bisa bertransformasi menjadi cambuk mematikan, dia siap membalikkan dunia kuno ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita_001, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15 - Sekelompok Bandit Amatir

Terlebih lagi, ini sudah memasuki hari keempat sejak keponakannya itu menghilang tanpa kabar. Dia bahkan tidak berani membayangkan kemungkinan terburuk apa yang terjadi padanya di luar sana. 

“Benar, Ayah. Kau bahkan belum menyentuh makananmu seharian ini. Sekuat apapun tubuh seseorang, ia pasti akan tumbang jika terus dipaksakan seperti ini. Jika Rao'er pulang nanti dan melihatmu sakit, bayangkan betapa dia akan merasa bersalah. Tolong makanlah buburnya selagi hangat,” sela Nyonya Qin membujuk. Dia sengaja membawa-bawa nama Feng Yaorao agar sang mertua luluh. 

Usia Adipati Qin sudah tidak lagi muda. Meskipun fisiknya masih terlihat bugar, dia tidak akan mampu menahan beban pikiran yang terlalu berat. Nyonya Qin merasa tidak berdaya melihat kondisinya ini. 

“Bagaimana mungkin aku menelan makanan saat tidak ada satupun kabar tentang Rao'er?!” Adipati Qin tahu putra dan menantunya berniat baik, tetapi hatinya sudah terlanjur mati rasa karena cemas. Jangankan makan, duduk tenang pun dia tidak bisa. 

Semakin memikirkannya, kepala pria tua itu semakin sakit. Bagaimana bisa Rao'er meninggalkan ibu kota sendirian? Hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya! 

“Bagaimana Feng Xiang mengawasi putrinya? Mengapa dia membiarkan Rao'er keluar kota tanpa pengawalan?! Jika terjadi sesuatu yang buruk pada Rao'er, aku tidak akan pernah memaafkannya seumur hidupku!” 

Dia yang biasanya selalu berpikir tenang, kini benar-benar telah kehilangan ketenangannya dan mulai melampiaskan kemarahannya pada Feng Xiang. 

“Ayah, kau tidak boleh menyimpulkan masalah sepihak begitu. Rao'er sudah besar, dia memiliki kaki dan tangannya sendiri. Kemanapun dia pergi, belum tentu Feng Xiang yang menyuruhnya.” Qin Yihan mencoba mengingatkan ayahnya dengan hati-hati saat melihat emosi pria itu mulai tidak terkendali. 

Meskipun Qin Yihan juga mengkhawatirkan keponakannya, dia merasa tidak adil jika langsung menimpakan masalah pada Feng Xiang. Lagipula, bukan Feng Xiang yang sengaja menyuruh Feng Yaorao pergi ke luar kota. 

Terlebih lagi, Feng Xiang saat ini memegang posisi menteri yang tinggi dengan kekuasaan militer yang nyata di tangannya. Sementara ayahnya, meskipun merupakan kepala dari seluruh pejabat sipil dan memiliki pengaruh yang besar di dalam istana, beliau tidak lagi memegang otoritas kekuasaan yang nyata. Meskipun selama ini Feng Xiang tampak menghormati ayahnya, dia bukanlah sosok yang bisa disinggung secara gegabah. 

Karena itu, Qin Yihan merasa tidak perlu memperkeruh hubungan antara kedua keluarga besar mereka.

Namun, Adipati Qin yang saat ini sedang diselimuti kepanikan, salah menangkap maksud ucapan putranya. Dia mengira putranya sengaja membela Feng Xiang karena tidak menyukai Feng Yaorao. 

Wajahnya langsung menggelap saat dia membentak, “Apa kau juga ikut-ikutan tidak menyukai Rao'er? Sekalipun dia tidak berguna, dia adalah satu-satunya putri kakakmu, keponakanmu sendiri. Wajar jika orang luar membenci dan meremehkannya, tapi bagaimana kau, sebagai keluarganya, bersikap sedingin ini padanya?!” 

Qin Yihan terkejut mendengar bentakan ayahnya. Sadar ayahnya salah paham, dia buru-buru menjelaskan, “Ayah, bukan itu maksudku! Aku hanya berpikir hilangnya Rao'er tidak ada hubungannya dengan Feng Xiang. Kurang bijaksana jika kita pergi ke kediamannya dan menyalahkannya tanpa bukti.”

“Benar, Ayah. Bagaimana mungkin kami membenci Rao'er?” Nyonya Qin ikut menimpali demi meredakan ketegangan. “Tidak peduli dia memiliki bakat atau tidak, seperti yang Ayah katakan, dia adalah satu-satunya putri kakak iparku, keponakan kami sendiri. Kami tidak pernah sekalipun memiliki pikiran yang buruk tentangnya.” 

Meskipun perhatian Nyonya Qin kepada Feng Yaorao tidak sehangat dan seposesif Adipati Qin, dia tidak pernah sekalipun merendahkan atau memperlakukan gadis itu dengan buruk. Bahkan saat Adipati Qin memutuskan untuk membawa Feng Yaorao tinggal di Kediaman Adipati Qin, dia sama sekali tidak merasa keberatan. Karena itu, dikritik secara sepihak seperti ini membuat hatinya tidak nyaman. 

Adipati Qin menghela nafas panjang. Dia tersadar bahwa luapan emosinya barusan memang agak keterlaluan dan tidak pada tempatnya. 

Sementara itu, jauh di dalam hutan, hamparan sinar matahari menerobos di antara celah dedaunan yang rimbun, menciptakan pendaran cahaya berkilauan yang tampak seperti taburan bintang di langit. Sedikit menyilaukan mata, namun sangat memanjakan pandangan. 

Hembusan angin kencang menyapu seluruh hutan, membuat barisan pepohonan meliuk dan bergemerisik riuh, menciptakan suasana yang megah layaknya ombak yang bergulung di lautan. Suara riuh kepakan sayap burung-burung yang beterbangan memaksa Feng Yaorao untuk menarik tali kekang kudanya, memperlambatnya demi menikmati sensasi pelukan alam yang begitu menenangkan tubuhnya yang kelelahan. 

Namun, tampaknya Feng Yaorao belum lepas dari nasib buruknya. Baru saja satu gelombang masalah selesai, gelombang lain sedang menunggu di depan mata. 

Tiba-tiba, terdengar suara gemerisik dari arah lereng bukit. Kewaspadaan Feng Yaorao langsung menangkap sinyal bahaya, membuatkan segera menghentikan langkah kudanya. 

Dia mempertajam pendengarannya. Itu adalah suara derap langkah kaki yang terburu-buru, datang turun berbondong-bondong dari arah atas bukit. Dari ritme langkahnya yang berat dan berisik, Feng Yaorao bisa langsung memastikan bahwa mereka bukanlah kelompok pembunuh bayaran profesional. Karena pembunuh bayaran memiliki kemampuan meringankan tubuh (qinggong) yang terlatih dan tidak akan menimbulkan kegaduhan seperti itu saat beraksi. Langkah kaki yang serampangan ini jelas milik orang-orang biasa yang hanya bermodalkan tenaga kasar dan ilmu bela diri tingkat rendah. 

“Guk… guk… guk…” 

Xiao Bai yang duduk siaga di bagian depan pelana kuda juga bisa merasakannya. Ia langsung menegakkan tubuhnya dan menggonggong galak ke arah semak-semak di depannya. 

Tak lama kemudian, sekelompok pria yang berjumlah belasan orang tiba-tiba melompat dari balik semak-semak. Mereka mengenakan pakaian dari kain linen yang kasar, dengan masing-masing menggenggam golok besar. Tanpa menunggu lama, mereka langsung bergerak mengepung Feng Yaorao. 

Menghadapi situasi itu, Feng Yaorao tetap duduk tenang di atas kudanya, membiarkan dirinya dikepung tanpa menunjukkan kepanikan sedikitpun. 

Namun, begitu belasan pria itu mendekat dan melihat wajah Feng Yaorao dengan jelas, mereka serentak mematung. Mata mereka melotot lebar, bergantian memandangi wajah cantik wanita itu dengan tatapan tidak percaya dari atas sampek bawah. 

“Guk… guk!...” Xiao Bai segera melompat turun dan berdiri tepat di depan kuda, menggonggong sengit untuk memecah tatapan kurang ajar sekelompok bandit itu dari tuannya. 

Suara gonggongan itu lantas menarik kesadaran mereka kembali. 

“A-aakhhhh! Bos, ada anjing galak!” teriak salah satu bandit dengan nada melengking ketakutan sambil mundur beberapa langkah. Sepertinya pria bertubuh kekar itu mengidap fobia akut pada anjing. 

Plak! 

Pemimpin bandit yang berdiri di sampingnya langsung menggeplak kepala bawahannya itu. “Dasar sampah tidak berguna! Hanya seekor anjing kecil begitu, apa yang perlu ditakutkan?!” 

“T-tapi… tapi Bos…” Pria itu tergagap dengan wajah pucat, tidak berani melanjutkan kalimatnya. 

Pemimpin bandit itu berdeham keras, mencoba mengembalikan wibawanya yang sempat runtuh. Dia menengadah, menatap Feng Yaorao dengan tatapan garang sambil berteriak, “Hei, gadis manis! Kami hanya ingin merampok harta, tidak berniat membunuh! Serahkan semua uang yang kau bawa, dan kami akan membiarkanmu pergi tanpa luka!” 

Melihat dari kualitas bahan pakaian yang dikenakan Feng Yaorao, pemimpin bandit yakin mangsanya kali ini berasal dari keluarga berada. Jika mereka bisa memeras puluhan atau ratusan tael perak hari ini, kelompok mereka tidak perlu pusing memikirkan urusan perut selama beberapa bulan ke depan. 

Secara logika, bandit normal manapun pasti akan langsung berpikiran mesum saat melihat wanita secantik Feng Yaorao sendirian di tengah hutan yang sepi. Namun, perilaku kelompok ini justru membuat Feng Yaorao sedikit heran. Di depan mereka berdiri seorang wanita dengan kecantikan yang luar biasa, tetapi selain tatapan takjub di awal tadi, mereka sama sekali tidak menunjukkan sikap ingin melecehkannya. Fokus mereka murni hanya ingin merampok uangnya. 

Sayangnya, bicara soal uang justru merupakan topik yang paling sensitif bagi Feng Yaorao saat ini. Dia baru bertransmigrasi ke dunia ini dan tidak memiliki satupun koin di kantongnya! 

Mendengar ucapan bosnya, seorang bandit lain yang berdiri di bagian belakang berbisik untuk mengingatkan, “Bos, salah! Kalimat pembukanya bukan begitu. Harusnya kau bilang: Pohon ini milikku, jalan ini juga milikku…”

Mendengar itu, pemimpin bandit tiba-tiba salah tingkah. Dia buru-buru mengangkat tangannya, memberi isyarat agar bawahannya diam. Setelah berdeham beberapa kali untuk mengembalikan wibawanya, dia kembali berteriak dengan lantang, “Pohon ini milikku, jalan ini juga milikku! Jika kau ingin lewat, tinggalkan jalan yang penuh kekayaan ini!” 

Mendengar kalimat terakhir, bawahan yang mengingatkannya tadi langsung menepuk kepalanya sendiri. “Bos, salah lagi! Kalimatnya kebalik-balik!”

Pemimpin bandit itu mengangguk kaku, buru-buru mengubah ucapannya. “Ah benar! Pohon ini milikku, jalan ini juga milikku! Aku akan meninggalkan jalan yang penuh kekayaan, dan kau harus melewati jalan ini!” 

Bawahannya itu semakin frustasi dan menyela lagi, “Salah semua, Bos! Kalimat sisanya malah terbalik semua!” 

Merasa harga dirinya di injak-injak di depan wanita cantik, pemimpin bandit itu kehilangan kesabaran. Dia berbalik dan mendaratkan pukulan keras di kepala bawahannya yang cerewet itu. 

Plak! 

“Sebenarnya yang jadi bos disini kau atau aku, hah?! Apapun yang keluar dari mulutku, itulah aturannya!” gertaknya kesal. 

“B-baik, Bos, maaf… aku tidak berani lagi…” bawahan tersebut langsung menciut, menundukkan kepala sembari mengelus kepalanya yang sakit. 

____________

Halo temen-temen semua, hehe, aku selipkan komedi tipis-tipis sebelum masuk konflik utama, ya. Gapapa walaupun gak lucu-lucu banget, ya soalnya bukan penulis genre komedi, hehe..

Btw, ada yang tau gak kalimat yang benar seperti apa yang dimaksud bawahan itu.. Klo ada yang nebak benar, besok tak kasih double up, gimana?

1
Ayu Padi
keren
Ayu Padi
lanjut Thor..ditunggu up ny...lebih baik Feng yourou masuk ke marga ibu ny aj Thor jadi Qin yourou..
Siti Hawa
thoor kok aku masih pnasaran dengan sosok laki laki kuat betopeng yg misterius, yg menyelamatkan feng yourou waktu kluar dari hutan berksbut itu thoor..
Ayu Padi: pangeran Cang Yao...bener GK Thor...penasaran siapa nti yg jadi pasangan Feng yourou ??
total 2 replies
marlaina marliana
mawar merah untuk mu kaka
semangat 💪💪💪 Ditunggu updatenya❤❤
marlaina marliana
feng yaorao kamu membuat ku kagum .
ini baru dirimu yg sesungguhnya tegas, disiplin dan harus kejam tanpa ampun pd musuh 💪💪💪
justFlio
bagus thor..yukks lanjutkan sampai tamat
justFlio
semangat..bagus ceritanyaa👍👍👍
justFlio
ditunggu UP nya thor🙏🙏
Rhyzca Ayu
Di tunggu balas dendam mu yao'er💪💪😍😍😍☕☕☕semangaat tho❤
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mulai seru ini semoga bab selanjutnya makin seru ya say
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mampir kak
Pa Muhsid
terlalu santai jadi alur ceritanya lammmbat
marlaina marliana
aissssss keluarga sialaan..... kapan aku bisa bejek-bejek ayah biadab bin laknat itu😡😡😡
Sribundanya Gifran
lanjut thor
marlaina marliana
mampus loe jalang.
lanjut..... lanjut lagi seruu bingit
marlaina marliana: di fizo ya kak
total 3 replies
marlaina marliana
menunggu pembalasan yg menyakitkan, untuk ayah biadap, tp jgn kelamaan ya.... 🙂. oh ya jgn lupa nona segera rampas kembali semua perhiasan dan hartamu yg telah dirampas pelakor dan anaknya 💪💪💪💪💪. saya punya parutan kelapa yg super besar bisa buat membantu menghancurkan muka. apalagi yg bermuka dia 🤣🤣🤣🤣💪💪💪
Widhi_Wisesha
🤦nemu fans dadakan sesuai zamannya😅
marlaina marliana
pengen ku cacah samapai halus muka perdana menteri sm selirnya itu. disiksa sampai menderita 😡😡
marlaina marliana: 🙊🙊🙊🤣 hihihihi
total 2 replies
marlaina marliana
selalu bikin penisirin...
semangat yaorao💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!