NovelToon NovelToon
Ipar Dan Mertua Rasa Madu

Ipar Dan Mertua Rasa Madu

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Konflik etika / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:61.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Rossa memiliki suami yang selalu berpihak kepada keluarganya karena dia satu-satunya lelaki dalam keluarganya

Dirinya selalu merasa tersisihkan manakala ipar dan mertuanya selalu berusaha memonopoli suaminya dari segala sisi baik keuangan maupun perhatian,

Dia beruntung dibalik sikap mertua dan ipar bak Seorang madu untuknya, suaminya akhirnya sadar dengan semua perbuatannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Mata keduanya membulat sempurna, Fatan ternyata serius dengan perkataannya kemarin dan sekarang Farah tengah ketakutan setengah mati, dia tidak menyangka adiknya akan memenjarakan dirinya seperti ini.

"Cepat telpon Fatan, keterlaluan sekali dia". Geram Farah dengan tidak terima.

Pras tidak menjawab tapi langsung mengambil handphonenya menghubungi sang adik ipar, tangannya gemetar, dia betul-betul tidak pernah menyangka jika adik iparnya itu betul-betul akan memperkarakan masalah ini ke polisi padahal selama ini dia sangat menyayangi keluarganya.

"Iya hallo". Sapaan diseberang telpon membuyarkan lamunannya.

"Fatan kamu serius memperkarakan kakak kamu ke polisi?, sekarang polisi datang ke rumah kami dan akan menangkap kakakmu, tolong Tan, jangan lakukan itu, kalian bersaudara". Cicit Pras dengan pelan.

"Tidak perlu banyak omong kosongnya kak Pras, kita selesaikan di kantor polisi saja, kalau kakak menelpon hanya untuk itu, aku akan matikan karena aku sudah memberi peringatan sejak kemaren dan kalian menganggap nya hanya gertakan jadi kita selesaikan di sana saja".

Fatan hendak menutup panggilan itu tapi perkataan sang kakak ipar mengurungkan niatnya

"Tunggu Tan, jangan tutup dulu!!, kakak tidak bermaksud begitu, tolong, kita selesaikan dengan kekeluargaan saja tidak perlu pakai polisi yah". Bujuknya dengan suara memelas.

Fatan tidak menjawab langsung mematikan sambungan telponnya dan tidak perduli apa yang dikatakan kakak iparnya, dia sudah memberi kesempatan sejak kemarin tapi keluarganya seolah menganggap remeh perkataan nya.

"Fatan, Tan, hallo". Ucap Pras dengan panik.

Dia melihat handphonenya ternyata sambungan telpon itu terputus, Fatan sengaja memutuskan panggilan itu, dia menghela nafas kesal, adik iparnya itu serius dan tidak main-main dengan ucapannya.

"Apa katanya mas, kok kamu kelihatan panik begitu?? ". Tanya Farah ikutan panik melihat ekspresi suaminya itu.

"Fatan matikan telponnya, dia bilang kita ketemu dikantor polisi saja". Ucapnya dengan gusar.

Farah membelalakkan matanya tidak menyangka, kini dia menatap kedua polisi itu yang kini menatapnya dengan serius.

"Tolong kerjasamanya ibu Farah, kalau tidak kami akan menyeret paksa ibu ke kantor polisi sekarang, kami sudah menunggu sejak tadi". Ucapnya dengan geram.

"Baik Pak, kami akan ikut, ayo mas, kita ikut saja dulu nanti kita di lihat tetangga". Pasrahnya tidak berkutik.

Pras hanya mengangguk kosong, inilah yang dia takutkan, Fatan tidak main-main dengan perkataannya kemaren dan dia malah mempercayai istrinya jika itu hanya gertakan semata.

Mereka berdua akhirnya ikut kekantor polisi untuk menghadapi pertanyaan polisi nanti, Farah hanya bisa menunduk takut karena memang dia mengambil uang adiknya tanpa mengatakan apapun dan menipunya.

Fatan yang telah menutup telponnya kini menarik nafasnya dalam-dalam, dia sebenar nya tidak ingin berlaku seperti ini tapi kakaknya sudah keterlaluan padanya, padahal dia tidak pernah kurang memberi bulanan setiap bulan pada kakak ya padahal kakaknya sudah menikah.

"Kenapa mas?? ". Tanya Rossa begitu selesai membersihkan bekas makan mereka.

"Mas Pras telpon katanya polisi sudah datang dan akan membawa kak Farah ke polisi setelah ini, mungkin aku akan dipanggil setelah ini, bisakah aku meminta tolong sesuatu??". Tanyanya dengan sendu.

"Apa itu mas, tumben sekali??". Rossa menatap heran suaminya karena tidak biasa nya dia meminta bantuan seperti ini.

"Tolong ke toko, audit toko dan berikan aku laporannya, dan bereskan kekacauan yang terjadi di sana hari ini, aku akan kekantor polisi dan menemui banyak supplier agar semuanya aman".

Rossa mengangguk, " Baiklah mas, setelah mengantar Rani ke sekolah aku akan kesana membawa Rafa tidak apa kan?? ".

Fatan mengangguk senang kemudian memeluk sang istri, dalam hal ini istri nya jauh lebih baik darinya.

"Kalau begitu aku pergi yah, kamu baik-baik disana nanti, setelah dari supplier aku akan kekantor polisi, mungkin mereka akan menyuruhku kesana".

Rossa mengangguk kemudian mencium tangan sang suami dengan pelan, Fatan mengelus kepala istrinya kemudian pergi dari sana.

Farah yang sudah berada dikantor polisi segera menelpon sang ibu agar datang kekantor polisi untuk membelanya, minimal ibunya harus bicara dengan Fatan, agar dia bisa keluar dia dari sini.

" Hallo, kenapa nak??". Tanya Kasih dari seberang telpon.

Dia cukup khawatir karena anak perempuannya itu menelpon lebih dari 5 kali, tadi dia tidak membawa handphonenya saat pergi berbelanja kedepan jadi tidak tahu anaknya menghubungi dirinya.

"Bu, aku ada dikantor polisi, Fatan serius melaporkan aku ke polisi". Rengeknya manja kepada sang ibu.

Dia yakin ibunya akan membuatnya bebas dari sini tanpa banyak drama nanti apalagi adiknya itu begitu patuh kepada ibunya.

"Apa??, kok bisa, ibu kesana sekarang, kurang ajar anak itu, kenapa bisa melakukan hal itu pada kakaknya?, akan ibu beri pelajaran dia". Jawabnya dengan panik

"Iya bu, aku tunggu yah".

Kasih yang selesai memutuskan telponnya itu menggenggamnya erat, dia tidak menyangka anak lelaki satu-satunya itu malah memasukkan kakaknya ke penjara karena uang.

" Aku yakin, istrinya itu yang telah menghasut anakku untuk berbuat seperti itu kepada kakaknya, akan kuberi perempuan sialan itu pelajaran jika sampai terbukti dia yang menghasut Fatan ".

Farah menyeringai, ibunya terdengar sangat marah dan juga panik, dia yakin ibunya akan membuat perhitungan pada adiknya setelah ini

"Bagaimana?, apa kata ibu??". Tanya Pras dengan khawatir.

Dia sudah menyiapkan semua tabungan mereka didalam rekeningnya, jika Fatan ingin dia mengganti uang itu, dia akan memberinya sekarang, dia tidak mungkin membiarkan istrinya berada dalam penjara seperti ini.

"Ibu akan datang mas, tunggu saja".

Setelah Fatan dari supplier, dia akhirnya datang ke kantor polisi untuk memenuhi panggilan terkait laporannya, dia melangkah dengan tegap, bisa dia lihat ibu dan kakaknya menatapnya dengan penuh amarah.

Plak.. Tamparan keras diterimanya begitu mendekati ibunya.

"Dasar anak kurang ajar, apa yang kau lakukan pada kakakmu?, kenapa kau memasukkannya ke penjara?". Kasih langsung murka begitu melihat anak lelakinya itu.

Fatan hanya menatap datar sang ibu, hatinya sakit karena ibunya malah mempermalukan dirinya dihadapan banyak orang seperti ini.

"Bagimana pak, apa mereka sudah bisa mengembalikan uang saya?, saya sudah memberikan rincian selisih dan semua yang telah diambil oleh ibu Farah". Ucapnya meninggalkan sang ibu yang mematung karena dilewati begitu saja oleh sang anak tanpa kata.

"Belum pak, katanya mereka menunggu anda, mereka tidak mau mengeluarkan uang itu sesuai keinginan anda".

"Baiklah kalau seperti itu, tolong proses saja secara pidana yah pak, tadinya saya berharap mereka mengembalikan semuanya tapi ternyata tidak, yah silahkan saja proses". Jawabnya santai

Mata ketiga orang itu melotot mendengar perkataan Fatan, mereka tidak menyangka Fatan serius dengan semua ini.

"Fatan hentikan ibu bilang, apa kamu tidak punya otak dan empati?, dia kakakmu, kenapa kau lakukan ini padanya??". Teriak Sang ibu kembali ingin melayangkan tamparan.

"Ganti uangku atau masuk penjara". Ucap Fatan dengan dingin.

1
Sholikhah Sholikhah
baru bergabung
sukensri hardiati
kayaknya namanya monika dan medina....kok jadi monika dan mira?
sukensri hardiati
tambah lebar masalahnya
sukensri hardiati
pras nggak boleh hukum farah....tp fatan harus hukum rossa...kasih emang aneh
sukensri hardiati
kalau operasi nggak di UGD laah...
Lee Mbaa Young
Ceraikan saja pras Istrimu itu, jd laki cinta boleh setia harus tp yo didik juga Istrimu kl kau biarkan ya makin liar.
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
perasaan dri kemarin ngomong gini mulu tpi ga sadar² 🙄
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
tau kn rasa'y gimn ga disukai sm mertua, nah itu yg dirasakn rossa jg, hrs'y sesama wanita tuh sadar diri bukn egois yg dikedepanin
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
ini sprti'y dlu pas pembagian otak, otak'y nyangkut deh, org2 udh pda mengingatkn bukn'y merenung & sadar diri, tpi ttp aja keukeuh dg pendirian'y dasarrrr ga tau diri lu😠
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
org bebal mana mempsn dinasehati bu
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
lah itu kmu sndiri ga mau dicampurin sm org lain, knp km sllu ikut cmpur RT adikmu, dasarrr edyann lu 😠
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
hellowww buuu, kau bilng apa? org lain? dia itu istri dri ankmu yg sudh melahirkn cucu²mu kau bilng org lain dasarrr gelo, jika posisi dibalik gimn bu ap yg rossa rasakn itu trjdi pda diri sendiri, jd org kok egois bgt 😠
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
dasarrr gelo, elu sendiri yg brmain api giliran kebakar nyalahin org, RSJ masih buka tuh😏
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
dasarr wong edyaannn, elu kn py suami knp g minta sm suamimu knp hrs ngrecokin RT adikmu😠
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
hrus'y ank'y diketekin wae bu jgn disuruh nikah biar ga ada saingan'y 😠,ank lelaki emng surga'y ditelapak kaki ibu smpai akhir hayat'y tpi klo sudh menikah ya yg diutamain istri&ank'y,untk ibu'y ya semampu'y aja
Lee Mbaa Young
pras terlalu bucin ma istri nya. Kl km laki hebat teges lah, didik Istrimu biar jd wanita baik. Kl km cm gitu gitu ae ya wasalam tipe laki takut istri.
bucin takut istri boleh tp kl istri sifat nya baik. Kl istri macam dajjal kok msih di elus ya makin Menjadi lah.
Siti Muntamah
kasian anak nya sampai ketakutan begitu tega bener dasar ponakan durhaka
Siti Muntamah
gimana nggak sakit istri dan anak disia2 in tiap hari
ChikoRamadani
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ Sangat menarik
Alur ceritanya bagus dan konfliknya tidak begitu terlalu rumit...
pemilihan kosakata sangat baik dan mudah untuk dipahami...

terimakasih buat kk othor,
semoga sukses ❤️
falea sezi
lanjut thor si farah emank bner lampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!