Arsi harus menghidupi kedua anaknya setelah di tinggal suaminya bekerja di luar Kota, Suaminya tak pernah pulang dan tidak mengirimkan uang, hingga membuatnya harus membanting tulang untuk menghidupi kedua anaknya. Saat ia bertekad menyusul sang suami ia harus mendapatkan kenyataan pahit suaminya sudah menikah lagi, ia bahkan tak mau menolongnya saat ia terserang asma hingga meninggal.
Arsi berjanji di kehidupan yang akan datang dia akan membalas suaminya, dan Tuhan pun mendengar doanya, ia pun di berikan kesempatan kedua. Lalu bagaimana pembalasan Arsi kepada suaminya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah baru
Malam itu James membawa Arsi pergi meninggalkan Klub. Sebenarnya Arsi masih bingung namun lelaki itu segera menjelaskan semuanya.
"Maaf jika aku terlambat, sebenarnya aku menunggu mu memintanya padaku??" James menatap lekat wajah Arsi membuat wanita itu langsung menunduk.
"Aku tidak berani, bagaimana mungkin orang seperti ku meminta sesuatu yang tidak mungkin padamu," suara Arsi terdengar serak.
James tersenyum mendengar ucapannya.
Ia mengusap lembut kepalanya. Membelai lembut rambutnya yang panjang.
"Apapun yang kamu mau aku akan memberikannya untuk mu," ucapnya kemudian melumat bibir tipis Arsi
"Terimakasih, atas semua kebaikanmu,"
"Sama-sama sayang," pria itu kemudian menggandeng Arsi dan mengajaknya keluar.
Di luar Klub Arya sudah menunggunya bersama asisten James
Keduanya kemudian naik kedalam mobil dan meninggalkan area klub.
"Sekarang kamu bebas Ars, tapi aku masih boleh kan bertemu dengan mu??" James menatap lekat wajah Arsi
Arsi mengangguk pelan.
"Kapanpun kamu mau?"
"Thanks sayang,"
Mobil James berhenti di sebuah sekolah elit. Wajah Arsi seketika tegang.
"Kita mau ngapain ke sini??" tanyanya penasaran
"Bukankah kamu mau Arya sekolah di sini??"
"Iya, tapi kan kita sudah ditolak??"
"Jangan khawatir, tidak ada yang berani menolak James," Pria itu kemudian keluar dari mobil dan menggandeng lengan Arya
Kepala sekolah segera berlari menyambut kedatangannya.
"Selamat datang Pak James di Sekolah kami, maaf saya tidak menyiapkan penyambutan spesial karena mendadak?" tandas kepala sekolah
"Tidak perlu repot-repot, kamu hanya perlu melakukan satu hal saja?" jawab James dengan teliti enteng
"Katakan saja apa itu Pak James??"
James melirik kearah Arya dan Arsi.
"Kenapa kamu menolaknya??" tanya James seketika memburu wajah kepala sekolah memerah
Ia begitu panik saat melihat Arsi.
"Oh Tuhan, maafkan saya Pak James, saya terlalu mempercayai orang lain daripada dirimu, maafkan saya Pak, aku pastikan Arya bersekolah di British international school." jawab kepal sekolah
"Ok, aku harap kamu menepati ucapan mu,"
Setelah diterima di sekolah idaman Arya. James mengajak keduanya ke sebuah komplek perumahan mewah.
Arsi terkejut saat ia tahu James membawanya ke komplek perumahan suaminya Aris.
"Kita mau ngapain ke sini??" tanya Arsy
"Tentu saja membeli rumah untuk mu??" jawab James
"Membeli rumah di sini?" Arsi benar-benar tak percaya
"Tentu saja, memangnya ada yang salah??" tanya James
"Perumahan ini sangat elite, saya gak mampu membeli ataupun menyewanya,"
"Jangan khawatir, aku akan membelikannya untuk mu,".
Jantungnya hampir melompat keluar saat ia mendengar ucapan James., ia benar-benar tak menyangka jika pria itu akan memberikannya rumah mewah di kawasan elite.
"Jangan bercanda!??" arsi masih berusaha menyangkalnya
"Tentu saja tidak," James memberikan sebuah kunci kepadanya.
Perasaan Arsi semakin bercampur aduk.
Mobil James berhenti di depan sebuah rumah mewah yang terletak tepat di depan rumah Aris.
"Apa ini rumah kita mah??" tanya Arya
"tentu saja sayang sekarang rumah ini akan menjadi rumah kamu," jawab James
"Wah besar sekali, terimakasih Om!" seru Arya
Bocah itu langsung berlari masuk ke dalam saat pintu rumah terbuka.
Ia langsung naik kata sopan dan melompat-lompat kegirangan.
"Apa kamu suka??" tanya James
Arsi mengangguk.
"Suka banget, terimakasih banyak Mas??" jawab Arsi kemudian memeluk James
"Sama-sama sayang, apapun akan aku berikan untuk mu," jawab James mengecup pucuk kepala Arsi