NovelToon NovelToon
It'S You

It'S You

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:111.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sofie Otviana

Maureen Fredelia, di kenal dengan sebutan Delia. Gadis berusia 18 tahun itu harus terpaksa menikah dengan seorang Brian Andreas Haidar! Pewaris sah dari Grup HDR.

Brian adalah sosok yang tidak ia kenal, tidak ia suka, dan tidak akan pernah bisa menjadi patner dalam hidupnya. Namun karna perjudian yang di lakukan oleh neneknya, membuat hutang keluarga mereka menumpuk. Dan akhirnya ia terpaksa menikah dengan lelaki itu.

Masuk dalam keluarga kaya membuat kehidupan Delia berubah sepenuhnya. Menjadi gunjingan teman teman dan tetangganya masih belum cukup untuk mengawali penderitaannya.

Delia harus banyak terluka karna mengenal seorang keluarga Andreas. Dan menjadi target baru untuk para pesaing bisnis keluarga tersebut bum lagi citranya yang begitu buruk di dalam masyarakat.

Namun Delia bukan Delia jika tidak sekuat baja. Delia memang kuat. Namun jalan terjal yang ia lalui juga bukan persoalan yang gampang untuknya.

Mampukah Delia bertahan di dunia keras itu? Yuk.. simak terus kelanjutan ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sofie Otviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15

"Bukan urusan lo brengsek"

Dean langsung membeku ketika tangannya di hempaskan dengan begitu kasar. Hatinya seperti di cubit ketika gadis yang ia sayangi itu berlaku kasar seperti itu, mungkin Dean merasa kecewa, tapi ia juga sadar diri jika dia pantas mendapatkan perlakuan seperti itu. Maka dari itu Dean hanya diam dan memperhatikan kepergian Qila dengan pandangan sedih.

"Sudah! Biarin aja. Ayo masuk" ucap Roy menepuk nepuk punggung adik nya, menegarkan.

Dean hanya mengangguk lemah dan mengikuti langkah kakaknya bersama dengan

Zahra pergi ke dalam.

Sementara itu Qila dan Brian berada di ruang oprasi Delia.

Qila diam seribu bahasa melihat kondisi kakaknya yang terbaring dengan keadaan naas.

Dari ujung kepala hingga ujung kaki gadis itu, semua bersimbah darah. Tidak ada bagian tubuh yang bersih oleh cairan berwarna merah tersebut, semua bagian tubuhnya ternoda olehnya.

Qila hanya diam di pojok ruangan memperhatikan gerakan para dokter dan perawat yang sibuk mengurusi kondisi Delia.

Setelah masuk keruangan itu, niatnya untuk membantah pertolongan Brian langsung sirna. Ia hanya patuh ketika Brian memintanya untuk tidak mendebatnya saat ini. Karna ini adalah fase paling buruk untuk kakaknya.

Brian duduk di sebelah tubuh Delia yang terbaring. Sebuah selang juga sudah

setia menyalurkan darahnya ke tubuh Delia.

Brian juga terus diam tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah terpulasnya.

Jauh dilubuk hatinya ia merasa marah karna Delia tidak bisa menjaga dirinya sendiri dengan baik. Namun di luar hati kecilnya itu seperti ada banyak suara yang menyalahkan dirinya akan insiden ini.

"Sudah, terimakasih dek. Silahkan keluar! Adeknya yang itu tolong di bawa keluar sekalian ya" ucap seorang suster sambil melepaskan selang darahnya.

"Em..sus boleh kita tetap disini? Kita gak bakal ganggu. Kita liat dari jauh ya? Jangan usir kami" mohon Brian, membuat suster itu menoleh pada dokter pemimpin yang memimpin jalannya oprasi.

Menatap raut wajah Brian yang begitu menyakitkan, dokter itu pun mengangguk tanda memperbolehkannya untuk tetap berada di dalam ruangan tersebut.

Brian pun tersenyum dan membungkuk sekilas, tanda berterima kasih. Ia pun berjalan ke samping Qila yang ada di ujung ruangan. Mereka hanya diam memperhatikan

jalannya oprasi tersebut.

"Kakak bisa selamat kan?" Gumam Qila dengan suara seraknan lirih.

Sepertinya gadis itu sudah membendung air mata di pelupuk matanya. Namun ia tahan agar tidak keluar, supaya ia tidak membuat suara yang dapat mengganggu konsentrasi para tenaga medis tersebut.

Brian menggenggam tangan Qila yang ternyata sudah terasa dingin. "

Pasti selamat! Kita terus berdoa aja. Gue tau, kakak lo pasti bisa lewatin semua ini. Delia pasti kuat" ucap Brian meyakinkannya. Walau pun dirinya sendiri juga merasa tidak yakin akan ucapannya tersebut.

Qila menoleh kearah Brian. Pandangan lelaki itu terlihat sendu, namun tekadnya dalam mengucapkan Delia pasti bisa melewatinya, membuat Qila sedikit tenang. Setidaknya lelaki itu masih memiliki harapan kuat untuk mendoakan kesembuhan kakaknya.

"Makasih!"

Brian langsung menoleh cepat ke arah gadis itu. "Buat apa?"

"Darahnya! Tapi kalo kakak tau itu darah lo pasti dia nolak habis habisan. Mangkannya jangan bilang kalo lo yang donorin darahnya, ya kak" jelas Qila dengan senyum pilu.

Brian menghela nafasnya penat "Gue juga tau. Kakak lo kan anti banget sama gue!" Lantas Qila hanya tersenyum sebagai tanda persetujuan dari kalimat tersebut.

...🐢 🐢 🐢...

Dean tertidur di depan ruang tunggu UGD. Bukan hanya Dean seorang, melainkan kedua orang tua Delia, Brian, Thalia dan Roy.

Zahra tadi sudah pamit untuk pulang duluan, karna ini sudah larut malam. Sedangkan yang masih terjaga hanya Brian bersama dengan Thalia.

Setelah mendengar kabar dari kakaknya, Thalia segera bergegas menuju rumah sakit karna ingin menengok keadaan Delia.

Kini sudah pukul 2 dini hari. Namun para tim medis tak kunjung keluar dari ruang oprasi.

Raut wajah Brian sudah kian memucat, dirinya juga merasa lelah. Karna setelah melakuakan donor darah, ia belum bisa istirahat karna perasaannya yang terus gelisah.

"Tidur aja bang!" Seru Thalia yang masih terjaga. Gadis itu bahkan terlihat masih fresh setelah berjaga hingga larut seperti ini.

Qila datang dengan membawa kotak bekal besar. Ia membangunkan kedua orang tuanya dan kedua tetangga kembarnya agar segera pulang. Karna ini sudah dini hari.

Dirinya sendiri baru saja kembali dari rumah dan meminta izin wakelnya untuk tidak mengikuti pelajaran hari ini. Karna dia ingin menunggu kakaknya di rumah sakit.

Setelah keempat orang itu pulang. Kini Qila bergantian pada Brian dan Thalia yang masih terjaga.

"Kak Brian pulang aja. Qila bakal jaga kak Delia. Kakak kan perlu ke sekolah" tutur Qila sambari duduk di bangku yang ada di sisi sebrang.

"Gue mau disini jagain Delia juga. Seenggaknya sampai dia keluar ruangan oprasi. Pliss! Biar gue juga sedikit tenang" pinta Brian dengan suara lemah.

Qila menggelengkan kepalanya "Kak Brian pulang! Bukannya osis ada acara? Kakak mau telantarkan tanggung jawab?"

Brian diam sesaat. "Itu bisa di handel sama wakil gue"

"Tapi kak Delia sudah selesaikan semua tugasnya sendiri beberapa hari ini. Kakak gak takut? Kalo pas kak Delia bangun terus pengen ikut acaranya atau liat gimana hasil kerja kerasnya gak memadai? Terus kak Delia gak puas?"

"Yakin nih? Gak kasihan kak Delia kecewa gitu?" Panjang Qila membuat Brian berfikir keras.

"Tapi gue gak bisa istirahat kalo gak denger kabar Delia baik baik aja Qil! Hati gue gak tenang" jawab Brian berusaha meyakinkan gadis di depannya itu.

"Thalia bakal disini kok! Entar kalo kak Delia keluar, adek kabarin abang aja"

Brian menoleh ke arah adiknya, menatapnya lama, dengan rasa ragu yang bergejolak di hati. "Yakin kamu disini? Sekolahnya?" Tanya Brian ragu.

"Udah izin! Mama bolehin juga. Kakak pulang gih. Kan perlu istirahat habis donor juga kan? Makan yang banyak biar cepet pulih staminanya" jawab Thalia dengan tenang.

Brian pun menghembuskan nafasnya lelah, ia bangkit dan mengacak rambut adiknya pelan

"Ya udah abang pulang. Kalian jaga diri ya! Kalo ada apa apa jangan lupa hubungin" pinta Brian lemas.

Thalia dan Qila pun hanya mengangguk singkat.

Brian pun berjalan keluar rumah sakit. Ia mengambil motornya dan lekas pulang karna badannya juga hampir di ambang batas ke stabilan.

...🐢 🐢 🐢...

Dirumah Winda tengah mengepak barang barang Delia. Suaminya Damar juga tengah bersiap siap untuk berangkat ke sana.

Winda tidak bisa meluangkan waktu untuk menjenguk Delia, karna minggu ini jadwalnya

sangat padat. Bahkan dirinya sendiri sering melewatkan waktu makan untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Damar berjalan masuk ke dalam kamar putri tertuanya dengan pakaian rapi. "Ma, sudah siap kah barang anaknya?" Tanya nya pada sang istri.

"Sebentar pa! Duh apa lagi ya yang kurang. Perlengkapan mandi udah, owhh...handuknya belum masuk!" Dumel Winda dengan raut wajah panik nan letihnya.

Damar menghela nafas besar dengan menampakan segores senyum tipis di wajah tampannya. Ia beranjak duduk di atas ranjang, tepat di samping istrinya yang sedang sibuk menyiapkan perlengkapan Delia.

"Kamu khawatirin Delia ya ma?" Seru Damar tiba tiba membuat air mata istrinya kembali menggumpal di pelupuk matanya.

Winda menghela nafasnya dengan susah payah. Pasalnya dadanya tiba tiba menjadi begitu sesak.

"Khawatir itu jelas! Aku cuman takut sama kemungkinan terburuknya. Kamu tau kan seorang ibu gak bisa berhenti mikir kalo dalam keadaan kayak gini. Pikiranku kemana mana" keluh Winda dengan sebutir air mata yang berhasil lolos dari kelopak matanya.

Damar merengkuh tubuh istrinya, mendekapnya dengan hangat dan mencoba menabahkan wanita kesayangannya itu.

"Delia juga anak aku Ma, aku yang besarkan dia juga. Basipun aku gak ada ikatan batin sama Delia, tapi aku percaya anak kita bisa bertahan dan kembali ke sisi kita. Kamu harus tegar ya ma!" tutur Damar dengan suara

halus.

Winda menatapnya sedih. Air matanya tidak bisa berhenti menetes.

Damar menangkup wajah Winda. "Kamu juga harus percaya! Delia pasti bisa, okey!" Ucapnya sambil mencium kening istrinya, sayang.

Winda pun hanya mengangguk pasrah dan mendekap tubuh suaminya, setidaknya dengan begitu detak jantungnya akan sedikit tenang.

Karna bagaimana pun! Otaknya tidak akan pernah bisa berhenti memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi kepada putri tertuanya itu.

*****

Hai, terimakasih sudah membaca cerita ini. Aku benar-benar bersyukur memiliki kalian disini. Terimakasih...

IG : @otvianasofie 

See you next time All.

1
Nur Saimah
bagus banget
Suratini Tini
apaa... gini doang endingnya🤔🤔🙄🙄🙄
Putri Rahma
berasa pengen jd delia...banyak yg sayang 🤗🤗🤗🤔🙂🙂🙂
Mumud Maryati
kok tamat sih ,ngengantung ceritanya ini
RINDI
kok tamat kak,,,jangan tamat dulu dong kak masih penasaran kelanjutannya pas setelah qilla sadar
azizah
plis.... jangan tamat😭😭😭😭😭
ACILMEY
lanjut dek 👍👍
ACILMEY
aku like, semangat dek 👍👍
Wynstelle: makasih kakak😘
total 1 replies
RINDI
penuh tanda tanya????????
deanipe: Permisi kak author,
Mohon maaf aku ijin promote karya,
Allista - The feelings in between
Gadis pembunuh bayaran yang terlibat dalam sebuah misi dimana ia harus terlibat perasaan antara target bunuhannya dan pria dari masa kecilnya. Siapa yang dipilih? Lalu bagaimana misi bisa selesai sementara nyawa teman2nya jadi ancaman.
Mungkin bisa mampir kak.
Terimakasih 🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Rira Syaqila
like mendarat cantik..
d tggu upnya kakak..
semangat terus, karyamu selalu yang terbaik..

D tggu feedback nya yaa..

salam hangat dari :

***. KEAJAIBAN CINTA KESYA
***. MR.PERWIRA vs MANTAN PREMAN
ACILMEY
lanjut dek 👍👍
Wynstelle: makasih kak🌻
total 1 replies
RINDI
lanjut kak
Wynstelle: thanks kak🌻
total 1 replies
ACILMEY
ayo lanjut 👍👍
Wynstelle: thanks kak🌻
total 1 replies
ACILMEY
lanjut dek 👍👍
ACILMEY
ayo lanjut lagi 👍👍💪💪
Wynstelle: siap kak🌻
total 1 replies
RINDI
semangat kk
RINDI: sama²
total 2 replies
RINDI
tak kirain udah g up lagi kak,makasih up nya
RINDI: iy kak tetap difavorit kok
total 2 replies
ACILMEY
hadir dek, lanjkan 😁😁👍
Wynstelle: makasih kak
total 1 replies
Susi Ana
like, mampir ya
Wynstelle: makasih kak
total 1 replies
ACILMEY
Assalamu'alaikum dik, selamat sore, kembali hadir menyapa dan mendukung mu, samangat berkarya 👍👍💪💪💪
Wynstelle: makasih kak🌻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!