NovelToon NovelToon
Pilihan Adam

Pilihan Adam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: RATNA YULITA

Adam pemuda tampan dan kaya, menjadi incaran banyak wanita dari masa sekolah sampai kuliah. namun tak satupun dari mereka yang ditanggapi Adam.

Hana gadis desa yang bekerja dirumah makan milik Adam, juga menaruh hati kepada Adam, Hana sadar diri dan memilih mengabaikan perasaannya.

Adam menyukai Hana, ia meminta Hana memanggilnya kakak agar lebih dekat dan membuat Hana nyaman dalam bekerja.

Sanggupkah Hana menahan perasaannya dan selalu bersama Adam tanpa ungkapan cinta dari Adam??

ayo simak kisah mereka,.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RATNA YULITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balik Kerumah

Hana tidak lagi mencari kartu nama itu, ia memilih pergi untuk menenangkan dirinya.

Rasa kesal dan iba membuat dirinya membutuhkan tempat yang tenang untuk menormalkan perasaannya. Hana duduk diteras belakang dengan kepala tersandar di tiang teras.

Dia butuh waktu untuk menormalkan semua rasa yang ada di hati dan kepalanya.

***************

Adam mendengar keributan disamping rumah pak Yahya, ia keluar dari rumah dan melihat dari balik tanaman Palem Jepang yang ditanam berjejer berfungsi sebagai pembatas lahan antara Rumah Pak cik Hana dan Rumah Pak Yahya.

Adam melihat Hana yang mengejar Vera dan dengan gerakan lincahnya mampu menjatuhkan tubuh Vera ketanah. Vera bukan tandingan Hana untuk adu fisik, untuk adu mulut Hana lebih banyak mengalah dan malas menanggapi mulut Vera yang judes.

Adam tersenyum saat mendengar Vera minta ampun dan sedikit tahu permasalahan keduanya. senyum Adam memudar ketika ia melihat ekspresi Hana memandang Bibi dan Vera berpelukan.

Adam tahu Hana ingin merasakan pelukan dari ibunya, melihat ekspresi Hana membuat Adam ingin segera menemui dan memberinya semangat.

Saat Hana berjalan memasuki rumah Pak ciknya, Adam segera masuk kerumah pak Yahya.

Adam terus berjalan sampai ruang belakang rumah Pak Yahya, ia membuka pintu belakang dan berjalan kerumah Pak cik Hana yang hanya berjarak dua meter.

Adam menemukan Hana yang sedang duduk diteras belakang dengan kepala tersandar di tiang teras. ia segera menarik lengan Hana dan memeluknya.

"Kau wanita kuat." ucap Adam saat tubuhnya memeluk Hana dengan erat

Hana kaget karena tiba-tiba lengannya ditarik kuat dan dalam sekejap tubuhnya sudah berada didalam pelukan seseorang, suara dan wangi tubuh Adam membuat memory Hana cepat merespon.

"Kak Adam?" ucap Hana memastikan

"Ya. Aku disini untuk mu." jawab Adam membuat Hana merasa nyaman dan menjatuhkan bulir bening yang tertahan di kelopak matanya.

"Ayo kita pergi." ucap Adam setelah agak lama memberikan kehangatan dan ingin Hana ikut dengannya untuk mencari suasana baru.

Hana mengangguk, Adam segera melepas pelukannya dan menggandeng tangan Hana, membawanya kemobil yang terparkir disamping rumah pak Yahya.

Mereka pergi tanpa diketahui siapa pun.

"Kita kembali ke kota?" tanya Adam setelah lumayan jauh berkendaraan.

"Aku belum bisa ke kota, aku masih memiliki izin kerja dua hari lagi, Bibi juga belum terlalu pulih. aku ingin melihat rumah ku. Bisakah kakak mengantar ku kesana?"

Jawaban Hana membuat Adam tersenyum karena Hana masih mengingat dengan jelas izin kerjanya dan masih memperdulikan kesehatan Bibinya.

"Baiklah, aku akan mengikuti semua keinginan adik kesayangan ku. Dimana itu?" tanya Adam menatap Hana sebentar kemudian kembali fokus menyetir.

Hana tersenyum getir mendengar Adam menyebutnya Adik kesayangan.

"Hanya Adik, ya hanya Adik,. aku tidak akan pernah dianggap lebih dari itu. bahkan kak Adam terlalu sempurna untuk menjadi kekasih khayalan ku. Fokuslah dengan dunia nyata mu Hana. Kau hanya seorang anak desa yang harus berjuang untuk hidup dan kebahagian mu." ucap Hana didalam hati nya menyemangati hati nya yang kembali sedih.

"Kenapa tidak menjawab?" tanya Adam karena Hana tidak bersuara.

"Terus saja, nanti aku akan memberitahu kakak arah jalannya." jawab Hana setelah kembali dengan pikiran positifnya.

"Baiklah." cap Adam dengan terus melajukan kendaraannya.

Rumah peninggalan orang tua Hana berada di kecamatan berbeda dari rumah Pak ciknya. Memerlukan waktu 30 menit berkendaraan untuk sampai kerumah Hana.

Semenjak tinggal bersama Pak cik Hana belum pernah berkunjung kerumahnya, ia sibuk membantu pekerjaan Bibi dan itu membuatnya tidak punya waktu untuk mengunjungi rumahnya.

Mereka sampai didepan rumah peninggalan orang tua Hana. Rumah dengan halaman yang sudah ditumbuhi semak padat. Tidak ada jalan untuk masuk kerumah Hana.

"Apa benar disini rumah nya?" tanya Adam

"Ya, aku sudah lama tidak kesini dan sepertinya tidak ada yang datang kesini." jawab Hana

"Kau berharap Ibu mu pulang?"

"Ya, jika ibu masih hidup dan mengingat rumah ini, aku berharap ibu kembali dan aku akan bekerja untuk membahagiakannya, mencarikannya uang yang banyak agar dia tidak pergi lagi."

"Kau yakin ibu mu pergi karna uang?"

"Aku selalu membaca surat yang ia tinggalkan untuk ayah, aku rasa surat itu masih ada didinding kamar ayah."

"Semoga ibu mu masih hidup dan bisa kembali kerumah ini." jawab Adam mendoakan yang terbaik untuk Hana.

"Terimakasih atas doanya, oh ya, bagaimana kakak bisa sampai dirumah pak Yahya?"

"Oh, panjang ceritanya, nanti saja kita bahas bagaimana aku bisa sampai dirumah pak Yahya. Hari masih siang, ayo kita cari orang untuk membersihkan pekarangan rumah ini."

"Aku tidak punya uang untuk memberi mereka upah."

"Aku ada untuk mu, kau adik ku."

"Ya tuhan,. Lagi-lagi dia berkata aku adik nya, kuatkan aku dengan kata-kata ini tuhan " ucap Hana didalam hatinya.

"Baiklah." ucap Hana dan keluar dari mobil, Adam mengikuti kemana Hana pergi. Mereka menemui tetangga Hana rumah kedua setelah rumah Hana. Hana masih mengenal tetangga nya, Begitu juga sebaliknya.

Rumah di Desa tempat tinggal Hana tidak rapat seperti di rumah Pak cik, mereka terharu melihat kedatangan Hana.

Adam menyampaikan maksud kedatangan mereka, Adam ingin mereka mencari dan mendatangkan orang yang bisa bekerja ditanah rumah Hana untuk membersihkan semak yang tumbuh disana.

"Kami harap banyak pekerja yang bekerja agar cepat selesai dan saya akan memberikan upah mereka begitu pekerjaan selesai." ucap Adam kepada tetangga Hana

Dengan modal pesan bersambung melalui telepon dari tetangga yang mereka temui. Para warga yang ingin di upah harian mulai berdatangan dengan alat kerja yang sudah mereka bawa dari rumah.

Adam mengatur alur kerja mereka agar pekerjaan cepat selesai, Adam memberikan pengarahan sebelum mereka bekerja, tutur bahasa Adam yang sopan dan bijaksana membuat Hana kagum. Pekerja juga tampak antusias mendengar arahan kerja dari Adam ditambah Adam menjanjikan pembayaran upah yang lumayan tinggi setelah pekerjaan mereka selesai.

"Sangat menyenangkan menjadi orang kaya dan berpendidikan. lihatlah Ayah, Mereka bekerja di tanah rumah kita, rumah kita yang ditumbuhi tanaman liar dengan sekejap mata sudah tampak terang dan bersih. tenaga mereka sangat kuat seperti tenaga mu saat bekerja yang tidak kenal lelah. Doakan aku Ayah, agar bisa menabung dan merenovasi rumah kita. Aku ingin Ibu kembali dan melihat rumah kita yang sudah ku renovasi dengan kerja keras ku. Aku akan mengurus rumah ini dan akan tinggal disini lagi. Aku sudah dewasa Ayah, aku bisa menjaga diriku dengan baik." ucap Hana didalam hatinya sambil berjalan memasuki halaman rumahnya yang sudah dibersihkan oleh banyak pekerja.

Hana sampai didepan pintu rumahnya yang masih tergembok dan terlihat sudah mulai berkarat, Hana tidak ingat dimana ia meletakkan kunci nya.

"Kau ingin masuk?" tanya Adam yang terus berada disamping Hana mengikuti kemana Hana pergi.

"Aku tidak membawa kuncinya." ucap Hana sambil memegang gembok pintu rumahnya.

"Kita buka paksa, nanti gemboknya kita ganti." jawab Adam

"Jangan, aku tidak ingin merusaknya." jawab Hana melepaskan gembok yang ia pegang.

Hari semakin sore para pekerja telah selesai membersihkan semua pekarangan rumah Hana.

Adam menepati janjinya untuk membayar upah mereka. para pekerja tampak senang dengan bayaran yang diberikan Adam.

1
lia musa
Kemana menghilang RATNA YULITA..Last update bulan april yg lalu..muncul kn diri anda..sudah ditunggu kelanjutan cerita ini
lia musa
terus semangat..teruskn update
lia musa
setakat ini..aku suka kerana alur cerita nya ringan senang difahami
Oktavia
lanjut kak
Oktavia
lanjut kak. semangat 💪💪
Oktavia
lanjut kak ya banyak. semangat kak 💪💪. aku suka karyamu
NN
lanjut kak, jangan lama2 update
Oktavia
kak lanjut yg banyak ya
Oktavia
lanjut kak cerita nya bagus semangat kak
Ratna Yulita: terimakasih dukungannya 🙏
total 1 replies
NN
lanjut kak, jgn lama cerita yg baru
Ratna Yulita: terimakasih dukungannya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!